
Saat sudah menelpon Lolly, Langit di buat bingung dengan sikap kekasihnya. Kenapa bisa tiba-tiba marah, Padahal yang awal memancing Lolly. Pikir Langit.
"Langit?" Sapa Devgan, Paman Langit adik dari almarhum ayahnya.
"Eh paman" Sapa Langit dengan menyalami Dev.
"Kamu kenapa bengong di luar sampai gak masuk ke dalam rumah?" Tanya Dev, Yang merasa aneh dengan tingkah Langit.
Yah, Langit tinggal bersama Dev setelah ayahnya meninggal. Dan kejadian waktu dirinya di tinggal oleh Heni dan Laskar waktu kecil, Saat itulah Dev langsung merangkul Langit untuk di jadikan anak asuhnya. Walaupun sampai sekarang Dev belum menikah, Tapi jiwa seorang ayah pada diri Dev sangat menjiwai ketika mengasuh dan mendidik Langit sampai sekarang.
"Gak papa, Kok. Tadi Langit lagi mikirin tugas sekolah aja" Kilah Langit.
"Sekarang kamu masuk, Ganti baju, Trus makan. Nanti paman mau bicara sama kamu" Ucap Dev, Dengan berlalu pergi.
Langit langsung bingung dengan sikap pamannya kali ini, Karena melihat raut wajah Dev yang begitu serius tidak seperti biasanya suka bergurau.
"Kok paman Dev, Kayak aneh yah?" Batin Langit.
***
"Paman" Sapa Langit setelah selesai berganti baju dan makan, Langit langsung menghampiri Dev yang sedang berada di taman belakang rumahnya.
"Duduk" Jawab Dev datar.
Langit hanya menurut saja, Walaupun Sebenarnya ia merasa aneh dengan sikap pamannya tapi Langit mencoba untuk diam saja.
"Ada hal yang sangat penting yang mau paman bicarakan sama kamu Langit" Ucap Dev.
Langit masih diam, Dengan mendengarkan semua ucapan Dev yang nampak berat hati untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting padanya.
"Ini menyangkut almarhum ayah mu" Ucap Dev, Yang langsung membuat Langit terkejut.
"Apa paman?" Tanya Langit yang penasaran.
"Sebenarnya sangat berat hati bagi paman untuk memberikan suatu fakta yang baru perihal mendiang ayahmu, Tapi melihat keadaan mu yang sangat tersiksa dengan butuhnya kasih sayang dari orang tua. Paman akan memberi tahu satu hal padamu Langit, Jika ayahmu meninggal bukan karena kecelakaan. Dia di bunuh oleh musuhnya karena balas dendam"
"Pa-man.." Ucap Langit terbata karena masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Yah, Mungkin kamu tidak percaya. Tapi inilah kenyataannya, Dulu ayahmu mempunyai musuh yang sangat ambisius dalam bisnis sampai dia menjatuhkan perusahaan ayahmu yang langsung di ambang kebangkrutan. Ayahmu tidak terima akan hal itu, Dia marah. Tapi dia mencoba untuk menahan dirinya agar tidak membalas dendam, Tapi musuh ayahmu sudah kelewat batas. Setelah menghancurkan perusahaan ayahmu, Dia juga menghancurkan rumah tangga keluarga ayah mu Langit. Dia membuat ibumu pergi dengan membawa kembaran mu, Dan meninggalkan mu bersama ayahmu. Melihat itu ayahmu sangat frustasi, Dia mencoba mencari ibumu. Tapi hal itu di manfaatkan oleh musuh ayahmu, Dia menyabotase mobil ayahmu agar terjadi kecelakaan. Dan dia juga dengan sengaja menaruh bom di bagasi mobil ayahmu" Ucap Dev panjang lebar.
Langit langsung terdiam membisu, Ia mencoba menguatkan dirinya untuk tidak menangis. Kedua tangannya mengepal erat, Dengan mata yang mulai memerah.
__ADS_1
"Kamu harus menuntut balas Langit" Ucap Dev yang langsung membuat Langit menoleh padanya.
"Maksud paman?"
"Kau harus membalas perbuatan mereka yang telah membuat keluarga mu hancur juga harus kehilangan ayahmu dari kecil. Nyawa harus di bayar dengan nyawa Langit" Ucap Dev.
"Tapi paman, Aku bingung..."
"Kau harus belajar bela diri, Menembak terlebih kau harus jadi manusia yang tidak berperasaan" Ucap Dev datar.
"Tidak berperasaan?"
"Yah, Apapun nanti yang akan terjadi. Kau harus jadi manusia yang jahat demi menuntaskan rasa balas dendam ayahmu" Jawab Dev yang langsung membuat Langit bungkam.
***
"Ibu, Apa kita harus membawa ayam pak Toto kah?. Biar nanti kita punya alarm" Teriak Lolly yang sedang membereskan semua peralatan di rumahnya untuk pindah ke rumah Damian.
"Lolly diam!, Itu bukan ayam kita. Sudahlah jangan berisik, Cepat kemas semua barang-barang mu!" Teriak Lina yang sedang di dapur.
"Hahaha ada-ada saja yah tuan tingkah nona muda" Ucap Vano dengan terkekeh mendengar teriakan Lolly.
"Yah aku juga pusing mendengar suaranya yang terus berkicau dengan nada tinggi" Jawab Damian dengan memijit keningnya.
"Nama saya Vano nona"
"Eh eh, Nama ku Lolly bukan nona!" Ketus Lolly.
Sedangkan Vano hanya memasang wajah tertekkan nya pada Damian, Tapi Damian malah nyengir mendengar nama Vano yang di ubah menjadi Dono oleh Lolly.
"Ayah, Apakah di rumah baru kita nanti ada yang jual gajah?" Tanya Lolly yang langsung membuat Damian melotot kaget.
"Apa maksud kamu Liliana"
"Iya disana ada yang jual gajah nggak?"
"Nggak ada" Jawab Damian dengan sabar.
"Hah payah" Ucap Lolly dengan mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kamu mau gajah?" Tanya Damian.
__ADS_1
"Iya ayah"
"Buat apa?"
"Buat di sembelih, Nanti kan kita adakan acara tasyakuran rumah baru kita. Nah topingnya pake daging gajah yah biar awet dan banyak, Khusus untuk panti jompo" Ucap Lolly yang langsung membuat mulut Damian dan Vano menganga lebar.
"Daging gajah untuk panti jompo, Bukannya berkah malah buat warga resah" Batin Damian.
"Baru kali ini dengar orang yang ada niat bagus tasyakuran pake daging gajah, Apalagi khusus buat panti jompo. Ya tuhan selamatkan lah semua orang yang ada di panti jompo dari jangkauan anaknya bos saya" Batin Vano.
"Kok malah diem, Gimana yah. Setuju gak sama ide briliannya Lolly?" Tanya Lolly yang langsung membuat Damian tertekan.
"Ah I-ya. Itu bukan ide yang buruk" Jawab Damian yang langsung membuat Vano cengo.
"Bagus, Lolly bilang ibu dulu ah" Ucap Lolly dengan berlalu pergi ke dapur menghampiri Lina.
"Tuan..?" Ucap Vano yang melihat Damian masih tertekan.
"Jangan bicara lagi Vano, Aku sedang mengontrol kewarasan ku" Jawab Damian dengan duduk di kursi.
Mendengar jawaban dari Damian membuat Vano menahan tawanya.
"Sama anak sendiri udah kena mental, Giliran baku tembak aja pantang menyerah" Batin Vano.
***
"Ibu.." Teriak Lolly yang membuat Lina yang sedang cuci piring pun terkejut.
"Lolly!, Ibu sudah bilang jangan teriak-teriak. Nanti suara kamu berubah jadi suara kambing!"
"Ibu kalau ngomong suka sembarangan, Jangan kambing lah bu. Suara gorila aja biar bagus" Jawab Lolly yang langsung membuat Lina memutar bola matanya malas.
"Ada apa lagi?, Udah beresin barang-barang kamu?"
"Udah bu"
"Bagus kalau gitu" Jawab Lina dengan melanjutkan acara mencuci piringnya.
"Bu tadi Lolly udah sepakat sama ayah, Kalau nanti kita pindah kita harus ngadain tasyakuran rumah baru" Ucap Lolly yang langsung membuat Lina tersenyum kagum.
"Bagus, Anak ibu emang baik" Jawab Lina.
__ADS_1
"Iya, Tadi Lolly juga bilang sama ayah. Kalau pas tasyakuran nanti kita pakai daging gajah aja bu. Khusus untuk panti jompo" Ucap Lolly yang langsung membuat piring yang sedang di cuci Lina jatuh berserakan.