Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Dasar Bebek Lampir


__ADS_3

"Hah.." Refal, Leo, Dan Langit langsung Cengo mendengar jawaban Lolly. Kenapa Bella bisa ambeien, Trus kenapa juga yang khawatir pak Bromo, Pikir mereka.


Sedangkan Lolly malah bersantai, Dengan bersandar di kursi dan bersidekap dada.


"Kok bisa, Kenapa pak Bromo panik. Kan yang ambeien si Bella, Apa jangan-jangan pak Bromo suka lagi sama Bella?" Tanya Leo dengan wajah kepo nya, Yang juga di angguki oleh Refal. Tapi tidak dengan Langit, Ia tak mungkin percaya dengan ucapan Lolly, Karna Langit sudah tahu tingkah Lolly yang Absurd parah.


"Jangan, Berpikiran buruk dulu. Siapa tahu Pak Bromo, Lagi ada kepentingan" Seru Langit.


"Ya juga yah, Tapi masih gak nyangka aja gua. Si Bella yang terkenal dengan sebutan Queen bullying, Sakit ambeien" Ucap Refal.


"Kenapa gak nyangka sih, Dia kan sama-sama manusia kayak kita. Trus sama-sama suka boker, Bedanya kita lancar. Kalo dia macet" Jawab Lolly dengan entengnya.


"pfftt, Hahaha. Bisa aja lo, Lollypop"


"Enak aja Lollypop, Gua Lolly si Milikiti yah"


"Terserah lu deh"


Setelah melewati jam kosong pelajaran, Akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Langit langsung segera keluar, Untuk menuju ruangan OSIS, Karna bakal di adakan rapat anggota Osis.


Sedangkan Lolly, Ia beranjak dari tempat duduknya. Untuk menuju kantin.


"Nananana,,,,Yeyeyeye" Lolly berjalan dengan bernyanyi, Seolah seperti anak kecil. Sedang asik bernyanyi sambil berjalan tiba-tiba ada yang menarik rambut Lolly dengan keras, Sampai Lolly terjengkang ke belakang dengan meringis sakit.


"Hai, Cewek gila. Kita ketemu lagi" Ucap Bella yang masih menjambak rambut Lolly, Dan berbisik di telinga Lolly.


Lolly yang tak tahan pun, Langsung menyikut perut Bella dengan keras.


BUGH


"Aww, Sialan lo berani sama gua hah" Pekik Bella yang mengaduh dengan memegang perutnya, Dan hal itupun langsung membuat Angel dan Keisya meringis ngilu, Dengan menutup mulut.


"Ya berani lah, Orang cuman lawan bebek doang"


"Apa lo kata bebek, Siapa yang lo sebut bebek cewek gila"


"Ya lo lah, Siapa lagi. Nama lo kan Bella singkatan dari BEBEK LAMPIR. Gimana bagus gak?"


"Bangsat awas lo, Ck. Kenapa kalian berdua malah diam, Ayo serang tuh si cewek gila!"


Lolly sudah mengambil ancang-ancang, Dengan mengepalkan ke dua tangannya di depan, Dan kaki yang bergerak maju mundur, Seolah menantang.

__ADS_1


Tapi sebelum Angel dan Keisya maju, Mereka sudah di hadang duluan dengan pukulan dari Lolly.


Bugh,,


Bugh,,


Lolly memukul wajah Keisya, Dan setelahnya Lolly memukul perut Angel, Yang langsung membuat mereka berdua tepar sekaligus.


Bella yang menyaksikan itupun tercengang, Dengan kehebatan Lolly. Karna Bella masih merasakan sakit di perutnya, Dia langsung mundur dengan membawa ke dua temannya menjauh dari Lolly.


"Huh, Dasar cemen. Gitu aja lari, Padahal itukan belum seberapa" Gumam Lolly dengan merapikan seragam di lengannya yang terangkat.


Saat sudah membereskan seragam di lengannya, Lolly pun langsung berbalik untuk menuju kantin. Tapi dia malah menabrak sesuatu yang membuatnya keningnya sakit.


Dugh


"Aduh siapa yang taruh tembok di sini sih, Gak ada Akhlak banget" Seru Lolly dengan memejamkan matanya dan mengusap ngusap keningnya.


"Udah berantemnya?" Tanya seseorang yang langsung membuat Lolly, Reflek membuka matanya.


"Udah, Lo siapa?" Tanya Lolly yang baru melihat seseorang tersebut.


"Gua manusia" Jawabnya datar.


"Gua..."


Belum sempat menyebut nama,Ada seseorang yang memanggil Lolly dengan keras sehingga membuat orang itu, Berhenti bicara.


"Lolly!"


Lolly langsung memiringkan badannya ke kanan, Karna suara yang memanggil Lolly berada di belakang orang tersebut.


"Ck, Apaan sih Langit. Ganggu aja, Gua lagi kenalan nih sama cowok ganteng" Ucap Lolly dengan bersidekap dada kesal.


Sementara orang tersebut langsung salah tingkah, Dan tersenyum. Lalu pergi dari hadapan Lolly untuk menyembunyikan Salah tingkahnya.


"Eh,, Eh malah pergi. Hem baru di kira itu jodoh, Ya tuhan inikah Cobaan howohoho" Ucap Lolly dengan bernyanyi sedih.


Langit yang melihat tingkah Lolly seperti itupun, Langsung memutar bola matanya malas.


"Lo mau ngapain sih?" Tanya Lolly.

__ADS_1


"Gak ngapa-ngapain"


"Ck, Dasar Langit Mendung"


"Yang bener awan mendung Lolly"


"Iya, Iya sakarep mu"


"Mau ke kantin?"


"Mau lah, Orang gua kelaparan"


"Yaudah ayo, Gua traktir"


"Hah, Yang bener. Makasih Langit yang indah, Makasih Langit yang cerah, Makasih Langit.."


"Diem!, Atau gak jadi di traktir"


Lolly seketika langsung bungkam, Dan ia menuruti perintah Langit untuk berjalan di belakangnya, Seperti anak ayam mengekori induknya.


***


Di lain tempat, Tampak seseorang pria paruh baya yang sudah berumur. Sedang duduk mengahadap ke anak buahnya.


"Bagaimana, Apa kalian sudah menemukan istri dan anakku?" Tanya dia pada anak buahnya.


"Belum tuan, Sepertinya Mereka mengubah identitasnya"


"Ck, Dasar tidak becus. Cepat kalian cari dimana pun mereka berada. Cari ke seluruh  tempat dari kota ke kampung sekalipun, Kerahkan semua anggota dan bagi menjadi beberapa bagian. Dan ingat kalian tidak boleh mencurigakan"


"Baik tuan!"


Setelah selesai berbicara dengan orang kepercayaannya, Pria tua tersebut langsung duduk lemas dan termenung. Ia mengusap foto yang telah usang, Yang terdapat Dia, Seorang wanita, Dan balita kecil yang berusia baru satu tahun setengah.


"Sebenarnya kalian ada dimana, Maafkan Aku Elina. Aku yang tidak becus menjaga mu dan anak kita, Semuanya sudah aku balaskan sayang, Luka kita yang dulu. Yang membuatmu pergi menjauh dariku, Orang itu sudah mati di tangan ku. Tapi aku belum puas, Karna sampai sekarang kau masih belum di temukan. Dan apa kabar anak kita, Pasti dia tumbuh menjadi gadis yang cantik kan, Aku sungguh rindu kalian.nAku berjanji, Aku akan mencari keberadaan mu dan anak kita, Apapun akan aku lakukan. Agar keluarga kecil kita berkumpul kembali" Batinnya dengan memeluk foto persegi empat tersebut, Dan tak terasa air matanya luruh begitu saja.


***


Sementara di rumah Lina, Nampak murung. Ia sedang berpikir harus berbuat apa, Karna di satu sisi. Ia kasihan terhadap Lolly yang terus menanyakan keberadaan ayahnya, Dan di satu sisi ia takut penyamarannya selama ini terbongkar, Dan akan membuat Lolly dalam bahaya.


"Hiks,, Hikss Lolly. Maafkan ibu nak, Maafkan ibu, Yang masih belum bisa mengatakan yang sebenarnya pada mu. Ibu takut sesuatu akan terjadi pada kita nak, Maka dari itu ibu memilih diam, Saat kau menanyakan ayah mu, Jika suatu saat kau tahu segalanya. Apakah kau akan kecewa terhadap ibu nak, Maafkan ibu yang sudah membuatmu terluka Hikss.." Gumam Lina dengan terus mengusap air matanya yang mengalir, Ia menatap nanar foto Lolly yang berdua bersamanya.

__ADS_1


"Apapun nanti yang akan terjadi, Ibu akan berkorban untuk mu nak, Untuk kebahagiaan mu" Lirih lina dengan mengusap foto Lolly.


__ADS_2