Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Salah Alamat


__ADS_3

Sepulang sekolah, Lolly dengan kegiatan seperti biasanya membantu sang ibu berjualan.


"Lolly, Ini ada yang pesan nasi uduknya take away. Kamu anterin yah"


"Iya bu, Yang penting mah ongkirnya harus gede, Segede gunung bromo"


"Ada-ada saja kamu ini, Cepet siap-siap sana. Huss, Huss"


"Ibu ini, Udah kayak usir gorila aja pake hus, Hus segala" Gerutu Lolly dengan langkah kaki yang di hentak-hentakkan.


Setelah sudah bersiap, Lolly langsung mengambil nasi uduk yang sudah ibunya bungkus.


"Bu siapa nama penerima nya?"


"Katanya sih tadi dia bilang namanya Heri, Dan ini alamatnya"


"Ok, Do'akan Lolly semoga selamat sampai tujuan ya Bu, Papay" Seru Lolly beranjak pergi, Dengan melambaikan tangannya ke Lina.


"Ammin, Hati-hati Lolly" Pekik Lina, Yang membalas lambaian tangan Lolly.


"Kira-kira jauh gak ya, Naik ojeg atau becak aja?" Gumam Lolly yang berbicara sendirian.


"Naik becak aja deh, Kasian tuh aki-aki. Gak ada pelanggannya" Gumam Lolly sembari menghampiri si kakek becak.


"Kek, Naik becak ke alamat ini berapa kira-kira?"


Sang kakek yang sudah tua dan renta pun, Mengerenyitkan keningnya berlipat, Karna sang kakek memang sudah tidak bisa mendengar dengan jelas.


"Lah si kakek di tanya malah ngang ngong, Ngang ngong aja"


"Jadi gimana kek, Mau anterin saya gak?"


"Saya, Sebenarnya sudah tua!" Pekik sang kakek, Yang mengira bahwa Lolly menanyakan umurnya, Padahal Lolly adalah pelanggannya.


Lolly langsung terjingkat kaget, Karna sang kakek yang tiba-tiba berteriak.


"Bujuh buset, Nih aki-aki. Badanya aja yang peot, Ternyata tenaganya cukup Full Power juga" Gumam Lolly, Yang mencoba bersabar menghadapi sang kakek becak. Dengan mengelus-ngelus dadanya.


"Saya, Ini pelanggan kek, Bukan wartawan apalagi Priawan. Aku ini hanyalah seorang superstar" Ucap Lolly dengan nada yang sedikit meninggi, Dan akhirnya di dengar oleh sang kakek becak.


"Oh, Kenapa gak bilang dari tadi?" Gerutu sang kakek, Yang turun dari becaknya. Untuk mengayuh dari belakang.


"Saya sudah ngomong dari tadi kek, Emang kakek kira saya ngapain tadi hah, Di kira gua tadi lagi kumur-kumur kali yah!" Gerutu Lolly yang duduk di bangku becaknya.


"Berangkat" Seru sang kakek,Dengan menggeplak tudung atas becaknya,Yang lagi-lagi membuat Lolly terlonjak kaget.


"Eh kodok habis di sunat" Latah Lolly, Dengan badan yang terlonjak kaget.


"Hehehe, Biasa aja kali Neng. Gak usah lebay gitu ah, Nanti kakek gigit nih rawrrr" Seru sang kakek di belakang, Yang langsung membuat Lolly cengo.


"Gila nih aki-aki, Tadi aja budeg. Kok sekarang gaya-gayaan bicaranya mirip Dilan Cepmek" Gumam Lolly.


Di perjalanan, Lolly merasa becak yang di gayuh sang kakek terasa lambat pun, Langsung berdecak kesal. Dan menyuruh berhenti di tengah jalan.


"Berhenti kek, Dugh. Dugh " Pekik Lolly dengan memukul-mukuli bagian belakang becak.


Sang kakek pun berhenti, Dengan kening yang berkerut menatap Lolly.

__ADS_1


"Gak usah natap kayak gitu kek, Kakek udah peot. Tambah peot lagi kan tuh kulitnya digituin, Dasar aki-aki gak ada imut-imutnya" Gumam Lolly.


"Kenapa berhenti disini?, Emang udah nyampe?" Tanya sang kakek.


"Ya gimana mau nyampe kek, Kakek narik becaknya kecepatan kalah sama ngesotnya bekicot"


"Oh yaudah" Ucap sang kakek dengan santainya, Membuat Lolly geram.


"Tuh aki-aki kadang bar-bar, Kadang congek, Kadang jadi dilan cepmek. Jadi bingung gua sama nih orang" Gumam Lolly, Yang berusaha menahan rasa kesalnya.


Sang kakek, Malah duduk di depan seperti penumpang, Sedangkan Lolly melihat itupun tercengang. Jadi, Mau tidak mau harus Lolly yang membawa becaknya.


Sampai sudah di alamat yang Lolly tuju, Lolly langsung turun dan memberikan uang dua ribu rupiah pada sang kakek.


"Nih kek uangnya, Makasih. Walaupun sebenarnya posisi antara pengemudi dan penumpang kebalik, Tapi gak papa, Saya ikhlas kok, Itung-itung lagi berbuat amal kebaikan" Ucap Lolly dengan menyodorkan uang dua ribu.


"Apa-apaan ini, Saya gak butuh uang itu. Ini uang berapa sih saya baru liat?"


"Alah, Kakek gak usah sombong deh, Sampe gak tau ini uang berapa. Ini uang dua ribu rupiah kek"


"Beneran saya baru liat"


"Nih aki-aki kayaknya mau gua ajak duel aja deh"


"Kakek gak mau uang ini?"


"Gak, Saya biasa pegang uang yang begini" Ucap sang kakek yang memperlihatkan uang ratusan ribu berwarna merah, Dan terdapat juga ada dolar tiga lembar.


Lolly yang melihat itupun, Langsung tercengang dengan mulut terbuka lebar. Pantas saja sang kakek, Menolak uang dua ribu rupiah.bTernyata dia mempunyai banyak uang, Pikir Lolly.


Sang kakek yang masih menghitung dan menunjukan uangnya pada Lolly, Dan Lolly yang masih tercengang melihat sang kakek yang lihai menghitung uang segepok. Tiba-tiba saja ada pria ber jas, Yang menghampiri mereka.


Lolly lagi-lagi di buat cengo, Apa ini mimpi, Atau ini hanya dunia ghaib yang salah di singgahi oleh Lolly, Pikir Lolly. Yang masih belum mengerti.


"Hey, Kok malah bengong" Ucap pria berjas tersebut dengan melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Lolly, Lolly pun langsung tersadar dan tersenyum ke arah pria ber jas tersebut.


"Hehe, Gapapa Lah pak. Saya bisa maklum kok, Lagian si kakek juga baik. Saya kira kakek ini yang narik becak, Trus yang punya becak ini siapa?"


"Itu orang nya, Mau ambil becak ini. Sekali lagi maaf yah, Jika kakek saya buat salah. Dan terimakasih sudah menjaga kakek saya, Saya permisi"


"Ya, Sama-sama"


Lolly pun kembali melangkahkan kakinya menuju tempat orang yang memesan nasi uduk ibunya.


"Untung tuh aki-aki gak gua sleding kepalanya tadi, Kalo aja di sleding bisa berabe gua. Lagian tuh aki-aki ngeselin banget sih" Batin Lolly.


Setelah sampai di depan rumah si pembeli, Lolly pun langsung berdecak senang. Akhirnya bisa sampai juga, Batin Lolly.


Tok


Tok


Tok


"Permisi, Pesanan nasi uduk ibu Lina sudah datang. Yuhuuu, Hello, Where are you" Pekik Lolly yang terus mengetuk pintu sang tuan rumah.


Ceklek

__ADS_1


"Siapa?"


"Saya Lolly om, Om pasti yang pesen nasi uduk di warungnya bu Lina kan?"


"Bukan?"


"Nama om, Heri kan?"


"Bukan, Saya Heru"


"Oh pasti kakaknya pak Heri kan?"


"Bukan, Kakak saya namanya Deddy!"


"Deddy Corbuzier?"


"Bukan!"


"Kalo bukan semua, Berarti pak Heri bapaknya om?


"Bukan, Bapak saya namanya Ahlan"


"Ahlan wasahlan?"


"Ck, Kalo saya bilang bukan yah bukan, Kamu salah alamat" Pekik pak Heru yang sudah jengkel menghadapi Lolly.


Brugh,


Pak Heru, Yang kesal pun. Langsung menutup pintunya dengan keras, Sampai Lolly terlonjak kaget.


"Awas kamu pak Heru, Saya balas di lain waktu. Dan buat kamu pak Heri, Sebenarnya kamu berada di mana sih. Capek banget gua nyari alamat pak Heri, Yang ketemu malah pak Heru" Gerutu Lolly, Yang langsung berbalik badan dan melangkah pergi.


"Neng, Neng tunggu!" Pekik seorang ibu-ibu.


"Ya bu, Ada apa?"


"Lagi anterin pesanan nasi uduk dari buk Lina bukan?"


"Iya bu benar"


"Oh itu pesanan saya neng"


"Loh bukannya, Pak Heri?"


"Bu Lina salah, Iya benar nama saya Heriayana. Tapi tadi saya pas chat bu Lina mau ngetik nama lengkap saya, Eh gak keburu. Karena saya lagi bantuin tikus di rumah yang lagi lahiran"Jelas sang ibu-ibu itu, Yang tak lain ibu Heriayana.


Lolly langsung di buat cengo, Dengan ekspresi yang sangat tertekkan menghadapi pelanggan ibunya kali ini.


"Nih bu, Pesanannya. Lain kali jangan pesen lagi, Bu Lina pakai penglaris Upilnya tuyul bu"


"Hah, Yang bener"


"Iya kalo gak percaya coba cek di lubang hidung ibu pasti ada upilnya"


Sang ibu itu pun menurut langsung mengorek lubang hidungnya, Sedangkan Lolly berlalu pergi dengan cekikikan.


"Iya yah, Ini upilnya mana besar lagi" Gumam Bu Heriayana yang belum sadar.

__ADS_1


"Tadi dia bilang kan upil tuyul, Trus kenapa saya yang di suruh ngupil. Jadi, Saya dong tuyulnya. Kurang ajar anak itu" Gerutu bu Heriayana yang baru menyadari ucapan Lolly.


__ADS_2