Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Teman Gesrek


__ADS_3

Hari sudah semakin sore, Sedangkan Lolly masih belum bangun dari pingsannya.


Laskar menidurkan Lolly di atas sofa, Ia duduk di kursi samping, Dimana Lolly terbaring. Laskar memandangi wajah Lolly dari dekat, Yang nampak teduh dan manis, Bila sedang terpejam. Beda lagi jika Lolly sudah bangun.


"Lo cantik juga yah, Kalo lagi tidur gitu, Manis" Gumam Laskar dengan melengkungkan sudut bibirnya.


"Eughh" Lolly pun sadar, Ia melenguh dengan mengangkat kedua tangannya seperti menggeliat.


"Gua di mana?, Di alam baka kah?" Tanya Lolly yang setengah sadar, Dengan mata yang masih terpejam.


"Manrobukka!"


"Allahuakbar, Ya allah ampuni dosa hamba ini, Hamba gak akan berbuat dosa lagi ya allah. Apalagi berniat untuk ngepet?" Pinta Lolly dengan menangkupkan ke dua tangannya dan mata yang masih terpejam.


"Hahahaha" Kelakar Laskar, Yang telah berhasil mengerjai Lolly.


Lolly pun langsung membuka matanya, Saat mendengar suara Laskar tertawa.


"Oh jadi elo, Yang udah ngerjain gua yah Laskar Pelangi" Hardik Lolly dengan bangkit dari duduknya, Dan menghadap Laskar dengan berkacak pinggang.


Sedangkan Laskar yang melihat ekspresi marah Lolly pun, Bukannya takut, Tapi malah terlihat lucu di mata Laskar.


"Uhhh, Gemez banget sih nih anak. Jadi pengen masukin ke kuburan" Gemes Laskar, Dengan menguyel-nguyel pipi Lolly.


Lolly langsung menepis tangan Laskar, Dan menatap Laskar dengan tatapan tajamnya.


"Sialan lo, Awas aja nanti gua bales baru tahu rasa. Sekarang lo ketawa aja dulu, Nikmatin masa remaja lo"


"Emang lo mau bales gua pake apa?"


"Hem, Bales dengan cara jadiin lo tumbal di warung ibu gua. Kayaknya bukan ide buruk"


"Jadi lo pake pesugihan?"


"Hem, Belum sih. Karna belum ada tumbalnya, Berhubung sekarang lo teman baru gua, Jadi ya gua tumbalin aja"


"Ya ampun, Kamu Solimi banget"


"Solimi, Solimi matamu"


Sampai perdebatan mereka berdua pun,Di saksikan oleh Heni, Ibunya Laskar.


"Lolly, Kamu sudah sadar nak. Maafin tante, Udah bikin kamu kerasukan jin iprit"


Mendengar ucapan ibunya Laskar, Sontak Lolly langsung tersentak kaget. Sejak kapan dirinya kerasukan, Apalagi yang merasukinya jin iprit. Pikir Lolly.


"Eh, Emang saya barusan kesurupan gitu?"


"Ck, Masa lo gak ingat sih, Lo tuh tadi kesurupan sampe brutal banget tahu gak, Trus lo buat gaya kayang lagi" Seru Laskar yang berdecak malas pada Lolly.


"Apa, Masa gua kesurupannya kayak gitu sih, Gak ada estetik-estetiknya. Coba aja kalo gua kesurupan arwahnya Michael Jackson, Kan bagus tuh gua bisa ngedance" Seru Lolly dengan polosnya,Yang langsung membuat Laskar dan ibunya Cengo.


"Dasar cewek absurd" Ucap Laskar, Sembari menggelengkan kepalanya.


"Absurd-absurd gini, Juga gua cantik kan. Hayo ngaku, Lo pasti bakalan suka sama gua"

__ADS_1


"Dih, PD banget lo jadi orang"


"Sudah-sudah kalian jang berantem terus, Ayo kita makan dulu, Yuk Lolly kita makan bareng" Ajak Heni dengan menampilkan senyum manisnya ke arah Lolly.


Lolly pun menganggukan kepalanya Seraya membalas senyuman ibunya Laskar.


"Makan yang banyak yah Lolly, Tenang aja gak bakalan di minta bayaran kok" Gurau ibunya Laskar sembari terkekeh.


"Ya gapapa tan, Sekalipun tante minta bayaran juga gapapa kok. Tapi, Lolly kasbon dulu" Seru Lolly, Yang membuat mereka berdua sama-sama terkekeh.


Sedangkan Laskar, Yang merasa di abaikan oleh dua wanita itupun, Berdecak kesal.


"Ck, Ibu gak boleh akrab sama Lolly bu" Seru Laskar, Yang membuat ke dua wanita itupun berhenti tertawa dan menoleh ke arah Laskar.


"Loh, Kenapa Laskar?, Biarin aja lah. Ibu kan jadi merasa punya anak cewek" Jelas ibunya.


"Tapi nanti ibu ketularan gesreknya sama dia bu" Seru Laskar dengan menunjuk Lolly.


"Yo, Ndak papa. Yang gesreknya ibu, Kok kamu yang repot"


"Nyebelin"


Setelah makan selesai, Lolly pun pamit pulang pada ibunya Laskar, Karna sudah mulai merasa sangat lelah untuk kejadian hari ini.


"Tante, Lolly pamit pulang dulu yah, Makasih tumpangan makanya. Semoga jadi pahala buat tante" Seru Lolly, Dengan menyalimi tangan ibunya Laskar.


"Iya, Sama-sama Lolly. Kamu sering-sering yah main ke sini, Biar tante ada temen gesreknya"


"Okelah, Bisa di atur itu mah"


"Udah, Udah. Ayo Lolly kita pulang keburu malem nih" Seru Laskar dengan menarik tangan Lolly.


"Papay, Tante Heni. Berdoalah semoga kita bisa jadi teman yang sama gesreknya dan sampai till jannah" Ucap Lolly dengan melambai-lambaikan tangannya.


Ibunya Laskar pun membalas lambaian tangan Lolly, Dengan terkikik geli. Melihat tingkah Lolly yang Absurd.


Lolly, Naik motor bersama Laskar. Dengan terus mengoceh dan bertanya tentang Laskar.


"Laskar, Umur lo berapa sih?"


"Mau apa lo tanya-tanya umur gua?"


"Mau request aja sama malaikat buat pendekin umur lo"


"Sembarangan lo kalo ngomong"


"Ya makanya, Kalo gua tanya tuh jawab. Bukan balik nanya lagi monyet"


"Monyet ndas mu"


"Umur gua 17, Kenapa?" Tanya Laskar.


"Gapapa, Cuman penasaran aja"


"Ck, Dasar"

__ADS_1


"Oh ya, Lo sekolah dimana?"


"Sebenarnya, Gua sama ibu gua, Baru pindah ke sini. Jadi belum masuk sekolah"


"Oh gitu"


"Laskar"


"Apalagi Lolly?"


"Lo suka makan daging biawak gak?"


"Gila yah lo, Lama-lama gua stress. Kalo sama lo terus"


Sedangkan Lolly, Yang duduk di belakang hanya terkikik geli, Melihat Laskar yang lagi-lagi kesal padanya.


Sampai tak terasa sudah sampai di rumah Lolly, Karna mereka keasikan mengobrol, Lebih tepatnya sih yang asik hanya Lolly. Karna Laskar sudah di pastikan, Kalau Laskar Bukannya asik ngobrol dengan Lolly, Tapi ia malah di buat tertekan dengan berbagai pertanyaan random dari Lolly.


"Mau mampir dulu gak?" Tawar Lolly


"Emang boleh?"


"Ck, Buat apa gua tawarin kalo gak boleh"


"Hehe sorry"


Saat Lolly dan Laskar akan masuk rumah, Lolly di buat terkejut dengan keberadaan Langit yang menunggunya di kursi depan rumah.


"Lo dari mana, Kenapa Lama banget sih?" Tanya Langit yang langsung berdiri melihat Lolly datang.


Tapi pandangan Langit langsung beralih menatap Laskar dengan mata yang membola.


"Kenapa bisa, Lolly sama dia?" Batin Langit yang terus menatap Laskar.


Begitupun Laskar yang sama-sama Terjingkat Kaget, Melihat keberadaan Langit di rumah Lolly.


"Ha, Kenapa dia disini, Apa jangan-jangan dia temennya Lolly juga?" Batin Laskar yang mencoba berusaha tenang.


"Eh hai Langit, Lo sejak kapan disini?" Pertanyaan dari Lolly, Membuat Laskar dan Langit langsung buyar dari lamunannya.


"Dari tadi" Jawab Langit, Dengan datarnya.


"Sorry yah, Tadi gua abis nganterin pesanan pelanggannya ibu, Eh pas pulang gua keserempet sama nih anak" Jelas Lolly yang menunjuk Laskar dengan dagunya.


Langit langsung melotot, Mendengar Lolly yang keserempet.


"Lo gapapa kan?, Gak ada yang Luka?" Tanya Langit, Yang sontak khawatir dengan keadaan Lolly.


"Gua gak papa, Lo tenang aja. Gua kan kuat" Jawab Lolly, Sembari terkekeh.


"Eh iya, Kenalin ini Laskar. Dan Laskar kenalin ini Langit" Seru Lolly yang menatap Langit dan Laskar secara bergantian.


"Hem, Laskar"


"Langit"

__ADS_1


"Nah, Gitu kan bagus kalian berdua akur. Kalo di Ibaratkan, Kayak gua punya suami dua aja hehe" Seru Lolly dengan terkekeh geli, Berbeda dengan Langit dan Laskar yang saling tatap dengan tatapan permusuhan.


__ADS_2