Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Bingung?


__ADS_3

Setelah Laskar mengorbankan cintanya demi Langit, Kini Laskar lebih memilih tidak egois lagi. Dan terus menyemangati Langit untuk memberanikan diri, Mengungkapkan perasaannya pada Lolly.


"Langit..?" Ucap Laskar memanggil langit, Yang sedang sibuk bermain ponsel.


"Hm" Jawab Langit, Yang masih fokus pada ponselnya.


"Lo gak mau ungkapin perasaan lo sama Lolly?" Tanya Laskar, Yang langsung membuat pandangan Langit tertuju padanya.


"Maksud lo?"


"Ya harusnya lo beraniin diri lo, Buat ungkapin perasaan lo sama Lolly. Biar hubungan kalian ada kejelasan, Dan gak terjebak dengan kata sahabat" Ucap Laskar yang langsung membuat Langit diam berfikir.


"Lo tahu sendiri kan, Kalo Lolly sukanya sama lo. Bukan gua"


"Gua tahu kok, Tapi lo juga belum paham kan. Kalau Sebenarnya Lolly itu cuman sebatas suka atau kagum aja sama gua. Dan soal rasa sayang, Gua bisa lihat kalau dia lebih sayang lo"


"Tahu dari mana?"


"Gua tahu dari semua tingkah dia, Dan sorot mata dia. Gua yakin banget kok, Kalau dia juga sayang sama lo. Cuman dia belum menyadari perasaan dia yang sebenarnya"


Mendengar ucapan Laskar, Langit hanya diam. Dengan menghela nafas panjang, Bingung harus melakukan apa, Karna dia sendiri pun belum berani untuk jujur mengungkapkan perasaannya pada Lolly.


"Lo kenapa diem, Lo gak percaya?" Tanya Laskar yang langsung di angguki Langit.


"Ck, Dasar otak aja yang pintar. Tapi kalau soal perasaan lo bodoh juga ternyata" Ucap Laskar yang langsung mendapat tatapan tajam dari Langit.


"Santai dulu napa, Lo gampang emosi banget dah" Ucap Laskar dengan mengangkat kedua tangannya ke hadapan Langit.


"Kalau lo gak percaya, Temui Lolly sekarang juga. Trus lo jujur tentang perasaan lo"


"Kalau gua di tolak gimana?" Tanya Langit dengan wajah polosnya, Membuat Laskar terkekeh.


"Gak mungkin Lolly nolak lo, Lo ganteng, Lo pinter, Lo juga keren. Masa Lolly nolak pesona seorang Langit Dirgantara" Jawab Laskar yang langsung membuat Langit percaya diri dengan menyugar rambutnya kebelakang.


"Najis!" Ucap Laskar yang geli melihat tingkah Langit.


"Lo sendiri yang akuin gua ganteng, Pinter, keren. Kenapa lo malah bilang najis"


"Gua jijik liat lo kayak gitu" Seru Laskar yang langsung mendapat jitakan dari langit.


Tak


"Lo gila!, Sakit banget lo jitak kepala gua. Dasar lo Langit jelek, Langit Mendung!" Seru Laskar dengan menoyor kepala Langit.


Langit hanya terkekeh, Ternyata menjahili Laskar cukup mengasikan baginya.


"Dah, Gua mau pergi dulu nyamperin Lolly" Ucap Langit dengan beranjak dari duduknya.


"Jangan lupa, Bawain dia martabak manis biar berkesan aja lo nembak Lolly" Saran Laskar.


"Gua juga tahu" Ketus Langit, Yang langsung membuat Laskar berdecak kesal.


Setelah Langit pergi, Laskar langsung tersenyum.


"Semoga lo berhasil dapetin cinta lo. Dan kalian bahagia, Gua akan dukung apapun yang lo lakukan Langit" Ucap Laskar yang tak menyadari bahwa Heni mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Kamu hebat nak" Ucap Heni, Yang langsung membuat Laskar terperanjat kaget.


"Haduh ibu, ngagetin aja" Ucap Laskar dengan mengusap dadanya.


Heni hanya tersenyum lalu duduk di samping Laskar dengan mengusap lembut kepala Laskar.


"Kamu hebat sayang, Ibu bangga sama kamu" Ucap heni dengan tulus.


"Harus bu, Laskar juga ingin lihat Langit bahagia" Ucap Laskar dengan tersenyum ke arah Heni.


***


Setelah sampai di rumah Lolly, Langit tak langsung masuk. Dia malah berdiam diri dengan terus memegang dadanya yang terus berdegup kencang.


"Kok gua jadi aneh gini yah" Gumam Langit.


Lalu ia berjalan ke arah depan rumah Lolly, Untuk mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok


Tok


Tok


"Semoga aja lancar" Batin Langit.


Ceklek


"Eh, Nak Langit" Sapa Lina dengan tersenyum manis ke arah Langit.


"Lolly nya ada tan?" Tanya Langit, Dengan malu-malu tidak seperti biasanya.


"Gak usah tan, Langit tunggu di luar aja" Jawab Langit yang langsung di angguki Lina.


"Eh tante Lina tunggu!" Ucap langit yang menghentikan langkah Lina yang akan pergi.


"Ini Langit bawain martabak manis buat tante sama Lolly" Ucap Langit dengan menyodorkan satu kotak martabak manis, Membuat Lina terlihat senang melihat makanan kesukaannya.


"Aduh makasih banget yah nak Langit, Ini martabak kesukaan tante"


"Yah sama-sama tan" Ucap Langit, Dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Tante panggil dulu Lolly yah" Pamit Lina pada Langit.


Setelah beberapa menit menunggu, Akhirnya Lolly datang dengan menampilkan wajah kusutnya pada Langit.


"Langit..." Ucap Lolly dengan lesu.


"Lho, Lo Kenapa Lolly?, Kok mukanya gak enak di pandang gitu?" Tanya Langit yang penasaran.


"Gua lagi gak mood aja, Gak tahu kenapa" Jawab Lolly dengan wajah yang cemberut.


"Tadi gua bawain martabak manis buat lo sama nyokap lo" Ucap Langit yang langsung membuat mata Lolly berbinar.


"Yang bener?" Tanya Lolly, Yang hanya di angguki Langit.

__ADS_1


"Trus sekarang mana?"


"Udah di bawa sama tante Lina" Jawab Langit.


Mendengar itu, Lolly langsung buru-buru masuk ke dalam rumah untuk mengambil kembali martabak yang langit beri.


Langit hanya tersenyum melihat tingkah Lolly yang seperti anak kecil, Membuatnya gemas.


"Wah, Manis banget Langit. Tapi ada yang lebih manis dari ini" Ucap Lolly yang datang-datang dengan mengunyah martabak dari Langit.


"Apa?"


"Senyuman Lo" jawab Lolly yang langsung membuat Langit salah tingkah.


"Lo mau gak?, Ini enak banget tahu?" Tawar Lolly.


"Lo aja yang makan"


"Em, Lolly ada yang mau gua omongin sama lo" Ucap Langit, Yang langsung membuat Lolly berhenti mengunyah.


"Apa?"


"Lo makan dulu sampai habis martabak nya, Nanti baru gua ngomong" Jawab Langit yang langsung membuat Lolly, Menyumpalkan semua martabak nya ke dalam mulut.


Sampai mulut Lolly penuh, Dengan kedua pipinya yang menggembung.


"Ya ampun, Gak gitu juga Lolly!" Seru Langit yang kaget melihat tingkah Lolly.


Uhukkk


Uhukkk


Lolly langsung tersedak, Karna tak sanggup menelan semua martabak yang ia masukan ke dalam mulutnya.


Melihat Lolly tersedak langit langsung lari masuk ke dalam rumah Lolly untuk mengambil minum.


"Maaf tante, Langit izin masuk. Mau ngambil minum buat Lolly" Ucap Langit, Pada Lina yang sedang asik menonton tv.


Lina hanya mengangguk dengan terus sibuk makan dan menonton, Tanpa bertanya pada Langit tentang Lolly.


"Nih, Minum dulu" Ucap Langit dengan memberikan segelas air munim pada Lolly.


Lolly langsung meminum airnya sampai tandas, Dengan bersendawa begitu kencang di hadapan Langit.


"Alhamdulillah" Ucap Langit mendengar Lolly yang bersendawa.


"Hehehe" Lolly malah cengengesan dengan wajah tanpa dosanya.


"Sekarang cepet, Lo mau ngomong apa?"


"Gu-a..."


"Cepet langit!"


"Lolly, Gua suka sama lo, Gua cinta sama lo. Gak tahu kapan perasaan ini tumbuh, Tapi semakin lama gua pendam malah semakin gua sayang sama lo. Gua gak papa kok, Kalau lo tolak gua. Karna gua juga udah tahu kalau lo sukanya sama Laskar" Ucap Langit, Dengan tersenyum ke arah Lolly.

__ADS_1


Sedangkan Lolly, Hanya diam mematung. Bingung harus menjawab apa tentang ungkapan hati Langit.


"Langit, Gua..."


__ADS_2