
Pagi hari yang cerah, Lolly langsung terbangun awal. Dan tidak terlambat seperti kemarin, Karna dari semalam ia sudah memikirkan rencana yang menguntungkan untuk di rundingkan.
"Hai, Selamat pagi ibuku yang cantik bahenol seperti Inul Darah Singa" Ucap Lolly dengan membungkukkan badannya setengah, Seolah menyambut ratu kerajaan.
Tapi bukannya mendapat balasan sapaan darinya, Ibu Lolly langsung menggetok dahi Lolly dengan centong nasi.
"Ini masih pagi Lolly, Jangan buat ibu naik darah" Ucap ibunya yang sedang mengaduk nasi uduk yang siap untuk di jual.
"Aduh,, Ibu kenapa sih getok Lolly lagi. Gimana kalo nanti Lolly amnesia trus gak inget sama alam semesta ini bu" Ibunya hanya memutar bola matanya malas mendengar ocehan Lolly.
"Bu, Biasanya Mang Ucok, Kalo pagi-pagi suka sarapan disini kan?" Tanya Lolly yang langsung membuat ibunya bingung.
"Iya, Emang kenapa kamu kangen sama mang ucok?" Goda ibunya dengan tersenyum jahil, Dengan menaik turunkan alisnya.
"Iya bu lagi kangen nih" Ucap Lolly dengan santainya.
Membuat ibunya terkejut dan membulatkan matanya, Karena niat ibunya tadi mau menjahili Lolly, Tapi kenapa jawaban Lolly seolah memang benar-benar merindukan mang ucok, pikir ibunya.
Setelah semua sudah siap, Lolly membantu ibunya membawa nasi uduk dan lauknya, Untuk di tempatkan di warung.
Lolly langsung kembali ke dalam rumah, Untuk bersiap memakai seragamnya.
"Tumben baru setengah enam, Udah siap pakai seragam, Biasanya kan jam tujuh" Ucap ibunya yang keheranan melihat Lolly sudah rapi pagi sekali, Sampai Lolly sudah menyiapkan tas dan sepatunya.
Lolly hanya tersenyum malu, Tanpa menjawab pertanyaan ibunya. Lolly duduk di bangku depan warungnya dengan mengayunkan kakinya.
Sampai ada seorang pelanggan yang membuat lamunan Lolly buyar seketika. Dan benar, Orang yang Lolly sudah tunggu tunggu dari tadi pun akhirnya datang. Lolly dengan antusiasnya melayani mang Ucok yang hendak sarapan nasi uduknya.
"Mang Ucok, Akhirnya datang juga. Udah dari tadi Lolly tungguin" Ucap Lolly dengan mengerucutkan bibirnya seolah sedang kesal.
Mang Ucok yang mendapat perhatian dari Lolly pun senang, Karna selama ini ia selalu menggoda Lolly, Tapi Lolly respon dengan tingkah Absurdnya yang kadang membuat Mang Ucok meringis takut, Tapi berbeda dengan sekarang.
"Iya, Ada apa toh, Nona Lolly sampe nungguin abang, Apa karna nona Lolly sudah membalas Cinta abang" Ucap mang Ucok dengan nada khas bicaranya seperti orang timur.
Lolly hanya menanggapinya dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
"Gak juga mang Ucok, Sebenarnya Ada yang mau Lolly omongin penting, Tapi nanti aja selesai Mang Ucok sarapan" Ucap Lolly dengan tersenyum malu malu dan menautkan tanganya dengan di goyang goyangkan.
Mang Ucok yang melihat tingkah Lolly pun, Membuatnya gemas dan mencolek lengan Lolly.
"Kalau begitu, Mamang Ucok pesan Nasi uduk yang spesial ya, Nona Lolly. Sambil temani makanya" Ajak Mang Ucok dengan tersenyum menggoda Lolly.
Lolly hanya mengangguk dan berlalu menghampiri ibunya, Untuk membuatkan pesanan Mang Ucok.
"Lolly, Sebenarnya kamu kenapa, Gak biasanya kamu mau dekat sama Mang Ucok. Apalagi sampe kamu tungguin kedatangannya, Atau kamu udah jatuh cinta sama Mang Ucok Lolly" Ucap Ibunya yang keheranan melihat tingkah Lolly yang berbeda.
Lolly dengan santainya menjawab pertanyaan ibunya dengan bersandar di bangku.
"Gapapa bu, Sebenarnya Lolly ada niat baik untuk kita" Celetuk Lolly membuat ibunya terkejut.
"Maksud kamu, Niat baik untuk kita, Apa Lolly, Kamu mau nikah sama dia" Tanya ibunya dengan menaikkan kedua alisnya.
"Ih, Ibu.vMasa langsung nikah sih, Bukan itu bu. Niat Lolly tuh pokoknya bener-bener baik dan menguntungkan untuk Lolly sama Mang Ucok" Ucap Lolly dengan mengambil pesanan Mang Ucok yang sudah ibunya siapkan.
Mang Ucok duduk dengan perasaan bahagia, Saat ini hatinya sedang berbunga-bunga. Karna tadi Lolly akan mengatakan sesuatu yang penting padanya, Dan menurutnya Lolly akan mengatakan cinta padanya.
Mang Ucok langsung kesemsem, Mendengar ucapan Lolly yang seolah menyemangatinya di pagi hari ini.
"Siap Nona Lolly, Abang akan terus penuh dengan stamina kuat, Buat hadapi dunia ini" Jawab Mang Ucok dengan semangatnya mengepalkan tanganya ke atas.
Lolly hanya mengangguk dan duduk di samping Mang Ucok.
"Cepet makanya Mang Ucok, Lolly mau ngomong penting. Ini keburu siang, Lolly mau sekolah" Ucap Lolly dengan menautkan ke dua alisnya menatap Mang Ucok.
Mang Ucok langsung menuruti ucapan Lolly,bIa dengan lahapnya memakan nasi uduk buatan ibunya Lolly.
"Nah gitu dong, Kalo Mang Ucok makanya banyak kayak gini. Nanti kalo Mang Ucok jadi babi kan, Bisa kuat dan mengahasilkan banyak uang" Ucap Lolly dengan tersenyum senang ke arah Mang Ucok.
Mang Ucok yang mendengar jelas ucapan Lolly pun tiba tiba tersedak.
Uhukkk,
__ADS_1
Uhukkk,
"Maksud Nona apa, Kenapa Nona samakan saya sama babi. Saya yang tampan begini gak terima di samakan sama Babi" Ucap mang Ucok dengan wajah keheranan.
Lolly menghela nafasnya dan berkata.
"Ih, Mang Ucok dikocok-kocok. Dengerin Lolly yang baik hati, Tidak sombong, Rajin menabung, Membantu makhluk hidup maupun mati, Halus maupun kasar, Dan berakhlak baik ini" Ucap Lolly dengan santainya, Membuat Mang Ucok mangut mangut kepala dan menurutinya.
"Lolly mau menawarkan sesuatu yang menguntungkan untuk kita, Dan bisa buat kita kaya raya" Ucap Lolly dengan semangatnya membuat Mang Ucok penasaran.
"Apa,yang menguntungkan nya?" Tanya Mang Ucok yang masih penasaran.
Lolly hanya tersenyum membuat mang ucok tambah penasaran lagi.
"Tapi, Mang ucok jawab dulu mau atau tidak?, Kalau mau berarti untung, Kalau gak mau ya berarti kepala mang Ucok akan buntung" Ucap Lolly dengan santainya bersidekap dada, Membuat Mang Ucok reflek memegang kepalanya.
"Waduh, Kenapa jika saya gak mau bisa buntung kepala saya Nona, Ini sungguh sangat mengerikan jika di tolak"
"Jadi mang Ucok mau kan?" Tanya Lolly yang langsung duduk tegap mengahadap Mang Ucok.Dan Mang Ucok langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.
Lolly langsung senang dan mengangkat kedua tanganya ke atas membuat Mang Ucok ikut melakukan apa yang Lolly lakukan.
"Yeyyyy" Ucap Lolly yang di ikuti Mang Ucok.
"Yaudah, Sekarang Mang Ucok duduk manis biar Lolly jelasin. Ok" Ucap Lolly dengan melingkarkan jari telunjuk dan jempolnya membuat huruf O.
Dan di ikuti oleh Mang Ucok dengan anggukan dan melingkarkan jari telunjuk dan jempolnya membentuk huruf O mengikuti Lolly.
"Jadi begini Mang Ucok, Sebenarnya Lolly punya bisnis yang menguntungkan untuk kita berdua. Bisnis ini harus di jalani dengan hati-hati dan berbagi tugas dengan kompeten, Yah. Disini tugas Lolly itu sebagai penjaga keamanan untuk Mang Ucok, Dan untuk tugas Mang Ucok yaitu menggeledah dan mencari barang-barang berharga, Termasuk juga telur ayam dan telur biawak" Ucap Lolly dengan serius, Tapi Mang Ucok masih Cengo, Karna belum mengerti dengan ucapan Lolly.
"Maksudnya, Ini gimana Nona. Saya belum paham" Jawab Mang Ucok dengan wajah bingungnya dan kening berkerut.
Lolly hanya menghela nafas kasar dan memijit pelipisnya.
"Jadi Mang Ucok Dikocok-kocok, Usaha yang akan kita jalani adalah menjadi Babi Ngepet. Untuk tugas saya yaitu Menjaga Lilinnya, Dan tugas Mang Ucok menjadi Babinya. Karna Mang Ucok sudah memasuki kriteria per babi ngepet an" Ucap Lolly dengan santainya membuat Mang Ucok membulatkan matanya kaget.
__ADS_1