
Mang Ucok yang kaget sekaligus marah, Karna tidak terima dia di sebut pantas menjadi Babi Ngepet. Memasang wajah kesal di depan Lolly.
"Apa-apaan kau ini nona, Saya tidak terima. Muka Saya yang mempesona ini di sebut pantas jadi Babi Ngepet. Saya kira Nona akan membahas soal cinta pada saya, Tapi apa. Nona malah menginjak-injak harga diri saya" Ucap Mang Ucok dengan perasaan marah yang menggebu gebu,
Sedangkan Lolly hanya menanggapinya dengan duduk santai,Dan kepala yang mangut mangut.
"Jadi, Mang Ucok gak terima tawaran ini. Padahal kalo aja di terima, Pasti akan membuat Lolly bahagia. Tapi tak apa, Mungkin belum waktunya. Mang Ucok untuk berhibernasi jadi Babi Ngepet" Ucap Lolly yang langsung berdiri, Berjalan santai. Meninggalkan Mang Ucok yang masi marah, Lolly datang ke dalam warung dan mengahampiri ibunya.
"Terserah kau lah, Mau kau sedih, Bahagia, Ataupun Bisulan sampai di jidat kau. Aku tak peduli, Bisa-bisanya dia menistakan wajah ku yang mempesona mengalahkan lee min ho ini" Seru Mang Ucok yang mengikuti arah Lolly berjalan ke warung untuk membayar nasi uduk yang sudah tadi di pesan.
"Bu, Aku di tolak sama Mang Ucok" Ucap Lolly dengan pura pura bersedih di hadapan ibunya, Yang langsung membuat ibunya menoleh ke belakang dan terkejut.
"Kamu di tolak, Apa maksudnya Lolly?" Tanya sang ibu yang penasaran dengan Ucapan Lolly yang ambigu.Tiba-tiba mang ucok datang dan menyerahkan uang untuk membayar nasi uduknya tanpa berkata sepatah katapun, Karna masih kesal dengan tawaran dari Lolly yang di luar nalar.
"Eh, Mang Ucok. Udah selesai makanya" Tanya Lina yang hendak berbasa-basi tapi di hiraukan Mang Ucok.
Membuat Lina semakin penasaran dengan apa sudah Lolly lakukan di pagi ini. Mang Ucok langsung pergi dengan wajah yang menahan kekesalannya pada Lolly.
"Mang Ucok tunggu, Tunggu dulu. Saya mau nanya sebentar, Tadi kata Lolly Mang Ucok nolak Lolly, Nolak tentang apa ya?" Tanya Lina dengan hati hati, Karna melihat wajah Mang Ucok yang masih kesal.
Mang Ucok hanya menatap sekilas Lina, Lalu mengalihkan pandangannya dan berkata.
"Kenapa, Nona Lolly selalu saja bertingkah aneh, Tadi saja dia baik pada saya. Saya kira kebaikan dia itu adalah tindakan untuk membalas cinta saya. Tapi Saya salah, Ternyata Nona Lolly menawarkan saya untuk menjadi babi ngepet, Karna katanya saya sudah termasuk kriteria perbabian. Saya jelas tidak terima, Dan saya kesal. Karna Nona Lolly menganggap saya yang tampan ini mirip Babi, Saya sangat kecewa dengan Nona" Ucap Mang Ucok panjang lebar, Membuat Lina syok.
Karna bingung ia harus kasihan, Atau tertawa saja. Karna, Mendengar Ucapan Lolly pada Mang Ucok sudah masuk kriteria perbabian.
Lina berjalan ke dalam warung dengan geleng geleng kepala, Mendengar tingkah Lolly yang semakin hari semakin Absurd.
"Lolly, Kenapa kamu pagi pagi sudah buat keributan sama Mang Ucok. Kamu tahu kan, Mang Ucok itu pelanggan setia disini. Tadi dia bilang kecewa sama kamu, Trus nanti gimana kalau dia gak langganan nasi uduk ibu lagi Lolly" Seru Lina dengan berkacak pinggang di hadapan Lolly.
__ADS_1
Lolly hanya diam tidak menjawab dia malah anteng memainkan Cicak yang tadi ia tangkap.
"Lolly, Kamu dengar ibu gak" Pekik Lina yang tidak tahan dengan tingkah Lolly.
"Huft, Ibu gak baik pagi-pagi udah marah, Apalagi ibu cerewet kaya kudanil kurang makan aja. Lebih baik kita sekarang fokus liatin nih cicak, Dia lagi ngeden mau eek bu.vKayaknya tai nya keras deh, Sampe otot dia meregang gitu" Jawab Lolly dengan menoel-noel tubuh si cicak yang sedang mengeden.
Lina hanya mampu, Bersabar. Mengahadapi tingkah Lolly, Karna percuma mau di marahi bagaimanapun tidak akan mempan untuk Lolly.
"Ayo cicak, Semangat. Iya, Iya terus itu kepala tai nya udah keluar sedikit. Lebih kuat lagi ngeden nya, Masa kalah sama tai sih" Seru Lolly yang terus menyemangati Cicak yang dia pegang.
"Kayaknya, kamu gak pernah makan sayuran sama buah buahan ya cicak, Jadi tai kamu keras. Sekarang lebih baik, kamu makan nasi uduk punya ibu aku aja, Murah kok cuma dua belas ribu aja. Nanti biar ibu aku yang suapin kamu, Ok" Ucap Lolly dengan mengelus-ngelus kepala cicak.
"Bu, Ibu ini ada pelanggan lagi bu, Mau nasi uduk katanya" Seru Lolly yang memanggil ibunya yang sedang ke dalam rumah.
Lina langsung terburu buru keluar dengan melihat ke kanan dan ke kiri tidak melihat ada orang yang akan membeli, Membuatnya heran.
"Mana katanya ada pelanggan, Kata Lolly tadi ada. Kok sekarang gak ada, Apa jangan jangan setan cepirit, Eh setan iprit" Batin Lina yang masih celingak-celinguk mencari keberadaan pembeli.
"Kamu kerjain ibu hah, Mana katanya ada pembeli tapi gak ada" Seru Lina yang masih celingukan melihat keberadaan si pembeli.
"Oh itu, Pembeli ibu yang sekarang itu bukan manusia bu" Ucap Lolly dengan santainya duduk di bangku depan warung, Membuat Lina tersentak kaget.
"Tuh kan bener, Gak ada orang. Apa jangan-jangan setan Cepirit lagi. Gak nyangka juga gua, Ternyata punya anak yang indihome, Eh indigo" Batin Lina dengan menatap Lolly tidak percaya.
"Ibu kenapa masih bengong sih, Itu si pembeli udah nungguin bu" Ucap Lolly yang membuat ibunya semakin bingung dengan tingkah Lolly.
"Kan kata kamu tadi, Pembelinya bukan manusia, Pasti setan cepirit kan" Tanya Lina dengan tatapan serius menatap Lolly.
Sedangkan Lolly hanya menaikkan sebelah alisnya,menatap aneh ibunya.
__ADS_1
"Bukan bu, Bukan setan Cepirit. Ini pelanggan spesial, Katanya mau di suapin sama ibu makan nya" Ucap Lolly dengan wajah serius, Lina hanya mangut mangut mempercayai ucapan Lolly.
"Trus mana orangnya, Kok manja banget mau di suapin sama ibu, Gak malu apa" Ucap Lina.
"Sekarang ibu buatin sepiring nasi uduk sama lauknya apa aja, Trus nanti Lolly nunjukin pembelinya" Ucap Lolly dengan menyandarkan punggungnya di sandaran warung.
Lina langsung menuruti perintah Lolly, Dan dia membawa sepiring nasi uduk dengan lauk telor balado dan tempe goreng.
"Nih nasinya udah, Trus mana orang nya. Awas aja kamu kalo bohong" Seru Lina dengan mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Lolly.
"Ya nggak lah bu, Lolly gak mau jadi anak durhaka" Ucap Lolly dengan berdiri dan hendak pergi ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu.
Lina yang sempat aneh, Tapi ia mencoba percaya saja pada Lolly.
Lolly datang dengan membawa sebuah kotak berukuran kecil.
"Nih bu" Ucap Lolly dengan menyodorkan kotak kecil itu pada Lina.
Yang langsung membuat lina bingung,Kenapa Lolly memberinya kotak,Dan dimana si pelanggan yang meminta di suapi oleh Lina,Fikir Lina.
Lina menerima kotak dari Lolly dengan perasaan yang masih bingung.
"Lolly, Mana orang yang pesan nasi uduknya, Katanya mau di suapin sama ibu" Ucap Lina yang masih penasaran dengan tingkah Lolly.
Lolly tidak langsung menjawab, Karna ia sedang memasangkan sepatu sekolahnya untuk bersiap berangkat.
"Iya itu bu, Yang pesen nasi uduknya, Dan minta di suapin ibu itu si cicak yang tadi Lolly pegang pegang karna gak bisa berak" Ucap Lolly dengan santainya.
Lina hanya mangut-mangut karna belum ngeh dengan ucapan Lolly, Dan seketika Lina langsung membulatkan matanya setelah sadar dengan ucapan Lolly.
__ADS_1
Lina membuka kotak yang Lolly berikan, Dan ternyata benar isinya adalah Cicak yang tadi Lolly pegang pegang. Lina langsung menjerit histeris karna takut Cicak, Tapi Lolly malah tersenyum melihat ibunya yang berteriak, Dan berjalan santai untuk pergi ke sekolah.