Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Kedatangan Laskar


__ADS_3

Lolly, Sepulang sekolah langsung tidur.


Karna merasa lelah.


Tok


Tok


Tok


"Lolly, Bangun nak. Ini ada teman kamu, Nak Laskar datang" Pekik Lina, Dengan mengetuk pintu kamar Lolly.


Lolly masih setia, Dengan alam mimpi yang sedang di jelajahinya. Tanpa menghiraukan teriakan sang ibu di luar kamar.


Karna Lolly, Tak kunjung membuka pintu. Lina langsung masuk ke kamar Lolly, Yang kebetulan tidak Lolly kunci.


"Ya ampun, Nih anak gadis. Tidurnya kebo banget, Ngalahin Kerbaunya Mang Toto" Gumam Lina, Dengan menggelengkan kepalanya.


"Lolly, Bangun. Itu ada teman kamu, Nak Laskar, Katanya mau ngajak kamu main lato-lato" Seru Lina, Dengan menggoyangkan tubuh Lolly, Agar bangun.


Lolly masih saja terlelap, Membuat Lina semakin kesal.


"Apa aku, Harus memanggil pemadam kebakaran dulu. Untuk bangunin Lolly tidur" Ucap Lina, Yang langsung membuat Lolly terbangun.


"Eugh, Ibu ada apa manggil pemadam kebakaran?" Tanya Lolly, Yang langsung membuat Lina terjingkat kaget.


"Loh, Kamu denger emangnya?"


" Ya, Iyalah bu. Orang kuping Lolly terpasang dengan baik, Nih"


"Kamu kan tadi tidur?"


"Emang tidur ibu"


"Trus kenapa bisa denger ibu ngomong?"


"Ya ampun ibu, Lolly itu tidur. Buka mati. Orang cuma nutup mata, Bukan nutup telinga. Coba ibu bayangin, Gimana orang kalo tidur matanya tertutup sama telinganya juga tertutup?"


"Ya serem juga sih"


"Nah itu, Ibu juga tahu. Sekarang ada apa, Bangunin Lolly?"


"Itu ada Laskar, Dia nyari kamu"


"Apa?!, Sekarang dimana dia" Seru Lolly, Dengan melompat dari atas kasurnya.


"Ya ampun Lolly, Jangan lompat-lompat kayak katak dong"


Ser Lina, Yang terkejut karna Lolly melompat, Lolly tidak menghiraukan ucapan Lina. Ia malah keluar dari kamarnya, Dengan terburu-buru, Untuk menemui Laskar.


"Hello Laskar... Auwo, Uwo" Teriak Lolly di samping Laskar, Yang sedang bermain ponsel.


"Astaghfirullah haladzim" Ucap Laskar, Yang terkejut dengan mengusap dada.


"Bisa gak sih, Biasa aja Lolly. Seharusnya lo tuh, Sambut tamu dengan baik"


"Hehe maaf, Soalnya gua senang lo ke sini"


"Kenapa senang?"


"Karna gua kangen sama lo" Ucap Lolly, Yang langsung membuat Laskar salah tingkah.

__ADS_1


"Lo gak kangen sama gua?" Tanya Lolly, Yang melihat Laskar hanya diam.


"Eum, Ya Gitu deh" Ucap Laskar seadanya.


"Kok, Jawabnya cuma gitu?"


"Terus, Gua harus jawab apa?"


"Kayak gini nih, Iya Lolly. Aku juga kangen sama kamu, Sini peluk dulu" Ucap Lolly, Dengan memeluk dirinya sendiri.


Sedangkan Laskar langsung membelakkan matanya kaget, Kenapa Lolly jadi berbeda begini, Pikir Laskar.


"Ih malah diem, Nih si biawak" Ucap Lolly, Dengan memutar bola matanya malas.


" Lo aneh hari ini" Seru Laskar dengan, Memegang kening Lolly.


"Normal kok, Gak panas. Apa jangan-jangan, Lolly kesurupan lagi?" Gumam Laskar yang masih di dengar Lolly.


Lolly langsung melepaskan tangan Laskar dari keningnya, Dengan bibir mengerucut, Kesal.


"Ih, Lo kok malah, Bilang gua kesurupan sih!"


"Ya, Terus lo kenapa jadi manja gitu?"


"Gua, Kangen sama lo Laskar" Ucap Lolly, Dengan menatap Laskar serius.


Laskar langsung diam membeku, Dengan degup jantung yang tak karuan, Melihat tatapan Lolly, Yang nampak serius padanya.


"I-Ya" Jawab Laskar dengan terbata, Karna jantungnya masih berdegup kencang.


"Peluk" Pinta Lolly, Dengan manja. Dan merentangkan tangannya pada Laskar.


Membuat Laskar tersenyum, Dan memeluk Lolly.


Langit langsung menundukkan kepalanya dengan tertawa miris, Menertawakan kisah cintanya yang kandas sebelum di ungkapkan.


"Haha, Segitu tragisnya kisah cinta gua. Kenapa juga gua harus kesini, Andai gua gak ke sini. Mungkin gua gak bakalan ngerasain sakit yang teramat sakit ini" Lirih Langit, Dengan meneteskan air matanya.


Saat Langit, Akan berbalik badan untuk pergi. Tapi di hentikan oleh suara Lolly, Yang baru menyadari keberadaan Langit.


"Langit" Pekik Lolly berlari menghampiri Langit.


Langit tidak berbalik badan, Ia masih membelakangi Lolly, Hanya saja ia berhenti melangkah untuk pergi.


Tanpa Langit tahu, Ternyata Lolly langsung memeluk Langit dari belakang. Membuat Langit langsung kaget, Dengan mata melotot.


Deg,


Degup jantung Langit langsung berpacu dua kali lipat, Karna ini kali pertamanya Lolly yang memeluk Langit, Meskipun dari belakang.


"Langit, Lo kok datang gak bilang-bilang dulu" Ucap Loly, Dengan melepas pelukannya dari Langit.


***


Sedangkan Laskar yang awalnya bahagia, Karna Lolly memeluknya pun, Seketika rasa bahagianya langsung sirna ketika melihat keberadaan Langit. Dan Lolly memeluk Langit, Membuat Laskar cemburu.


"Gua kira, Dengan lo manja dadakan kayak tadi itu. Menandakan lo udah sayang sama gua. Tapi gua salah, Mungkin tadi lo cuma kangen biasa aja sama gua, Karna baru ketemu lagi sekarang. Gua juga tahu diri, Kalo yang lebih dulu ketemu sama lo tuh Langit bukan gua, Mungkin gua hanya pemeran pengganti di kehidupan lo" Gumam Laskar dengan tersenyum kecut, Melihat Lolly memeluk Langit dari belakang.


***


Kembali ke Lolly

__ADS_1


"Langit, Lo kok datang gak bilang-bilang dulu" Ucap Loly, Dengan melepas pelukannya dari Langit.


Langit langsung berbalik, Menatap Lolly. Lalu beralih menatap Laskar yang berada di belakang Lolly.


"Gapapa, Di rumah lagi suntuk, Jadi main aja ke sini" Ucap Langit, Datar.


"Oh gitu, Laskar juga main kok ke sini, Tuh" Tunjuk Lolly pada Laskar.


"Hem"


"Laskar sini" Seru Lolly, Dan langsung membuat Laskar buyar dari lamunannya.


Laskar mencoba untuk tersenyum ke arah Lolly, Meskipun perasaannya tidak enak pada Langit.


"Ya"


"Ini, Langit datang. Katanya mau main juga" Ucap Lolly, Dengan tersenyum senang.


Laskar melihat Langit dengan tatapan sendu, Begitupun dengan Langit membalas tatapan Laskar dengan datar.


"Yaudah, Ayok kalian masuk dulu" Ajak Lolly, Dengan menggandeng tangan Langit dan Laskar bersamaan.


Langit dan Laskar pun, Sama-sama di buat kaget kembali. Dengan tindakan Lolly, Yang aneh hari ini.


"Kalian tunggu di sini yah, Gua mau mandi dulu. Cuma sebentar kok" Ucap Lolly, Yang langsung di angguki Langit dan Laskar bersamaan.


Setelah Lolly pergi, Suasana pun menjadi hening.


"Lo udah lama di sini?" Tanya Laskar, Untuk memulai percakapan dengan Langit.


"Gak juga, Gua baru datang pas lo lagi pelukan sama Lolly" Ucap Langit datar, Tanpa menatap Laskar.


Laskar hanya diam, Dia bingung mau menjawab apa.


"Lo, Suka sama Lolly?" Tanya Laskar


" Lebih dari suka, Gua sayang sama dia, Gua cinta sama dia" Jawab Langit, Yang kali ini menatap Laskar dengan tajam.


"Lo juga suka sama Lolly?" Tanya Langit, Yang di jawab hanya gelengan saja dari Laskar.


"Gua belum punya perasaan apapun sama Lolly, Karna gua baru kenal sama dia"


"Bukan belum. Tapi, Jangan!"


"Maksud lo?"


"Jangan suka sama Lolly?"


"Kenapa?"


"Karna dia milik gua!"


Laskar lagi-lagi hanya bisa diam, Mendengar ucapan Langit.


"Gua udah ngalah semuanya dari lo, Sekarang lo yang harus ngalah demi gua" Ucap Langit, Dengan datar. Dan tatapan dinginnya.


"Baiklah, Kalau itu mau lo. Tapi ada syaratnya!"


"Apa?"


"Temui ibu, Dia rindu sama lo. Dia selalu tanyain kabar lo sama gua, Dia mau ketemu sama lo Langit"

__ADS_1


Mendengar ucapan Laskar, Bukanya menjawab Langit malah terkekeh.


"Gak mau, Dan Gak akan pernah mau. Karna, Gua tahu, Ibu cuma sayang sama lo" Ucap Langit.


__ADS_2