Kisah Cinta Arka

Kisah Cinta Arka
BAB 58


__ADS_3

Tidak berapa lama kemudian ponsel Jasmine berbunyi. Jasmine pun segera mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tas. Untungnya tas itu ia geletakkan di atas tempat tidur.


Saat ponsel itu sudah berada di genggaman tangannya, tampaklah permintaan panggilan video dari Reyhan pada layar ponselnya. Jasmine pun segera menggeser tanda hijau untuk menerimanya.


"Hai, Kak," sapa Jasmine sambil melambaikan tangannya dengan riang.


"Hm. Aku mau memberi kabar kalau keponakanmu sudah lahir. Apa kamu tidak mau pulang?" tanya Reyhan pada Jasmine.


"Tentu saja aku akan pulang. Aku sudah menantikan kelahirannya sudah sejak lama," jawab Jasmine dengan tersenyum.


"Di mana suamimu?" tanya Reyhan lagi.


Jasmine pun mengarahkan ponselnya ke arah Arka yang kebetulan sudah keluar dari kamar mandi. Arka sedang berdiri di depan almari untuk mengambil pakaiannya. Namun, ia hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya karena tadi lupa tidak membawa pakaian ganti ketika akan masuk ke dalam kamar mandi.


"Ehm-ehm, apa kalian tadi habis melakukan sesuatu?" tanya Reyhan setelah berdehem.


"Apa maksud, Kakak?" tanya Jasmine balik pada Reyhan karena tidak mengerti arah pembicaraan Reyhan.


"Kalian berdua saat ini hanya menggunakan handuk. Sepertinya aku menelepon di waktu yang tidak tepat," ujar Reyhan sambil menaikkan alisnya sebelah.

__ADS_1


Arka yang mendengar percakapan antara Reyhan dan Jasmine jadi merasa malu sendiri.


"Kakak! kamu mesum. Aku matikan nih teleponnya!" ancam Jasmine dengan cemberut.


"Oke! Lanjutkan kegiatan kalian. Maaf mengganggu. Selamat bersenang-senang. Hahaha," goda Reyhan lalu tertawa. Wajah Jasmine pun memerah dan segera memutuskan sambungan teleponnya.


Setelah memakai kaosnya, Arka menghampiri Jasmine dan duduk di tepi tempat tidur. Namun, ia masih belum memakai celana dan hanya melilitkan handuk di pinggangnya.


"Apa kita perlu ke dokter?" tanya Arka dengan serius.


"Untuk apa?" tanya Jasmine balik.


"Siapa yang hamil?" tanya Jasmine kembali lebih bingung.


"Bukankah tadi kamu mengetes kehamilanmu? Kemudian kamu menjerit di dalam kamar mandi dan bilang semua gara-gara aku dan menangis?" tanya Arka seraya mengerutkan dahinya.


"Oh itu ... aku menjerit karena jatuh terpeleset. Gara-gara kak Arka mencuci tadi pagi dan sabunnya berceceran. Lantainya jadi licin. Aku menangis lantaran merasa kesakitan," jelas Jasmine pada Arka dengan mengulum senyum.


"Huft! Jeritanmu seketika membuatku frustrasi, Jasmine. Aku kira kamu menjerit karena positif hamil. Bagaimana hasilnya? Positif apa negatif?" tanya Arka dengan tidak sabar.

__ADS_1


"Negatif," jawab Jasmine singkat.


"Benarkah?" tanya Arka ingin mendengar penjelasan Jasmine sekali lagi. Seketika mata Arka berbinar-binar lalu memeluk tubuh Jasmine dengan erat dan menciumi pipi serta keningnya.


Pandangan mata mereka saling bertemu. Tiba-tiba Arka memegang dagu Jasmine lalu mencium bibirnya. Jasmine pun tidak menolaknya. Ia membalas ciuman Arka.


Setelah itu Arka mendorong tubuh Jasmine hingga kini tubuh Jasmine telentang di bawah tubuh Arka. Ia membuka lilitan handuk yang ada di dada Jasmine.


"Kak Arka mau apa?" tanya Jasmine dengan menatap mata Arka di sela ciuman panasnya.


"Melakukan yang seperti waktu itu," jawab Arka tanpa rasa malu lalu melanjutkan aksinya.


"Pakailah pengaman," ujar Jasmine. Arka pun menganggukkan kepalanya seraya melepas handuk yang membungkus tubuh Jasmine. Hingga akhirnya mereka melakukan itu lagi, tapi kali ini dengan menggunakan pengaman.


***


Novel ini slow update. Mau tamatin Suamiku Kamu Satu Selamanya dulu. 😊🙏


Terima kasih sudah menunggu dengan sabar. 😘

__ADS_1


__ADS_2