Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Fikiran Lolly


__ADS_3

Lolly masuk ke dalam rumah dengan wajah kesalnya, Ia melihat ibunya masih belum sadar dan terbaring lemah di sofa. Lolly menghampirinya dengan langsung menggenggam tangan ibunya.


"Ibu kenapa belum sadar juga, Ayolah bu jangan prank Lolly kayak gini, Lolly gak salah bu. Tadi itu, Ibu terlalu menanggapi si bapak kerdil itu dengan serius, Padahal dia cuma mau ngerjain ibu aja. Ibu tenang aja, Lolly akan balas tuh si bapak kurcaci dan mencarinya sampai dapat. Lalu kita jadikan tumbal aja bu, Kan lumayan nanti warung nasi uduk ibu jadi tambah rame" Ucap Lolly dengan mengerucutkan bibirnya dan memainkan jari ibunya.


Tanpa Lolly sadari Langit ikut masuk ke dalam rumahnya dan mendengar semua yang Lolly ucapkan, Langit hanya bisa menahan tawa mendengar Lolly yang mengoceh.


Ibunya yang mendengar semua ocehan Lolly pun langsung tersadar dan melenguh.


"Eughh,,Lolly" Lirih ibunya dengan meraba raba kepa Lolly.


Lolly yang tadinya menunduk pun, Langsung menegakkan badanya dan memeluk ibunya dengan erat.


"Ibu, Kenapa ibu tadi pingsan atau gara-gara ibu terhipnotis sama si kurcaci itu bu" Tanya Lolly dengan melepas pelukannya dan menatap ibunya dengan tatapan polos.


Lina hanya memutar bola matanya malas, Karna kondisinya sedang begini pun Lolly masih saja bertingkah absurd.


"Bukan ibu yang kena hipnotis, Tapi kenapa kamu malah buat masalah sama pelanggan ibu hah, Mau warung ibu gak laku dan kamu gak bisa makan" Ucap Lina dengan tatapan tajam Lolly.


Lolly hanya menaikkan sebelah alisnya, Bukannya merasa takut, Tapi Lolly malah tanpa berdosanya santai dan menggelengkan kepalanya.


"Ya nggak lah bu, Kalau ibu gak jualan nanti kita gak ada kegiatan bu. Trus gimana nasib pelanggan ibu yang ususnya udah kecanduan Nasi uduk buatan ibu" Ucap Lolly dengan santainya menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.


Lina yang hendak menjawab ucapan Lolly pun terhenti, Karna masih melihat keberadaan langit yang kini sedang menyimak ibu dan anak yang sedang berdebat.


"Nak Langit, Ternyata kamu masih disini. Maaf ya, Baru sehari kamu temenan sama Lolly, Udah liat tingkah absurdnya, Kalau kamu udah merasa frustasi gapapa kok, Ibu maklum. Kalo kamu gak mau temenan lagi sama Lolly" Ucap Lina dengan entengnya membuat Langit hanya mengerenyitkan keningnya bingung.


Lain, Dengan Lolly yang langsung terkejut lalu menengok ke arah ibunya yang sedang tersenyum ke arah Langit.


"Gapapa bu, Saya bukan cari teman karna ada apanya kok, Saya menerima siapa saja yang mau berteman baik dengan saya. Meskipun Lolly bertingkah seperti itu, Malah buat saya penasaran dan ingin berteman baik dengan Lolly bu" Ucap Langit yang membalas senyum Lina.

__ADS_1


Lina hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja dengan membatin


"Sekarang kamu penasaran, Tapi jika tau sudah lebih dalam tingkah anak ini maka kamu akan kewalahan" Batin Lina yang kini mengalihkan pandangannya ke arah Lolly yang kini juga sedang menatap Lina dengan wajah Cengo nya.


Bughh,,


Lina memukul kepala Lolly dengan bantal karna Lolly terus  saja bengong, Membuat Lina geregetan ingin menyadarkan Lolly. Lolly yang di timpuk bantal pun kini mengaduh dan mendramatisir seolah kesakitan.


"Aduhh, Ibu ngapain mukul Lolly pakai bantal sih. Langsung sakit ni ke leher Lolly aduhh" Ucap Lolly dengan memegang perutnya membuat Langit heran dan bertanya.


"Sebenarnya yang sakit yang mana, Kan yang di timpuk ibu lo itu kepala, Kenapa yang sakit leher. Trus buat apa lo pegang-pegang perut" Tanya Langit yang keheranan dengan tingkah Lolly.


Berbeda dengan Lina, Ia yang sudah tau tingkah Lolly pun hanya memutar bola matanya malas. Melihat tingkah anaknya yang beda tipis setipis tisu di bagi dua, Yang mirip dengan drama Lolly, Bukan Queen.


"Iya ini aduhhh, Sakit banget saudaranya awan. Gua gak tau kenapa aduhhh" Ucap Lolly yang terus mengaduh.


Langit masih saja bingung harus berbuat apa melihat Lolly yang terlihat benar benar menahan sakit, Lina pun yang akhirnya khawatir langsung bertanya ke anaknya.


"Iya deh bu beneran ini, Kayaknya Lolly sakit tenggorokan deh bu" Ucap Lolly dengan santainya melepas tangan dari perutnya dan berjalan santai mengambil air minum.


Sedangkan Lina dan Langit langsung menatap cengo ke arah Lolly dengan mulut terbuka.


Hari sudah mulai sore dan sebentar lagi akan maghrib, Langit langsung saja berpamitan ke ibunya Lolly. Tanpa berpamitan ke Lolly, Karna Lolly tidak tau kemana belum menampakkan diri setelah drama sakit tenggorokan tadi.


"Bu, Saya pamit pulang dulu, Makasih tadi udah ibu kasih gratis nasi uduknya, Semoga jualan ibu makin laris dan berkah ya bu" Ucap Langit dengan sopan dan mengahampiri Lina yang sedang duduk untuk menyalaminya.


"Iya sama sama nak, Ammin. Semoga ajah ya nak Langit. Oh iya, Si Lolly nya kok malah gak muncul-muncul, Padahal kamu mau pamit pulang juga" Ucap Lina yang terus menatap ke arah dapur melihat keberadaan Lolly, Tapi masih belum muncul.


"Gapapa bu, Mungkin dia kecapean. Saya permisi dulu bu" Ucap Langit dengan melangkah pergi keluar dan menaiki motornya.

__ADS_1


Lina langsung beranjak dari duduknya, Karna ingin membereskan warung dan menutupnya.


Sedangkan Lolly yang kini sedang duduk termenung di atas kasur, Ia kini sedang berfikir karna ucapan ibunya yang tadi di ucapkan ke Langit.


"Emang gua kenapa sih, Trus tingkah gua kenapa, Perasaan gua baik, Akhlak gua juga bagus, Saling menghormati, Menghargai, Memanusiakan manusia, Dan peri kehewanan juga. Tapi kenapa tadi ibu bilang ke Langit jika Langit frustasi sama gua boleh jauhi gua, Hem mencurigakan" Gumam Lolly dengan mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuk.


"Ah udahlah, Bikin kepala gua mau pecah aja. Mending sekarang gua mikir gimana caranya ngepet, Tapi gua gak mau jadi babinya. Atau gua tawarin aja besok sama Mang Ucok, Siapa tau dia tergiur sama tawaran gua" Ucap Lolly dengan tersenyum-senyum sendiri.


Tok,


Tok,


Tok,


"Lolly ini ibu, Buka pintunya" Ucap Lina dengan terus mengetuk pintu kamar Lolly, Lolly langsung beranjak dari kasur dan menemui ibunya.


Ceklek


"Ada apa, Ada apa, Ada apa sekarang. Sekarang ada apa, Ada apa sekarang" Ucap Lolly sembari bernyanyi di hadapan ibunya.


Sedangkan, Ibunya langsung terkikik geli melihat tingkah Lolly, Yang kadang menjengkelkan tapi juga menghibur dirinya.


"Kamu ini, Itu tadi teman kamu nak Langit, Pamit pulang tapi kamu malah gak keluar kamar dari tadi" Ucap ibunya.


Dengan masuk ke kamar dan duduk di samping ranjang Lolly. Lolly hanya menganggukan kepalanya dan menjawab.


"Tadi itu, Lolly lagi kepikiran sesuatu yang menguntungkan bu." Ucap Lolly dengan tersenyum ke arah Lina, Membuat Lina mengerutkan keningnya bingung.


"Maksud kamu, Sesuatu yang menguntungkan apa Lolly"

__ADS_1


"Tadi tuh, Aku lagi mikir. Gimana Caranya jadi babi ngepet, Tapi aku gak mau  jadi babinya. Trus aku mikir lagi dong, Gimana kalau Mang Ucok aja. Kan serasi tuh sama mukanya. jadi, Ini sesuatu yang menguntungkan kan bu" Ucap Lolly dengan antusiasnya, Membuat Lina sakit kepala dan hanya bisa memijit pelipisnya, Melihat tingkah Lolly.


__ADS_2