
Setelah sampai di pasar, Lolly dan Lina pun turun dari angkot, Dan langsung Menuju ke dalam pasar..
"Ibu mau beli apa dulu bu?" Tanya Lolly, Pada Lina.
"Mau beli bumbu-bumbu dulu" Jawab Lina
Lolly hanya mengangguk kan kepalanya, Dengan mulut membentuk huruf O.
Setelah selesai membeli bumbu-bumbu, Lina pun mengajak Lolly untuk pergi membeli ikan.
"Ayok Lolly, Kita ke arah sana dulu. Ibu mau beli ikan".
Lolly hanya berjalan dengan mengikuti langkah kaki Lina, Dengan kepala yang terus celingukan ke kanan dan ke kiri, Melihat begitu ramainya pasar.
Setelah sampai di tempat penjualan ikan, Lina pun melihat-lihat ikan, Untuk memilih ikan apa yang akan di beli.
"Ini ikan apa yah, Kok mulutnya besar banget kayak penyedot wc" Gumam Lolly, Dengan mengangkat ikan yang berukuran sedang tersebut.
"Halo ikan, Kamu udah gosok gigi belum. Kenapa mulut kamu bau, Seperti mulut tetangga yang kena azab dari ghibah?" Tanya Lolly, Pada ikan yang dia pegang.
Sang pedagang yang melihat Lolly berbicara dengan ikan dagangannya pun aneh.
"Neng kenapa?" Tanya bapak pedagang itu, Yang bernama Pak Yayat.
"Ah nggak pak, Saya cuma mau kenalan aja sama ikan ini. Soalnya bibirnya seksi sampai panjangnya lima senti" Jawab Lolly, Dengan mulut yang di manyun kan ke hadapan pak Yayat.
Pak Yayat yang melihat Lolly manyun pun, Nyengir.
"Oh dia emang mempunyai bibir seksi neng. Biasa, Kemarin habis di sulam bibirnya bareng istri saya" Jawab Pak Yayat, Membuat Lolly dan Lina melotot kaget.
"Wah hebat banget yah nih ikan pak" Ucap Lolly.
"Ikan siapa dulu dong" Jawab pak Yayat dengan bangganya.
"Oh iya pak Yayat, Saya punya lagu buat pak Yayat di pagi hari ini"
"Apa?"
"Dengerin yah" Ucap Lolly, Dengan ancang-ancang mengambil satu ikan pak Yayat untuk di jadikan mic buatan.
"Tingky wingky, Dipsy, Yayat, Pohhh"
"Lagu-lagu Cangkem mu" Ketus Pak Yayat, Dengan mengambil paksa ikan yang Lolly pegang.
"Yeh, Bukannya senang di nyanyiin. Ini malah marah pak Mayat" Ucap Lolly.
"Apa kau bilang" Tanya pak Yayat, Dengan mata melotot ke arah Lolly.
"Gak bilang apa-apa" Jawab Lolly, Dengan menampilkan wajah polosnya.
"Sudahlah Lolly, Kamu jangan berulah lagi. Ibu sudah pusing dengan semua tingkah kamu, Yang membuat masalah dengan orang lain. Dan membuat mereka pusing sampai frustasi" Ucap Lina, Yang menengahi perdebatan Lolly dan pak Yayat.
__ADS_1
"Tapi bu, Lolly kan cuman main sama ikan itu. Lagian Lolly gak ngapa-ngapain tuh ikan" Jawab Lolly.
"Emang kamu gak ngapa-ngapain tuh ikannya, Tapi kamu malah membuat pedagang ikannya frustasi Lolly" Ucap Lina.
"Gak papa bu, Saya aman kok. Saya sudah biasa di giniin, orang istri saya punya sipat yang sama kok, Sama anak ibu Lina" Ucap Pak Yayat.
"Tuh kan bu, Ibu denger kan. Kalo pak Yayat tuh nyaman ngobrol sama Lolly, Jadi biarin Lolly menambah pengetahuan Lolly, Dengan bertanya sama pak yayat bu" Ucap Lolly yang kekeh.
Sementara Lina hanya bisa menghembuskan nafas panjang, Tidak tahu harus dengan apalagi mencegah Lolly, Agar tidak berulah.
"Baiklah, Terserah kamu saja Lolly. Ibu mau pilih-pilih ikannya dulu, di sebelah sana" Ucap Lina, Dan berlalu pergi.
"Pak Yayat saya mau tanya lagi?" Tanya Lolly, Pada pak Yayat yang sedang membereskan ikan.
"Apa?" Jawab pak Yayat dengan malasnya.
"Ikan itu kan hidupnya di dalam air, Nah cara ikan bernafas tuh pake apa, Pak Mayat?" Tanya Lolly, Dengan menampilkan wajah polosnya.
"Kamu sekali lagi Panggil saya pak mayat, Saya buat kamu jadi perkedel!" Ucap Pak Yayat, Dengan mengacungkan pisaunya, Yang biasa di gunakan untuk memotong ikan.
"Wah enak tuh kayaknya, Jadi mau saya rasain perkedel rasa daging pak Mayat" Jawab Lolly, Yang membuat pak Yayat meremas rambutnya.
"Terserah apa mau kau lah" Pasrah pak Yayat.
"Yeh, Pak yayat belum jawab pertanyaan saya loh"
"Pertanyaan yang mana?"
"Yang tadi, Ikan bernafas di air pakai apa?"
"Jawaban pak mayat salah"
"Kenapa salah?"
"Karna ikan bernafas di dalam air itu, atas izin dari allah. Bukan pakai insang"
Pak Yayat hanya tersenyum frustasi, Mendengar jawaban dari Lolly. Lalu pak Yayat menghampiri Lina, Untuk menanyakan kapan dia beres memilih ikan.
"Bu jadi beli ikannya gak?" Tanya Pak Yayat, membuat lina heran dengan mengerutkan keningnya.
"Jadi pak, Emang kenapa?"
"Gak kenapa-kenapa, Cuma cepet aja pilih ikannya. Saya mau pulang sekarang" Jawab Pak Yayat.
Tanpa menaruh curiga pada Lolly, Lina pun langsung membayar ikan yang ia beli, Dan pergi dari tempatnya pak Yayat dagang.
"Lolly tadi kamu Ngapain pak Yayat?" Tanya Lina pada Lolly.
"Gak ngapa-ngapain, Cuma ngobrol seputar cara berbisnis aja"
"Bisnis apa emangnya?"
__ADS_1
"Bisnis miara tuyul" Jawab Lolly santai, Membuat Lina syok dengan reflek memegang dadanya.
"Ibu mau beli apa lagi?" Tanya Lolly, Dengan santainya. Seolah tidak terjadi apa-apa.
"Mau beli beras"
"Yaudah ayok, Lolly udah lapar nih"
Setelah sampai di tempat penjual beras, Lina pun bertanya tentang harga dan kualitas beras.
"Pak ini berasnya bagus gak?" Tanya Lina, Pada penjual beras.
"Bagus bu, Pokoknya saya jamin. Beras ini bisa berubah menjadi nasi setelah ibu masak"
"Yeh, Dimana-mana tuh emang beras bisa jadi nasi pak. Mana mungkin beras bisa berubah jadi telur babi" Seru Lolly.
"Emang babi bertelur?", Tanya penjual beras.
"Ya mana saya tahu, Bapak tanya aja sama tukang parkir " Ucap Lolly, Yang membuat Lina merasa jengah.
"Sudah-sudah, Lolly kamu ini selalu saja ingin berdebat dengan orang. Pak ini beras harganya berapa?" Tanya Lina.
"Oh itu harganya 400 ribu perkarung bu, Kualitasnya bagus dan terpercaya bisa jadi nasi bu"
"Waduh mahal yah pak, Bisa di kurangin gak pak?" Tanya Lolly, Yang Lagi-lagi ikut nimbrung.
"Mau di kurangin berapa?"
"Kurangin aja sedikit pak, 390 ribu aja" Jawab Lolly santai, Membuat penjual beras kaget.
"Oh boleh-boleh" Jawab penjual beras membuat Lina semakin kaget.
"Boleh kan pak, Yaudah saya ambil yang mana pak?" Tanya Lolly.
"Kamu ambil wudhu, Trus shalat taubat pada allah swt. Mintalah pengampunan, Karna kamu sudah menawar dagangan saya dengan harga yang di luar otak" Jawab penjual beras yang mulai kehabisan kesabaran.
Lina yang melihat penjual beras yang marah pun, Tanpa banyak bicara langsung membayar dan mengambil beras yang jadi ia beli, Dengan membawa Lolly pergi.
Saat semua sudah di beli, Dan kini Lolly kesusahan karna bawaan belanjaan yang banyak, Sampai Lolly menabrak seseorang, Yang membuatnya jatuh bersamaan.
Bruk
"Aduh ibu" Pekik Lolly, Yang membuat Lina berjalan di depan pun langsung berbalik badan melihat Lolly.
"Lolly kamu gak papa kan?" Tanya Lina yang membantu Lolly untuk bangun.
"Maaf, Saya gak sengaja nabrak anak kamu" Jawab seseorang tersebut, Membuat Lina langsung diam membeku.
Deg
Jantung Lina langsung berdetak tak karuan, Karna mendengar suara yang sudah lama ia kenali.
__ADS_1
Lina langsung berbalik badan, Dan melihat siapa orang yang sudah Lolly tabrak. Setelah melihat orang itu, Lina langsung membelakkan matanya kaget.
"Ka-mu " Tunjuk Lina pada orang tersebut.