Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Solusi Berujung Frustasi


__ADS_3

Lolly berkemas, Memasukan peralatan belajarnya ke tas miliknya. Karna pelajaran telah usai, Dan bel pulang sudah berbunyi.


"Lo pulang naik angkot lagi?" Tanya Langit,


"Iya, Kalo angkotnya ada, Kalo gak ada..."


"Kalo gak ada apa?"


"Hem, Kalo gak ada numpang dulu aja sama sajadah terbangnya mang udin"


"Mang Udin, Mang Udin. Aladin kali"


"Yah itu, Kan Mang Udin kakaknya Aladin"


"Terserah" Jawab Langit, Dengan memutar bola matanya malas.


"Sorry, Gua gak bisa anter lo pulang, Karna ada rapat OSIS dulu"Lanjut Langit.


"Iya gak papa, Santuy aja kali"


Lolly beranjak dari duduknya dan berpamitan dengan Langit terlebih dahulu.


"Langit, Gua pulang dulu yah, Awas kalo lo centil sama si Bella" Ucap Lolly, Dengan mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Langit.


Langit tersenyum tipis, Ia mengira bahwa Lolly cemburu, Dan takut Langit dekat dengan Bella.


"Kalo gua deket sama Bella emang kenapa?" Tanya Langit, Dengan menaikan satu alisnya.


"Yah nanti gua kawinin aja langsung, Biar bisa makan gratis" Seru Lolly.


Langit yang mendengar jawaban dari Lolly pun, Langsung memberengut dan berdecak kesal.


"Ck, Gua kira dia cemburu"


Langit melihat Lolly, Yang sudah menjauh dari pandangannya.


"Kalo gua bilang, Gua suka sama Lolly, Gua takut di tolak, Trus gua gak bisa deket lagi sama dia. Tapi kalo gua terus memendam perasaan gua ke Lolly. Takut nanti keburu di embat sama orang lain" Gumam Langit, Dengan mengacak rambutnya frustasi.


***


Lolly berdiri di pinggir jalan, Untuk menunggu angkot datang.


"Ck, Mana sih jemputan gua kok gak datang-datang" Gerutu Lolly.


Lolly terus melihat ke arah kanan, Berharap ada angkot yang datang. Setelah menunggu hampir setengah jam lamanya, Akhirnya angkot pun datang.


Lolly langsung masuk dan duduk di samping nenek-nenek. Saat Lolly akan menyapa sang nenek, Lolly di kejutkan dengan suara tangisan anak kecil yang duduk di depannya dengan menangis sesenggukan.


"Hiks,,, Hiks"


.


"Dek, Kamu kenapa nangis?" Tanya Lolly.


"Saya sedih kak, Ayah sama ibu saya lagi berantem. Jadi saya kabur aja dari rumah, Trus naik angkot ini" Jawab anak kecil tersebut.


"Ah itu mah soal gampang dek, Kamu mau ibu sama ayah kamu baikan?"


"Mau kak mau, Saya pusing liat mereka berantem sampai lemari di rumah saya di lempar sama ibu"


"Baru aja lemari dek, Jangan lebay gitu ah"


"Tapi kan saya ngeri kak, Liat ibu saya kuat begitu"


"Mungkin ibu kamu, Keturunan Hulk dek. Berpikir positif aja dulu"


"Wah hebat juga ternyata ibu saya" Jawab Anak kecil tersebut dengan antusiasnya.


"Kalo ibu keturunan Hulk, Trus ayah saya keturunan apa kak kira-kira?"


"Em, Mungkin keturunan Hello Kity"


"Wah mengerikan sekali ayahku, Sungguh hidup yang miris yah kak"

__ADS_1


"Iya untung itu bapak mu"


"Kalo bapak kakak gimana?"


"Bapak kakak udah di tanam"


"APA?!" Pekik anak kecil tersebut, Membuat Lolly ikut kaget.


"Kenapa?" Tanya Lolly.


"Beneran bapak kakak bisa di tanam?"


"Beneran, Coba aja bapak kamu juga pasti bisa kok"


"Baiklah nanti aku coba, Tapi aku takut mereka masih berantem kak"


"Jangan khawatir, Kasih aja mereka permen Milkita"


"Biar apa?"


"Biar mereka gak berantem"


"Oke deh, Pak berhenti di sini pak" Ucap anak kecil itu, Pada supir angkot.


Sebelum keluar anak kecil itu, Kembali menoleh ke arah Lolly, Untuk berkenalan terlebih dahulu dengan Lolly, Karna tadi lupa menanyakan nama Lolly.


"Eh iya, Aku lupa nama kakak siapa?"


"Nama kakak, Selena Gemez. Kamu?"


"Oh Selena Gemez, Kalau nama aku Bagus kak"


"Nama kamu?"


"Bagus Kak"


"Bukan, Kakak tanya nama kamu siapa"


"Nama saya itu, Bagus yah anjing!" Pekik Bagus, Dengan meninggikan suaranya karna kesel dengan Lolly.


"Terserah lah, Pusing kepala ku. Rasanya mau pecah" Ucap Bagus, Dengan keluar dari angkot.


"Sabar-sabar Neng, Orang yang sabar katanya jidatnya suka lebar" Ucap sang nenek di samping Lolly dengan mengusap punggung Lolly.


"Diam Lah kau nenek, Sana main Barbie aja. Jangan ganggu saya" Ketus Lolly.


"Saya ini sudah tua, Masa main Barbie"


"Ya terus mau main apa?"


"Saya suka main balap liar"


"HA?!" Lolly langsung cengo, Mendengar jawaban sang nenek.


"Kenapa?, Kamu gak percaya?"


Lolly pun dengan spontan menggelengkan kepalanya.


"Makanya jangan remehkan saya, Biarpun udah Nenek-nenek begini juga, Saya masih seger"


"Seger apanya nek?"


"Seger bau mulut saya"


"Bau jigong juga, Nenek makan anaconda yah. Kok baunya kayak bau orang kena Azab"


"Astaghfirullah haladzim Neng" Seru supir angkot yang dari tadi menyimak.


"Kenapa pak?, Gak usah solimi gitu deh pak " Ucap Lolly, Yang langsung di angguki sang nenek.


"Ya tuh bener, Somad-Somad. Kau ini, Solimi banget, Padahal bau mulut orang yang kena azab tuh kayak kamu somad" Seru sang nenek di samping Lolly.


Sedangkan supir angkot, Malah menahan tangisnya, Melihat nenek yang bar-bar. Di tambah Lolly yang Absurd.

__ADS_1


"Bener tuh nek, Wah nenek asik juga ternyata orangnya. Bisa kali saya ajak nenek nongkrong"


"Bisa dong, Mau dimana nih"


"Depan kuburan, Biar nenek sadar. Kalau umur nenek sebentar lagi"


"Dasar anak kurang ajar kau"


"Yeh, Malah nyebut saya anak kurang ajar. Saya kan baru pulang sekolah nek, Sudah pasti saya di ajari di sekolah"


"Turun! Turun!. Saya turun di sini aja Somad. Lama-lama bisa gila aku bareng bocah sableng kayak dia" Gumam nenek-nenek tersebut, Dengan turun dari angkot.


"Eh kok malah turun, Nek tunggu nek!"


"Apalagi" Seru sang nenek, Dengan meninggikan suaranya.


"Kata nenek, Nenek kan masih seger tuh"


"Emang, Terus kenapa?"


"Lumayan lah, Kalo saya jual nenek. Sekalian sama organ-organ di tubuh nenek. Kan masih seger"


"Ahhhh.... Dasar bocah gila, Sableng, Edan" Teriak sang nenek, Dengan lari terbirit-birit.


"Hahahaha" Lolly malah tertawa, Dengan terpingkal-pingkal, Berbeda dengan supir angkot yang sedang merinding melihat Lolly.


"Neng turun dimana nih?" Tanya supir angkot.


"Di depan sana pak, Ada gang kecil tuh" Tunjuk Lolly, Yang di angguki supir angkot.


***


Bagus kini sedang berjalan kembali pulang ke rumahnya, Untuk menenangkan pertengkaran orang tuanya. Dengan solusi dari Lolly.


Sebelum sampai di rumah, Bagus menyempatkan ke warung untuk membeli permen milkita, Atas saran Lolly tadi.


"Nah, Udah ada nih permennya. Semoga aja, Mujarab nih permen" Gumam Bagus.


Setelah sampai di rumah, Ternyata dugaan Bagus benar. Jika kini ibunya masih saja terus mengoceh, Memarahi sang ayah yang kini terlihat sangat pasrah.


"Kamu ini, Jadi suami gimana sih. Gak perhatian banget sama istri, Malah mentingin diri sendiri hah" Pekik ibunya Bagus.


"Maaf bu, Bapak cuman beli boxer doraemon aja kok kemarin"


"Trus kenapa gak bilang dulu, Di rumah kan masih ada boxer yang gambarnya pororo"


"Bapak bosen bu"


Melihat keributan itu, Bagus langsung menghampiri orang tuanya.


"Udah bu, Udah. Nih tenangin dulu pikiran ibu dengan permen milkita" Seru Bagus, Dengan memberikan permen milkita pada ibu dan ayahnya, Membuat mereka berdua langsung Cengo.


"Kenapa diem, Ayo ambil pasti ibu bakalan langsung tenang" Ucap Bagus.


Sang ibu bukannya tenang, Tapi malah semakin marah dan langsung menjewer telinga Bagus dengan kuat.


"Kamu pikir ibu ini anak-anak hah!, Pake di kasih permen segala!"


"Ampun bu ampun, Maafin Bagus"


"Diam lah kau, Pusing aku. Nanti malam tidur di luar sama bapak kau" Seru sang ibu, Dengan berlalu pergi.


"Pak ibu kok galak banget yah, Apa jangan-jangan ibu keturunannya Hulk?" Tanya Bagus, Yang membuat ayahnya langsung membelakkan matanya kaget.


"Hust, Jangan ngomong sembarangan. Meskipun itu kenyataan" Bisik ayah Bagus.


"Trus bapak keturunan Hello Kity kan?" Lagi-lagi pertanyaan Bagus, Membuat bapaknya kembali kaget.


"Kamu tahu dari mana?"


"Dari Selena Gemez" Jawab Bagus, Yang membuat ayahnya semakin Cengo, Seperti orang bodoh.


"Bapak kalo capek hidup sama ibu, Ngomong aja sama Bagus yah pak. Biar nanti bapak bisa Bagus tanam di dalam tanah" Ucap Bagus.

__ADS_1


Sedangkan ayah Bagus, Hanya menangis frustasi. Sudah menghadapi istri yang galak, Di tambah anak yang random. Membuat ayah Bagus menangis menderita.


__ADS_2