
Lolly yang kini sedang bersedih di sekolah, Berdiam diri di rooftop. Untuk menenangkan pikiran dan hatinya, ,Karna perkataan Bella tadi.
Sebenarnya Lolly tadi menangis karna ucapan Bella yang menyakitkan untuknya, Hanya saja ia menutupinya, Dengan mencoba beralasan aneh, Kepada Langit.
Karna Lolly tidak suka menunjukkan rasa sedihnya di depan orang lain, Menurut Lolly itu adalah suatu kelemahan.Tapi Lolly tadi menangis karna sudah tidak tahan mendengar ucapan Bella yang menusuk hatinya.
"Gak, Gua gak boleh lemah. Gua harus kuat kayak Ultraman, Lolly yang ceria, Lolly yang tahan banting, Dan Lolly yang suka menghibur orang. Itu sudah melekat di diri gua, Jadi gua gak boleh cengeng" Gumam Lolly sendirian, Dengan memejamkan matanya. Mencoba menyemangati diri sendiri.
"Gua akan balas lo Bella, Termasuk ke dua dayang lo. Sekalipun itu membuat keluarga hancur atau bokap lo mati juga. Biar lo ngerasain gimana rasanya jadi yatim, Jangan meremehkan orang dari covernya!" Batin Lolly dengan tersenyum smirk.
"Tunggu waktu bermain yang tepat Bella!" Ucap Lolly, Yang berdiri dan pergi ke kelas.
***
Di rumah, Lina sedang pusing karna keributan yang di ciptakan anaknya sendiri. Pelanggan yang marah besar, Dan tukang rongsok yang menjadi tumbal Lolly kali ini.
"Mana cepet, Kembalikan sendal kita. Atau mau, Saya bawa kamu ke kantor polisi" Ancam pak Danu, Pelanggan bu Lina.
"Saya bukan maling bapak-bapak, Ibu-ibu. Saya udah jujur, Kalo sendal yang ada di karung ini tuh, Lolly yang jual. Kata dia, Ini sendalnya yang sudah lama tak terpakai. Jadi dia jual ke saya" Ucap Kang rongsok, Dengan menyatukan ke dua tanganya. Meminta ampun pada warga.
"Jangan bohong kamu!" Seru ibu-ibu.
""Beneran, Saya gak bohong.Sumpah dah demi alex" Seru teman kang rongsok.
"Alex siapa, Yang bantu kamu buat nyuri?"
"Si goblok, Kenapa lo ngomong gitu sih!"
"Keceplosan bro, Sorry. Lagi panik soalnya"
"Cepat ngaku!"
"Beneran pak, Bukan saya. Ini saya kembalikan, Silahkan di ambil bapak-bapak, Ibu-ibu" Seru kang rongsok dengan menyerahkan karung yang berisi sendal.
Setelah semua sendal di kembalikan, Kang rongsok langsung menghampiri Lina, Dan meminta ganti rugi.
"Bu Lina, Harus ganti rugi bu sama saya. Karna Lolly udah nipu saya yang ke 39 kali" Seru kang rongsok dengan meninggikan suaranya.
"Aduh, Kenapa mang Adul bisa percaya sama tuh anak sih. Kan sudah di tipu berpuluh-puluh kali, Masa gak kapok" Ucap Lina dengan menepuk jidatnya.
"Ya gimana Bu, Saya kira dia sudah tobat. Eh malah, Makin menjadi"
"Kayaknya ibu waktu ngidam dia,Makan daging kudanil yah bu" Tebak teman kang rongsok.
"Sembarangan kalo ngomong. Saya gak suka daging kudanil, Sebenarnya saya waktu ngidam dia tuh makan daging biawak" Ucap Lina dengan santainya.
__ADS_1
Kang rongsok langsung cengo, Mendengar Lina berucap sesantai itu. Dan hal itu pun langsung membuat kang rongsok semakin tertekkan.
"Pantas aja anaknya absurd, Ibunya juga modelan bar-bar kek gini" Batin Kang rongsok.
"Yaudah Bu, Saya pokoknya gak mau tahu. Ibu harus ganti rugi, Karna Lolly udah bawa uang saya 50 ribu. Jadi ibu harus bayar saya 100 ribu" Pinta Mang Adul.
"Loh kenapa jadi nambah?"
"Gimana gak nambah, Saya hampir di pukuli warga di sini Bu, Lebih parahnya saya mau di laporkan ke polisi karna anak ibu"
"Tapi kan mang Adul, Gak jadi di pukulin dan di penjara, Jadi saya bayarnya 30 ribu aja"
"Kenapa malah berkurang!"
"Ya karna, Mang Adul udah numpang duduk di warung saya. Itu termasuk kena pajak loh"
"Terserah lah, Mana uangnya. Saya mau pulang, Mau siap-siap ke kampung durian runtuh, Pusing lama-lama di jakarta!" Seru Mang Adul, Dengan menengadahkan tanganya ke Lina.
Lina pun memberikan uangnya dengan tersenyum, Akhirnya ia tidak jebol uang banyak karna ulah Lolly hari ini.
***
"Udah boker nya?" Tanya Langit, Melihat Lolly yang baru masuk kelas.
"Gak jadi"
"Kasian aja, Tai nya di buang. Udah susah-susah dia membentuk kan diri di dalam usus gua, Eh masa udah ada bentuknya gua buang"
Langit langsung mendelikkan matanya, Karna lelah menghadapi Lolly. Lebih baik Langit diam, Demi menjaga kewarasannya mengahadapi Lolly.
"Woi jam pertama bakalan kosong nih, Jadi kita manfaatin aja pake jam pelajaran olah raga sekarang" Seru Refal yang menjabat sebagai ketua kelas.
Semua murid pun langsung bersorak senang, Termasuk Lolly. Karna sudah tak sabar ingin kelapangan.
"Gua ganti baju di toilet dulu ah" Gumam Lolly, Dengan mengeluarkan baju olah raga dari tasnya.
Setelah semua murid selesai berganti baju, Mereka pun langsung ke lapangan dengan bersemangat.
Prittt
Suara peluit pak Joko, Langsung membuat semua murid diam.
"Baik anak-anak sebelum melakukan permainan bola basket, Sebaiknya kita pemanasan terlebih dahulu" Ucap pak Joko.
"Yah pak pemanasan mulu, Senam dong pak kali-kali " Seru Sela.
__ADS_1
"Iya pak, Kalau pagi-pagi senam tuh rasanya seger banget pak" Ucap Feli.
"Ya sudah, Sekarang kita senam upin ipin aja"
"Hah?" Semua murid langsung cengo mendengar ucapan, Pak Joko yang akan senam Upin Ipin.
"Yah nggak senam Upin Ipin juga kali pak" Seru Leo.
"Bapak hanya bercanda" Ucap Pak Joko dengan menampilkan wajah datarnya.
Semua murid pun senam dengan penuh semangat, Termasuk Lolly yang berada di barisan paling belakang.
"Hiya,, Asik asoy geboy" Ucap Lolly yang asik menggerakkan tubuhnya. Dengan gerakan yang heboh.
Semua murid barisan depan terlihat tertib saat senam, Tapi berbeda dengan barisan paling belakang.
"Woy Leo, Kenapa lo malah pargoy anjir" Seru Refal yang ngakak melihat gerakan tubuh Leo.
"Lo juga sama ege, Ngapain lo malah goyang itik" Seru Leo yang geli melihat Refal.
"Biar bokong gua berisi" Ucap Refal dengan santainya.
Di sebelah kiri pojok, Langit hanya mengikuti gerakan barisan depan dengan gerakkan yang terlihat malas, Tapi mencoba terlihat semangat saat pak Joko mengitari setiap barisan.
Berbeda dengan Lolly, Yang semakin heboh dengan gerakannya.
"Lolly!" Tegur pak Joko. Ketika melihat Lolly, Yang sedang kayang.
Lolly langsung berdiri, Ketika mendengar suara Pak Joko.
"Hehe bapak, Ngapain Pak. Mau ikutin gerakan saya?" Tanya Lolly dengan cengirannya.
"Kamu ngapain kayang Lolly?"
"Ya senam pak, Ngapain lagi"
"Dimana ada senam yang gerakannya harus kayang hah!"
"Ada pak, Saya suka liat tuh demit kalo jalan suka kayang, Berarti kalo demit lagi senam pasti sambil kayang juga"
Pak Joko, Terlihat frustasi mengahadapi Lolly.
"Yang bener Lolly, Atau nilai kamu bapak kasih Nol !"
"Iya-iya pak" Ucap Lolly.
__ADS_1
"Ikuti gerakan di barisan depan Lolly, Bukan malah goyang poco poco !" Seru Pak Joko, Dengan wajah tertekkan mengahadapi Lolly.