
Di perjalanan menuju rumah Laskar, Lolly seperti biasanya akan terus mengoceh sampai membuat kepala Laskar pening ingin pecah, Harus menjawab pertanyaan-pertanyaan random dari Lolly.
"Laskar lo tahu gak sih...?" Belum sempat Lolly memberi pertanyaan pada Laskar, Tapi Laskar langsung sewot menjawab pertanyaan Lolly.
"Gak tahu!" Ketus Laskar, Yang langsung mendapat geplakan dari Lolly.
"Yeh, Si curut. Kan gua belum selesai bicara" Ucap Lolly, Dengan memukul bahu Laskar.
"Yah elo, Ngeselin banget dari tadi. Pake tanya gua makan daging kadal segala" Seru Laskar, Dengan nada kesalnya.
"Yah maaf, Tadi kan cuman jokes"
"Jokes-jokes, Nenek lo tuh, Di gondol Spiderman" Seru Laskar.
"Bagus dong, Nenek gua berprestasi bisa di culik sama SapuDarman"
"Bukan SapuDarman Lolly, Tapi Spiderman!"
"Iya tuh, Pokoknya sama aja lah"
Karna frustasi dengan tingkah Lolly, Laskar pun membawa motornya dengan mengebut, Menarik pedal gas motor dengan kecepatan di atas rata-rata.
Lolly yang berada di dalam boncengan Laskar pun, Dengan reflek memeluk tubuh Laskar dari belakang, Membuat Laskar kaget.
"Duh, Kok jantung gua deg-degan gini sih, Apa gua terkena serangan jantung. Ya allah tolong rileks kan jantung hambamu ini" Batin Laskar, Dengan sesekali melirik tanagn Lolly yang melingkar di perutnya.
Sesampainya di rumah Laskar, Lolly masih saja memeluk Laskar, Sampai Laskar menatap tangan Lolly yang masih memeluknya.
"Lolly kita udah sampai nih" Ucap Laskar, Dengan mencoba melepaskan tangan Lolly di perutnya.
Bukanya di lepas, Lolly malah mempererat pelukannya pada Laskar, Membuat Laskar sesak dan ingin muntah.
"Huekk, Lo apaansi. Mau bunuh gua lo!" Seru Laskar, Yang mual karna pelukan Lolly yang begitu erat di perutnya.
"Ih nggak Laskar, Gua cuma mau ngeraba usus lo" Ucap Lolly, Dengan santainya.
Mata Laskar langsung melotot kaget, Mendengar Lolly yang ingin meraba usus di dalam perutnya.
Lalu Laskar menoleh ke samping kanan, Dimana Lolly yang sedang menenggelamkan wajahnya di punggung Laskar.
Saat Lolly mendongkak melihat ke arah Laskar, Tatapan mereka bertemu begitu dekat. Sampai deru nafas satu sama lain saling beradu.
Dan hal itupun, Ternyata di saksikan oleh Langit, Yang baru keluar dari rumah Laskar.
Tangan Langit mengepal erat, Melihat Lolly dan Laskar yang sedang bertatapan dengan begitu dekatnya. Membuat Langit terbakar api cemburu.
__ADS_1
"Ekhem!" Dehem Langit yang sengaja di kencangkan, Sampai membuat Lolly dan Laskar sama-sama mengalihkan pandangannya.
"Eh Langit" Ucap Lolly, Yang turun dari motor Laskar lalu berlari menghampiri Langit.
"Hem" Dehem Langit singkat, Pada Lolly karna masih kesal.
"Langit, Lo kemana aja?. Gua tadi telpon lo, Tapi yang angkat malah Laskar. Gua kangen sama lo" Ucap Lolly, Dengan memeluk Langit sampai tubuh Langit terhuyung akan jatuh.
Deg,
Jantung Langit kembali berdegup kencang saat Lolly memeluknya, Rasa kesalnya pada Lolly pun, Kini sirna.
Langit langsung tersenyum tipis, Saat Lolly memeluknya. Lalu Langit pun, Membalas pelukan Lolly dan mengusap-usap kepala Lolly.
Laskar yang melihat itu pun, Hatinya langsung mencelos. Dengan tersenyum miris, Entah kenapa rasanya ketika melihat Lolly memeluk Langit, Membuat hati Laskar sakit.
"Gua belum mengerti sama perasaan gua, Tapi jika benar gua cinta sama lo. Gua akan mencegah perasaan ini tumbuh lebih dalam, Karna gua gak mau egois lagi sama saudara gua. Semoga lo bahagia sama Langit, Lolly" Batin Laskar, Yang tersenyum menahan rasa sakit di hatinya. Dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Langit, Gua mau cerita sama lo?" Ucap Lolly, Dengan mendongak melihat ke arah Langit.
"Cerita apa, Hem?" Tanya Langit, Dengan mengusap lembut pucuk kepala Lolly.
"Tapi ini penting tahu, Laskar juga harus denger" Ucap Lolly, Yang langsung membuat ekspresi Langit berubah. Yang awalnya senyum, Kini menjadi datar.
"Hem" Jawab Langit.
"Terus?" Tanya Langit datar, Dengan menaikkan satu alisnya menatap Lolly.
"Yah Ayo masuk dulu lah ke rumah Laskar, Gua udah kangen sama teman gesrek gua" Ucap Lolly, Dengan menarik tangan Langit ke dalam rumah Laskar.
"Teman gesrek?" Tanya Langit, Dengan mengerutkan keningnya.
"Iya"
"Siapa?"
"Nanti lo juga bakalan tahu, Pokoknya dia punya kelebihan. Bisa jampi-jampi gua sampai arwah Michel Jackson masuk ke dalam raga gua" Jawab Lolly, Yang semakin membuat Langit bingung.
"Tante Heni, Yuhuuuu..." Seru Lolly, Dengan setengah berteriak.
"Berisik!" Ketus Laskar, Dengan mengusap-ngusap telinganya.
"Nyaut aja lo curut!"
"Serah gua"
__ADS_1
"Dasar babi ngepet!"
"Eh enak aja lo bilang. Dasar lo kambing congek!"
"Eh, Dasar..."
"DIAM!" Teriak Langit, Yang langsung membuat Laskar dan Lolly, Merapatkan bibirnya.
"Aduh ada apa ini, Alang, Alas?" Ucap Heni, Yang tiba-tiba datang menghampiri mereka bertiga.
Mendengar nama Alang dan Alas. Mebuat Lolly mengerutkan keningnya bingung, Siapa yang di maksud heni menyebut Alang dan Alas.
"Siapa Alang, Alas?" Tanya Lolly, Yang langsung membuat Langit dan Laskar kaget.
Lalu Langit dan Laskar pun menatap Heni, Dengan memberi kode untuk berbohong pada Lolly.
"Oh,, I-tu tetangga sebelah yang mau hajatan" Jawab Heni, Dengan menyengir kuda menatap Lolly, Langit dan Laskar.
"Oh hajatan, Mau ikutan dong" Ucap Lolly.
"Eh, Jangan mereka lagi nikahin kambing bukan manusia" Seru Laskar.
"Loh, Jadi Alang sama Alas itu kambing?"
"Iya, Makanya jangan datang oke" Ucap Langit, dengan mengusap kepala Lolly.
"Hem, Iya deh. Kalo gitu mau ketemu sama temen gesrek aja, Yuhuuuu" Seru Lolly, Yang tiba-tiba memeluk Heni.
Laskar dan Langit pun saling pandang, Dengan menatap ke dua wanita beda usia itu bingung.
"Hay teman gesrek, Apa kabar?" Tanya Lolly pada Heni.
"Baik-baik, Kamu gimana teman gesrek. Kok keliatannya makin hari makin gesrek aja" Seru Heni, Dengan salam cipika-cipiki pada Lolly.
"Ya gitu, Teman gesrek harus tahu. Kalo aku tadi ketemu nenek-nenek di gondol Spiderman" Ucap Lolly, Yang langsung membuat Langit dan Laskar cengo.
Berbeda dengan Heni, Yang malah cekikikan mendengar ucapan Lolly.
"Hihihi, Kok bisa sih. Padahal kalau di culik sama kuyang pasti lebih seru" Jawab Heni, Yang membuat Lolly sama-sama cekikikan.
"Iya yah, Lucu tahu. Kalo kuyang di liat dari deket, Kita kan bisa liat usus dia yang unyu mirip Cacing setan"
"Kok setan?" Tanya Heni.
"Iya, Kan kuyang itu setan, Kalo bukan setan trus apa wonder women kah?" Tanya Lolly, Dnegan menampilkan wajah polosnya.
__ADS_1
Langit dan Laskar pun hanya bisa mengusap wajahnya kasar. Melihat kedua wanita yang berbeda usia itu bertingkah Absurd, Sampai bercerita yang nyeleneh.