Kisah Cinta Arka

Kisah Cinta Arka
BAB 49


__ADS_3

Setelah mandi Jasmine keluar dari dalam kamar lalu ke dapur dan mengambil buah apel dari dalam kulkas. Setelah itu ia ke ruang tamu dan duduk di samping Arka. Ia mengupas buah apel itu lalu memotongnya dan menyodorkan ke depan mulut Arka. Arka pun menerimanya. Ia membuka mulut dan mengunyahnya.


"Apa kamu tidak punya pacar di sini?" tanya Arka sambil membolak balik dokumen di tangannya.


"Apa aku boleh berpacaran setelah menjadi istrimu?" tanya Jasmine balik.


"Tentu saja tidak boleh," jawab Arka tetap fokus pada dokumennya.


"Lalu kenapa tanya?" tanya Jasmine dengan sewot.


"Hanya ingin tahu saja," balas Arka datar.


"Kalau aku punya kenapa?" tanya Jasmine menantang.


"Oh ... jadi kamu punya pacar di sini? Apa kamu sudah pernah tidur dengannya?" tanya Arka kini dengan memandang ke arah Jasmine.


"Kenapa Kak Arka bertanya seperti itu?" tanya Jasmine  tidak mengerti.

__ADS_1


"Jawab saja. Iya atau tidak?" jelas Arka.


"Tentu saja tidak," balas Jasmine dengan sewot.


"Tidak mungkin. Di sini lebih bebas dari pada di Indonesia. Dan kamu (menunjuk ke arah Jasmine) jauh dari pengawasan siapapun di sini," tutur Arka sambil menatap Jasmine.


"Jadi Kak Arka meragukanku? Bukankah di Amerika Kak Arka juga bebas? Pasti Kak Arka juga sering melakukannya kan?" tuduh Jasmine.


"Jaga bicaramu, Jasmine!" bentak Arka tidak suka dituduh sembarangan.


"Lalu apa? Kak Arka juga menuduhku kan?" balas Jasmine dengan berteriak.


"Buktikan apa?" tanya Jasmine bingung.


"Kalau kamu belum pernah tidur dengan siapapun?" bisik Arka di telinga Jasmine. Jasmine pun merinding lalu berdiri dan pergi masuk ke dalam kamarnya. Arka yang melihat Jasmine masuk ke dalam kamar hanya tersenyum miring. Setelah itu ia melanjutkan pekerjaannya kembali.


Hari semakin siang. Kini sudah waktunya untuk makan siang. Arka merasa lapar karena tadi pagi hanya sarapan roti bakar. Ia pun bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan menuju kamar bermaksud menyuruh Jasmine untuk memasak. Saat membuka pintu kamar, ia melihat Jasmine sedang tengkurap di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya dan menghadap ke arah pintu. Arka yang berada di depan Jasmine pun bisa melihat buah dada Jasmine yang menyembul keluar karena tekanan bantal di dadanya. Arka yang melihatnya tentu saja menjadi canggung. Ia laki-laki normal. Kalau melihat hal begitu, tentu saja ada yang meronta-ronta di bawah sana.

__ADS_1


Tahan Arka.  Ucap Arka di dalam hati menahan diri.


"Jasmine ... " panggil Arka.


"Hmmmm," sahut Jasmine tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.


"Jasmine!" Panggil Arka lagi.


"Hmmmm," balas Jasmine masih dengan posisi dan jawaban yang sama.


Arka pun segera merebut ponsel Jasmine. Jasmine yang merasa tidak suka segera bangkit dan berniat mengambil ponselnya kembali. Arka mengarahkan ponsel Jasmine ke atas. Karena tubuh Arka lebih tinggi, sehingga Jasmine tidak bisa meraihnya. Jasmine pun tidak kehabisan akal. Ia naik ke atas tempat tidur dan melompat ke arah Arka bermaksud meraih ponselnya dari tangan Arka. Namun, Arka yang tidak siap dengan tindakan Jasmine pun jatuh setelah ditabrak Jasmine. Posisi mereka sekarang di lantai. Arka di bawah dan Jasmine di atas tubuh Arka. Bibir mereka bertemu. Dada Jasmine menempel pada dada Arka. Arka merasakan benda kenyal itu. Seketika junior Arka bereaksi. Jasmine merasakan itu dan segera bangkit dari atas tubuh Arka.


"Kyaaakkk! Ciuman pertamaku!" jerit Jasmine seraya menyentuh bibirnya.


"Apa yang salah?" tanya Arka seraya berdiri.


"Kamu yang mengambilnya," balas Jasmine dengan cemberut.

__ADS_1


"Aku suamimu. Jadi tidak ada masalah. Cepatlah masak, aku lapar!" perintah Arka pada Jasmine. Jasmine pun keluar dari dalam kamar dengan cemberut dan pergi ke dapur untuk memasak sesuai perintah Arka.


__ADS_2