Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Ulangan


__ADS_3

Geno semakin tertekkan dengan tingkah Lolly, Yang semakin absurd dan membuatnya frustasi.


"Lolly, Ke kelas yuk?" Ajak Geno, Yang semakin frustasi dengan tingkah Lolly.


"Kita kan beda kelas Geno?"


"Iya, Maksudnya kita ke kelas masing-masing tapi bareng"


"Oh gitu, Ayok dah"


Seru Lolly, Dengan beranjak dari duduknya dan berjalan bersama dengan Geno.


"Hem, Lolly lo beneran mau jadi vokalis tahu bulat?" Tanya Geno, Dengan takut-takut.


"Ya iyalah, Kenapa emang?"


"Em, Sebaiknya jangan deh Lolly, Lo mending ikutan lomba ninja warrior aja"


"Kenapa?"


"Karna lo lebih pantes, Ikutan ninja warrior. Kalo lo jadi vokalis tahu bulat mah, Gak pantes"


"Oh gitu yah, Ok deh. Nanti di pikir-pikir dulu, Sekalian mau ajak nenek gua, Buat ikutan ninja warrior"


"Eh?!" Geno pun reflek menoleh, Dengan mata yang membulat sempurna.


"Kenapa lo ngajak nenek lo?"


"Siapa tahu nenek gua juga multitalenta, Bisa ikutan ninja warrior"


"Huft, Iya deh terserah Lolly aja"


"Makasih Geno, Ganteng" Seru Lolly, Ketika sudah sampai di depan kelasnya.


Geno langsung tersenyum dengan pipi bersemu merah, Karna pujian dari Lolly, Yang menyebutnya ganteng.


"Dadahh Geno" Seru Lolly, Dengan melambaikan tangannya.


"Hem, Dah Lolly" Balas Geno, Dengan melambaikan tangannya.


Setelah masuk kelas, Lolly melihat Langit yang sedang bersidekap dada, Dengan tatapan mata yang dingin, Menatap Lolly.


"Hai Langit" Sapa Lolly.


"Hm"


"Ih kok gitu jawabnya, Giliran sama si Bella aja langsung senyum. Kalo sama gua, Boro-boro senyum, Udah kayak orang sariawan aja"


"Biarin"


"Dasar Pinguin jelek" Seru Lolly,


Langit langsung menoleh ke arah Lolly, Dengan menaikkan satu alisnya.


"Siapa pinguin jelek?"


"Ya lo lah, Siapa lagi"


Langit hanya diam, Tapi sebenarnya ia sangat gemas, Ketika melihat Lolly sedang kesal.


"Langit, Kenapa lo centil banget sama Bella, Tapi kalau sama gua lo cuek?"


"Kapan gua centil sama Bella?, Bukannya kebalik. Lo yang slalu centil sama semua cowok, Apalagi sama si Geno-Geno itu" Ketus Langit.


Lolly langsung memandang wajah Langit dengan serius, Sampai Langit gelapan ketika Lolly terus menatapnya, Membuat Langit salah tingkah.


"Lo, Ke-napa, Natap gua kayak gitu?" Ucap Langit terbata.

__ADS_1


"Gak papa, Gua lagi hitung lobang hidung lo" Jawab Lolly dengan santainya.


"Ck, Nyebelin" Ketus Langit.


"Biarin, Wle pinguin jelek"


"Dasar Unyil" Balas Langit, Dengan menatap Lolly tajam.


"Pinguin jelek, Pinguin jelek" Ledek Lolly pada Langit, Dengan menirukan gaya pinguin berjalan.


Langit yang melihat Lolly meledeknya pun, Bukannya marah. Tapi Langit malah senyum-senyum melihat tingkah Lolly, Apalagi saat Lolly menirukan gaya berjalan pinguin.


"Gua sayang sama lo Lolly, Gua gak suka liat lo deket sama cowok lain. Tapi, Gua belum berani buat ungkapin perasaan gua, Karna ini pertama kalinya gua suka dan nyaman sama cewek, Semoga lo berjodoh sama gua" Batin Langit.


"Dasar Unyil Absurd" Balas Langit, Dengan menjitak kepala Lolly.


"Ih dasar pinguin jelek, Wle, Wle pinguin jelek" Seru Lolly dengan membelakangi Langit, Dan menggoyangkan bokongnya pada Langit.


Langit sontak membelakkan matanya, Termasuk Leo dan Refal yang sama-sama berada di kelas.


"Gila, Si Lolly semok juga yah" Seru Leo tanpa sadar.


Bugh


Refal pun memukul kepala Leo dengan buku.


"Gila yah lo, Kalau ngomong suka bener" Seru Refal, Yang langsung membuat Leo menatapnya datar.


"Goblok, Si Refal Goblok" Seru Leo dengan membalas, Memukul Refal dengan buku.


Langit yang mendengar ucapan Leo dan Refal pun, Langsung memegang kerah belakang baju Lolly, Dan menyeretnya untuk duduk di bangku.


"ih lo apaan sih, Pake nyeret gua segala" Pekik Lolly.


"Diem!, Jangan bikin ulah lagi Unyil"


Bel masuk pun berbunyi, Semua murid langsung berbondong-bondong masuk ke dalam kelas, Dan kebetulan sekarang di kelas Lolly adalah pelajarannya Bu Susi.


"Selamat siang anak-anak" Sapa Bu Susi.


"Siang bu" Jawab semua murid.


"Oke, Sekarang kita ulangan yah"


"APA?!" Pekik semua murid heboh, Karna ulangan dadakan dari Bu Susi.


"Bu kenapa, Tiba-tiba ulangan bu?"


"Iya Bu, Harusnya ibu dari kemarin ngasih tahu kita dulu. Kalo sekarang mau ulangan"


"Kita juga belum belajar sama sekali Bu, Gimana mau ulangan"


"Sudah, Sudah. Jangan berisik, Ibu sengaja ngasih kalian ulangan dadakan. Biar ibu tahu, Siapa yang rajin belajarnya di rumah" Jawab Bu Susi.


"Yah.." Semua murid serempak mengeluh.


Berbeda dengan Langit yang terlihat santai, Tidak menampilkan ekspresi apapun.


"Langit, Lo belajar gak?" Tanya Lolly.


"Hm" Jawab Langit.


"Ham, Hem, Ham, Hem. Gua tanya lo belajar apa nggak?"


"Belajar"


"Nanti kasih gua contekan yah. Pokonya jangan pelit!, Kalo pelit nanti kuburannya sempit, Trus masuk neraka. Makanya jangan pelit contekan biar gak masuk neraka, Biar makin barokah juga. Duh, Masyaallah Tabarokallah, Sholehah Nya hamba ya allah" Ucap Lolly, Dengan memegang dadanya.

__ADS_1


"Dih sok alim banget lo, Najis! Teori dari mana tuh, Orang yang nggak ngasih contekan masuk neraka, Trus yang nyontek masuk surga gitu?" Seru Leo, Yang tiba-tiba nimbrung, Duduk di dekat Lolly.


"Teori dari Lolly yang cantik, Eh lo kenapa tiba-tiba nimbrung ke sini?"


"Hehe, Mau ikutan nyontek juga" Jawab Leo, Dengan cengengesan.


"Eh, Dasar bocah semprul" Seru Lolly.


"Diam!" Tekan Langit, Yang langsung membuat Lolly dan Leo bungkam.


Langit dengan serius mengerjakan soal ulangannya, Berbeda dengan Lolly yang sedang curi-curi pandang jawaban dari Langit, Leo juga sama dengan Lolly, Ikut mencuri jawaban dari Lolly.


Sementara Refal, Ia duduk di belakang Leo. Melihat hasil jawaban Leo, Dan jawabannya untuk di bandingkan, Dan akhirnya. Refal pun sama menyontek dari Leo, Dan Leo dari Lolly, Lalu Lolly mungkin dari imajinasinya.


Setelah menyelesaikan ulangan, Semua murid pun langsung mengumpulkannya, Dan langsung di nilai oleh Bu Susi.


"Semoga aja, Nilai gua besar ya allah" Harap Leo, Karna yakin hasil contekan dari Lolly, Yang Leo yakin Lolly nyontek dari Langit, Yang pintar.


"Waduh, Ini kenapa ada nilai ulangan hariannya, Yang hancur begini?!" Seru Bu Susi.


"Siapa bu?" Tanya Sela, Dengan takut-takut.


"Ini ada 3 orang, Yang jawabannya nyeleneh dari soal!"


"Ibu akan panggil ketiganya sekarang"


Semua murid pun, Langsung tak karuan dengan jantung berdebar takut.


"Refal, Leo, Dan Lolly"


Leo dan Refal langsung terkejut dengan membelakkan matanya kaget.


"Kenapa kita bu?"


"Ini kenapa jawaban kalian bertiga sama?"


Mereka pun tidak bisa menjawab, Kecuali Lolly yang nampak biasa saja dan santai.


"Sebe-narnya, Kita nyontek bu" Jawab Refal terbata, Dengan menundukkan kepalanya.


"Nyontek dari siapa?" Tanya Bu Susi.


"Dari Lolly" Jawab Refal dan Leo dengan serempak.


"Lolly?, Ya ampun kalian ini. Dan kamu Lolly, Kamu dapat jawaban ini dari mana?"


"Dari malaikat raqib bu" Jawab Lolly dengan santainya, Membuat seisi kelas langsung cengo.


"Hah, Sudahlah kalian bertiga ibu remedial. Minggu depan ulangan lagi" Pasrah Bu Susi.


"Baik bu" Jawab mereka bertiga serempak.


"Lolly, Lo kenapa gak nyontek dari Langit sih?" Gerutu Leo.


"Gua mau jawaban gua sendiri"


"Tapi kan, Kita jadi di remedial"


"Udah gak papa sabar aja, Lain kali kita harus berpikir pakai dengkul jangan pake otak, Karna dengkul kita ngesot"


"Udahlah, Kita akui aja. Kalo kita itu bodoh" Seru Refal dengan pasrah.


"Eh, Belum tahu aja kalian, Kalau gua waktu pembagian otak. Gua berdiri di belakangnya Albert Einstein!" Seru Lolly yang tak terima, Di sebut bodoh.


"Pantas aja bodoh, Orang semua kepintarannya di embat sama si Albert, Sedangkan lo hanya dapat hikmahnya doang" Ucap Leo, Dengan penuh emosi.


"Nah itu tahu, Jadi santai aja lah" Ucap Lolly, Yang langsung membuat Leo dan Refal saling pandang. Dan ingin menangis, dengan Menjerit-jerit.

__ADS_1


__ADS_2