
Lolly berjalan dengan santai untuk pergi ke sekolah, Dan sesekali ia menatap ke arah kanan untuk memastikan ada angkot.
Sampai pada parkiran ojek, Lolly di tawari oleh bapak-bapak ojeg, Untuk di antarkan ke sekolah.
"Neng ojeg neng, Lagi promo nih, Kalo naik sama saya. Saya anter deh sampe ke negri prindapan pun" Ucap Kang ojeg yang langsung menghentikkan langkah Lolly, Dan berbalik mengahadap si tukang ojeg nya.
"Hei,Tukang ojeg. Tolong anterin saya, Ke jalan rawa Cekek, Ke rumah nenek saya" Bukannya menjawab Lolly malah bernyanyi di depan tukang ojeg.
"Wah, Wah. Suaranya bagus Neng, Bisa kali ikutan lomba bulu tangkis nih" Ucap tukang ojeg dengan bertepuk tangan, Yang langsung membuat Lolly dan teman-teman ojeg nya pun Cengo.
"Goblok, Bukan ikut lomba bulu tangkis. Suara dia bagus itu, Seharusnya ikut lomba benteng takeshi" Jawab temannya dengan menggeplak bahu si bapak tukang ojeg yang memuji Lolly, Lolly yang mendengar itupun langsung angkat bicara.
"Udah, Udah Cukup. Cukup kalian bertengkar nya, Gak nyadar apa, Kalo kalian lagi menginjak tai kucing" Ucap Lolly dengan berlalu pergi dari bapak-bapak tukang ojeg.
Tukang ojeg pun serempak menunduk, Dan terkejut melihat sandalnya menginjak tai ayam bukan tai kucing.
"Ih, Ini mah bukan tai kucing. Tapi tai ayam, Dasar anak zaman sekarang terlalu bebas hidupnya, Sampai gak bisa bedain mana tai-tai perhewanan" Ucap tukang ojeg, Sembari menggesek-gesekkan sendalnya di rerumputan.
***
Di pinggir jalan, Lolly masih terus saja berjalan karna tidak mendapati angkot, Bukannya tadi ia tak mau naik ojeg, Tapi sayang uangnya. Yang hanya cukup untuk bekal jajannya di sekolah.
Lolly masih berjalan, Dengan sesekali menendang bebatuan yang terdapat di jalanan. Sampai-Sampai tendangan yang ke lima, Lolly tepat sasaran mengenai si pengendara motor yang sedang melaju pelan.
Pletak
Suara batu yang Lolly tendang, Tepat mengenai helm si pemotor. Dan langsung berhenti menepikan motornya di depan Lolly.
"Woy, Lo kalo jalan bisa gak sih gak usah nendang nendang batu segala. Nanti, Kena kepala orang trus bocor kan bahaya. Untung aja gua pake helm" Ucap si pemotor dengan membuka helm nya, Lolly hanya bersantai melipat tangan di dadanya.
"Heh, Saudaranya awan. Kenapa sih, Lo itu selalu marah-marah kalo sama gua, Trus tadi lo bilang, Bisa bocor kepala orang kalo gua nendang-nendang batu ini. Pikir aja ya secara logika, Kalo kepala lo atau punya orang lain bocor, Ya tinggal tambal aja di Mang Tohir, Mang Tohir kan buka jasa Tambal Ban, Dan tambal kepala makhluk hidup. Gampang kan?"
__ADS_1
Ya, Yang tadi kena tendangan batu dari Lolly itu Langit, Yang sama sama akan pergi ke sekolah. Jawaban Lolly dengan santainya berjalan melewati langit yang masih bingung dengan mengerutkan keningnya.
Langit hanya menggelengkan kepala setelah sadar dengan ucapan Lolly, Ia langsung berbalik badan untuk menaiki motornya, Dan betapa terkejutnya Langit melihat Lolly yang duduk santai di kursi belakang motor Langit.
"Lo!, Ngapain naik motor gua sih. Gua gak ngasih tumpangan ya, Jadi sekarang lo turun" Ucap Langit dengan tegas menunjuk Lolly agar turun dari motornya.
Lolly langsung menunduk, Membuat mimik wajah yang terlihat sedih dan menderita, Yang Membuat langit aneh dengan menekuk alisnya.
"Huhu, Lo gak kasian apa?, Sama gua yang anak yatim ini. Kalo gak lo kasih tumpangan, Gua mau naik apa. Kalo jalan kaki nanti gua capek, Trus pingsan dan gak jadi sekolah deh" Jawab Lolly dengan lirih nya membuat Langit memutar bola matanya malas, Dan langsung menaiki motornya.
Setelah sampai di sekolah, Banyak pasang mata yang melihat ke arah Langit dan Lolly.
"Itu siapa yang di bonceng si ketos, Gak biasanya dia mau deket sama cewek"
"Ha, Ini gak salah kan, Seorang Langit yang terkenal anti cewek. Bisa-bisanya, Dia sekarang boncengan sama cewek"
"Bukannya itu murid baru ya, Yang kemarin kesiangan trus di hukum itu"
Ucapan para siswa siswi yang tatapannya tertuju pada Langit dan Lolly, Ada yang menatap, Aneh, Bingung, Dan juga kesal pada Lolly yang mendapat tumpangan dari Langit.
"Kenapa sih orang-orang pada liatin kita, Apa jangan-jangan lo itu buronan ya?" Tanya Lolly dengan entengnya, Membuat Langit seketika menoleh dengan tatapan tajam.
"Udah numpang, Bukannya bilang makasih. Ini malah nuduh orang" Ucap Langit dengan melepas helmnya, Dan berlalu pergi meninggalkan Lolly yang masih menatap aneh Langit.
"Makasih ya motor, Udah ngasih tumpangan buat gua. Gua do'ain, Semoga lo dapet pasangan yang motornya kayak motor Justin Bieber" Ucap Lolly dengan mengangkat tangannya,Memanjatkan do'a,Untuk motor Langit.
Lolly langsung berjalan di koridor sekolah, Dengan sesekali menengok ke arah siswa siswi, Untuk melihat bentuk wajah mereka masing masing.
"Heh, Lo anak kampung" Ucap Annabella.
Sang ratu bullying yang di kenal sok berkuasa di sekolah, Karna ia termasuk anak donatur terbesar di sekolah itu. Jadi, Ia suka membully para murid sesukanya.
__ADS_1
Lolly langsung berhenti berjalan, Dan menengok ke belakang untuk memastikan siapa yang di panggil si anak kampung oleh Bella.
"Kenapa, Lo celingak-celinguk. Nyari siapa, Yang manggil lo anak kampung itu gua, Lo anak baru yang kemarin kesiangan itu kan. Baru juga kemarin sekolah disini, Lo udah berani-beraninya deketin Langit gua" Ucap Bella dengan bersidekap dada menatap remeh Lolly.
Lolly langsung menatap Bella dari atas sampai bawah, Yang terlihat menor dengan pakaian yang begitu ketat, Lolly mengerenyitkan keningnya secara berlipat, Seolah aneh dengan tampilan Bella ke sekolah.
"Kenapa manggil gua anak kampung, Gua punya nama. Nama gua Lolly, Trus gua bukan anak kampung.Gua masih punya ibu, Biarpun gua, Tapi anak yatim. Dan soal Langit, Mungkin dia sukanya sama gua yang masih normal" Jawab Lolly dengan polosnya.
Membuat Bella dan teman temannya terkekeh sekaligus geram dengan kata-kata yang Lolly Ucapkan di akhir.
"Pantes aja, Dandanannya kampungan, Ternyata anak yatim toh. Ck,ck kasihannya. Mana mungkin langit suka anak kampung kayak lo, Lebih pantes Bella kemana-mana" Ucap Angel teman Bella yang berdiri di samping kirinya.
"Gak punya bapak ya, Aduh mirisnya hidup lo, Udah gitu ngaku-ngaku di sukai Langit lagi" Timpal Keisya yang sama temannya Bella, Dan Keisya yang berdiri di samping kanan Bella.
Lolly langsung mendekati mereka, Dan tanpa aba-aba Lolly langsung berdecih ke arah mereka.
"Cih, Modal harta orang tua aja bangga lo, Biarpun gua yatim, Gua bahagia hidup sama ibu gua. Gak kayak kalian, Hidup kaya, Tapi kekurangan kasih sayang dari orang tua, Sampe-sampe nyari perhatian ke orang lain. Dengan tampilan ke sekolah kayak monyet ragunan aja.Trus Kalian mengKlaim Langit milik si Bella-Bella tai kucing ini" Ucap Lolly dengan entengnya bersidekap dada dan menunjuk wajah Bella dengan jari telunjuknya.
Bella langsung geram, Dan ingin menampar Lolly, Tapi sebelum kena pipi Lolly, Lolly lebih dulu gesit menarik kepala Keisya. Alhasil tamparan yang Bella layangkan kena pipi Keisya.
Plak
"Aww, Lo beraninya dorong gua hah, Sampe gua yang kena tampar Bella" Seru Keisya yang tidak terima dengan tindakkan yang Lolly lakukan.
"Gak ada yang pernah berani nyentuh fisik gua dengan kekerasan, Sekalipun itu orang tua gua. Apalagi Lo, Yang gak pantes di sebut manusia, Tapi lebih pantes nya di sebut Jurig" Ucap Lolly dengan menunjuk nunjuk Wajah Keisya,Bella,Dan Angel.
Mereka langsung Marah dan akan mengeroyok Lolly, Angel yang langsung memegang tangan kiri Lolly, Keisya yang memegang tangan kanannya. Dan Bella yang Langsung menjambak rambut Lolly dengan kuat sampai mendongak ke atas.
Lolly mencoba berontak, Tapi mereka mencekal Lolly dengan kuat, Tidak ada seorang pun yang menolong Lolly, Mereka malah menonton dan membiarkan Lolly yang sedang di bully oleh Bella dkk.
"BERHENTI,," Ucap seseorang dengan suara yang menggelegar, Mengagetkan Bella, Angel, Dan Keisya. Yang sedang membully Lolly.
__ADS_1