
Setelah jam pelajaran selesai, Semua murid di kelas 11 ips 1 pun beristirahat, Lolly pun ke kantin untuk membeli minuman dingin, Karna merasa haus.
"Huftt, Langit ke kantin yuk, Beli minuman yang seger" Ucap Lolly
"Hm" Balas Langit, Hanya berdehem dan berlalu pergi meninggalkan Lolly.
"Lah kok, Malah di tinggal. Sue" Seru Lolly.
Setelah sampai di kantin, Lolly langsung memesan bakso dan minuman.
"Katanya cuman haus, Kok malah pesen bakso?" Ucap Langit, Dengan kening berkerut.
"Lapar langit, Lo tau gak?, Kalo gua tuh belum makan dari orok"
"Terus?"
"Makanya gua lapar sekarang"
"Bukannya tadi lo sarapan?"
"Hehe, Itu mah beda"
"Apanya yang beda?"
"Kalo itu tadi, Kalo sekarang yah beda lagi"
"Serah" Ucap Langit, Yang pusing dengan ucapan Lolly.
"Traktir yah Langit" Pinta Lolly, Dengan menampilkan pup eyes.
Langit menoleh ke arah Lolly, Yang sedang menangkupkan ke dua tanganya, Dengan mata yang memohon, Yang di kedip-kedipkan.
"Gak usah Sok imut gitu. Lo jelek !"
"Ish, Yaudah gua mau samperin Laskar aja ah"
"Buat apa?"
"Yah, Buat minta di traktir. Kalo sama lo kan pelit, Mana galak lagi"
"Emang Laskar, Sekolah disini?"
"Enggak" Jawab Lolly dengan polosnya menggelengkan kepala.
"Yaudah sana susul tuh si Laskar pelangi" Jawab Langit dengan ketusnya.
"Ih lo tega banget sih Langit, Gua mau nya sama lo. Kenapa lo malah minta gua pergi, Hiks" Ucap Lolly, Yang mendramatisir.
"Ck, Drama"
"Lo jahat!, Gua ngambek sama lo"
"Gak peduli"
"Gua pergi nih"
"Hm"
"Gua beneran pergi nih"
Langit tidak menjawab, Ia malah menatap Lolly datar, Seolah tidak peduli.
"Ih Langit mendung, Lo tahan gua dong!"
"Gak"
"Yaudah, Gua pergi" Ucap Lolly, Dengan menundukkan kepalanya berjalan gontai.
Lolly berjalan menunduk, Sampai tidak tahu, Ia akan menabrak seseorang.
Bruk..
Lolly terjatuh bersamaan dengan orang yang di tabrak nya.
"So-rrry gua gak sengaja, Lo gak papa kan?"
"Heem, Gua gak papa" Jawab Lolly yang masih menunduk dengan mulut yang cemberut.
"Lo, Lolly kan?"
__ADS_1
Lolly langsung mendongak ketika namanya di sebut, Dia mengerutkan keningnya, Mengingat seseorang yang barusan ia tabrak.
"Oh iya, Lo yang waktu itu gua tubruk kan?"
"Haha, Kayak dugong aja pake tubruk-tubruk segala"
"Hehe, Emang bener gua tubruk lo kok"
"Eh nama lo siapa?, Trus kenapa lo tahu nama gua?, Dan lo di kelas mana, Kok gua gak tahu"
"Ck, Satu-satu nanya nya, Gua bingung.
Nama gua Geno, Gua tahu nama lo, Yah Karna lo tuh terkenal sebagai cewek Absurd kan, Gua di kelas 11 ipa 1"
"Oh gitu, Tapi biarpun gua Absurd, Gua bisa mencintai seseorang dengan serius kok"
"Masa?"
"Iya, Seperti sekarang, Gua mulai sayang sama lo"
"Ha?" Jawab Geno, Dengan wajah cengo nya.
"Kalo lo gak percaya, Yaudah gua buktiin"
"Buktiin pake apa?"
"Sekarang lo traktir gua dulu, Gimana?"
"Alasan lo, Gak usaha bawa-bawa rasa sayang, Bilang aja mau gua traktir"
"Hehe, Tuh tahu"
Geno, Hanya memutar bola matanya malas. Berbeda dengan Lolly yang tersenyum dengan reflek menggandeng tangan Geno.
"Eh.." Geno pun, Terkejut ketika Lolly menggandeng tanganya tiba-tiba.
"Kenapa?" Tanya Lolly dengan polosnya, Geno pun langsung mengangkat tangannya yang di gandeng Lolly.
"Lo gak mau gua gandeng yah?" Tanya Lolly, Yang paham dengan maksud Geno.
"Gak juga, Cuman gua gak enak aja diliatin orang-orang"
"Ha?"
"Hehe, Canda Geno"
Geno pun hanya terkekeh, Dengan sikap Lolly yang lucu, Meskipun baru kenal, Tapi Lolly tidak canggung sama sekali pada Geno, Membuat Geno merasa tertarik pada Lolly.
Sedangkan Langit yang dari tadi menyaksikan Lolly dan Geno pun, Mengeram marah. Tatapan tajamnya, Terus menatap ke arah Lolly dan Geno.
"Hay,,Sayangku Langit" Pekik Bella, Yang datang tiba-tiba, Langsung duduk di samping Langit.
Lolly pun reflek melihat ke arah Bella, Yang duduk berdampingan dengan Langit.
"Cih, Siluman kuyang. Dasar Gatel, Butuh di garuk pake gergaji kayaknya tuh orang" Batin Lolly, Yang memicingkan matanya melihat ke arah Bella.
Langit yang merasa, Bahwa Lolly sedang memperhatikannya pun langsung tersenyum, Langit mengira bahwa Lolly sedang kesal karna Bella mendekatinya.
"Hem, Hay Bella" Balas Langit dengan tersenyum tipis.
"Ha,, Ka-mu beneran balas sapaan aku" Pekik Bella dengan tersenyum senang.
"Hm" Jawab Langit, Dengan tatapan yang tak lepas dari Lolly.
Sedangkan Lolly, Hanya Mengedikkan bahunya acuh. Seolah tak peduli, Meskipun di hatinya ingin sekali, Memutilasi Bella.
Berbeda dengan Langit, Yang berharap jika Lolly akan marah atau cemburu ketika Langit dekat dengan Bella, Tapi sayang. Lolly malah acuh dan asik mengobrol dengan Geno, Membuat Langit semakin kesal dan memilih pergi.
"Loh, Sayang kamu mau kemana?, Kok malah pergi sih , Langit" Seru Bella.
Langit tak peduli, Karna kini ia sedang kesal pada Lolly. Dan Langit memilih untuk pergi ke rooftop sekolah.
"Huft, Kenapa gua kesel yah, Liat Loly deket sama cowok lain. Bahkan tadi Lolly bawa-bawa nama si Laskar gua langsung kesel. Apa jangan-jangan, Gua suka sama Lolly" Batin Langit.
"Ah masa iya, Gua suka sama cewek tengil kayak Lolly sih.Tapi, Perasaan gua gak bisa bohong, Kalau gua cemburu liat Lolly deket sama cowok lain"
"Argh" Langit berteriak dengan kencang, Dan mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
***
__ADS_1
Berbeda dengan Langit yang sedang kesal, Kini Lolly malah sibuk mengobrol dengan Geno.
"Geno, Kenapa lo milih masuk kelas ipa, Emang lo bisa belajar pelajaran alien?"
"Ha, Maksud lo?"
"Iya itu, Kan kalo di ipa ada pelajaran apa namanya Karmia?"
"Haha, Bukan karmia. Tapi kimia Lolly"
"Nah itu tuh"
"Sebenarnya, Gua terpaksa sih masuk ipa. Soalnya nyokap gua maksa banget, Katanya biar nanti gua bisa jadi dokter"
"Oh gitu, Kalo masuk ipa bisa jadi dokter. Trus kalo masuk ips bisa jadi Satpol-PP ?"
"Gak tahu juga, Mungkin lo bisa jadi tukang urut"
"Ah gak mau, Kata Langit waktu itu. Suara gua bagus, Udah pantes jadi vokalis katanya"
"Vokalis apa emangnya?"
"Tahu bulat"
Setelah mendengar jawaban Lolly, Geno langsung terdiam seribu bahasa. Entah apa yang harus di lakukannya saat ini, Untuk menanggapi ucapan Lolly. Mau ngakak takut Lolly sakit hati, Mau memberi dukungan, Tapi lebih takut Lolly beneran jadi vokalis tahu bulat.
"Hem, Gua boleh denger lo nyanyi?" Tanya Geno, Dengan takut-takut.
"Oh, Boleh-boleh"
"Bapak ku kawin lagi,
Aku di tinggalin,
Aku sakit hati,
Ibuku di duain,
Ibuku minta cerai,
Tapi di pukuli,
Bapakku penghianat,
Ibuku di bohongi,
Lelaki kardus,
Lelaki karpet,
Lelaki kencrot,
Lelaki bangkrut,
Lelaki mencret,
Lelaki karbet,
Lelaki bangsat"
Lolly bernyanyi, Dengan menunjuk-nunjuk wajah Geno, Dan wajah-wajah semua cowok yang berada di kantin, Sontak semua murid pun tercengang dengan mulut terbuka. Menatap Lolly, Terutama para cowok.
"Eh," Reflek Geno, Ketika Lolly menunjuknya di akhir lagu yang Lolly nyanyikan.
"Jadi gimana?" Tanya Lolly,
Geno masih Cengo dengan aksi Lolly yang bernyanyi barusan, Membuat mentalnya sangat tertekkan.
"Gimana apanya?" Tanya Geno.
"Yah, Gimana suara gua. Bagus kan, Pasti nanti gua bisa duet sama Selena Gomez " Seru Lolly.
Sementara Geno, Hanya bisa tersenyum dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ayo jawab, Suara gua bagus gak?"
"Iya bagus, Serak-serak Berserakan" Ucap Geno, Dengan polosnya.
Lolly langsung tersenyum senang, Karna Geno mengakui suara Lolly bagus.
__ADS_1