
Langit masih kekeh, Tidak ingin menemui sang ibu. Bahkan Laskar sudah mencoba untuk bernegosiasi, Dengan Langit. Untuk Laskar mundur dan menjauh dari Lolly.
"Langit, Lo jangan gitu. Selama ini ibu selalu mikirin lo Langit, Iya gua tahu. Gua dulu emang egois sama lo, Dengan melarang ibu untuk perhatian sama lo, Tapi sekarang gua sadar, Kalo keluarga itu segalanya. Dan Maafin gua, Udah jadi adik yang egois buat lo" Ucap Laskar, Dengan merendahkan suaranya di akhir kalimat.
Langit yang melihat penyesalan dari Laskar pun, Tidak peduli. Ia malah menarik sudut bibirnya, Dengan menatap remeh Laskar.
"Lo nyesel?" Tanya Langit, Yang langsung di angguki Laskar.
"Dan lo, Nyesel udah buat ayah kecelakaan sampe meninggal, Gara-gara ayah mencari kalian berdua, Yang pergi gitu aja tanpa pamit?"
Laskar langsung menundukkan kepalanya, Dengan menahan air mata. Karna penyesalan terbesar Laskar itulah, Membuat ayah dan ibunya bertengkar. Sampai terjadi kejadian pahit, Yang mengharuskan kehilangan sang ayah.
"Langit gua..." Ucapan Laskar terhenti mendengar suara Lolly, Yang memanggil mereka berdua.
"Langit,, Laskar.. Yuhuuuu" Seru Lolly, Yang sudah terlihat lebih segar setelah mandi.
Sontak Langit dan Laskar pun, Mengalihkan pandangannya pada Lolly. Yang sekarang terlihat cantik dan anggun, Menggunakan Dress berwarna navy sebatas lutut, Dengan rambut yang di biarkan terurai.
"Gimana Langit gak suka, Dia aja secantik dan se imut ini. Biarpun tingkahnya absurd, Tapi jujur, Gua Juga nyaman sama Lolly" Batin Laskar yang menatap kagum Lolly.
"Cantik banget calon pacar gua" Batin Laskar yang terus menatap Lolly, Dengan tersenyum.
"Woy malah bengong aja, Nanti kesurupan babi ngepet, Bahaya loh" Ucap Lolly, Yang langsung menyadarkan mereka berdua.
"Lolly, Kamu mau kemana?, Udah dandan cantik gitu?" Ucap Lina yang tiba-tiba datang menghampiri mereka bertiga, Dengan membawa teh manis dan camilan untuk Langit dan Laskar.
"Mau pesugihan bu" Ucap Lolly, Dengan santainya.
"A-pa?" Tanya Laskar dan Langit secara bersamaan.
Sedangkan Lina dan Lolly, Hanya terkikik geli. Melihat ekspresi dua cowok itu, Yang terkejut dengan ucapan Lolly.
"Hihi canda, Gitu aja kaget. Gimana kalau kalian liat gua, Yang lagi ngepet di malam Jum'at" Lirih Lolly.
"Nih di minum dulu teh nya nak Laskar, Nak Langit " Ucap Lina, Dengan tersenyum hangat ke arah Laskar dan Langit.
"Makasih tante" Jawab Laskar dan Langit serempak bersamaan.
Membuat Lolly, Lagi-lagi terkekeh dengan kekompakan Langit dan Laskar.
"Hihi, Kalian ini kompak banget deh. Kayak kembar aja tahu gak" Ucap Lolly, Dengan tersenyum gemas.
Deg,
Langit dan Laskar, Tiba-tiba langsung diam membeku saat Lolly, Menyebut mereka kembar.
"Kalau lo tahu, Gua emang kembaranya Langit Lolly, Gua adik dia. Kita kembar tapi tidak identik" Batin Laskar, Dengan tersenyum hambar ke arah Lolly.
Berbeda dengan Langit, Yang malah menatap Laskar sinis, Seolah tidak suka pada Laskar.
"Oh iya, Karna gua udah mandi. Yuk kita main" Ajak Lolly, Pada Langit dan Laskar dengan antusiasnya.
__ADS_1
"Main kemana?" Tanya Langit.
"Kemana Aja aja deh, Yang penting jalan-jalan" Jawab Lolly.
"Main di rumah aja Lolly, Ini sudah sore" Ucap Lina.
"Huft, Ibu mah gak asik" Seru Lolly, Dengan bibir yang mengerucut.
"Bibir lo kalau digituin, Jadi mirip dugong" Ucap Laskar, Dengan wajah tanpa dosanya.
Langit langsung menatap Laskar dengan tajamnya, Sedangkan yang di tatap malah cengengesan tidak jelas.
"Hehe, Canda bro santai" Seru Laskar.
"Gapapa-gapapa, Gua suka kok sama dugong" Jawab Lolly.
"Kalau sama gua?" Tanya Langit, Dengan menatap Lolly serius.
Laskar yang berada di samping Langit pun, Langsung membelalakkan matanya kaget, Mendengar pertanyaan Langit.
"Gu-a, Yah gua juga suka kok sama lo, Sama Laskar juga suka. Hehe"
"Bohong!"
"Nggak!"
"Ck, Pembohong"
"Nggak yah, Anak onta!"
Karna Laskar merasa di acuhkan oleh mereka berdua, Jadi Laskar menengahi perdebatan antara Langit dan Lolly.
"Ngeselin" Ucap Lolly, Dengan bersidekap dada.
"Biarin" Jawab Langit.
"Gua bilang diam!" Tekan Laskar.
"Lebih baik kita main tebak-tebakan nama hewan aja" Lanjut Laskar
"OKE" Jawab Lolly dan Langit bersamaan.
"Sebagai hukumanya, Kita coret muka yang kalah, Dengan spidol. Gimana?" Tanya Langit
"Setuju" Seru Laskar dan Lolly
"Ok, Kita mulai"
"Sebutkan nama hewan dari huruf B?" Tanya Laskar.
"Beruang" Jawab Langit
__ADS_1
"Babi" Jawab Laskar.
Langit dan Laskar pun melihat ke arah Lolly, Yang masih diam berpikir, Mereka berdua sama-sama menyeringai jika Lolly tidak bisa menjawab. Maka mereka akan mencoret wajah Lolly, Dengan spidol.
"Hayo..." Ucap Langit, Menakut-nakuti Lolly. Dengan menggoda Lolly, Menaik turunkan alisnya.
"Satu.. Dua..." Seru Laskar dengan mengayunkan spidol di depan wajah Lolly.
Lolly langsung panik, Dan akhirnya bisa menjawab.
"Ahhhh, BAGONG!" Teriak Lolly, Dengan menutup wajahnya.
Sedangkan Langit dan Laskar langsung diam dengan wajah cengo, Mereka berdua langsung saling pandang satu sama lain. Saat mendengar jawaban Lolly, Yang berteriak nama hewan Bagong, Apalagi pas di depan wajah Laskar.
"Akhirnya bisa jawab juga" Ucap Lolly, Dengan bernafas lega, Dan mengusap-usap dada.
Laskar yang mendengar, Gumaman Lolly, Langsung berdecak kesal.
"Jawab sih jawab, Tapi gak Bagong juga kali. Mana pake teriak depan wajah gua lagi, Kayak neriakin gua aja" Gumam Laskar yang masih di dengar Lolly dan Langit.
Langit menahan tawanya, Mendengar keluhan Laskar, Yang menurutnya lucu.
"Yah gapapa, Bagong juga hewan kok. Kenapa lo yang tersinggung?" Tanya Lolly, Dengan polosnya.
"Gapapa" Jawab Laskar dengan tersenyum frustasi.
"Udah, Sekarang kita lanjutin,!"
"Sebutkan nama hewan dari huruf A" Ucap Langit.
"Ayam" Jawab Langit.
"ANJING!" Jawab Lolly, Dengan teriak.
Sedangkan Laskar, Masih loading berpikir. Membuatnya semakin panik.
"Ayo Laskar jawab, Satu... Dua.. Ti.."
"Am,,, Pun.." Teriak Laskar yang langsung mendapat tampolan bantal, Dari Lolly dan Langit.
"Kenapa gua di pukul sih, Kan perjanjiannya di coret!" Gerutu Laskar, Yang tak terima.
"Iya, Itu kalau Lolly. Kalau sama lo beda lagi" Jawab Langit dengan santainya.
"Termasuk lo juga?" Tanya Laskar.
Langit hanya mengedikkan bahunya acuh.
Membuat Lolly, Semakin tertawa, Lucu melihat perdebatan mereka berdua.
Tanpa mereka sadari, Lina dari tadi menyaksikan kebersamaan antara Lolly, Langit, Dan Laskar.
__ADS_1
Lina tersenyum haru, Melihat Lolly yang begitu bahagianya, Jika bersama Langit dan Laskar.
"Kamu lihat, Anak kamu sekarang sudah menjadi remaja yang cantik mas. Dia mempunyai sifat dan tingkah yang sama denganmu, Aku berharap suatu saat nanti, Kita bisa bertemu, Dan berkumpul kembali mas. Maafkan aku, Yang masih belum bisa memberitahu Lolly yang sebenarnya." Gumam Lina, Dengan berlinang air mata.