
Setelah mendengar semua ungkapan hati Lolly, Yang sedang bersedih karena Laskar menolaknya. Langit masih diam dengan pikiran yang berkecamuk.
Sebisa mungkin Langit menahan rasa marahnya pada Laskar, Sampai ke dua tanganya mengepal erat.
"Gak, Gua gak boleh lemah. Lo harus lapang dada Langit, Lo harus jadi laki-laki yang berlapang hati" Batin Langit, Yang mencoba mengontrol emosinya, Dengan terus menghembuskan nafas panjangnya.
"Huhu, Langit lo kenapa diem terus sih. Lo gak dengerin gua ngomong yah?" Tanya Lolly, Yang masih menangis.
"Gua denger semua omongan lo" Jawab Langit datar.
"Trus kenapa lo diem?"
"Gua bingung mau ngomong apa" Jawab Langit, Dengan menahan rasa sesak di hatinya.
"Sekarang lo tenangin dulu diri lo, Atau sekalian lo beli eskrim tuh. Mumpung ada yang dagang" Tunjuk Langit, Pada seorang bapak-bapak penjual eskrim.
"Eh iya, Yaudah mana uangnya?" Tanya Lolly, Dengan menengadahkan tanganya pada Langit.
Langit hanya memutar bola matanya malas, Lalu memberikan uang untuk Lolly membeli eskrim.
"Yey, Makasih Langit ku" Ucap Lolly, Sembari memeluk leher langit dengan berjongkok.
Langit hanya tersenyum tipis pada Lolly, Setelah Lolly pergi. Langit langsung menundukkan kepalanya sampai tak terasa air matanya mengalir.
"Kenapa harus selalu gua yang kalah dari saudara gua sendiri, Mulai dari kasih sayang ibu, Dan sekarang gua udah suka sama cewek yang selama ini gua kenal. Tapi kenyataannya gua kalah telak dengan saudara gua, Hidup gua emang selucu itu" Lirih Langit, Dengan tersenyum miris, Dan masih menundukkan kepalanya dengan terus mengusap air matanya.
Mengingat Laskar yang telah menyakiti Lolly, Rasanya Langit kembali marqh, Tangannya terkepal erat. Ingin sekali ia memukuli saudaranya sendiri.
"Lo udah ingkar janji Laskar, Dan lo udah rebut Lolly dari gua. Lo udah sakiti cewek yang gua sayang. Lo harus menanggung semua akibatnya. Tentang ibu, Gua masih bisa mengalah. Tapi tentang Lolly, Gua gak bisa. Meskipun harus kembali bermusuhan dengan lo" Gumam Laskar, Dengan tatapan mata yang tajamnya.
"Langit, Nih gua beli 2 eskrim. Lo mau gak?" Tawar Lolly, Yang baru datang.
Langit langsung mendongkakkan kepalanya melihat ke arah Lolly yang menyodorkan satu eskrim padanya.
"Loh, Langit lo nangis?" Tanya Lolly yang melihat mata Langit yang memerah.
"Gak!, Tadi ada serangga yang tiba-tiba jatuh ke mata gua" Kilah Langit.
"Serangga apa?, Kodok kah?" Tanya Lolly, Yang langsung membuat Langit gemas mencubit hidungnya.
__ADS_1
"Kodok bukan serangga Lolly"
"Terus apa?"
"Dia makhluk tuhan"
"Yeh, Nyebelin lo Langit" Seru Lolly, Yang membuat Langit terkekeh.
Meskipun perasaannya sedang tidak baik-baik saja, Tapi di samping Lolly Langit masih merasa bahagia, Meskipun perasaannya tak terbalaskan oleh Lolly.
***
Setelah menghabiskan waktu bersamanya bersama Lolly, Langit langsung mengantarkan Lolly pulang, Karna hari sudah semakin sore.
"Dadah Langitku, Makasih yah untuk hari ini. Dengan adanya lo, Rasanya gua terhibur. Dan gak mikirin rasa sakit hati gua" Ucap Lolly yang hanya di balas anggukkan dan senyuman tipis dari Lolly
"Gua bahagia Lolly, Karena Lo juga bahagia. Meskipun gua harus ngerasain sakitnya kenyataan yang gak pernah gua inginkan" Batin Langit, Lalu pergi dari rumah Lolly.
Langit langsung menjalankan motornya menuju rumah Laskar, Dimana sudah dari tadi Langit menahan segala amarahnya pada saudaranya itu.
Setelah sampai di depan rumah Laskar, Langit langsung berjalan masuk ke dalam rumah ibunya, Yang pintunya masih tertutup.
Brak
"Dimana Laskar?" Tanya Langit, Pada Heni.
"Alang, Kamu baru kesini nak. Kamu sudah makan?" Tanya Heni, Dengan memegang tangan Langit.
Langit langsung menepis tangan Heni, Yang membuat Heni terkejut dengan putra sulungnya.
"Kamu kenapa nak?" Tanya Heni, Yang masih belum mengerti melihat Langit.
"Mana Laskar?" Tanya Langit dengan meninggikan suaranya, Membuat Heni memejamkan matanya takut.
"Dia di kamarnya, Kenapa kamu cari dia?" Tanya Heni, Yang tidak di hiraukan Langit.
Langit langsung menuju kamar Laskar, Dan mendobrak pintu kamar Laskar. Membuat Laskar yang sedang tertidur pun langsung terbangun kaget.
Brak
__ADS_1
Langit mendobrak pintu kamar Laskar, Dengan begitu kuatnya. Sampai pintu Laskar hampir rusak.
Melihat Laskar yang baru bangun tidur, Langit langsung menyeret paksa Laskar untuk keluar dari kamarnya. Heni pun menjerit, Melihat perlakuan Langit yang begitu kasar pada Laskar.
"Aaaa, Alang apa yang kamu lakukan sama Alas?" Jerit Heni, Dengan mencoba menarik Laskar dari genggaman Langit.
Laskar yang baru saja bangun tidurpun kaget melihat Langit yang nampak begitu marah padanya, Ia juga masih tidak mengerti mengapa Langit memperlakukannya seperti ini.
BUGH
BUGH
BUGH
Langit memukuli Laskar, Dengan terus membabi buta tanpa ampun. Membuat Heni menangis dengan menjerit melihat kedua anaknya yang saling memukuli.
"LO JAHAT, LO EGOIS, LO PENGHIANAT, LO SAUDARA TERBURUK YANG PERNAH GUA PUNYA LASKAR!" Teriak Langit yang terus memukuli Laskar.
Laskar hanya diam, Karena dia sudah tahu maksud dari kemarahan Langit, Biarlah Langit melampiaskan rasa amarahnya padanya, Karena memang benar Laskar juga mengaku bersalah.
"LANGIT CUKUP!, IBU MOHON BERHENTI LANGIT. SADARLAH!, LASKAR ITU ADIK KAMU!" Teriak Heni, Yang mencoba menyadarkan Langit.
Langit tidak menanggapi teriakan ibunya, Ia malah dengan teganya mencekik leher Laskar dengan kuat. Sorot matanya yang tajam dan memerah, Menatap Laskar dengan begitu sangat bencinya.
Melihat Laskar yang di cekik oleh Langit dengan begitu kuatnya, Heni langsung bersimpuh di kaki Langit dengan menangis begitu histerisnya.
"Sudah cukup nak, Cukup Langit. Jika Alas mempunyai masalah sama kamu, Mari kita selesaikan dengan bijak nak. Jangan kamu sakiti saudara kamu sendiri" Ucap Heni, Yang langsung menghentikan aksi Langit.
Langit langsung tersadar dengan apa yang ia lakukan, tiba-tiba saja tubuhnya merosot ke bawah dengan pandangan yang kosong, Tapi air matanya terus mengalir.
Heni langsung memeluk Langit, Untuk menenangkan anak sulungnya itu.
"Sudah yah nak, Jangan marah lagi. Ibu takut, Ibu sangat takut nak, Kamu bisa cerita sama ibu sayang, Apa yang terjadi. Dan apa kesalahan Alas yang sudah ia perbuat sama kamu" Ucap Heni lembut, Dengan mengusap kepala Langit.
Bukannya menjawab, Lngit malah menangis di pelukan Heni. Karena ini yang pertamakalinya bagi Langit memeluk ibunya kembali setelah sekian lamanya berpisah.
"Kenapa bu?, Kenapa?. Kenapa harus Langit yang selalu kalah dengan Laskar, Dulu kasih sayang ibu dia rebut, Sekarang Langit mencintai Lolly, Tapi malah Laskar yang Lolly suka. Kenapa bu, Kenapa dunia tidak berpihak pada Langit. Kenapa Langit selalu kalah dengan Laskar saudara Langit sendiri bu" Lirih Langit, Yang membuat tangisan Heni semakin terisak.
Laskar yang mendengar semua lirihan Langit pun, Hanya diam dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Maafin gua Langit, Gua emang saudara yang buruk buat lo. Jujur, Gua gak bermaksud rebut perhatian Lolly dari lo. Gua juga gak tahu kenapa dia malah milih gua, Ketimbang lo yang lebih dulu kenal sama dia" Batin Laskar, Dengan berderai air mata. Merasa bersalah terhadap Langit, Saudaranya sendiri.