Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Gua Bukan Penguntit!


__ADS_3

"Udah puas bikin ulahnya" Ucap seseorang dengan nada datarnya berdiri di hadapan Lolly yang sedang terbaring.


Lolly langsung membuka matanya, Dan setelah melihat orang itu, Lolly langsung membelalakkan matanya kaget, Melihat keberadaan Langit di hadapan Lolly yang tiba-tiba.


"Lo, Lo ngapain disini sih saudaranya awan, Atau lo mau memanggil hujan?" Tanya Lolly yang langsung beringsut dari tidurannya dan berdiri ke hadapan Langit.


Langit yang mendengar ucapan Lolly pun hanya menaikkan satu alisnya.


"Suka-suka gua, Gua sebenarnya lagi cari hama yang suka buat keributan" Ucap Langit dengan mengalihkan pandangannya.


Sementara Lolly yang mendengar itupun, Hanya mengangguk-anggukkan kepalanya seolah merasa tidak berdosa.


"Oh gitu, Gua bantuin yah. Siapa hama yang udah buat keributan di sekolah yang aman dan tentram ini" Ucap Lolly dengan mengepalkan tangan dan menaikkannya ke atas, Seolah akan membela kebenaran.


Langit langsung beralih menatap Lolly, Dengan kening berkerut.


"Nih anak, Sebenarnya punya fikiran dan merasa bersalah gak sih. Bisa-bisanya dia mau bantuin gua buat nangkap dirinya sendiri yang suka buat ulah" Batin Langit yang masih menatap Lolly dengan mengerenyitkan keningnya.


"Lo kenapa, Suka ya sama gua. Trus lo kenapa slalu ngikutin gua, Kayak penguntit" Ucap Lolly dengan percaya dirinya, Yang menunjuk wajah Langit dengan jari telunjuknya.


"Gak ada gunanya gua jadi penguntit buat lo, Gua di sekolah ini sebagai Ketua OSIS. Dan tugas Ketua OSIS yaitu harus membasmi murid yang slalu buat keributan kayak lo, Dan gua gak minat untuk suka sama cewek Absurd kayak lo" Telak Langit membuat Lolly langsung memanyunkan bibirnya, Yang membuat Langit gemas ingin melemparnya.


"kenapa lo harus manyun kayak gitu sih, Bikin gua gemes pengen lempar lo ke spiteng tau gak" Batin Langit yang kembali mengalihkan pandangannya dari Lolly. Yang sedang memanyunkan bibirnya, Dengan menatap Langit berkaca kaca.


"Oh ayolah, Saudaranya awan. Lo jangan hukum gua yang malang ini, Gua janji deh, Gua bakal nurut semua perintah lo" Ucap Lolly dengan mata berkaca kaca dan memegang ke dua tangannya di hadapan Langit, Seolah sedang memohon.

__ADS_1


Langit langsung menatap Lolly dengan menyunggingkan senyumnya, Dan menaikkan satu alisnya. Seolah sedang berpikir, Perintah apa yang akan di berikan untuk Lolly.


"Ke kelas" Ucap Langit dingin dengan berjalan terlebih dahulu, Lolly yang mendengar perintah Langit pun tidak bisa membantah dari pada di hukum.


Lolly berjalan dengan menundukkan kepalanya, Seraya menautkan kedua tangannya.


" Baru aja, Bahagia udah buat si boneka santet uang jajannya terkuras. Hah, Tapi kesenangan itu sirna dengan kehadirannya si Langit-Langit warna ungu ini" Batin Lolly yang masih menggerutu karna kesal dengan Langit.


Saat hendak memasuki kelas langkah Langit dan Lolly terhenti, Karna pekikan seseorang yang menggema pada Lolly.


"Woy perampok, Sini lo" Ucap Bella dengan meninggikan suaranya, Dan membuat atensi seluruh siswa menatap mereka.


"Ada masalah apa nih, Si Bella sama si Lolly. Apa karna, Masalah yang tadi pagi dia bully si Lolly ?"


   "Iya ya, Gua juga gak tau.Tapi lo aneh gak sih, Liat tuh si Lolly jadi deket sama Langit. Trus si Langit kayak fine-fine aja gak nolak sama sekali"


  "Gua gak munafik sih, Antara Si Bella sama Si Lolly, Lebih cantik si Lolly"


  "Iya ya bener, Cuman sikap si Lolly aja yang Absurdnya gak ketulungan"


Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan para murid, Yang menatap Lolly dan Bella secara bergantian.


"Dasar anak kampungan lo, Lo kan yang udah pesen semua makanan yang ada di kantin. Dan bilang kalo gua yang harus bayar, Seenaknya aja lo. Udah nguras duit gua, Trus lo pergi gitu aja. Gak tau terimakasih banget sih lo, Oh iya gua kan lupa. Kalo lo itu kan anak yatim, Jadi gak ada yang ngajarin attitude sama lo, Upss" Ucap Bella panjang lebar, Dengan tersenyum mengejek kepada Lolly, Dan menutup mulutnya dengan sebelah tangan.


"Gua emang gak punya ayah, Tapi gua masih punya ibu yang berprinsip dan berhati baik. Lo boleh hina gua sepuasnya, Tapi lo gak berhak bawa-bawa orang tua gua. Gua emang orang miskin gak kayak lo, Anak manja yang mau apa-apa di turuti, Kehidupan gua gak gitu ya, Dasar jelmaan anaconda. Gua cukup tau diri kok jadi orang, Dan kalo lo mau minta ganti rugi sama gua, Gua akan ganti nanti di malam Jum'at" Jawab Lolly dengan tenangnya bersidekap dada, Menatap Bella.

__ADS_1


"Maksud lo apa, Kenapa harus di malam Jum'at ganti uangnya?" Tanya Keisya yang tidak mengerti ucapan Lolly.


"Iya, Nanti di malam Jum'at gua mau ngepet, Dan kalian yang jadi babi ngepetnya. Gua yang jaga lilin, Lumayan kan gua dapat tiga babi ngepet sekaligus. Dan kalian bertiga, Udah masuk ke kriteria babi ngepet kok tenang aja, Dari fisik mirip ya lah meskipun sedikit, Trus kalo segi sikap itu malah lebih mulia Babi dari pada kalian" Ucap Lolly dengan santainya masuk ke dalam kelas tanpa menunggu jawaban Bella, Keisya, Dan Angel yang sedang marah.


Langit yang dari tadi hanya diam menyaksikan pun, Tersenyum melihat keberanian dan ketangguhan Lolly, Yang di hina oleh Bella dkk.


Langit pun ikut masuk ke dalam kelas, Dan duduk di bangkunya yang di samping Lolly.


"Ih dasar penguntit lo, Dari tadi ngikutin gua mulu kayak anak dugong" Ucap Lolly yang masih kesal pada Bella, Jadi merembet menambah kesal pada Langit.


Langit yang mendengar ucapan Lolly pun langsung di buat Cengo.


"Gua bilang, Gua bukan penguntit ya Lollyana. Lo lupa atau pura pura lupa hah. Ini kan bangku gua, Jauh sebelum lo masuk ke sekolah ini" Tekan Langit dengan tatapan sinisnya.


Lolly yang baru ingat pun, Hanya cengengesan. Dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


 "Dasar otak lo pikun banget si Lolly, Bisa-bisanya lo lupa kalo lo duduk sama si saudaranya atmosfer" Batin Lolly yang merutuki dirinya.


Langit langsung memutar bola matanya malas, Melihat Lolly yang sedang menggetok-getok kepalanya dengan bolpoin.


Suasana hening Jadi canggung, Membuat Lolly merasa tidak enak pada Langit yang terus menuduhnya.


"Emm, Langit, Lo suka makan kadal di sawah gak?" Tanya Lolly yang cengengesan, Untuk mencairkan suasana yang canggung.


Langit yang mendapat pertanyaan aneh dari Lolly pun, Langsung menoleh dengan tatapan tajamnya. Langit terus menatap Lolly dengan tajam, Sedangkan yang di tatap malah nyengir kuda tanpa dosa.

__ADS_1


"Hehehehe..." Cengir Lolly dengan menatap Langit kikuk. Karna salah bertanya, Yang membuat Langit langsung menatapnya tajam setajam pedang, Pikir Lolly.


__ADS_2