Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Bertemu Kembali


__ADS_3

Keesokan paginya, Lolly terbangun agak siang. Karna hari ini hari minggu, Jadi Lolly bisa tenang tidur pulas.


Tok


Tok


Tok


"Lolly, Bangun. Kamu mau ikut ibu belanja ke pasar gak?" Seru Lina, Dengan mengetuk pintu kamar Lolly.


Lolly masih saja tidak bangun, Seperti biasanya Lolly akan susah untuk di bangunkan dari tidurnya.


"Huft, Ya ampun. Punya anak gadis kok gini amat yah" Gumam Lina, Dengan masuk ke kamar Lolly, Yang tidak di kunci.


Lina melihat Lolly, Yang sedang tertidur dengan posisi yang begitu aneh. Kaki yang terangkat ke atas sebelah, Mulut yang terbuka, Dengan posisi tangan yang bersidekap dada.


"Ini tidur, Apa cosplay jadi biawak sih" Gumam Lina, Dengan gelengan kepala melihat posisi Lolly tertidur.


"Lolly bangun, Lolly. Kamu mau ikut ibu ke pasar gak, Semalam kan kamu udah bilang sama ibu. Kalau kamu mau ikut ibu belanja" Ucap Lina, Dengan mengguncang tubuh Lolly.


"Hoam,, Ibu ngapain sih. Ini tuh masih malam tahu bu" Ucap Lolly, Dengan mata yang masih terpejam.


"Malam matamu, Ini sudah jam 7 pagi Lolly" Seru Lina.


Lolly langsung terperanjat kaget, Dan bangun dari tidurnya.


"Apa!, Ya ampun kenapa aku bisa kesiangan sih, Padahal aku sudah pasang alarm dari Jangkrik nya ya pak Toto" Gumam Lolly, Dengan menggaruk-garuk Kepalanya.


"Alah alasan, Cepat bangun dan bersiap. Nanti keburu siang kita ke pasarnya" Suruh Lina.


Lolly pun langsung beranjak bangun dari tempat tidurnya, Dan menuju ke kamar mandi.


Setelah bersiap dan berganti baju, Lolly langsung keluar kamar untuk menemui ibunya.


"Bu, Ayo kita berangkat sekarang" Ucap Lolly.


"Yah sebentar"


"Ayok"


Lolly dan Lina pun, Langsung pergi.


"Bu kita naik angkot atau naik ojeg nya pak Tarno?" Tanya Lolly


"Angkot aja, Kalo pak Tarno sekarang lagi sakit katanya"


"Loh, Sakit apa?, Kok Lolly gak tahu?"


"Kata istrinya sih, Pak Tarno langsung drop. Setelah nganter kamu ke sekolah, Waktu itu" Ucap Lina.


"Kenapa gak di periksa sama bidan aja?"


"Sama bidan, Emang pak Tarno mau ngelahirin"


"Kan sakit kata ibu"


"Yang sakit bukan raga nya, Tapi jiwa nya Lolly. Dia tertekan sama sikap kamu"


"Trus gimana sekarang bu?"

__ADS_1


"Ya gitu, Sekarang pak Tarno lagi berobat jalan ke dokter psikolog"


"Trus kenapa ibu nggak?" Tanya Lolly, Dengan tatapan polosnya


"Maksud kamu?!" Tanya Lina dengan menatap Lolly tajam.


"Iya tadi kan ibu bilang, Kalau Pak Tarno sakit jiwanya, Karna sikap aku. Trus gimana dengan ibu yang selama 24 jam, Per 7 hari sama Lolly?"


"Kamu mau ibu gila?"


"Nggak"


"Lolly cuman tanya aja kok"


Lina pun langsung berdecak kesal dengan tingkah Lolly, Pantas saja tetangga Langsung tertekan menghadapi Lolly. Orang ibunya juga sangat frustasi dengan Lolly.


"Ck, Ibu punya kekebalan untuk menghadapi kamu Lolly!"


"Wah hebat sekali ibuku, Pasti ibu berguru sama ki joko bodoh"


"Ki joko bodo Lolly bukan Bodoh!"


"Sama aja bu, Sama-sama bodoh" Ucap Lolly dengan santainya.


Lina hanya nyengir frustasi, Melihat Lolly yang nampak biasa saja.


Setelah sampai di depan gang, Lolly dan Lina berhenti berjalan, Di pinggir jalan. Untuk menunggu angkot datang.


"Waktu itu juga Lolly naik angkot bu" Ucap Lolly, Dengan mata yang celingukan.


"Waktu pulang sekolah kemarin?" Tanya Lina, Yang langsung di angguki Lolly.


"Kamu gak buat ulah kan, Waktu di dalam angkot?" Tanya Lina, Yang kurang percaya pada Lolly.


"Nyanyi?" Heran Lina.


Lolly hanya mengangguk dengan tersenyum sebagai jawaban.


"Iya ibu, Soalnya nanti Lolly mau ikutan Audisi, Buat jadi Vokalis"


"Audisi apa?"


"Ninja warrior " Jawab Lolly, Yang membuat Lina semakin merasa heran.


"Audisi ninja warrior?, Biar apa?"


"Biar bisa jadi vokalis bu"


"Vokalis band apa emangnya?"


"Tahu bulat"


Lina langsung tercengang, Dengan mulut terbuka lebar. Sampai reflek menjatuhkan kantong belanjaannya.


"Ibu kenapa?, Pasti ibu gak nyangka yah, kalo Lolly itu multifungsi. Bisa jadi vokalis tahu bulat, Untuk membanggakan nama ibu. Nanti kalau Lolly udah sukses, Nama ibu bisa terpajang di baliho pinggir jalan bu" Ucap Lolly, Dengan antusiasnya.


Bukannya senang, Lina malah menangis. Bukan menangis terharu, Tapi Lina menangis frustasi.


"Nah itu bu, Angkotnya datang" Ucap Lolly

__ADS_1


Lina hanya diam, Dengan sesekali mengusap air mata yang membasahi pipinya.


Setelah masuk ke dalam angkot dan duduk, Lolly langsung terkejut dengan keberadaan sang nenek yang bar-bar waktu itu.


"Loh nenek bubar" Seru Lolly, Dengan menunjuk sang nenek, Yang sedang menatapnya sinis.


"Bukan nenek bubar kak, Tapi bar-bar" Ucap anak kecil, Yang ada di depan Lolly.


Lolly langsung beralih menatap ke depan. Lagi-lagi ia terkejut dengan keberadaan Bagus, Yang sama persis seperti waktu itu duduk di depan Lolly dengan berhadapan.


"Loh, Jelek" Ucap Lolly, Dengan menunjuk wajah bagus.


"Kita bertemu kembali, Wah rasanya kaya dejavu aja" Gumam Lolly yang melirik Bagus dan nenek Ijum secara bergantian.


"Nama saya Bagus yah kak, Jangan sampai mulut saya yang suci ini sudah terkotori dengan Memarahi kakak!" Seru Bagus, Yang kesal pada Lolly.


Lina yang dari tadi diam menyaksikan pun, Kembali bingung dengan orang-orang yang kenal pada Lolly. Tapi, Lebih anehnya Nenek Ijum dan Bagus seolah tidak suka pada Lolly, Pikir Lina.


"Hai Bagus apa kabar, Gimana sekarang kamu merasa bahagia kan?" Tanya Lolly, Pada Bagus yang sedang menatap Lolly datar.


"Bahagia apanya, Aku di usir lagi kak dari rumah. Gara-gara kakak ngasih solusi yang sesat sama aku" Ucap Bagus.


"Loh kok sesat, Padahalkan itu solusi terbaik ketika orang tua lagi berantem loh" Ucap Lolly dengan santainya, Membuat Lina geregetan ingin tahu.


"Lolly ini sebenarnya ada apa?, Kamu buat salah sama anak itu" Tanya Lina dengan menunjuk bagus.


"Nggak ibu, Justru Lolly baik udah ngasih saran buat dia"


"Saran apa, Emangnya?"


"Lolly suruh dia beli permen milkita, Buat ibunya yang lagi berantem sama ayahnya" Ucap Lolly, Dengan wajah tanpa dosanya.


Lina yang baru paham pun, Langsung menepuk jidat, Mendengar tingkah Lolly.


"Kamu tahu saran itu dari mana Lolly?"


"Dari iklan di tv Bu" Ucap Lolly, Membuat Lina tercengang.


Akhirnya Lina pun, Meminta maaf pada Bagus. Atas apa yang telah Lolly, Lakukan pada Bagus.


"Nak Bagus, Maafin kak Lolly yah. Dia emamg salah, Nanti biar tante hukum dia"


"Iya gapapa tante, Saya juga maklum kok sama kak Lolly yang bertingkah sableng" Jawab Bagus, Membuat Lina membelalakkan matanya kaget.


"Trus nenek gimana nek?" Tanya Lolly, Dengan beralih menatap nenek Ijum di sampingnya.


"Gimana yang apanya?" Tanya sang nenek, Dengan menatap malas Lolly.


"Yah gimana, Mau gak Lolly jadiin tumbal buat pesugihan, Kan nenek masih seger" Ucap Lolly, Dengan santainya.


Nenek Ijum, Yang awalnya menatap malas Lolly. Kini langsung melotot matanya, Mendengar Lolly akan membuat tumbal untuk pesugihan.


"Wah Bocah edan, Sableng, Gak waras. Somad saya turun disini Somad" Teriak sang nenek, Yang membuat Pak Somad mengerem mendadak.


"Pasti kamu waktu ngidam anak ini, Kebanyakan makan daging badak, Sampai anak kamu tumbuh jadi sableng gini" Ucap Sang nenek, Dengan menunjuk-nunjuk Lina. Sebelum turun dari angkotnya.


"Saya waktu Ngidam dia, Gak makan daging badak kok nek. Saya malah suka makan daging biawak" Jawab Lina, Dengan santainya.


Sang nenek pun, Kembali berteriak dengan berlari ngibrit.

__ADS_1


"Wahh, Orang edan. Sableng..." Teriak nenek Ijum, Dengan lari terbirit-birit.


"Bu, Kok nenek itu lari?, Apa dia lagi cepirit?" Tanya Lolly, Membuat Lina hanya bisa memijit pelipisnya.


__ADS_2