Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Maaf Elena


__ADS_3

"Ka-mu" Tunjuk Lina pada orang tersebut.


Orang tersebut pun sama terkejutnya dengan Lina, Terlebih pencariannya selama ini sungguh membuahkan hasil baginya.


"Elena, Kamu Elena kan?" Tanya Orang tersebut dengan menunjuk balik Lina.


Lolly yang merasa heran Dengan interaksi antara Lina dan orang tersebut, Pun bertanya pada Lina.


"Ibu, Siapa dia?, Ibu kenal om ini?" Tanya Lolly.


Lina hanya diam tak mampu menjawab, Pertanyaan Lolly.


"Dia pasti Liliana kecil, Dia..."


"Cukup!"


"Kamu salah orang, Kita tidak saling kenal. Ayo Lolly kita pulang" Ajak Lina, Dengan wajah penuh kekhawatiran.


Saat Lina akan menarik Lolly, Orang tersebut malah menarik tangan Lina dan Lolly bersamaan, membuat Lina dan Lolly, Kembali Berbalik badan.


"Tunggu Elena, Kenapa kamu menghindar?, Selama ini aku mencari kamu, Aku selalu berusaha untuk menemukan mu. Tapi kenapa sekarang kau malah tidak mengenaliku, Kamu pasti bohong kan?" Tanya orang tersebut pada Lina.


Lina masih diam, Dia tidak menjawab pertanyaan dari orang tersebut. Lina malah memalingkan wajahnya dari orang tersebut.


"Lolly, Kamu tunggu di tukang ketoprak itu yah. Sekalian kamu makan, Ibu ada urusan dulu" Ucap Lina, Dengan menyerahkan uang pada Lolly.


Lolly hanya diam dan menurut apa yang Lina suruh, Karna Lolly paham. Mungkin ini masalah pribadi untuk ibunya selesaikan.


"Sebenarnya orang itu siapa?, Atau mantan ibu waktu masih gadis?, Ganteng juga tuh om-om. Bisa kali jadi sugar Daddy hehehe" Gumam Lolly, Yang berjalan ke arah tukang ketoprak.


"Pak jual apa pak?" Tanya Lolly, Pada tukang ketoprak.


"Jual ginjal kucing neng" Jawab kang ketoprak yang menatap Lolly malas.


"Wah kebetulan dong pak, Saya lagi butuh nih. Ginjal saya kan sisa setengah pak, Bisa kali di tambal pake ginjal kucing"


"Tambal-tambal matamu!" Seru kang ketoprak, Yang mulai kesal pada Lolly.


"Yeh si bapak, Bukan mata saya yang mau di tambal pak. Tapi ginjal saya, Bapak suka ngaco deh. Apa jangan-jangan bapak mabok toge?"

__ADS_1


"Terserah kau lah, Mau apa kau kesini?, Kalau cuma tanya-tanya sana pergi, Saya sibuk" Ketus kang ketoprak.


"Saya mau beli ketoprak rasa stroberi yah pak satu" Ucap Lolly, Yang langsung membuat kang ketoprak cengo.


"Adek manis, Disini gak ada ketoprak varian rasa yah. Kalo mau sana kamu beli aja bubur ayam rasa alpukat" Ucap kang ketoprak, dengan menampilkan Senyuman tertekan.


"Ih si bapak, Kalo ngomong suka ngelantur. Dimana ada bubur ayam rasa alpukat" Jawab Lolly, Dengan Terkekeh.


"YA SAMA JUGA, KETOPRAK JUGA GAK ADA VARIAN RASANYA!. SEBENARNYA KAMU INI MAU BELI ATAU MAU NGAJAK RIBUT SAYA!" Teriak kang ketoprak yang mulai frustasi.


Sampai semua pelanggan yang sedang makan ketoprak pun, Melongo dan ikut panik.


"Ada apa pak?, Kenapa teriak-teriak?" Tanya tukang parkir yang menghampiri kang ketoprak.


"Bapak ini lagi nahan sakit ambeien nya kali pak" Ucap Lolly dengan santainya.


Sedangkan kang ketoprak hanya bisa menangis, Dengan kadang-kadang tertawa. Membuat orang-orang mengira kang ketoprak adalah orang gila.


Padahal kang ketoprak sedang menangis karna Frustasi dengan Lolly, Dan Tertawa karna menertawakan kehidupannya yang begitu pahit, Dengan di uji kedatangan pelanggan yang Absurd.


"Wah harus di bawa konsultasi ke psikolog ini mah pak" Ucap Lolly, Yang Langsung membuat tangisan kang ketoprak makin sesenggukan.


***


"Elena, Kamu kenapa berubah?, Kenapa kamu gak bilang sama Liliana kalau aku ini ayahnya?, Apa selama ini kamu belum memberi tahu dia tentang aku?" Cerca orang tersebut.


"Cukup Damian!, Iya kamu memang benar, Aku belum memberi tahu tentang mu pada Lolly. Karna itu hak ku bukan hak mu"


"Apa maksudnya ini Elena?, Aku juga ingin memeluk anakku, Aku ingin berkumpul dengan mu dan dia. Menjadi keluarga yang seutuhnya kembali Elena"


Lina hanya diam, Tidak mampu menjawab.


"Sebegitu kecewanya kah kamu padaku Elena?" Tanya Diam, Dengan menatap sendu Lina.


"Iya aku kecewa sama kamu Damian, Kamu egois, Kamu pembohong!" Ucap Lina dengan terisak menangis.


"Maafkan Aku Elena" Lirih Damian, Dengan menundukkan kepalanya.


"Jangan cari aku, Dan jangan ganggu hidup aku lagi Damian" Ucap Lina, Di sela tangisannya.

__ADS_1


"Kenapa Elena?, Apa kamu tidak mau bersatu lagi denganku?, Memperbaiki hubungan kita dari awal kembali?" Tanya Damian.


"Jika kamu ingin aku kembali padamu bersama Lolly. Kamu harus meninggalkan dunia mafia mu itu Damian!, Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi, Hanya karna kau adalah seorang mafia!"


"Tapi Elena aku.."


"Aku apa!, Pasti kau tidak akan bisa kan?, Aku tidak mau kembali padamu, Jika kau masih menjadi mafia" Ucap Lina datar.


"Maafkan aku Elena, Aku tidak bisa. Jika aku mundur dalam dunia mafia, Maka semua musuhku akan menyerang ku dan mereka mengira aku adalah orang lemah" Jawab Damian, Yang kekeh.


"Jangan ganggu aku lagi Damian, Sudah cukup aku kehilangan anakku yang pertama. Karna perbuatan mu itu, Dan aku tidak ingin hal itu terjadi pada Lolly" Ucap Lina.


"Elena tolong beri aku waktu, Aku mau menebus semua kesalahanku di masalalu padamu. Dan aku juga sudah membalaskan kematian anak kita, Elena" Ucap Damian, Yang membuat Lina terkejut.


"Apa kau membunuhnya?" Tanya Lina


"Ya aku membunuhnya, " Jawab Damian, Dengan sorot mata yang penuh kebencian.


"Tapi, Aku belum puas. Karna aku belum menemukan anaknya" Lanjut Damian, Yang lagi-lagi membuat Lina tersentak kaget.


"Untuk apa Damian, Sudah cukup. Perbuatan buruk mu itu harus di hentikan, Balas dendam tidak ada gunanya Damian, Kau harus ingat. Lolly juga anakmu, Jika musuh mu tahu tentang Lolly, Mungkin saja Lolly akan dalam bahaya. Kau juga tak mau itu terjadi kan?"


"Sudahlah, Kubur rasa dendam mu itu. Jangan kau membunuh anak dari Regan, Mereka tidak bersalah" Ucap Lina.


"Akan aku usahakan " Jawab Damian dengan dingin.


"Sekarang aku pergi dulu, Lolly sudah menunggu ku" Pamit Lina.


Baru saja melangkah, Tangan Lina di cekal kembali oleh Damian.


"Aku mau bertemu dengannya Elena, Tolong izinkan aku untuk dekat dengan anakku" Pinta Damian.


"Aku berjanji, Tidak akan memberi tahukan yang sebenarnya, Pada dia"


"Justru kau harus mengatakan yang sebenarnya pada dia Damian" Jawab Lina dingin, Yang membuat Damian terkejut.


"Kenapa?"


"Karna cepat atau lambat, Dia akan mencari tahu sendiri. Sebelum kita menyesal karna telah menutupi ini semua, Kita harus menjelaskan yang sebenarnya pada Lolly"

__ADS_1


"Aku takut dia tidak mau menerima ku Elena" Lirih Damian, Dengan wajah yang sedih.


"Itu pasti akan terjadi, Karna ini semua salah kita Damian. Semoga Lolly mengerti dengan semua ini" Ucap Lina, Yang langsung di angguki Damian.


__ADS_2