Kisah Cinta Arka

Kisah Cinta Arka
BAB 53


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Hubungan Arka dan Jasmine semakin membaik. Tidak seperti awal bertemu dan menikah dulu. Sebenarnya Arka laki-laki yang hangat, penyayang, setia, pengertian, dan penuh cinta pada orang yang dicintainya. Namun, ketika ia menerima pengkhianatan, ia akan berubah menjadi laki-laki dingin dan cuek. Namun, ia masih memiliki perasaan dan perhatian.


Sore ini mereka pulang kuliah bersama. Arka sudah menunggu di depan gedung di mana Jasmine kuliah. Karena sedari tadi mendung dan berangin, rambut Jasmine menjadi sedikit berantakan ketika keluar dari gedung fakultasnya.


"Kak, ada sisir enggak?" tanya Jasmine saat sudah di dalam mobil Arka sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


"Ada di dalam dashboard," jawab Arka sambil menyalakan mesin mobilnya. Jasmine pun membuka dashboard mobil Arka dan mengobrak-abrik isinya. Jasmine menemukan permen, tisu, gel rambut, parfum, dan bungkusan berisi beberapa pengaman (kond*om).


"Apa ini?" tanya Jasmine sambil mengangkat pengaman di hadapan matanya. Arka pun menoleh dan membuka matanya lebar-lebar lantaran terkejut.


"Jasmine, jangan salah sangka dulu. Itu tidak seperti yang kamu kira," ujar Arka sambil tetap mengemudikan mobilnya karena sudah terlanjur di tengah jalan.

__ADS_1


"Aku enggak menyangka, ternyata Kak Arka main di belakangku," tuduh Jasmine seraya memandang Arka dengan sinis. Arka hanya bisa menghembuskan napas kasar melalui mulutnya.


"Nanti aku jelaskan di apartemen," tutur Arka dengan lembut.


"Tidak usah. Apa lagi yang perlu dijelaskan? Buktinya sudah jelas di depan mata!" marah Jasmine pada Arka. Jasmine pun tidak mau melihat Arka. Dia memandang keluar jendela.


Setelah sampai di apartemen Jasmine segera turun dari mobil dan berjalan cepat ke dalam apartemen meninggalkan Arka. Arka pun mengejarnya.


"Hei, jangan marah ... " bujuk Arka sambil mencekal tangan Jasmine. Jasmine pun menghempaskannya, tapi Arka memegangnya lebih kuat.


“Percayalah padaku. Aku tidak pernah melakukannya,” ujar Arka menjelaskan pada Jasmine. Jasmine tidak menjawabnya.


Arka pun menarik tubuh Jasmine ke dalam pelukannya. Mata Jasmine berkaca - kaca. Ia merasa dikhianati. Jasmine berusaha mendorong tubuh Arka, tapi Arka memeluknya lebih erat.

__ADS_1


Tangan kanan Arka memeluk pinggang Jasmine. Sedangkan tangan kirinya menekan tengkuk Jasmine sehingga Jasmine mendongak menghadap wajah Arka yang lebih tinggi darinya.


Arka pun mencium bibir Jasmine. Namun, Jasmine tidak membalasnya. Arka menggigit pelan bibir bawah Jasmine sehingga bibir Jasmine terbuka. Karena merasa sudah tidak ada perlawanan dari Jasmine, Arka pun menggendong Jasmine masuk ke dalam kamar dan menidurkannya di atas tempat tidur.


Satu-satunya cara agar wanitamu tidak marah adalah memilikinya sepenuhnya. Arka melanjutkan cumbuannya pada Jasmine. Ia menindih tubuh Jasmine dan mencium bibirnya. Jasmine pun menikmatinya. Dia melingkarkan kedua tangannya pada leher Arka.


Pelan tapi pasti, Arka membuka kancing kemeja Jasmine satu per satu hingga terpampanglah benda kenyal yang selama ini dilihat Arka di balik piama Jasmine yang masih tertutup bra. Hingga akhirnya Arka pun melakukan kewajibannya sebagai suami yang tidak mungkin aku ceritakan pada pembaca sekalian. Hahaha. (Padahal sudah ditunggu-tunggu banget kan ya? Wkwkwk).


Jasmine menangis karena menahan sakit pada bagian intinya. Ini pertama kalinya untuk Jasmine. Begitu juga dengan Arka. Ia tidak pernah melakukannya dengan siapa pun meskipun dengan Tia, mantan kekasihnya.


“Maafkan aku, Jasmine,” ucap Arka lalu mengecup kening Jasmine. Jasmine hanya mengedipkan matanya lalu membelakangi Arka.


Arka menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua lalu memeluk Jasmine dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2