
Setelah menjalin hubungan dengan Lolly, Langit terus di buat salah tingkah dengan ucapan Lolly yang tiba-tiba selalu menggombal.
"Argh, Lama-lama gua gila gara-gara lo Lolly" Teriak Langit di dalam kamarnya.
Laskar yang kebetulan lewat kamar Langit pun kaget, Mendengar teriakan Langit. Lalu Laskar mendobrak pintu kamar Langit.
Brakkk
"Langit, Lo gak kesurupan anak lutung kan?" Tanya Laskar dengan nafas memburu.
"CK, Lo yang kesurupan. Datang-datang dobrak pintu kamar orang!" Seru Langit dengan menatap tajam Laskar.
Sedangkan Laskar hanya cengengesan dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Lagian lo malam-malam gini pake teriak-teriak segala"
"Terserah gua"
"Eh iya, Gua lupa. Gimana lo tadi nembak Lolly keterima"
"Hem"
"Yang bener jawabnya Langit mendung, Lo mau gua kutuk jadi biawak!"
"Gua di terima, Puas lo!" Ucap Langit yang langsung membuat Laskar terdiam dengan hati berdenyut sakit.
"Oh iya gua lupa, Tadi Lolly jujur sama gua. Kalau waktu itu dia bilang suka sama lo tuh cuman bohong, Karena dia mau ngetes gua aja. Kalau gua cemburu atau enggaknya" Ucap Langit.
Laskar hanya diam, Dengan mencoba memaksakan senyumnya di hadapan Langit.
"Lo gak marah sama Lolly kan?" Tanya Langit.
"Nggak lah, Ngapain juga marah. Orang gua gak suka sama dia" Kilah Laskar.
Langit hanya menganggukkan kepalanya dan mempercayai ucapan Laskar.
***
Keesokan harinya, Langit sudah siap untuk berangkat sekolah dan akan menjemput Lolly.
"Kok gua jadi nervous gini yah, Padahal hari-hari yang lalu gua biasa aja. Tapi sekarang rasanya beda banget gua mau jemput Lolly, Apa karna ini hari pertama gua pacaran sama Lolly?" Gumam Langit, Yang sedang menatap penampilannya sekarang.
Setelah di rasa cukup Langit pun keluar dari kamarnya, Saat keluar dari kamar Langit melihat Laskar juga telah siap dengan seragamnya yang sama dengan Langit membuat Langit bingung.
"Lho, Lo jadi masuk sekolah?" Tanya Langit yang langsung di angguki Laskar.
"Di sekolahan yang sama dengan gua" Tanya Langit dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Iya langit, Kenapa lo gak suka" Tanya Laskar.
Langit hanya berdecak kesal mendengar pertanyaan dari Laskar yang setengah meledeknya.
__ADS_1
"Ck, Gua gak peduli. Asal lo jangan akuin gua saudara lo aja, Termasuk sama Lolly"
"Gua tahu"
"Sudah siap kalian berdua, Ayo sarapan dulu Alas, Alang" Ucap Heni.
***
Langit sekarang sedang menunggu Lolly di luar rumah Lolly, Dengan perasaan yang tak karuan.
"Tenang Langit, Lo harus bersikap cuek kayak biasanya" Batin Langit, Yang mencoba menenangkan hatinya
"Hay, Pacar" Sapa Lolly yang tiba-tiba ada di belakang Langit.
"Loh kok gak kaget?" Tanya Lolly, Dengan menatap Langit bingung.
"Hem" Jawab Langit cuek.
"Huh, Gini nih. Nasibnya punya pacar cuek, Dinginnya melebihi api neraka" Gumam Lolly yang masih di dengar Langit.
Langit langsung menatap Lolly tajam, Tapi yang di tatap malah cengengesan dengan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
Lalu langit pun memakaikan helm untuk Lolly yang sudah dia bawa. Lolly tersenyum-senyum melihat begitu manisnya perlakuan Langit, Meskipun wajahnya menampilkan wajah datar.
Setelah memakaikan helm pada Lolly, Langit pun menaiki motornya dan memakai helm. Lalu menyalakan mesin motornya.
"Dadah mamah, Lolly pamit sekolah dulu Assalamualaikum" Pamit Lolly, Dengan melambai-lambaikan tangannya pada Lina.
Setelah Lolly pergi, Lina terkekeh melihat putrinya yang sekarang sudah mengenal cinta.
"Hihi, Anak zaman sekarang pacarannya lucu-lucu deh. Jadi bikin pengen aja" Gumam Lina, Dengan membereskan dagangannya.
***
Setelah beberapa menit perjalanan, Akhirnya Lolly dan Langit pun sampai di sekolah. Lolly lalu turun dari motor Langit, Saat Lolly akan membuka helmnya, Tapi Langit lebih dulu membukakannya untuk Lolly.
Setelah helm Lolly di buka, Langit langsung mengusap lembut kepala Lolly dengan membenarkan poni Lolly yang sedikit berantakan.
"Ya ampun, Gak nyangka banget pacar aku. Yang terkenal dengan sikap dinginnya kini sudah mendidih" Ucap Lolly dengan kepala yang mendongak menatap Langit yang lebih tinggi darinya.
"Kamu jangan nakal kayak kemarin lagi" Ucap Langit dengan menurunkan tanganya dari kepala Lolly.
"Iy... Apa?" Tanya Lolly yang samar-samar mendengar ucapan Langit.
"Kamu jangan nakal" Ucap Langit, Yang langsung membuat Lolly salah tingkah.
"Cuek-cuek gini ternyata kamu romantis juga yah, Sampai nurut harus bilang aku kamu"
"Aku berusaha membuat hubungan kita lebih nyaman" Jawab Langit dengan turun dari motornya.
Lolly semakin kesemsem dengan sikap baru Langit.
__ADS_1
"Padahal, Kalau kamu gak nyaman gak usah pake aku kamu panggilnya"
"Aku akan belajar menjadi yang terbaik untuk kamu, Dan menuruti kemauan kamu. Selagi itu masih masuk akal" Jawab Langit.
"AH YA AMPUN, LANGIT KIYOWOK BANGET YA TUHAN. TERIMAKASIH ENGKAU TELAH MENCAIRKAN ES KUTUB INI" Teriak Lolly, Yang langsung menjadi pusat perhatian.
Langit yang kaget pun, Langsung membekap mulut Lolly dan membawanya pergi.
Di lorong kelas, Bella yang menyaksikan kebersamaan Langit dan Lolly pun langsung meradang.
"Brengsek!, Apasih spesialnya tuh cewek selain gila" Gumam Bella dengan kedua tangan yang mengepal.
Pandangan Bella terus tertuju pada Langit dan Lolly, Sampai beberapa saat Bella melihat seseorang yang berjalan di belakang Langit dan Lolly, Membuat Bella terperangah melihat cowok yang baru kali ini dia lihat.
"Gila ganteng banget, Siapa tuh cowok. Kok gua baru lihat, Kalau kayak gini sih. Gua juga gak papa Langit sama tuh cewek gila, Yang penting sekarang ada yang menyamai kegantengan Langit" Seru Bella yang tak lepas memandang ke arah Laskar.
"Gak bisa di biarin, Ini harus gua embat. Keburu di gondol sama siswi lain" Gumam Bella dengan berlari menghampiri Laskar.
***
"Ih, Langit. Kenapa kamu tutup mulut aku sih!" Gerutu Lolly.
"Makanya jangan teriak-teriak, Ini bukan hutan" Jawab Langit datar.
"Terserah aku dong.."
"Lebay lo berdua" Ketus Laskar yang sudah bosan mendengar pembicaraan Langit dan Lolly dari belakang.
Langit dan Lolly pun Serempak berbalik badan menatap siapa yang berbicara.
Lolly langsung kaget melihat keberadaan Laskar yang bersekolah disini, Tidak seperti Langit yang nampak biasa-biasa saja dengan menatap datar Laskar.
"Lho, Lo kok disini?" Tanya Lolly dengan menunjuk Laskar.
"Ya sekolah lah, Ngapain lagi" Ketus Laskar yang tiba-tiba berubah sikap pada Lolly.
"Kok dia judes sih sama gua" Batin Lolly dengan menatap sendu Laskar.
"Hay, Kamu murid baru disini yah?" Ucap Bella yang tiba-tiba datang, sampai menyenggol bahu Lolly. Untungnya Langit dengan sigap menangkap Lolly untuk tidak terjatuh.
"Lo gila yah!, Pake nyenggol Lolly segala" Ucap Langit dengan menatap tajam Bella.
Sedangkan Bella tidak memperdulikan itu, Ia malah sibuk berlagak di depan Laskar.
"Boleh kenalan?" Tanya Bella dengan mengulurkan tangannya pada Laskar.
Laskar hanya melihat uluran tangan Bella, Dengan datar tanpa minat menjabat ataupun menjawabnya.
"Gak" Ketus Laskar dan berlalu pergi.
Langit dan Lolly yang menyaksikan itupun langsung tertawa, Melihat Bella yang di cuekin Laskar.
__ADS_1