
Setelah menyaksikan Drama Bella, Lolly dan Langit pun langsung masuk kelas. Yang ternyata di jam pelajaran pertama sekarang pelajaran Bu Susi.
"Selamat pagi anak-anak" Sapa Bu Susi dengan masuk ke dalam kelas.
"Pagi bu" Jawab Seluruh kelas.
"Kumpulkan PR yang waktu minggu kemarin!" Ucap Bu Susi yang langsung membuat Lolly terkejut.
Semua teman kelas Lolly pun langsung mengumpulkan tugas dari Bu Susi, Yang tersisa hanya Lolly dan Langit.
"Kamu belum ngerjain?" Tanya Langit.
Lolly langsung menggelengkan kepalanya dengan tersenyum tanpa dosa. Melihat itu Langit langsung memasukan kembali buku tugasnya ke dalam tas.
"Lho, Kenapa di masukin?" Tanya Lolly
"Biar kita sama-sama di hukum" Jawab Langit.
"Jangan!, Gapapa biar aku aja. Kamu kumpulin aja sana tugasnya"
"Gapapa, Kasihan kamu di hukum sendirian" Jawab Langit yang langsung membuat Lolly tersenyum.
"Mana tugas kalian, Langit, Lolly, Leo dan Refal" Seru Bu Susi.
"Leo sama Refal belum dateng bu" Jawab Sela.
"Yasudah, Mana tugas punya kamu Lolly, dan kamu Langit"
"Buku tugas saya ketinggalan di rumah bu" Jawab langit.
Bu susi hanya menghembuskan nafas kasarnya mendengar alasan Langit.
"Kamu?" Tanya Bu Susi pada Lolly.
"Buku saya, Di makan biawak bu" Jawab Lolly yang langsung membuat Bu Susi dan Langit melotot kaget.
Berbeda dengan teman kelasnya, Yang nampak menahan tawa mendengar alasan Lolly.
"Apa!, Alasan kamu tidak masuk akal!" Seru Bu Susi.
"Beneran bu gak bohong, Kalo bohong kan dosa, Kalo dosa udah pasti masuk neraka, Kalau masuk neraka kita pasti di siksa. Kalau masih gak percaya.."
"Diam!" Sentak Bu Susi.
"Sekarang kalian berdua ibu hukum, Berdiri di tengah lapangan dan hormat ke tiang bendera!" Ucap Bu Susi yang langsung di angguki langit.
Lolly yang hendak protes pun, Langsung di bekap mulutnya oleh Langit.
"Diam, Atau hukumannya bakalan di tambah" Bisik Langit.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
"Maaf bu, Kami telat" Ucap Refal.
"Ck, Dasar. Kalian berdua juga sama, Kalian di hukum. Cepat ikut Langit dan Lolly kelapangan sekarang!"
"Lho kenapa di hukum bu, Kita cuman telat datang doang" Seru Leo.
"Saya tambah hukuman kalian, Berdiri di lapangan sampai belp istirahat nanti" Ucap Bu Susi yang langsung membuat mereka berempat kaget.
***
Matahari semakin naik ke atas, Membuat mereka berempat yang sedang di hukum pun kepanasan.
"Ini gara-gara lo sih Le, Berak aja harus di rumah. Padahal kalau lo berak di sekolah gak bakalan kita di hukum kayak gini" Seru Refal.
"Lagian lo ngapain pake nungguin gua segala" Kilah Leo.
"Yeh si kampret, Lo kan yang minta kita berangkat bareng"
"Harusnya lo beraknya di sekolah" Jawab Langit yang dari tadi diam menyimak.
"Heh, Lo pikir tai yang ada di pantat gua bisa milih-milih. Lo tahu kan kalo pagi-pagi jalanan suka macet, Yang ada gua udah cepirit di celana" Seru Leo dengan penuh emosi.
"Berarti pantat lo, Rasis yah Leo" Ucap Lolly dengan santainya membuat mata Leo melotot kaget.
"Heh Lolly, Lo pikir pantat gua apaan. Dia juga butuh kepastian gak suka di gantung!" Ucap Leo yang berusaha membela pantatnya.
"Lolly, Jangan jorok. Gak usah di ladeni si Leo!" Ucap Langit yang membuat Lolly cengengesan.
"Bu Susi lagi, Pake ngawasin kita segala dari lantai atas kelas kita. Mana tatapannya serem lagi kayak pocong mumun" Ucap Leo, Yang melihat Bu Susi sedang memperhatikan mereka berempat dengan tatapan tajamnya.
"Langit, Lo kan pinter nih. Lo ada cara gak?, Supaya Bu Susi gak hukum kita lagi" Tanya Leo, Yang melirik Langit.
"Baca ayat kursi" Jawab Langit datar.
"Kenapa baca ayat kursi?" Tanya Lolly dan Refal bersamaan.
"Biar kita gak keliatan sama bu Susi"
"Lo gila, Emang kita ini setan apa!" Seru Leo yang terpancing emosinya.
Berbeda dengan Lolly dan Refal malah cekikikan bersama, Sedangkan Langit masih memasang wajah datarnya.
"Hah, Gua punya cara" Seru Lolly.
"Apa?" Tanya Leo.
"Gimana kalau kita gebukin aja tuh Bu Susi sampai pingsan, Jadi kita bisa bebas deh dari hukuman ini" Ucap Lolly yang mengusulkan ide ajaibnya.
__ADS_1
"Lolly!" Ucap Langit datar.
"Si goblok, Bukannya bebas dari hukuman. Yang ada malah menambah di hukum di penjara kita" Ucap Leo.
"Yaudah sekarang lo pingsan aja Leo" Ucap Refal.
"Lho kok gua?"
"Ya karna gua di hukum juga gara-gara lo, Jadi lo harus berkorban" Jawab Refal.
"Nah benar tuh, Sekalian lo kejang-kejang yah Le. Biar bu Susi percaya" Usul Lolly.
Sedangkan langit hanya menggelengkan kepalanya mendengar ide-ide ajaib ke tiga orang itu.
"Ayo cepat!" Seru Refal dan Lolly.
Leo pun langsung pingsan, Lolly dan Refal pun langsung berteriak pada Bu Susi yang sedang memperhatikan mereka dari lantai atas.
"Bu, Tolong bu. Ini Leo pingsan" Teriak Refal, Yang langsung membuat Bu Susi terkejut dan turun ke lapangan.
"Haduh, Huh. Capek juga lari dari lantai atas, Dia kenapa kok bisa pingsan?" Ucap Bu Susi dengan nafas terengah-engah.
"Dia lagi sakit bu" Jawab Refal.
"Yaudah, Ayo Langit, Refal. Bantu bawa Leo ke UKS!" Seru Bu Susi dengan penuh ke khawatiran.
Mereka pun langsung membawa Leo ke UKS, Lolly yang berjalan di belakang bu Susi pun sedang susah payah menahan tawanya. Karena ide mereka berhasil mengelabui Bu Susi.
"Aduh Leo, Kamu sakit apa sampai pingsan begini" Ucap Bu Susi yang semakin khawatir dengan Leo.
"Tadi kata dia, Dia sakit muntaber bu. Gara-gara salah bantal" Jawab Lolly yang langsung membuat Bu susi, Refal dan Langit terkejut.
"Hah, Kok bisa?" Tanya Bu Susi yang otaknya masih lemot berpikir.
"Bisa bu, Mungkin bantal di rumah Leo di cuci pale air es. Makanya sampai bikin Leo muntaber" Jawab Lolly.
Setelah beberapa saat berpikir bu Susi pun langsung paham dan melotot pada Lolly, Langit dan Refal.
"Kalian Bohongi saya yah, Dengan pura-pura Leo pingsan biar bebas dari hukuman saya Hah!" Sentak Bu Susi. Yang langsung membuat mereka bertiga ketakutan, Leo yang takut kepergok berbohong pun tiba-tiba langsung kejang-kejang.
"Tuh bu, Coba ibu lihat. Ini pasti efek dari muntaber nih, Makanya dia sampai kejang begini" Ucap Refal dengan menunjuk Leo yang sedang kejang.
Bu Susi pun memperhatikan Leo yang begitu brutalnya ketika kejang, Sampai Bu Susi meringis takut.
"Kok bisa gitu yah" Gumam bu Susi.
"Saya tahu, Gimana kalau saya kasih nafas buatan aja untuk Leo" Ucap Bu Susi yang langsung membuat Lolly, Langit dan Refal Cengo dengan mulut terbuka.
Bu susi pun mendekat ke arah Leo, Seketika Leo langsung membuka matanya. Dan langsung membuat Bu Susi bernafas lega, Tetapi berbeda dengan Leo yang masih syok berat.
"Nah kan, Belum juga di coba udah sadar aja" Ucap Bu Susi dengan santainya.
__ADS_1
Sedangkan Leo malah menatap Bu Susi dengan wajah tertekkan, Sama dengan ke tiga temannya yang memperhatikan Leo akan di beri nafas buatan oleh Bu Susi.
"Bau daging kambing sumpah" Batin Leo, Dengan wajah yang tertekkan.