Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Saling Tersakiti


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Heni, Malam harinya Laskar langsung mencoba menelpon Lolly. Untuk berterus terang tentang keputusannya yang telah ia ambil.


"Gua bisa, Gua pasti bisa!. Ayo Laskar lo gak boleh lemah, Lo harus kuat menerima kenyataan ini demi saudara lo Langit. Gua harus mengorbankan perasaan gua, Demi Langit supaya dia bahagia!" Gumam Laskar yang mencoba menyemangati dirinya sendiri untuk menelpon Lolly.


Laskar langsung menelpon nomor Lolly, Dengan mencoba memejamkan matanya. Seolah sedang menguatkan diri.


Tut


Sambungan telpon masih menyambung ke nomor Lolly, Tapi masih belum ada jawaban dari Lolly. Saat Laskar akan mematikan sambungan telponnya, Ternyata Lolly sudah lebih dulu menjawabnya.


[ Halo, Laskar ] Sapa Lolly, Dengan suara yang begitu antusiasnya menjawab telpon dari Laskar.


[ Hm ]


[ Ada apa?, Tumben malam-malam telpon? ]


[ Gak papa, Mau telpon aja ]


[ Oh gitu, Lo lagi ngapain? ]


[ Gak lagi ngapa-ngapain ]


Laskar mencoba untuk menjawab semua pertanyaan Lolly dengan begitu singkat sampai nada bicaranya di buat ketus oleh Laskar.


[ Oh gitu.. ]


[ Gua mau ngomong sesuatu sama lo Tentang.. ]


[ Pasti tentang jawaban yang kemarin gua bilang suka sama lo kan? ]


Tanya Lolly dengan begitu antusiasnya.


[ Iya ]


[ Yes, Akhirnya yang di tunggu-tunggu. Jadi apa jawaban lo? ]


[ Gua gak bisa! ]


Jawab Laskar yang langsung membuat Lolly terdiam, Di sebrang telponnya.


[ Lolly sorry gua.. ]


[ Gak papa kok ]


Jawab Lolly, Yang berusaha terdengar biasa saja.


[ Tapi, Boleh gua tahu. Apa alasan lo gak suka sama gua? ]


[ Karna lo bukan tipe gua! ]


Lolly lagi-lagi hanya diam, Tidak menjawab ucapan Laskar.

__ADS_1


[ Gua udah punya cewek lain, Dan sikapnya juga lebih kalem gak kayak lo ]


Ucap Laskar yang lagi-lagi membuat Loly diam membisu, Mendengar semua ucapan yang menyakitkan dari Laskar.


[ Halo Lolly, Lo denger gua ngomong kan? ]


[ Iya ]


[ Sorry, Gua gak bisa bales perasaan lo. Gua gak suka sama lo Lolly, Gua gak suka semua yang ada di diri lo, Pokoknya lo bukan tipe gua, Lo ngerti kan ]


[ Iya ]


Lirih Lolly, Dengan mencoba menahan tangisnya.


Sedangkan Laskar, Dia juga sama terdiam. Tidak mampu lagi untuk mengatakan hal yang lain lagi dari hatinya, Karna sudah cukup perkataan Laskar yang menyakiti Lolly. Laskar langsung mematikan sambungan telponnya sepihak.


"Maafin gua Lolly, Gua udah jahat sama lo. Ucapan gua terlalu menyakitkan untuk lo denger, Tapi gua gak punya pilihan lagi, Selain dengan cara ini untuk ngejauhin lo. Semoga lo bisa bahagia sama Langit" Lirih Laskar, Yang tak terasa air matanya mengalir begitu saja.


***


Di rumah Lolly sedang menangis, Mendengar semua ucapan dan alasan dari Laskar yang menolak cintanya.


"Gua juga tahu kok, Gua banyak kurangnya. Jadi gua harus banyak-banyak introspeksi diri, Gua harus kuat nerima keputusan Laskar, Dan mulai sekarang gua harus bisa ngelupain Laskar, Karna dia juga berhak bahagia dengan pasangan yang udah dia pilih" Lirih Lolly, Yang mencoba tersenyum dengan berderai air mata.


Setelah sekian lama Lolly menangis, Akhirnya Lolly pun tertidur dengan posisi tengkurap. Walaupun Lolly bisa tidur di jam yang sangat larut.


***


Setelah semua siap, Lolly memandangi dirinya sendiri di depan cermin, Yang menampilkan mata yang bengkak, Karna semalaman menangis.


" Ck, Biarin lah mata gua sembab. Gak peduli gua" Ucap Lolly, Dengan berlalu pergi dari kamarnya untuk berangkat sekolah.


Sesampainya di ruang tamu, Lina melihat Mata Lolly yang begitu bengkak membuatnya heran, Di tambah lagi dengan perubahan sikap Lolly yang pagi ini nampak jadi pendiam.


"Lolly, Kamu kenapa sayang?" Tanya Lina, Dengan menangkup kedua pipi Lolly.


"Gak papa bu, Semalam mata Lolly di kencingin sama kecoa" Jawab Lolly, Dengan melepaskan tangan Lina dari Pipinya.


Mendengar alasan dari Lolly, Tentu Lina tidak percaya begitu saja. Karena hari ini Lolly nampak begitu lesu dan tak bersemangat. Membuat Lina semakin penasaran dengan Lolly.


Brummm


Brummm


Terdengar suara deruman motor di depan rumah Lolly, Yang ternyata Langit datang untuk menjemput Lolly berangkat ke sekolah bersama.


"Loly berangkat bu" Ucap Lolly, Dengan menyalami tangan Lina dan berlalu pergi.


"Lolly tunggu!" Ucap Lina ,Yang langsung menghentikan langkah Lolly.


"Apalagi bu?"

__ADS_1


"Kamu, Gak bawa bekel kamu hari ini?"


"Gak usah, Besok aja" Jawab Lolly, Dengan melangkahkan kakinya pergi menghampiri Langit.


"Lolly..." Baru saja Langit akan menyapa Lolly, Tapi Ucapan Langit sempat terhenti karna melihat mata Lolly yang bengkak.


"Lolly, Lo kenapa?" Tanya Langit, Yang begitu khawatirnya pada Lolly.


"Gak papa" Jawab Lolly singkat, Lalu menaiki motor Langit.


"Lo bohong!, Gua tahu lo habis nangis kan?" Tanya langit.


Lolly masih tidak menjawab, Ia malah menundukkan kepalanya ke punggung Langit dengan mencoba menahan air matanya untuk tidak jatuh, Dan tidak mengingat ucapan Laskar semalam.


Langit langsung paham, Saat ini mungkin Lolly sedang ada masalah pikir Langit. Lalu, Langit pun menjalankan motornya, Tapi tidak menuju ke sekolah malam menuju ke arah lain.


Lolly tidak menyadari jika Langit sekarang membawa Lolly untuk bolos ke suatu tempat, Karna Lolly terus menundukkan kepalanya di balik punggung Langit.


Setelah beberapa menit perjalanan menuju tempat yang akan Langit kunjungi bersama Lolly. Akhirnya mereka pun sampai di sebuah danau yang sangat cantik, Namun begitu sepi. Mungkin karena masih pagi.


"Loh, Kenapa kita ke sini?" Tanya Lolly, Yang baru mendongkakkan kepalanya menatap sekeliling danau.


"Gua mau, Lo cerita sama gua. Sebenarnya lo ada apa?" Tanya Langit, Yang turun dari motornya.


"Tapi gua gak lagi ada masalah Langit" Ucap Lolly, Yang mencoba berbohong pada Langit.


"Lo bohong Lolly!, Gua tahu lo lagi ada masalah, Tapi apa salahnya lo berbagi cerita sama gua, Gua akan siap bantu lo dan akan selalu ada buat lo Lolly" Jawab Langit, Dengan Menatap mata Lolly.


"Sekarang turun!" Perintah langit pada Lolly, Yang langsung di turuti Lolly.


Lalu mereka duduk di bawah pohon dekat danau tersebut.


"Cerita!" Ucap Langit datar.


"Gu-a..." Baru saja Lolly akan berbicara, Tapi ia malah menangis.


Langit yang melihat Lolly menangis pun, Langsung membawa Lolly ke dalam pelukannya.


"Pelan-pelan aja, Kalo lo masih belum siap untuk cerita" Ucap Langit, Dengan mengusap lembut kepala Lolly.


"Gua siap, Mungkin dengan gua cerita sama lo, Rasa sakit hati gua akan berkurang" Ucap Lolly, Dengan melepaskan pelukannya dari Langit.


Langit tersenyum mendengar ucapan Lolly, Lalu ia mengusap lembut kepala Lolly.


"Sebenarnya waktu lusa kemarin, Gua nyatain perasaan gua sama Laskar. pas lo lagi nerima telpon dari paman lo langit, Gua kira Laskar juga suka sama gua, Tapi nyatanya dia malah nolak gua, Dan bilang gua bukan tipe dia. Karena dia udah punya cewek lain yang lebih baik di banding gua" Ucap Lolly, Dengan menangis tersedu, Di hadapan Langit.


Deg,


Jantung Langit rasanya berhenti satu detik, Mendengar penuturan Lolly yang menyatakan perasaannya pada Laskar. Langit hanya diam membisu dengan menahan perasaan sakit hatinya yang sekarang begitu sangat sakit, Seperti di tikam belati.


"Jadi selama ini, Gua cuman cinta seorang diri?, Cinta gua cuman bertepuk sebelah tangan. Karena Lolly lebih milih adik gua di banding gua. Kenapa, Kenapa ya tuhan, Kenapa harus aku, Kenapa harus saudara ku yang di cintai oleh perempuan yang aku sayangi tuhan" Batin Langit, Yang mencoba terlihat biasa saja di depan Lolly.

__ADS_1


Padahal sekarang ia ingin sekali berteriak meminta untuk mengubah takdir hidupnya, Tapi apa boleh buat ini sudah menjadi perjalanan dari kehidupan Langit, Yang lagi-lagi harus kalah dengan saudaranya sendiri.


__ADS_2