Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Yang Sebenarnya


__ADS_3

Setelah mengantar pulang, Lina dan Lolly. Damian pun tidak langsung pulang, Karna masih ada yang belum di bicarakan dengan Lolly.


"Ayo masuk dulu om Damian, Sama Dono" Ajak Lolly pada Damian, Yang membuat Damian dan Vano cengo mendengar nama Dono.


"Siapa Dono yang nona sebutkan tuan?" Tanya Vano, Yang hanya di balas gelengan dari Damian.


"Kok malah bisik-bisik, Ayok masuk Om Damian sama kamu kak Dono" Ajak Lolly yang menatap Damian dan Vano secara bergantian.


Damian hanya menahan tawanya, Saat sang nama asisten pribadinya di ubah menjadi Dono oleh Lolly.


"Jadi yang di maksud Dono itu saya nona?" Tanya Vano, Dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, Nama kamu kan Dono" Jawab Lolly dengan santainya. Dan langsung di bantah oleh Vano.


"Bukan!, Nama saya bukan Dono. Tapi, Vano, Vano" Ucap Vano, Yang mengulang-ulang namanya pada Lolly.


"Oh Vano, Padahal lebih bagus Dono loh" Gumam Lolly, Yang masih di dengar Vano.


Vano hanya tersenyum tertekan menghadapi anak dari tuannya, Yang begitu absurd.


"Sabar, Sabar dulu Vano. Lo gak boleh emosi, Dia anak bos lo. Meskipun bar-bar, Tapi dia cantik juga" Batin Vano.


Mereka pun masuk ke dalam rumah Lina, Yang nampak sederhana, Tidak terlalu kecil, Dan tidak terlalu besar. Cukup nyaman untuk di tinggali Lolly dan Lina.


Damian mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan di rumah Lina, Setelah melihat keadaan rumah Lina. Hati Damian nampak teriris, Melihat kehidupan sang istri dan anaknya. Yang selama ini berjuang berdua.


"Kau memeng wanita yang hebat Elena, Kau bisa mempertahankan hidup mu dan hidup anakku yang selama ini kau tanggung sendirian. Itulah yang membuatku sangat menyayangi mu Elena" Batin Damian, Dengan tersenyum tipis.


Lina pun datang dengan membawa dua cangkir kopi, Dan camilan untuk Damian dan Vano.


"Bu, Jadi om Damian ini pacar ibu yah sekarang?" Tanya Lolly, Tang langsung membuat Damian tersedak saat meminum kopi.


Uhukkk, Uhukkk


"Lolly kamu diam dulu, Biar nanti ibu jelasin sama kamu!" Ucap Lina, Dengan mata yang melotot.


"Kapan?, Kok lama banget. Atau nunggu jangkrik pak Toto berubah jadi kudanil?" Tanya Lolly, Dengan menampilkan wajah polosnya.


Vano yang tak tahan dengan ucapan Absurd Lolly pun, Langsung menyemburkan tawanya. Membuat Damian menatap Vano tajam.


"Maaf tuan, Saya permisi untuk tunggu di luar saja" Pamit Vano, Yang merasa tidak enak pada Damian dan Lina.


Setelah Vano keluar pun, Damian berdehem untuk menghilangkan rasa canggungnya, Dan menyiapkan diri untuk memberi tahukan yang sebenarnya pada Lolly.


"Lolly Sebenarnya om Damian ini.." Baru saja Lina akan berucap, Tapi sudah Damian hentikan.

__ADS_1


"Biar aku saja Elena" Ucap Damian.


Lolly hanya diam menyimak, Dengan menatap wajah Damian dan Lina secara bergantian.


"Lolly, Apa kamu tahu ayah kamu?" Tanya Damian dengan lembut pada Lolly.


Lolly hanya menggelengkan kepalanya.


"Kata ibu sih, Ayah aku udah di tanam" Jawab Lolly, Yang langsung membuat Damian membelalakkan matanya kaget.


"Maksudnya?" Tanya Damian, Yang masih tidak mengerti.


"Iya kata ibu, Ayah sudah meninggal trus di kubur dan di tanam di dalam tanah" Jawab Lolly dengan santainya.


Sedangkan Damian hanya menghela nafas kasar, Lalu melirik pada Lina yang sedang nyengir kuda dengan wajah tanpa dosanya.


"Kamu mau tahu ayah kamu yang sebenarnya?" Tanya Damian kembali.


Lolly pun menganggukan kepalanya.


"Saya ayah kamu Lolly. Maaf kan saya yang selama ini membiarkan mu hidup tanpa kasih sayang dari seorang ayah, Sebenarnya ada alasan yang membuat mu dan ayah terpisah,..."


Belum juga Damian menyelesaikan ucapannya, Tapi Lolly sudah memotongnya dengan berteriak histeris dan berdiri dari duduknya.


"APA?!" Teriak Lolly, Dengan mata yang melotot.


"IBU DIAM!" Teriak Lolly, Dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kenapa, Kenapa ibu tega bohongi Lolly selama ini. Ibu tahukan, Kalau setiap hari itu Lolly selalu tanyain siapa ayah Lolly" Ucap Lolly dengan menangis.


"Maafin ibu Lolly" Jawab Lina, Yang ikut menangis.


Damian yang melihat kesedihan anak dan istrinya pun langsung berdiri dan menjelaskan pada Lolly.


"Lolly tenang dulu, Dan biarkan semua ini ayah jelaskan padamu" Ucap Damian, Dengan memegang kedua pundak Lolly.


Lolly pun langsung menurut dan duduk, Untuk mendengar alasan dari orang tuanya.


"Sebenarnya.."


FLASBACK 15 TAHUN YANG LALU


"Sayang, Kamu jaga dulu Alana yah. Aku mau tidurkan dulu Liliana" Ucap Lina, Pada Damian.


"Baiklah" Jawab Damian lalu mengambil Alana dari pangkuan Lina.

__ADS_1


Lina pun membawa Liliana ke kamarnya untuk di tidurkan, Swat sudah di baringkan di tempat tidur. Tiba-tiba saja Liliana langsung menangis dengan histeris, Membuat Lina kaget.


Lina pun kembali menenangkan Liliana, Dengan menggendong nya.


"Cup,, Cup,, Sayang anak ibu yang cantik" Ucap Lina, Yang mencoba menenangkan Liliana kecil.


Di ruang tamu, Ternyata Damian tiba-tiba saja di serang. Dan seluruh rumahnya di kepung. Damian yang panik pun, Langsung berlari dengan membawa Alana, Tapi sayang langkah Damian kalah cepat, Orang itu menembak lengan Damian, Sampai peluru yang kedua di keluarkan orang itu langsung menembak dan menembus tubuh Alana kecil.


Dor


Dor


Dor


Damian langsung terkejut dan berteriak dengan histeris, Melihat tubuh Alana yang terluka dan berlumuran darah.


"Tidak, Tidak. Anakku" Teriak Damian, Yang masih menggendong Alana kecil.


Di kamar Lina pun mendengar suara tembakan yang bertubi-tubi, Dan teriakan sang suami. Membuat Lina panik dan perasaan yang takut tidak menentu.


Sampai ada yang membuka pintu kamar Lina, Oleh asisten di rumah Damian, Untuk menyuruh Lina kabur.


"Nyonya cepat pergi dari sini, Kita sedang di serang" Ucap pembantu di rumah Damian.


"Tidak, Bagaimana dengan anakku Alana, Dan suamiku" Ucap Lina, Dengan paniknya dan memeluk Liliana kecil dengan erat.


Pembantu itu hanya diam dan menangis, Karna tidak tega memberikan tahukan pada Lina Jika Alana dan suaminya sudah tertembak.


"Cepat katakan!" Teriak Lina.


"Tu-an tertembak di bagian lengannya nyonya, Da-n nona Alana juga tertembak di bagian tubuhnya " Lirih pembantu tersebut, Yang langsung membuat tubuh Lina lemas, Dan luruh ke lantai.


"Nggak, Nggak mungkin" Pekik Lina.


"Cepat pergi dari sini nyonya, Selamatkan nona Liliana" Suruh pembantu tersebut dengan mendorong tubuh Lina, Untuk loncat dari balkon.


"Tapi Alana" Lirih Lina.


Pembantu itupun langsung mendorong tubuh Lina untuk meloncat, Dengan membawa Liliana kecil pergi.


Setelah Lina berhasil kabur, Ada seseorang yang mendobrak pintu kamar Lina, Dan menembak pembantu yang menolong Lina tadi.


FLASBACK OFF


"Jadi begitu ceritanya, lolly. Dan selama ini ibumu sudah menyamarkan identitas mu, Termasuk mengubah namamu menjadi Lollyana" Ucap Damian.

__ADS_1


Lolly hanya diam, Tidak memberikan reaksi apapun. Karna semua ini membuat Lolly tidak percaya, Dengan kehidupannya.


__ADS_2