
Pak Tarno mengantarkan Lolly ke sekolah, Dengan selamat. Lolly langsung turun, Dan berterimakasih.
"Makasih, Pak Tarno. Ongkosnya minta sama ibu aja yah, Dadahh Pak Tarno sampai ketemu lagi nanti sore" Ucap Lolly,Dengan melangkahkan kakinya pergi.
Hal itu pun tak luput, Dari pandangan Bella, Keisya Dan Angel. Yang tersenyum remeh ketika melihat Lolly datang ke sekolah dengan menggunakan Ojeg.
"Ternyata selain gila, Tuh cewek juga orang susah yah" Ucap Bella dengan memainkan rambutnya.
"Pftt, Iya bener banget. Miris banget deh hidup jadi dia" Seru Angel, Dengan tersenyum smirk.
"Gimana kalo kita, Sekarang Kerjain dia?" Usul Keisya, Yang langsung di angguki oleh Bella dan Angel.
"Yok, Guys kita senang-senang, Dengan buat dia menderita" Seru Bella dengan berjalan mendahului Angel dan Keisya.
***
Lolly sedang berjalan dengan memainkan rambutnya yang di kuncir kuda, Dan bersenandung kecil.
"Woy, Orang susah!" Pekik seseorang tepat di belakang Lolly, Lolly pun reflek memutar tubuhnya.
"Hah, Nyadar juga dia" Gumam Angel, Dengan menyunggingkan senyumnya menatap Lolly.
"Kalian manggil siapa?" Tanya Lolly dengan polosnya.
"Yah, Lo lah. Masa lo gak merasa hidup sebagai orang susah!" Ucap Bella dengan berjalan menghampiri Lolly.
"Nggak tuh, Gua gak susah. Kaki gua berjalan baik, Ngomong gua juga lancar, Tapi Mata gua liat lo mendadak susah.."
"Maksud lo susah kenapa hah!" Seru Bella dengan meninggikan suaranya.
"Susah bedain antara, Mana manusia dan mana Setan" Jawab Lolly dengan tak kalah lantangnya.
"Kurang ajar lo, Dasar cewek gila. Orang miskin Lo!" Seru Bella dengan menunjuk-nunjuk di depan wajah Lolly.
Lolly hanya diam, Menatap datar Bella dan para dayangnya dengan tatapan datar.
"Kenapa diam, Bingung kan lo mau jawab apa. Secara lo emang anak orang MISKIN" Tekan Bella yang mendorong Lolly dengan jari telunjuknya.
Lolly masih saja diam, Membuat Bella tertawa puas. Karna merasa menang kali ini berdebat dengan Lolly.
"Aneh banget gak sih Ngel dia, Biasanya kan dia suka berontak kalo lawan kita, Apalagi lawan Bella. Tapi kok, Sekarang dia malah diem, Apa jangan-jangan dia kebelet berak?" Tanya Keisya pada Angel.
"Gua juga gak tau Sya, Coba lu tanya aja sama orangnya" Jawab Angel, Yang tak lepas pandangannya dari Lolly.
"Ogah!" Seru Keisya dengan bergidik.
__ADS_1
"Udah bicaranya?" Tanya Lolly dengan nada dinginnya, Membuat tawa Bella seketika terhenti.
Keisya dan Angel pun merasakan, Jika Lolly saat ini terlihat berbeda. Apalagi tatapan dan nada bicaranya yang dingin membuat nyali kedua dayang Bella pun langsung ciut.
"Kok dia jadi aneh sih" Batin Bella yang mencoba bersikap biasa saja, Di depan Lolly,.
"Bel udah yuk kita ke kelas, Nih cewek aneh banget dari tadi" Ajak Keisya.
"Ck, Nyali kalian cemen banget sih. Kenapa harus takut sama dia hah!" Seru Bella, Yang sejujurnya ia pun merasakan apa yang Keisya rasakan.
"Kenapa berhenti hina gua, Ayo terus. Gua mau dengerin semua ocehan lo, Lo bilang kan kalo gua orang susah, Gua orang miskin?" Ucap Lolly, Menatap Bella dan Kedua dayangnya, Dengan datar.
"KENAPA DIAM!, CEPET NGOMONG BELLA, BIAR SATU SEKOLAH TAHU KALAU GUA ITU ORANG MISKIN, GUA ORANG SUSAH. GUA ANAK YATIM YANG GAK PUNYA BAPAK!" Pekik Lolly, Dengan menangis histeris.
Membuat Bella dan kedua temannya terkejut, Dan langsung berlari pergi dari hadapan Lolly.
Lolly hanya bisa diam, Dengan perasaan hati yang begitu sakit. Langit yang dari tadi menyaksikan pun, Sama terkejutnya mendengar Lolly yang berteriak dengan menangis histeris.
Awalnya Langit akan membawa mereka berempat ke ruangan BK, Tapi saat melihat Lolly yang kali ini menangis histeris. Membuat Langit mengurungkan niatnya.
"Lolly" Ucap Langit, Mengahampiri Lolly yang sedang terduduk di lantai dengan tatapan kosong dan air mata yang terus mengalir.
Banyak para murid, Yang berbisik-bisik. Membicarakan Lolly, Dan menyaksikan Lolly yang menangis, Mereka bukannya membantu tapi malah melihatnya dan membicarakan kehidupan Lolly yang baru mereka tahu.
"Gua baru tahu, Kalo Lolly anak yatim"
"Pasti sakit banget sih jadi Lolly, Siapa juga sih yang mau hidup susah. Kita kan gak bisa milih"
"Iya yah bener, Mau gimanapun orang itu. Kita tetep harus bisa memanusiakan manusia juga"
"Tapi sayangnya si Bella bukan manusia bro"
"Gua jadi ikutan sedih, Liat Lolly sedih. Secara kan dia terkenal sebagai murid ceria yang bertingkah Absurd, Tapi pas liat kesedihannya gua ikutan sakit hati"
"Gua juga sama sakitnya, Kalo di posisi Lolly"
Langit yang mendengar desas-desus para murid pun, Langsung mengeram marah. Dan membubarkan seluruh siswa yang mengerumuni Lolly.
"BUBAR!" Teriak Langit, Dengan lantangnya. Membuat seluruh siswa langsung bubar seketika.
"Lolly?" Sapa Langit, Yang ikut duduk mensejajarkan dengan Lolly.
Lolly masih saja diam, Dengan tatapan nanar lurus ke depan, Tanpa niat membalas sapaan Langit.
Tanpa aba-aba Langit langsung membawa Lolly ke rooftop sekolah, Lolly hanya diam mengikuti langkah Langit yang masih menarik tanganya.
__ADS_1
Setelah sampai di rooftop, Langit langsung mendorong kursi untuk Lolly duduk.
"Lolly, Are you okey?" Tanya Langit dengan lembutnya.
Lolly hanya tersenyum kecut, Alih-alih menjawab pertanyaan Langit. Langit hanya bisa menghembuskan nafas kasar melihat Lolly yang masih diam.
"Lolly, Gua tanya lo?"
"Hm" Jawab Lolly hanya berdehem.
"Gua lebih suka Lolly yang ceria, Yang cerewet, Jahil, Trus bertingkah Absurd. Gua lebih suka Lolly yang itu" Ucap Langit dengan menatap dalam Lolly.
Lolly hanya menatap Langit sekilas, Lalu mengalihkan lagi pandangannya, Dari Langit. Tanpa niat menjawab ucapan Langit.
"Lolly jawab gua!" Tekan Langit, Yang mulai kesal.
"Lo mau jawaban apa Langit" Ucap Lolly dengan nada dinginnya. Membuat Langit menekukkan ke dua alisnya.
"Sorry, Gua tahu lo lagi sedih Lolly. Tapi gua mau lo ceritain semua keluh kesah lo, Gua mau jadi pendengar yang baik buat lo Lolly" Ucap Langit, Dengan merendahkan nada bicaranya.
"Hiks,, Hikss" Bukanya bicara, Lolly malah menangis. Langit pun memberanikan diri, Untuk memeluk Lolly dan menenangkannya.
"Gua siap denger cerita lo, Setelah lo udah merasa baikan" Gumam Langit, Dengan mengusap-ngusap punggung Lolly.
"Hiks,, Hiks Langit. Gu-a.. Ma-u" Ucap Lolly yang terbata-bata, Karna sesenggukan menangis.
"Mau apa Lolly?"
"Mau berak, Tapi dari tadi subuh tai nya susah keluar" Ucap Lolly,Dengan menghapus air matanya.
Langit yang mendengar ucapan Lolly pun langsung Cengo, Dengan mulut menganga. Langit kira Lolly bersedih karna ingin pulang, Atau mau curhat. Tapi perkiraan Langit kali ini di luar dugaan.
"Ck, Nyebelin lo. Dasar Monyet jahanam" Seru Langit, Dengan ketusnya.
"Gua beneran Langit ini sakit banget, Apalagi saat gua duduk. Kayak tai nya tuh, Keras banget sampe bikin usus gua ngilu" Ucap Lolly dengan memegang perutnya.
"Jadi lo nangis bukan, Karna tadi bella hina lo?"
"Bukan"
"Terus kenapa, Lo nangis sampai kejer Lolly kampret"
"Kan gua udah bilang, Gua mau berak. Tapi nih tai lagi musuhan sama gua"
"Kenapa bisa?"
__ADS_1
"Mungkin karna,Tai nya lagi bad mood"
"Serah lo dah Lolly, Sakit kepala gua" Ucap Langit yang beranjak dari duduknya, Dan pergi meninggalkan Lolly sendirian.