
Setelah selesai berbicara dengan Damian, Lina pun mengajak Damian untuk menemui Lolly yang berada di tukang ketoprak.
"Kok rame banget pelanggannya yah?" Gumam Lina, Yang di dengar oleh Damian.
"Mungkin kang ketoprak nya pake penglaris" Jawab Damian dengan santainya.
Setelah sampai di tukang ketoprak, Banyak pasang mata yang melihat Damian dan Lina. Karna melihat penampilan Damian yang begitu, Berwibawa dengan setelan jas warna hitamnya, Dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
"Kamu ini gimana sih, Jadi pembeli kok malah buat keributan. Untung bapak ini cuma frustasi doang, Gimana kalau dia sampai serangan ginjal!" Ucap Ibu-ibu pada Lolly.
"Maaf bu saya gak sengaja, Tadi itu awalnya saya mau tanya-tanya tentang keseharian nya mang komar kok. Eh mang komar malah marah-marah gak jelas sama saya" Ucap Lolly, Dengan membela dirinya.
"Gimana gak marah, Pertanyaan kamu itu di luar nalar. Yah pantes aja, Mang komar sampai kena mental begitu" Seru ibu-ibu itu yang terus menyudutkan Lolly.
"Yeh si ibu, Saya kan udah minta maaf. Gimana sih, Nih yah bu dengerin. Yang di atas aja maha pemaaf, Masa ibu nggak"
"Karna saya yang di bawah" Jawab sang ibu, Yang langsung membuat Lolly cengo.
Lina dan Damian yang melihat keributan pun, Langsung menghampiri Lolly. Lina sudah tahu siapa yang Berulah dan membuat kesalahan disini, Siapa lagi jika bukan Lolly anaknya.
"Lolly ada apa ini?, Kamu buat kesalahan yah?" Tanya Lina, dengan memegang bahu Lolly.
Lolly langsung berbalik menghadap Lina.
"Huhu, Ibu aku sedih bu. Disini aku di salahin sama mereka, Karna mang komar frustasi bu" Ucap Lolly, Dengan pura-pura bersedih.
"Siapa yang buat kamu sedih?" Tanya Damian dengan nada dinginnya.
Lolly langsung mendongak menatap wajah Damian, Yang terlihat sangat menawan dengan tampilannya yang berwibawa.
"Om ganteng, Wah ibu pacaran sama om ganteng ini bu?, Atau om ganteng ini buat jadi sugar Daddy nya Lolly?" Tanya Lolly yang masih menatap wajah Damian.
Damian hanya tersenyum tipis, Melihat tingkah Lolly yang tengil.
Tuk
Lina pun, Menjitak kepala Lolly. Karna sudah berbicara sembarangan.
"Kamu ini bicara apa sih, Urusan om itu biar nanti ibu jelasin sama kamu. Sekarang kamu minta maaf sama mang komar" Suruh Lina pada Lolly.
"Yah ibu, Ibu juga sama kayak mereka nyalahin Lolly?"
"Lah iya, Kan emang kamu yang bersalah disini"
"Yaudah deh" Ucap Lolly dengan mengerucutkan bibirnya, Lalu menghampiri mang komar yang sedang di tenangkan kang parkir.
__ADS_1
"Mang komar" Sapa Lolly, Yang hanya di balas tatapan malas dari mang komar.
"Maafin Lolly yah, Udah buat mang komar Frustasi" Ucap Lolly, Dengan menundukkan kepalanya, Dengan kaki yang di ayun-ayunkan menendang batu kecil.
"Lolly sadar, Kalau yang tadi Lolly tanyakan membuat mang komar pusing, Lain kali Lolly janji deh. Kalo nanti Lolly ikut ke pasar lagi sama ibu, Lolly gak akan buat mang komar frustasi lagi"
Pletak
Sampai tak sengaja, Batu kecil yang Lolly tendang, mendarat di dahi mang komar. Membuat mang komar langsung mengaduh sakit.
"Aduh jidat mahal saya, Kamu ini gimana sih. Barusan aja minta maaf, Sekarang kamu udah buat salah lagi sama saya. Kamu harus ganti rugi, Karna sudah membuat jidat mahal saya benjol" Seru mang komar.
"Maaf mang komar, Lolly gak sengaja lagi. Yang salah bukan Lolly tapi batunya aja, Siapa juga yang naro batu di situ" Jawab Lolly, Yang masih mengelak.
"Alasan!, Saya gak mau tahu. Kamu harus ganti rugi!" Seru mang komar.
Melihat mang komar yang semakin marah, Lina dan Damian pun ikut menghampiri mereka.
"Saya yang akan ganti rugi, Berapa harga jidat mang komar perjengkalnya?" Tanya Damian, Membuat seluruh orang di sana tercengang, Termasuk Lolly dan Lina.
"Tuh kata om ganteng mau ganti rugi, Ayo sini kepala mang komarnya. Biar Lolly ukur perjengkal" Ucap Lolly, Yang menarik tangan mang komar.
Mang Komar pun, Membuka topinya. Dan menampilkan kepala yang setengah botaknya.
"Wah jidat mang komar cerah juga yah, Secerah cahaya api neraka" Ucap Lolly.
"Ayo mau di ukur pakai apa?, Meteran, penggaris, Atau pake jangka aja?" Tanya Damian dengan santainya. Membuat Lina Menganga.
"Pakai cangkul aja lah, Biar simple" Jawab Lolly.
"Bener-bener nih, Bapak sama anak. Sama-sama satu frekuensi Absurd nya" Batin Lina yang tertekan, Melihat tingkah Lolly dan Damian.
"Cangkul-cangkul, Kamu mau bacok saya hah!" Seru mang komar, Dengan mata melotot.
Lina pun merasa jengah dengan perdebatan antara mereka. Lalu Lina langsung mengeluarkan beberapa lembar uangnya, Dan di berikan pada mang komar.
"Maafin anak saya yah mang komar, Ini sebagai ganti rugi karna jidat mang komar benjol" Ucap Lina.
"Lolly minta maaf" Suruh Lina, Yang langsung di angguki Lolly.
"Maafin Lolly mang komar, Lain kali mang komar pakai helm yah, Kalo kemana-mana. Takut kepala mang komar lepas karna di patuk kadal" Ucap Lolly, Membuat mang komar bingung.
Sebenarnya Lolly meminta maaf atau malah mencaci nya , Pikir mang komar.
"Iya gapapa, Saya sudah memaafkan kamu. Lain kali jangan begitu, Karna kamu gak tahu setiap orang punya tekanan pikiran masing-masing, Dan masalah hidup yang rumit. Yang kamu gak tahu, Urusan jidat saya juga udah gapapa. Masalah benjol tinggal nanti di kompres aja sama uang ini" Ucap Mang Komar, Menasehati Lolly. Dengan membeberkan uang yang di berikan Lina barusan.
__ADS_1
Lolly hanya mangut-mangut dengan menatap polos mang komar.
"Iya deh, Lolly paham sekarang. Mang komar cepet sembuh yah, Jangan banyak pikiran lagi, Nanti lubang hidung mang komar ilang satu" Ucap Lolly.
"Iya, Sekarang kamu pulang yah, Sama ibumu. Saya mau istirahat dulu, lama-lama sama kamu buat saya jadi gila"
"Baiklah, Dadah mang kumur-kumur" Ucap Lolly, Dengan melambaikan tangannya pada mang komar.
Mang komar hanya melongo, Mendengar Lolly yang mengejek namanya menjadi kumur-kumur.
"Ayo buk, Kita pulang" Ajak Lolly, Pada Lina yang di ikuti Damian.
"Loh, om ganteng juga ikut kita pulang bu?" Tanya Lolly, Pada Lina.
Lina hanya diam, Lalu mengalihkan tatapannya pada Damian seolah meminta jawaban.
"Saya akan mengantarkan kalian pulang" Ucap Damian.
"Pake mobil yang warnanya kayak lutung itu bu?" Tanya Lolly, Dengan menunjuk mobil Damian yang berwarna hitam.
Lina hanya menatap Lolly datar, Tanpa menjawab pertanyaannya.
"Wah hebat banget kamu, Bisa liat warna lutung" Seru Damian pada Lolly.
"Hehe, Om ganteng bisa aja" Ucap Lolly dengan cengengesan.
"Ayo kita masuk, Dan barang belanjaannya biar Vano yang masukan" Ucap Damian, Yang membuat Lolly dan Lina bingung mendengar nama Vano.
"Dia asisten pribadi saya" Ucap Damian yang paham dengan wajah bingung Lina dan Lolly.
Lolly dan Lina pun, Serempak menganggukan kepalanya. Saat Lolly dan Lina sudah masuk, Vano langsung berbicara sesuatu pada Damian.
"Tuan ada yang mengintai kita, Dan mereka sepertinya melihat wajah nyonya Elena, Dan nona Liliana" Ucap Vano, Dengan setengah berbisik.
"Saya sudah tahu, Biarkan saja dulu mereka. Karna saya sudah mempunyai rencana yang bagus kali ini" Jawab Damian dengan datarnya.
Vano hanya mengangguk dan langsung memasukan barang belanjaan Lina ke dalam bagasi.
***
Di sebrang jalan, Ternyata benar. Ada yang mengintai Damian dari jauh. Mereka memperhatikan wajah Lolly dan Lina, Karna baru kali ini Damian membawa wanita.
"Cepat cari tahu, Siapa wanita dan gadis yang Damian bawa itu. Suruh Zino untuk mengintai mereka dari kejauhan" Perintah orang tersebut pada asistennya.
"Baik tuan"
__ADS_1
"Lihat saja Damian, Aku akan menuntut balas kembali. Karna kau sudah membunuh kakakku dan membuat keluarga kaka ku menjadi hancur" Batin Orang tersebut, Dengan tersenyum smirk.