Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Pesulap


__ADS_3

Keesokan harinya Lolly sudah bersiap dengan seragamnya untuk ke sekolah, Tak lupa ia juga membawa baju olah raga. Karna ada pelajaran olah raga di jam ke dua pelajaran.


Tap


Tap


Tap


Langkah Lolly, Yang terdengar di telinga Lina. Membuat Lina menoleh ke arah Lolly, Dengan kening berkerut.


"Tumben udah rapi banget, Mana rambutnya di kuncir dua lagi. Jadi imut banget anak ibu" Ucap Lina dengan tersenyum hangat.


"Yah, Ibu bukannya sapa Selamat Pagi sayang, Gimana tidur kamu tadi malam. Nyenyak kan, Gak di tindih demit lagi kan" Cerocos Lolly, Yang membuat Lina langsung geram dan menggetok kepala Lolly.


Tuk


"Dasar kamu ini, Pagi-pagi udah bikin ibu kesel aja. Padahal ibu udah puji kamu loh" Seru Lina dengan melotot matanya.


"Hehe canda Bu, Barusan mah cuma jokes aja" Ucap Lolly.


"Bu sekarang Lolly bawa bekal lagi yah, Kan nanti ada pelajaran olah raga"


"Iya ibu tahu, Tuh udah ibu siapin kok"


Lolly langsung tersenyum senang, Melihat ibunya yang perhatian. Sampai tahu, Hari ini ada pelajaran olah raga.


"Ibu memang yang terbaik" Puji Lolly, Yang langsung memeluk ibunya.


Lina pun membalas pelukan Lolly, Dengan tersenyum haru.


"Kamu berangkat naik ojeg nya, Mang Tarno aja yah?"


"Lah emang ada Pak Tarno yah?"


"Ada tuh lagi makan nasi uduk, Kamu tunggu aja sebentar lagi"


"Oke" Jawab Lolly dengan membentuk kan jari jempol dan telunjuknya membentuk huruf O.


"Neng Lolly ayok neng, Kita berangkat" Seru pak Tarno.


"Oke pak Tarno,Tapi sebelum berangkat coba, Pak Tarno sulap dulu" Ucap Lolly, Yang membuat pak Tarno bingung, Menekuk kan alisnya.


"Maksud Neng Lolly?"


"Iya, Pak Tarno sulap dulu"


"Saya gak bisa sulap Neng Lolly"Jawab Pak Tarno yang mencoba sabar menghadapi Lolly.

__ADS_1


"Yaudah Lolly ajarin pak Tarno aja"


"Sekarang kita sulap sendal ibu saya oke. Pertama-tama kita masukin dulu ke dalam karung, Oke pak Tarno" Ucap Lolly.


"Oke dah" Jawab Pak Tarno dengan semangatnya.


"Iya, Di bantu yah Pak Tarno. Simsalabim, Jadi apa Brot,, Brot" Seru Lolly, Yang malah kentut dengan kencang.


"Ih, Kok malah kentut sih Neng Lolly?" Seru Pak Tarno yang menutup hidungnya.


"Ya kan, Kalo yang sulapnya pak Tarno mah. Prok, Prok. Beda lagi kalau saya mah Brot, Brot" Ucap Lolly dengan santainya.


"Kok gak terjadi apa-apa, Ah Neng Lolly mah pesulap gadungan" Seru pak Tarno, Dengan mengibas-ngibaskan tangannya.


"Yehh, Tunggu aja bentar lagi. Pasti ada manusia suruhan tuhan untuk datang ke sini" Ucap Lolly, Dengan memasukkan sandal para pelanggan ibunya ke dalam karung.


"Surat kabar lama, Baterai lama" Suara tukang rongsokan yang berjumlah dua orang menghampiri warung Lolly.


"Alah lebay banget lo, Pake segala niruin suaranya uncle sotong" Ucap temannya.


" Uncle Ah Tong goblok, Bukan Sotong. Bodoh kau!"


Lolly yang melihat tukang rongsokan datang pun langsung tersenyum.


"Mang, Emang rongsok sini mang" Seru Lolly dengan mengayunkan tantangannya.


"Alah si emang, Baperan banget sih jadi orang. Baru aja di bawa ke jalur hukum udah gitu, Gimana nanti di bawa ke jalur akhirat Mang" Ucap Lolly.


"Eh, Jangan bawa-bawa akhirat Neng, Saya masih punya dosa yang belum saya tebus"


"Oh jadi selama ini, Dosa mamang di gadaikan yah, Makannya belum di tebus. Kalo boleh tahu bank mana yang mau nerima pegadaian dosanya?" Tanya Lolly dengan polosnya.


"Sudahlah, Saya pensiun aja dari kang rongsok, Mau jadi kang cilok aja kalau begini caranya" Jawab tukang rongsokkan yang mulai tertekan mengahadapi Lolly.


"Kalian, Baru aja jadi tukang rongsok udah frustasi sama Lolly. Lah saya udah lima belas tahun jadi tetangganya, Alhamdulilah" Seru Pak Tarno.


"Alhamdulillah apa?" Tanya tukang rongsokkan tersebut.


"Ya Alhamdulillah udah, Menjalani pengobatan ke psikolog" Ucap Pak Tarno dengan pasrahnya.


"Sabar yah pak, Orang sabar katanya jidatnya suka lebar" Ucap Lolly dengan nada yang terharu.


Sementara kang rongsok yang mendengar curhatan Pak Tarno, Dan jawaban dari Lolly pun hanya bisa menahan tawanya. Karna bingung yang awalnya terharu karna pak Tarno, Tapi Lolly malah merusak suasana haru itu.


"Jadi gimana ini Lolly, Apa yang mau di jual" Ucap Kang rongsok yang mulai kehabisan sabar.


"Sabar bro sabar, Ini saya mau jual sendal saya yang sudah tidak terpakai. Tapi masih bagus kok, Cuman lecet dikit bagian bawah"

__ADS_1


"Yah emang, Dimana-mana sendal tuh, Pasti kebanyakan nya lecet di bagian bawah. Mana ada sendal lecet di bagian dengkul" Seru teman kang rongsok yang mulai mengeram marah.


"Ih kok marah-marah. Jangan marah dong om, Nanti saya sulap jadi pokemon baru tahu rasa" Ucap Lolly.


"Serah kau lah pusing aku"


"Jadi berapa nih Mang, Ayo dong cepat saya mau sekolah nih. Nanti pak Tarno telat"


"Kok, Saya Neng Lolly?"


"Ya kan, Pak Tarno mau pertunjukan sulap"


"Saya bukan pak Tarno berkopiah jangkung itu Neng Lolly, Saya ini Tarno sudjono. Bukan Tarno simsalabim!" Seru pak Tarno dengan wajah kesalnya.


"Oh iya lupa aku"


Setelah semua di hitung, Lolly mendapatkan uang Lima puluh ribu rupiah dari hasil menjual sendal para pelanggan ibunya.


"Makasih Mang, Jaga keselamatan oke" Ucap Lolly dengan melangkahkan kakinya menuju motor pak Tarno.


"Kok dia bilang saya harus jaga keselamatan, Apa jangan-jangan dia nipu saya lagi" Batin kang rongsok, Yang menatap bingung kepergian Lolly.


"Loh kok sendal saya hilang?"


"Iya saya juga sama, Sendal saya gak ada. Apa Jangan-jangan disini ada tuyulnya?"


"Gak mungkin ada tuyul di pagi hari, Pasti tuyulnya juga lagi sibuk sarapan pagi ini"


"Terus dimana dong sendal saya?"


Kang rongsokan yang hendak pergi dengan membawa sekarung sendal pun, Langsung di hentikan oleh ibu-ibu.


"Hei Mang rongsok tunggu!" Ucap ibu-ibu.


Kang rongsokkan pun langsung berhenti, Dan menghadap si pemanggil.


"Ya Bu, Ada apa?"


"Liat sendal branded saya gak?,Yang mereknya swaloww warna merah putih gak?"


"Yang kayak gini bu?" Ucap kang rongsok dengan mengambil salah satu sendal di karungnya.


"Oh jadi kamu yang udah nyuri sendal saya hah!" Ucap ibu-ibu itu, Dengan lantang dan berkacak pinggang di hadapan kang rongsok.


Kang rongsok pun langsung kaget, Kenapa ia di tuduh maling. Kan ini barang yang Lolly jual tadi, Dan Lolly bilang ini sendal yang tidak terpakai lagi, Pikir kang rongsok.


"Eh,,, Bu-kan begitu bu!"

__ADS_1


__ADS_2