Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Pindah


__ADS_3

Sepulang sekolah Lolly kini sedang bingung harus pulang ikut dengan siapa. Karna tiba-tiba saja Damian datang ke sekolah untuk menjemput Lolly.


"Ayo, Liliana kita pulang sekarang. Dan kita jemput ibumu untuk segera pindah ke rumah baru kita" Ajak Damian.


"Tapi..."


"Lolly" Panggil Langit yang tiba-tiba datang menghampiri Lolly dan Damian.


Damian langsung menatap ke arah Langit, Dan menelisik setiap penampilan Langit bersekolah sampai dengan wajahnya.


"Siapa anak laki-laki ini?, Kenapa wajahnya seperti familiar sekali" Batin Damian yang tak lepas memandangi Langit.


"Iya Langit, Ada apa?" Tanya Lolly yang menyadarkan Damian dari lamunannya.


"Kita pulang bareng" Jawab Langit.


Lolly hanya diam lalu memandang ke arah Damian untuk meminta persetujuan. Tapi Damian malah menatap Lolly dan Langit datar seolah tak peduli.


"Ayo kita pulang" Ucap Damian dengan menarik tangan Lolly.


Baru saja Damian memutar badan untuk berjalan, Tapi tubuh Lolly di tahan oleh Langit dengan menarik tangan yang satunya lagi.


"Tunggu dulu" Cegah Langit.


"Lolly, Dia siapa?" Tanya Langit pada Lolly.


Lolly bingung mau menjawab apa dia malah memilih diam, Dan mengalihkan pandangannya pada Damian untuk menjawab pertanyaan dari Langit.


"Saya ayah kandungnya" Jawab Damian yang langsung membuat Langit terkejut.


Langit langsung melepaskan tangannya dari Lolly dan menghampiri Damian untuk menyalaminya.


"Saya Langit om, Pacarnya Lolly" Ucap Langit dengan sopannya.


Damian hanya diam, Tidak mengulurkan tangannya pada Langit. Tapi tiba-tiba saja Langit mengambil tangan Damian untuk bersalaman membuat Damian kaget melihat tingkah Langit.


Damian langsung menarik tangannya kembali dari Langit.


"Yasudah, Lolly ayo kita pulang" Ajak Damian dengan berlalu pergi meninggalkan Langit dan Lolly.


Damian langsung masuk ke dalam mobil dan berbicara pada Vano.


"Vano, Selidiki identitas anak laki-laki itu. Dia bernama Langit" Ucap Damian pada Vano yang langsung membuat Vano bingung.


"Kenapa kita harus menyelidiki anak itu tuan" Ucap Vano.


"Aku seperti mengenal wajah anak itu" Jawab Damian yang langsung membuat mata Vano membulat kaget.


"Ba-ik tuan" Jawab Vano terbata.


***


"Langit.." Ucap Lolly dengan menggenggam tangan Langit.


"Maafin sikap ayah aku yah" Ucap Lolly yang merasa tidak enak pada Langit.


"Gapapa" Jawab Langit dengan memaksakan senyumnya pada Lolly.


"Sekarang kamu pulang gih, Udah di tungguin" Ucap Langit dengan mengusap lembut kepala Lolly.

__ADS_1


Lolly tersenyum pada Langit dengan menganggukan kepalanya dan pergi dari hadapan Langit.


"Dadah pacar" Ucap Lolly pada Langit dengan melambaikan tangannya.


Langit tersenyum dengan melambaikan tangannya pada Lolly.


Tanpa Langit dan Lolly sadari, Laskar dari tadi memperhatikan mereka berdua dan melihat Damian.


"Siapa yang jemput Lolly yah, Kok gua baru lihat" Gumam Laskar yang bersembunyi di balik tembok.


Lalu Laskar menghampiri Langit yang sedang menatap kepergian Lolly.


"Langit?" Panggil Laskar dengan menepuk bahu Langit membuat Langit terkejut.


"Ck, Ngapain sih lo. Ngagetin gua aja"


"Tadi Lolly pulang sama siapa?" Tanya Laskar yang langsung mendapat tatapan tajam dari Langit.


"Bukan urusan lo!" Ucap Langit dengan berlalu pergi dadi hadapan Laskar.


"Yeh, Dasar anak es. Gua udah tanya bener-bener juga" Gumam Laskar.


***


Di dalam mobil, Lolly merasa canggung bersama Damian. Meskipun Vano ada di antara mereka berdua. Tapi tetap saja Lolly canggung karena baru kali ia bersama dengan Damian tanpa adanya Lina sang ibu.


"Lolly" Ucap Damian dengan melirik Lolly di sampingnya.


" Iya ayah" Jawab Lolly yang langsung membuat Damian terkejut dengan ucapan Lolly yang menyebutnya ayah.


Damian tersenyum, Ternyata Lolly sudah menerimanya. Begitupun dengan Vano yang merasakan senang seperti Damian, Karena selama ini Vano tahu betapa inginnya Damian dekat dengan anaknya sendiri.


"Kenapa kamu mau pacaran sama dia Lolly?"


"Kenapa yah?, Ada yang salah?. Dia baik kok" Jawab Lolly yang malah berbalik bertanya pada Damian.


Damian hanya diam tidak menjawab dengan menghembuskan nafas kasarnya.


***


Setelah beberapa menit perjalanan, Lolly Damian dan Vano pun sampai di rumah Lina.


Lolly turun terlebih dahulu, Sedangkan Damian langsung menatap Vano seolah menanyakan tentang tugasnya yang sudah ia beri pada Vano.


"Bagaimana?" Tanya Damian datar.


"Tuan, Anak laki-laki itu bernama Langit Dirgantara. Sesuai dugaan kita, Dia adalah anak dari Regan Dirgantara" Jawab Vano dengan takut-takut.


Mendengar itu Damian langsung menyunggingkan senyumnya, Senyuman yang nampak begitu menakutkan.


"Bagus, Dengan mudahnya aku menemukan anak itu. Tanpa harus bersusah payah" Gumam Damian yang masih di dengar Vano.


Vano hanya diam, Tidak menjawab ucapan Damian. Karena itu bukan urusan Vano jika tidak mendapat perintah dari Damian.


"Kasihan anak itu, Dia tidak bersalah. Tapi harus menanggung kesalahan dari orang tuanya" Batin Vano.


***


"Ibu.." Panggil Lolly pada Lina yang sedang menonton tv.

__ADS_1


"Lolly!, Jangan teriak-teriak kuping ibu masih normal" Jawab Lina.


"Hehe maaf bu, Kirain kuping ibu udah di tuker sama kuping ayam" Jawab Lolly yang langsung mendapat pelotottan dari Lina.


"Ibu Lolly pulang bareng sama ayah, Tadi dia jemput Lolly" Ucap Lolly yang membuat Lina terkejut.


"Apa!, Mana dia sekarang?" Tanya Lina dengan celingukan ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Damian.


"Masih di luar, Sama kak Dono bu" Jawab Lolly yang membuat Lina bingung.


"Dono?"


"Iya itu, Asisten ayah" Jawab Lolly yang langsung membuat Lina berdecak kesal.


"Ck Bukan Dono Lolly, Tapi Vano"


"Sama ajalah bu" Jawab Lolly dengan pergi masuk ke dalam kamarnya.


Melihat Lolly pergi ke kamarnya, Lina langsung keluar rumah untuk menghampiri Damian.


"Damian?" Panggil Lina.


"Ya, Elena" Jawab Damian yang sedang mengobrol dengan Vano di luar mobil.


"Aku harus membicarakan sesuatu padamu Elena" Ucap Damian dengan menatap serius Lina.


"Apa?" Tanya Lina yang masih bingung.


Damian langsung masuk ke dalam rumah Lina dan diikuti dari belakang oleh Lina.


"Kau harus pindah dari rumah ini dengan Liliana, Ke rumah kita yang dulu" Ucap Damian yang langsung membuat Lina terkejut.


"Tapi Damian..."


"Tidak ada bantahan Elena, Apa kau ingin terus menjauhkan anak dan suamimu sendiri?" Tanya Damian yang membuat Lina bungkam.


***


Di kamar Lolly langsung menelpon Langit, Karena masih merasa tak enak hati dengan sikap Damian pada Langit.


Tut


Panggilan telpon menyambung pada Langit tapi masih belum ada jawaban dari Langit. Setelah beberapa panggilan tak terjawab, Akhirnya pada panggilan ke 5 Langit baru menjawab.


[ Halo? ]


[ Langit, Kamu dari mana?. Kok baru di angkat?! ]


[ Ya ampun Lolly, Aku baru Sampai rumah ini ]


[ Oh maafin aku yah, Aku kira kamu selingkuh sama Bu Tuti ]


[ Gimana mau selingkuh, Orang Bu Tuti nya tetangga kamu sendiri. Jauhlah sama rumah aku ]


[ Oh jadi kalau deket, Mau selingkuh gitu! ]


[ Ya nggak...]


Belum juga Langit selesai bicara tapi Lolly malah mematikan sambungan telponnya sepihak, Karena kesal pada Langit perihal masalah Bu Tuti.

__ADS_1


__ADS_2