
Hari ini Laskar terlihat murung, Ia terus berdiam diri di dalam kamar dengan pikiran yang kacau, Mengingat saat Lolly mengungkap rasa suka padanya.
"Gua bingung, Gua harus ambil keputusan apa. Satu sisi gua ingin memperbaiki hubungan gua sama Langit, Gua gak mau jadi saudara yang egois dan buruk lagi bagi Langit. Tapi Kenapa, Saat gua udah ngilangin rasa ego gua, Kenapa harus muncul Lolly di kehidupan gua sama Langit" Gumam Laskar, Yang mengacak rambutnya frustasi. Dengan duduk bersandar di kasurnya.
"Gua emang suka sama Lolly, Gua nyaman sama dia. Entah kapan perasaan ini tumbuh, Tapi kenapa gua harus mencintai satu cewek yang sama-sama di sukai saudara gua sendiri" Lirih Laskar dengan menundukkan kepalanya.
Di ruang tv, Heni merasa aneh dengan Laskar yang tidak keluar dari kamarnya hampir seharian.
"Kok si Laskar gak keluar kamar yah, Bikin khawatir aja tuh anak" Gumam Heni, Dengan beranjak dari duduknya menuju kamar Laskar.
Tok
Tok
Tok
"Laskar kamu masih tidur?, Atau lagi apa?, Kenapa gak keluar kamar seharian ini?" Rentetan pertanyaan dari Heni, Karna khawatir akan terjadi sesuatu pada Laskar.
Mendengar suara Heni, Di luar kamarnya, Laskar langsung beranjak dari tempat tidurnya.
Ceklek
Laskar membuka pintunya, Yang ternyata Heni sedang menempelkan kupingnya di depan pintu kamar Laskar.
"Eh.." Ucap Heni kaget.
"Ibu Ngapain?" Tanya Laskar dengan mengerutkan keningnya menatap Heni.
"Justru kamu yang ngapain di kamar terus, Dari tadi ibu udah gedor kamar kamu, Eh gak ada sahutan dari kamu" Seru Heni.
"Laskar gak papa bu, Cuman lagi males aja. Pengen di kamar terus" Kilah Laskar, Yang membuat Heni semakin penasaran dengan anak bujangnya yang bungsu itu.
__ADS_1
"Bohong, Kamu pasti ada masalah yah?, Kenapa gak cerita sama ibu. Atau kamu gak anggap ibu di sini?" Tanya Heni, Yang langsung membuat mata Laskar melotot.
"Ibu ngomong apa sih, Bukan gitu bu. Emang Laskar gak punya masalah kok, Itu Mah cuman perasaan ibu aja yang buruk" Jawab Laskar.
"Ibu juga tahu Laskar, Kalau kamu jadi pendiam begini tuh. Semenjak Langit dan Lolly pulang kemarin kan?" Ucap Heni, Yang lagi-lagi membuat Laskar kaget.
"Eh, Kok ibu..?"
"Ibu apa, Ibu hebat kan bisa tahu" Jawab Heni, Dengan bangganya.
"Iya kayak cenayang aja" Jawab Laskar, Yang langsung mendapat pukulan dari Heni.
Dugh
"Sembarangan!"
"Sekarang kamu cerita sama ibu, Kamu kenapa?" Tanya Heni, Dengan menatap Laskar serius.
Melihat Heni yang begitu ingin tahu pun, Laskar hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya. Dan akhirnya menceritakan semuanya pada Heni.
"Kenapa?"
"Demi menjaga perasaan dia bu"
"Maksud kamu?"
"Jadi gini bu, Kemarin Laskar udah janji sama Langit Kalo Alas mau jauhi Lolly. Supaya Langit bisa dekat sama Lolly terus, Dengan syarat Langit harus mau kesini terus jenguk ibu, Biar ibu gak nanyain Alang terus sama Alas. Setelah perjanjian itu di buat, Alas udah janji sama diri Alas bu. Biar jadi saudara yang baik untuk Alang. Dan gak akan mengedepankan rasa egois lagi kayak dulu, Alas gak mau bu, Kejadian yang dulu terulang kembali hanya karna keegoisan Alas sama Alang" Ucap Laskar, Dengan merendahkan suaranya di akhir kalimat yang ia ucapkan.
Laskar mencoba untuk tidak menangis di depan Heni, Yang masih diam saja tanpa merespon apapun ucapan Laskar.
"Maafin Laskar yah bu, Laskar udah jadi anak yang paling egois. Laskar udah tega bikin ibu jauh sama Langit, Sekarang Laskar janji. Laskar akan menjadi saudara yang baik untuk Langit, Dan memperbaiki semuanya dari awal, Meskipun tanpa ayah" Ucap Laskar dengan menggenggam tangan Heni.
__ADS_1
"Kamu suka sama Lolly?" Tanya Heni, Yang langsung membuat Laskar diam seribu bahasa.
"Jawab Laskar!" Bentak Heni, Yang langsung membuat kepala Laskar yang awalanya menunduk, Kembali mendongkak menatap Heni.
"Bu Laskar..."
"Apa!, Kamu juga suka kan sama dia?" Tanya Heni.
Laskar hanya menganggukkan kepalanya lemah.
"Kamu mau mengorbankan perasaan mu demi Langit?" Tanya Heni.
Laskar hanya mengangguk, Seolah membenarkan ucapan Heni.
"Kamu mau memperbaiki hubungan kita dengan Langit kan?" Tanya Heni, Yang lagi-lagi di jawab dengan anggukan samar dari Laskar.
"Jauhi Lolly!" Jawab Heni, Yang langsung membuat Laskar tersentak kaget.
"Kenapa?, Kenapa kamu harus kaget Laskar?. Bukanya kamu sudah berjanji sama kakak kamu, Untuk tidak egois lagi, Dan memperbaiki hubungan kita dengan baik?" Tanya Heni. Laskar hanya diam tidak mampu menjawab.
"Ibu bangga sama kamu sayang" Ucap Heni dengan mengusap kepala Laskar.
Laskar langsung menatap Heni bingung, Ketika Heni mengucapkan bangga pada Laskar.
"Ibu bangga sama kamu, Karna kamu sekarang sudah dewasa. Sudah mau bertanggung jawab atas semua kesalahan kamu dulu. Kamu tahu, Kenapa ibu pilih kamu dari pada Langit?" Tanya Heni, Yang hanya di balas dengan gelengan kepala saja dari Laskar.
"Karna Kakak kamu itu, Sangat dewasa. Di usianya yang masih terbilang sangat kecil, Ibu memilih meninggalkan dia bersama ayahmu. Dan memilih kamu untuk ikut bersama ibu, Walaupun kesannya kamu egois, Tapi ibu tahu kamu sangat membutuhkan ibu, Sikap kamu yang masih manja, Kasih sayang ibu yang tidak ingin kamu berbagi dengan Langit, Membuat ibu paham. Kalau kamu tidak bisa di satukan dengan Langit, Maka dari itu ibu sudah sepakat dengan ayah kamu untuk berpisah, Dan membawa kamu bersama ibu, Sedangkan Langit bersama ayah kamu"
"Ibu tahu, Kamu selalu iri melihat kakak kamu yang sangat berprestasi dan selalu menjadi pusat perhatian semua orang, Bahkan seluruh keluarga kita waktu dulu, Disitulah rasa egois kamu muncul. Tapi sekarang ibu bangga sama kamu nak, Kamu mau menerima kakakmu kembali"
"Dan untuk masalah perasaan kamu sama Lolly, Kamu harus rela yah nak. Kamu harus mengorbankannya demi Langit, Biarkan dia bahagia. Semoga suatu saat nanti hati kamu bisa tegar yah nak, Dan kamu bisa menemukan pendamping yang terbaik lagi buat kamu" Ucap Heni dengan mengusap lembut kepala Laskar.
__ADS_1
"Makasih bu, Makasih udah selalu ada buat Laskar. Laskar janji sama ibu, Laskar gak akan egois lagi. Dan Laskar akan melapangkan hati Laskar untuk merelakan Lolly bersama Langit" Jawab Laskar dengan tersenyum haru pada Heni.
"Kamu hebat nak, Semoga kamu juga bahagia yah. Ibu akan selalu mendukung kamu dan Langit, Ibu akan selalu ada untuk kalian nak, Apapun nanti yang akan terjadi, Semoga kita akan selalu bersama" Lirih Heni, Dengan memeluk Laskar dan menumpahkan air matanya mengingat kejadian kelam, Yang sudah ayah Laskar dan Langit lakukan. Membuat Heni semakin hari, Semakin khawatir dengan kedua putranya.