Kisah Cinta Arka

Kisah Cinta Arka
BAB 45


__ADS_3

Malam hari dalam sebuah kamar apartemen, Jasmine dan Arka sedang tidur bersama dalam satu ranjang dan satu selimut dengan pembatas guling di antara mereka. Seperti biasa Jasmine tidur tidak menggunakan branya. Tiba - tiba Arka bangun merasa ingin ke kamar mandi.


Setelah keluar dari dalam kamar mandi Arka melihat Jasmine tidur dengan sangat nyenyak. Dia melihat wajah Jasmine yang cantik. Dan setelah itu dia melihat tubuh Jasmine. Matanya berfokus pada gundukan kecil di dada Jasmine. Dia pun tersenyum menyeringai. Dia mendekati tubuh Jasmine dan mencium bibirnya lembut. Setelah itu dia melanjutkan menciumi leher Jasmine dan menggigitnya, meninggalkan tanda di sana. Dia membuka kancing piyama Jasmine satu per satu dan terpampanglah dada Jasmine yang tidak memakai bra. Arka merem*s gundukan itu dan menjilat serta menghisap bagian tengahnya. Jasmine pun merasa geli dan nikmat.


Jasmine pun membuka matanya dan melihat Arka sedang mencumbuinya. Dia reflek segera mendorong tubuh Arka, tapi tenaga Arka lebih kuat darinya. Kemudian Arka mencekal kedua tangan Jasmine. Arka menyeringai menakutkan. Dia mencoba mencium bibir Jasmine lagi, tapi Jasmine menolaknya. Jasmine menjerit sekuat tenaganya.


"Kyaaakk! Tolong lepaskan aku. Tolong ... tolong!" jerit Jasmine.


Arka yang mendengar Jasmine menjerit-njerit di sampingnya segera bangun dan menepuk pipi Jasmine.


"Jasmine! Jasmine bangunlah. Jasmine!" seru Arka membangunkan Jasmine.


Jasmine pun membuka matanya dan mendapati Arka di sampingnya. Dia duduk dan melihat tubuhnya serta membuka selimutnya. Ternyata pakaiannya masih lengkap. Ternyata dia hanya mimpi.


"Menjauh dariku!" seru Jasmine sambil mendorong Arka dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Hey, aku terbangun karena kamu berteriak-teriak minta tolong. Seharusnya kamu berterima kasih padaku. Kalau aku tidak membangunkanmu, mungkin kamu sudah mati di alam mimpi karena tidak ada yang menolongmu," ujar Arka dengan kesal.


"Hah? Justru di mimpiku, gara-gara Kak Arka aku menjerit dan meminta tolong. Kamu hampir memperkosaku," cerocos Jasmine seraya memajukan bibirnya.


“Apa kamu begitu menginginkannya sampai-sampai kamu bawa ke dalam mimpi?” tanya Arka dengan tersenyum miring mengejek.


“Tidak! Jangan pernah menyentuhku!” seruh Jasmine.


“Aku suamimu sekarang. Aku berhak melakukan apapun padamu,” ujar Arka seraya memegang rahang Jasmine dan mendekati wajah Jasmine.


“Termasuk meminta hakku sebagai suami,” imbuhnya seraya berbisik di telinga Jasmine.

__ADS_1


Glek! Jasmine menelan ludahnya. Ia gemetar dan gugup. Dadanya naik turun. Setelah itu Arka melepaskan rahang Jasmine dan berbaring kembali lalu menutup matanya.


Jasmine pun bernapas lega. Ia benar-benar takut sekarang. Arka benar-benar jahat dan kasar padanya. Ia tahu Arka tidak mencintainya, tapi sekarang ia istrinya. Sampai kapan Arka akan memperlakukanya seperti ini. Hidup Jasmine menjadi tidak tenang. Ia dihantui rasa takut dan khawatir setiap saat.


 ***


Pagi hari Arka membuka matanya. Dia melihat ke samping dan tidak melihat Jasmine di sana. Tidak berapa lama Jasmine keluar dari dalam kamar mandi. Dia memakai jubah mandi dan mengeringkan rambutnya dengan handuk lain di tangannya.


"Hei, kenapa kamu tidak memakai baju di kamar mandi?" tanya Arka saat melihat Jasmine keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk di tubuhnya.


"Aku terbiasa seperti ini dan aku lupa kalo ada Kak Arka di sini. Apa Kak Arka mau mandi? Kalau Kak Arka ke kamar mandi aku akan berganti pakaian di sini. Sebentar lagi aku mau keluar cari makan," ujar Jasmine memberikan penawaran sambil mencari bajunya di dalam almari.


"Tunggu 15 menit. Aku ikut denganmu. Nanti siang ikut aku ke perusahaan untuk mengambil mobil di sana," balas Arka seraya bangun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi.


"Oke!" jawab Jasmine seraya menyatukan jari telunjuk dan jempolnya tanda oke.


Setelah Arka masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya, Jasmine pun membuka handuknya untuk segera berganti pakaian. Belum sempat dia berpakaian, Arka membuka pintu kamar mandi dan keluar. Jasmine menoleh dan matanya membelalak.


"Kenapa Kak Arka keluar lagi?" tanya Jasmine dengan mata melotot dan panik.


"Aku lupa belum membawa handuk dan pakaianku," jawab Arka santai sambil berjalan ke arah kopernya. Setelah bangun tadi ia segera masuk ke dalam kamar mandi dan tidak membawa handuk serta pakaiannya.


"Apa Kak Arka sudah melihatnya?" tanya Jasmine dengan malu - malu.


"Melihat apa?" tanya Arka balik sambil mendongak ke arah Jasmine.


"Tubuhku tadi," jawab Jasmine.

__ADS_1


"Lalu kenapa kalau aku melihatnya?" tanya Arka lagi.


"Aku malu ... " jawab Jasmine dengan muka memerah.


"Aku suamimu sekarang. Jadi aku boleh melihat, menyentuh, dan memegang semauku. Biasakan itu mulai sekarang!" ujar Arka sambil berdiri setelah menemukan handuk dan pakaiannya lalu masuk ke dalam kamar mandi lagi.


Jasmine pun bernafas lega. Dia segera berganti pakaian secepat mungkin sebelum Arka keluar lagi dan melihat tubuh telanjangnya untuk ke sekian kalinya.


Sepuluh menit kemudian Arka keluar dari dalam kamar mandi dan Jasmine sudah menunggunya di sofa ruang tamu. Setelah bersiap - siap, mereka pun keluar dari apartemen. Mereka jalan kaki ke restoran terdekat langganan Jasmine.


"Setiap hari kegiatan pagimu seperti ini?" tanya Arka pada Jasmine sambil berjalan di sampingnya.


"Iya," jawab Jasmine singkat.


"Nanti siang kita harus belanja ke swalayan. Mulai sekarang kamu harus memasak di apartemen," ujar Arka.


"Aku enggak bisa, Kak. Aku enggak biasa melakukan itu," ujar Jasmine. Ia memang tidak pernah memasak dan sudah terbiasa beli untuk makan sehari-harinya selama di Belanda.


"Kamu harus belajar. Sampai kapan kamu akan seperti ini? Ingat, sekarang kamu bukan gadis remaja lagi. Kamu seorang istri. Kamu harus bisa membuat suamimu ini senang," tutur Arka menasehati Jasmine.


"Iya," jawab Jasmine dengan terpaksa.


Setelah berjalan 20 menitan. Akhirnya mereka sampai di restoran dan memesan menu untuk sarapan.


Seperti biasa Arka memesan kopi untuk menambah semangat di pagi hari dan sandwich untuk sarapannya. Jasmine memesan sup asparagus yang berbentuk seperti bubur. Bubur itu berisi kepiting yang dihaluskan.


Setelah menghabiskan makanannya, Arka membayar ke kasir karena kini ia sudah menjadi suami Jasmine. Tentu saja semua pengeluaran menjadi tanggung jawabnya.

__ADS_1


Jasmine merasa senang di dalam hati lantaran uang sakunya tidak akan berkurang mulai saat ini. Meskipun Arka tidak mencintainya dan bersikap dingin padanya, tapi ia bertanggung jawab.


Setelah itu mereka menuju perusahaan GC cabang Belanda milik keluarga Arka dengan menggunaka taksi. Ini kedua kalinya Arka mendatangi perusahaan itu. yang pertama saat ia masih SMP. Pak Hendro mengajaknya ke perusahaan cabang di Belanda sekalian untuk liburan bersama Bu Widya.


__ADS_2