Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Tidak Jadi Di Hukum


__ADS_3

Lolly berlari ke arah rooftof, Dengan mulut yang terus berceloteh mengumpat Langit.


"Dasar, Si saudaranya awan gak ada Akhlak bener, Gayanya ketua Osis. Huhu, Tapi kelakuan kayak Monyet India"


Baru saja Lolly akan duduk di bangku yang ada di rooftop, Tapi gerakannya terhenti karna suara bell masuk berbunyi.


KRING KRING


"Etdah, Baru aja mau duduk gua. Udah masuk aja, Kurang ajar banget nih sekolah" Gerutu Lolly yang mau tidak mau harus kembali turun dan masuk ke kelas.


Setelah masuk kelas, Lolly langsung duduk di bangkunya dengan mulut mengerucut. Langit yang melihat Lolly dengan wajah masam pun merasa aneh.


"Lo kenapa, Kayak kesel gitu?" Tanya Langit yang melihat Lolly dengan sekilas matanya.


Lolly langsung memicingkan matanya dengan sinis menoleh ke arah Langit yang terlihat santai, Seolah tidak terjadi apa-apa.


" Dasar lo, Anak yatim nyebelin banget. Udah bikin rambut gua berantakkan, Bukannya minta maaf. Tapi malah watados (Wajah Tanpa Dosa)" Batin Lolly dengan mengerlingkan matanya dari Langit.


Langit yang tak mendapat jawaban dari Lolly pun, Hanya mengedikkan bahunya acuh.


Jam pelajaran pun di mulai, Lolly yang mulai oleng dengan pelajaran Ekonomi pun langsung kesal.


"Ini kayaknya, Bukan pelajaran manusia deh. Kok nyebelin banget sih, Suruh ngitung pendapatan taun 2010 gak ngotak apa, Sekarang kan tau  2023. Pak Bromo juga, Jadi orang lebih ngeselin. Ngasih tugas tanpa mikir, Emangnya semua murid mampu ngerjain apa?"


Gumam Lolly yang tak habisnya mengumpat sendirian, Langit yang risih karena sedang mengerjakan tugas dan mendengar semua umpatan Lolly pun, Meremas rambutnya.


"Lo bisa diam gak sih, Kutil onta. Gua tuh lagi stres ngerjain tugas dari pak Bromo, Kalo lo terus ngoceh kayak gini, Yang ada gua bakalan gila tau gak!"


Hardik Langit, Yang sedang frustasi dengan tugas di tambah dengan tingkah Lolly, Yang membuatnya lebih frustasi.


"Heh, Jelmaannya Opet. Lo bilang lo lagi stress karna nih tugas, Halah gitu doang mah gua juga lebih stress dari lo sih" Jawab Lolly dengan muka kesalnya, Dan terus menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Lolly, Kenapa kamu belum ngerjain satu tugas pun" Suara pak Bromo yang tiba-tiba datang di belakang Lolly, Lolly yang sedang berfikir pun langsung terlonjak kaget.


"Eh sunggokong lagi makan singkong" Latah Lolly, Yang langsung kaget mendengar suara pak Bromo di belakangnya.


Semua murid kelas yang mendengar Lolly terkejut dengan latah pun, Spontan menyemburkan tawanya bersama, Termasuk Langit yang mati-matian menahan tawanya.


Pak Bromo langsung menatap Lolly dengan tajam, Yang langsung membuat nyali Lolly menciut, Tapi bukan Lolly namanya jika tidak bisa mencari alasan.


"Apa kamu bilang hah, Kamu bilang saya sunggokong!"


"Enggak pak Enggak, Suer deh. Tadi tuh, Saya lagi mikir jawaban dari tugas bapak pak. Eh nih otak, Gak bisa di ajak kerja samanya malah mikirin atraksi sunggokong yang sedang melahirkan anak ayam"


"Emang ada gitu sunggokong lahiran anak ayam?"


"Ya ada pak, Barusan saya ceritain"

__ADS_1


"Kamu tau dari mana?"


"Dari bu susi pak, Saya tahu kalo bapak suka sama bu susi kan hayo ngaku. Kiw, Kiw"


Semua murid di kelas langsung di buat kaget dengan ucapan Lolly, Kalau pak Bromo menyukai Bu Susi, Dan hal itu langsung di sorakki seluruh murid.


CIEEEE


Pak Bromo langsung Blushing,Dan membuang muka. Lalu membisikan sesuatu ke telinga Lolly.


"Stts, Diam kamu. Kenapa malah bahas ke situ, Jangan ngomong sembarangan yah. Nanti saya hukum kamu!" Gertak pak Bromo.


"Yaudah kalo bapak mau hukum saya, Biar saya laporin ke bu susi kalo bapak sekarang lagi ambeien kan?"


Pak Bromo langsung membulatkan matanya sempurna, Mendengar Lolly yang tau kondisinya saat ini. Dan spontan langsung membekap mulut Lolly agar diam.


Semua murid langsung melihat ke arah Lolly dan Pak Bromo dengan kening berkerut, Seolah bertanya ada apa dengan pak Bromo dan Lolly.


"Kenapa kalian liat kesini semua,Cepat kerjakan tugasnya!" Seru pak Bromo dengan membelalakkan matanya, Dan langsung di patuhi oleh semua murid.


Lolly yang masih di bekap mulutnya  pun hanya diam,bDan bersidekap dada dengan santainya.


Pak Bromo langsung membawa Lolly keluar kelas, Dan langsung menunjuk Lolly dengan tatapan marahnya.


"Kamu, Kenapa tau saya sedang sakit ambeien hah!"


"Ya tahu lah pak, Dari cara jalannya bapak aja udah beda. Kayak upin ipin habis di penggal"


"Hehe, Bercanda pak. Maksud saya jalan bapak agak beda kayak lagi nahan sesuatu gitu, Sesuatu yang biasa orang sebut dengan Tai"


"Kurang ajar kamu, Saya hukum kamu"


"Eits, Jangan main hakim sendiri pak. Lebih baik kita main hakim bersama-bersama"


"Berani kamu sama saya!"


"Ya berani lah, Cuma lawan orang botak aja kok takut, Lagian saya juga makan nasi pak"


"Kurang ajar kamu bilang saya botak. Biarpun gak ada rambut saya tetap tampan, Dan Terserah mau makan nasi, Atau tanah saya gak peduli, Sekarang kamu saya hukum lari keliling lapangan"


"Gak mau lah pak, Saya lelah. Kaki saya udah terlalu encok untuk berlari keliling lapangan, Karna selama ini kaki saya sudah di pakai untuk menjalani roda kehidupan yang pahit ini pak"


"Saya tidak menerima penolakan, Cepat kamu ke lapangan atau saya tambah hukuman kamu"


"Yaudah, Nanti saya bilangin ke bu Susi.Kalo bapak bukan duda yang baik, Tapi bapak seorang duda pirang yang jahat"


Pak Bromo langsung membulatkan matanya ke arah Lolly.

__ADS_1


"Jangan, Kamu ya kecil-kecil udah pandai mengancam, Saya bukan duda pirang,Saya kan botak"


"Kecil yang apanya dulu pak?, Biarpun kepala bapak botak, Siapa tau juga bulu ketek bapak pirang"


"Heh, Kalo ngomong jangan ambigu kamu, Makin kesini bukannya menerapkan sopan santun kamu, Tapi malah makin nyeleneh aja tuh mulut"


"Jadi, Gimana pak. Mau saya laporin ke bu Susi gak, Atau bapak mau saya bantu buat deketin bu Susi?" Tanya Lolly dengan menaik turunkan alisnya.


Pak Bromo berfikir sejenak, Dan meneliti wajah Lolly yang meragukan.


"Saya gak percaya sama kamu"


"Yaudah kalo gak mau, Nanti kena tikung pak Jarwo baru nangis"Ledek Lolly dengan mencebikkan bibirnya.


"Emang kamu beneran mau bantu saya?"


"Ya Iyalah pak, Masa bohongan sih. Nanti di sambar angin tornado kalau bohong"


Pak Bromo langsung percaya dengan ucapan Lolly, Tanpa menaruh curiga apapun. Yang penting bisa deketin bu Susi aja tanpa ada yang menikung, Pikir pak Bromo.


"Yaudah, Saya setuju"


"Nah gitu dong, Tapi ada syaratnya"


"Apa?"


"Batalin tugas yang di kelas pak, Dan sekarang bapak langsung ke kantor cari bu Susi, Karna yang saya tau sekarang bu Susi lagi jam kosong untuk ngajar, makanya ada di kantor"


"Gak bisa, biarin bu Susi di kantor juga gak bakalan kenapa-napa"


"Iya sih, Gak kenapa-napa badanya. Tapi soal perasaanya gak tau deh, Kan sekarang lagi berduaan sama pak jarwo di kantor"


"APA"


Pak Bromo langsung bergegas masuk ke kelas, Dan memberitahukan kepada semua murid untuk tidak mengerjakan tugas yang ia berikan, Karna biar nanti di bahas secara bersama.


Pak Bromo langsung bergegas ke kantor, Dengan melangkah cepat karna takut yang di bicarakan Lolly benar.


Lolly yang melihat pak Bromo pergi pun, Tersenyum senang. Ia pun langsung masuk ke kelas dengan hati yang lega, Termasuk teman teman kelasnya yang bersorak senang.


"Lolly, Lo tadi ngobrol apaan di luar sama pak Bromo sampe-sampe dia baik kayak gitu?" Tanya Leo.


"Iya, Gak biasanya.Dia kan orangnya tegas, Dan kalo soal tugas udah pasti dia ingat terus sampe bikin kita tertekan tau gak" Ucap Refal.


"Gak ngobrolin apa-apa, Cuman bahas soal ambeien aja" Jawab Lolly dengan santainya duduk di bangku.


"Apa, Siapa yang ambeien?" Seru Leo dan Refal secara bersamaan, Langit yang duduk di samping Lolly pun mendengar semua nya. Dan ia juga sama penasarannya.

__ADS_1


"Itu si Bella"


"Hah.." Refal, Leo, Dan Langit langsung Cengo mendengar jawaban Lolly. Kenapa Bella bisa ambeien, Trus kenapa juga yang khawatir pak Bromo, Pikir mereka.


__ADS_2