
Lolly saat ini sedang senang, Karna bisa di traktir oleh Langit. Sampai-sampai mulutnya terus saja mengoceh, Memuji Langit.
"Langit, Gua mau bakso yah..Yahh" Pinta Lolly dengan menampilkan pup eyes nya di hadapan Langit, Tapi bukannya gemas Langit malah langsung mendelikkan matanya.
"Gak usah kayak gitu, Lo gak imut sama sekali" Tegas Langit yang langsung di angguki oleh Lolly.
"Yaudah, Kalo gitu gua mau kayang aja. Siapa tahu keliatan imut di mata lo" Ucap Lolly yang hendak berdiri, Namun di tahan oleh Langit.
"Lolly, Tolong tahan dulu tingkah Absurd lo itu, Atau lo mau gua mutilasi disini hah" Tekan Langit dengan tatapan tajamnya, Sedangkan Lolly bukannya takut tapi malah cengengesan.
"Mau,, Mau, Mau banget malah. Eh tapi tunggu dulu deh, Kalo di liat-liat dari dekat Kau sungguh menawan, Jika terlihat seperti itu Langit, Kayak mirip..." Ucap Lolly yang masih menggantungkan ucapannya.
Langit yang awalnya Cengo mendengar ucapan Lolly yang mau di mutilasi, Kini langsung salah tingkah, Mendengar Lolly yang memujinya menawan. Tapi, Ia juga penasaran kenapa Lolly tidak meneruskan ucapannya.
"Ekhem, Kayak apa?" Tanya Langit yang berusaha sok cool, Padahal sedang salah tingkah.
"Kayak Curut Mongolia" Jawab Lolly dengan entengnya, Dan tatapan polos yang di kedip- kedipkan.
Langit yang awalnya salah tingkah langsung menatap Lolly tajam.
"Curut mongolia, Curut Mongolia. Kepala bapak kau di gigit capung" Seru Langit, Dengan beranjak dari duduknya untuk memesan makanan.
"Kenapa kepala bapak gua di gigit capung, Kan kata ibu bapak udah meninggal. Jadi di gigitnya di alam barzah kah?" Gumam Lolly, Dengan bertanya pada diri sendiri.
"Nanana,,, Yeyeyeyee... Janda sebelah rumah di gondol genderewo, Mang Ucok di gondol lele jumbo. Dung,, Tak,, Dung,, Dung,, Tak,, Tak" Lolly bernyanyi dengan memukul-mukul meja kantin.
"Suara lo bagus kalo lagi nyanyi, Jadi pantes jadi vokalis" Seru Langit yang ikut duduk, Dengan membawa dua mangkok bakso.
"Wah terimakasih monyet, Kau lah sahabat sejati aku. Ngomong-ngomong gua pantasnya jadi vokalis apa yah, Atau gua lebih pantes jadi vokalis band tak gendong kemana-mana.. Tak gendong kemana-mana.." Ucap Lolly dengan terus bernyanyi, Karna sudah di puji Langit.
"Iya bagus, Jadi vokalisnya tahu bulat" Jawab Langit dengan santainya, Dan langsung membuat Lolly berhenti bernyanyi dan menatap Langit dengan menautkan ke dua alisnya.
"Baiklah, Nanti gua pulang sekolah langsung cari tukang tahu bulat ah" Seru Lolly dengan menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke ke kiri.
Uhukkk,,
Uhukkkk
"Lo kenapa langit, Tersedak kadal kah?" Tanya Lolly Sembari menyodorkan satu gelas air minum.
Langit langsung meminumnya, Dan sesekali melirik Lolly yang nampak anteng mengocek bakso di mangkoknya.
"Heran gua, Nih anak gua udah ledek kenapa gak marah sama sekali sih. Atau emang dasarnya si Lolly ini manusia langka yang unik?" Batin Langit yang masih minum, Karna tenggorokannya terasa panas.
"Buat apa lo cari tukang tahu bulat?"
"Yah, Buat jadi Vokalis terkenal lah. Kan kata lo suara gua bagus, Siapa tahu nanti, Gua bisa konser trus duet sama Justin Bieber"Ucap Lolly dengan polosnya, Membuat Langit langsung tertawa.
"Hahaha, Ya kali Justin Bieber duet sama vokalis tahu bulat.bAneh lo" Seru Langit yang tertawa renyah.
__ADS_1
Sedangkan Lolly hanya mengedikkan bahunya acuh, Seolah tak peduli.
Saat sudah selesai makan, Lolly langsung minum dan bersandar di kursi. Dengan mengusap-ngusap perutnya yang terasa penuh.
"Adit"
Seru Lolly, Yang melihat teman sekelasnya sedang melewat. Adit langsung mengahampiri Lolly dan bertanya ada apa.
"Apa?"
"Awas dit, Bang jarwo udah deket dit" Jawab Lolly dengan mengikuti gaya bicara denis di kartun Adit, Sopo& Jarwo.
"Sialan Lo" Seru adit yang langsung melengos pergi.
Langit yang menyaksikan itu pun hanya terkikik geli, Melihat tingkah Lolly. Yang lagi-lagi Absurd nya kambuh.
"Eh iya, Langit makasih traktirannya. Jangan lupa besok traktir lagi yah" Seru Lolly dengan beranjak dari duduknya dan meninggalkan langit sendirian dengan wajah yang cengo.
"Ck, Dasar kutil kingkong, Gak ada Akhlak banget. Udah kenyang pergi gitu aja" Gerutu Langit dengan langsung mengikuti langkah Lolly.
Lolly berjalan dengan sesekali tersenyum ramah dan menyapa teman-teman sekolahnya. Langit yang melihat itupun langsung memutar bola matanya malas.
"Ck, Sok manis banget" Batin Langit, Yang berdecak kesal melihat Lolly, Yang menebar senyuman pada laki-laki. Entah Langit cemburu atau cuma kesal biasa saja.
"Hai nama aku Lolly, Nama kamu siapa?, Apa mungkin kamu jelmaan wewe gombel?" Tanya Lolly dengan mengajak kenalan, Tapi bukan kenalan itu seperti mengajak keributan.
"Maksud lo?, Gua jelmaan wewe gombel?" Tanya siswa tersebut dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Kok Maghrib?, Ini kan siang?"
"Maghrib kok, Kamu aja yang salah liat"
"Ini siang, Tuh liat mataharinya masih di atas"
"Oh iya, Aku gak bisa lihat"
"Hah,, Kenapa?"
"Karna kata orang kalo cinta itu buta, Seperti saat ini. Aku mencintaimu yang menyerupai wewe gombel, Tapi aku suka hehe"
Siswa tersebut langsung di buat salah tingkah oleh Lolly. Meskipun awalnya kesal ingin marah, Entah Lolly memuji atau malah mencaci, pikirnya.
"Gua Darren" Sapa siswa tersebut yang mengulurkan tanganya.
"Aku Lolly, Biasa di sebut Selena Gomes" Jawab Lolly yang membalas jabatan tangan Darren.
Darren langsung di buat Cengo, Oleh Lolly. Sedangkan Langit yang dari tadi menyaksikan pun langsung panas, Dan menarik kerah baju belakang Lolly, Membawanya pergi ke kelas.
"Eh, Eh Kok di tarik sih"
__ADS_1
Langit tidak menghiraukan kicauan Lolly, Ia terus saja berjalan tanpa memperdulikan tatapan semua siswa siswi yang melihat Langit dan Lolly
"Dadahh, Darren. Sampai ketemu lagi di waktu yang akan datang" Pekik Lolly dengan melambai-lambaikan tangannya pada Darren, Yang hanya di balas dengan senyuman.
Setelah sampai di kelas, Lolly langsung di hempaskan ke bangkunya sendiri oleh Langit, Yang terletak di samping Langit.
"Dasar Centil" Gumam Langit yang masih di dengar oleh Lolly.
"Langit lo kenapa, Marah yah. Jangan marah dong Langit"
"Terserah gua"
"Bahaya tahu kalau lo marah"
Langit yang mendengar ucapan Lolly pun, Langsung menaikkan satu alisnya, Seolah bertanya kenapa.
"Kenapa?"
"Ya kan kalo Langit marah, Nanti bisa hujan badai dordar gelap"
Langit langsung mendelikkan matanya, Dan duduk membelakangi Lolly.
"Hai Leo, Hai Refal" Sapa Lolly, Yang melihat Leo baru masuk kelas bersama Refal.
"Hai Lolly" Jawab Leo dan Refal secara bersamaan.
"Ada kabar bagus nih Le, Fal"
"Apaan?"
"Gua mau jadi vokalis band tahu?"
"Wah gak nyangka ternyata, Lo berbakat juga ya Lolly"
"Iya dong"
"Kenapa lo gak ikut lomba aja, Sekalian untuk perwakilan sekolah ini"
Langit yang dari tadi diam menyimak pun, Langsung paham apa yang akan Lolly bicarakan. Baru saja Langit mau membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Leo, Tapi sudah Lolly potong. Dan alhasil, Langit kembali diam, Memilih mendengarkan apa yang akan Lolly bicarakan.
"Iya nanti gua daftar, Kalian tenang aja. Yang penting Support gua yah"
"Gampang itu mah, Bisa di atur"
"Ngomong-Ngomong lo, Mau jadi Vokalis band apa?" Tanya Refal dengan wajah seriusnya.
"Vokalis tahu bulat, Nanti gua bisa duet langsung sama Justin Bieber" Jawab Lolly dengan polosnya, Yang langsung membuat Leo dan Refal Cengo dengan mulut terbuka lebar.
Berbeda dengan Langit, Yang kini sedang mati-matian menahan tawa, Apalagi ia melihat wajah cengo Leo dan Refal. Jadi menambah ingin ngakak sepuasnya.
__ADS_1
"Itu Mah sih bakat yang harus di pendam, Jadi nyesel gua nyaranin Lolly buat ikut lomba perwakilan sekolah ini. Gimana kalo bener dia ikutan, Terus yang di nyanyikannya lagu tahu bulat, Bisa gulung tikar nih sekolah" Batin Leo dengan wajah tertekkan melihat Lolly yang tersenyum ke padanya.
"Mana ada Justin Bieber duet sama vokalis tahu bulat, Gimana nanti para fansnya yang ngira Justin Bieber. Udah join ke bogor" Batin Refal yang masih dengan wajah Cengo nya menatap Lolly.