Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Rumah Baru


__ADS_3

Di kamar Langit sedang merenung sendirian, Mengingat ucapan Dev yang meminta Langit untuk menuntut balas pada pelaku yang sudah membuat ayahnya kecelakaan.


"Gua bingung gua harus ngelakuin apa, Setelah semua fakta yang baru gua ketahui. Yah kenapa orang itu jahat sama ayah, Dan apa dengan Langit membalas dendam akan membuat ayah lebih tenang di atas sana" Lirih Langit dengan mendongkakkan kepalanya ke atas langit yang sudah mulai gelap.


"Apa gua harus bilang sama paman, Kalau gua udah nemuin Laskar dan ibu?" Gumam Langit yang langsung beranjak dari duduknya.


"Yah, Gua harus bilang sama paman tentang keberadaan Laskar dan ibu" Ucap Langit dengan berjalan keluar kamar untuk pergi menemui Dev.


"Paman" Sapa Langit pada Dev yang sedang bermain ponsel.


Dev langsung mendongkakkan kepalanya ke arah Langit dengan menatap Langit bingung seolah bertanya ada apa.


"Ada yang mau Langit bicarakan sama paman"


"Apa?"


"Sebenarnya Langit sudah menemukan keberadaan ibu dan Laskar" Ucap Langit yang langsung membuat Dev terkejut dan berdiri dari duduknya.


"Kamu benar?" Tanya Dev pada Langit seolah tak percaya.


"Iya"


"Cepat kamu temui mereka, Dan suruh mereka untuk tinggal disini bersama kita" Ucap Dev yang langsung membuat Langit bingung.


"Kenapa tiba-tiba?" Tanya Langit.


"Apa kamu tidak mau berkumpul kembali dengan adik dan ibumu, Setelah sekian lama kalian berpisah?" Tanya Dev yang langsung di balas gelengan dari Langit.


"Bagus" Jawab Dev dengan tersenyum menepuk pundak Langit.


"Kalau gitu, Langit pamit untuk jemput mereka dulu"


"Pergilah bawa mobil yang ada di garasi" Ucap Dev.


Langit hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi dari hadapan Dev.


***


Di sisi lain, Kini Lolly sudah dalam perjalanan menuju rumah barunya. Barang-barang yang Lolly dan Lina bawa sudah di angkut oleh anak buah Damian, Sekarang di dalam Mobil hanya ada Mereka berempat. Karena Vano yang mengemudi mobil Damian.


"Huhu, Ibu Lolly bakalan kangen deh sama suasana di rumah" Ucap Lolly dengan menangis.


"Sudahlah Lolly, Sekarang kita harus hidup dengan membuka lembaran baru. Kamu gak senang keluarga kita berkumpul kembali?" Tanya Lina.


"Senang bu, Tapi Lolly sedih aja ninggalin rumah kita yang dulu"


"Kita akan kesana lagi jika kamu mau Liliana" Ucap Damian yang dari tadi diam mendengarkan ucapan Lolly.

__ADS_1


"Terimakasih ayah" Ucap Lolly yang hanya di balas senyuman oleh Damian.


Setelah setengah jam perjalanan, Akhirnya Lolly pun sampai di rumah barunya.


"Wah megah banget rumahnya bu" Ucap Lolly yang menatap takjub rumah barunya.


"Sekarang ini rumah kamu sayang" Ucap Damian dengan mengelus kepala Lolly.


Lolly langsung menoleh ke arah Damian dengan tersenyum haru.


"Makasih ayah" Damian hanya tersenyum dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Wah ada tetangga baru nih" Ucap bapak-bapak yang datang menghampiri Damian, Lolly dan Lina.


"Iya, Kenalkan ini Lina istri saya. Dan ini Lolly anak saya" Ucap Damian.


"Wah cantiknya istri dan anak mu Damian" Puji bapak Carlos.


Damian hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan pak Carlos, Lalu setelahnya memperkenalkan pak Carlos pada Lolly dan Lina.


"Sayang, Perkenalkan dia Pak Carlos. Orang kepercayaan ayah selama tinggal disini" Ucap Damian pada Lolly dan Lina.


"Hai paman kodok" Sapa Lolly yang langsung membuat Damian, Lina Dan pak Carlos cengo siapa yang Lolly panggil paman Kodok, Pikir mereka.


"Lolly siapa paman kodok yang kamu maksud?" Tanya Lina dengan menyikut tangan Lolly.


"Maaf Nona, Nama saya Carlos bukan kodok" Jawab Pak Carlos yang mencoba bersabar.


"Lebih bagus di panggil kodok kok" Jawab Lolly yang kekeh, Membuat Lina dan Damian merasa tidak enak.


"Sudah terserah kamu Lolly, Ayo kita masuk ke dalam rumah. Mari pak Carlos" Pamit Lina dengan membungkukkan badannya.


"Mari paman kodok" Pamit Lolly yang langsung di seret Lina.


***


"Kenapa kita harus pindah Alang?" Tanya Heni yang sedang membereskan barang-barang di rumahnya.


"Iya, Padahal kita baru beberapa bulan lho disini. Udah lo suruh pindah lagi" Seru Laskar dengan membawa koper miliknya.


"Nanti setelah di rumah biar di jelaskan oleh paman Dev, Sekarang ibu harus cepat beresin semua barang-barang ibu" Ucap Langit yang membantu Heni membereskan barang-barangnya.


"Paman Dev?" Seru Heni dan Laskar bersamaan.


"Iya, Apa kalian lupa?" Tanya Langit.


"Jadi dia yang suruh ibu sama Laskar untuk pindah dari sini?" Tanya Heni yang langsung di angguki Langit.

__ADS_1


"Apa maksudnya semua ini, Kenapa dia tiba-tiba memintaku untuk kembali lagi ke rumah itu?" Batin Heni.


"Ibu" Ucap Langit yang langsung menyadarkan Heni dari lamunannya.


"Jadi gimana kita jadi pindah gak bu?" Seru Laskar.


"Kita turuti saja apa mau paman kamu Alas, Lagi pula sudah lama kamu tidak bertemu dengan paman Dev. Terlebih ibu juga ingin berkumpul bersama dengan anak-anak ibu" Jawab Heni dengan tersenyum ke arah Langit dan Laskar.


Setelah semuanya beres, Langit langsung menjalankan mobilnya menuju rumahnya bersama Dev.


"Bu apa paman Dev masih ingat sama Alas?" Tanya Laskar yang tiba-tiba.


"Buat apa paman ingat sama anak manja kayak lo" Seru Langit dengan pandangan yang fokus ke jalan.


"Gua tanya baik-baik yang Langit jelek!" Timpal Laskar pada Langit.


Sedangkan Langit hanya mengedikkan bahunya acuh Seolah tak peduli.


"Sudah, Kalian ini. Belum juga tinggal satu rumah tapi sudah ribut!" Ucap Heni yang mencoba menengahi Langit dan Laskar.


"Si Alang tuh bu, Yang mulai duluan" Adu Laskar.


"Ck, anak manja" Gumam Langit yang masih di dengar Laskar.


"Lo..."


"DIAM!" Sentak Heni yang membuat Langit dan Laskar tersentak kaget.


Setelah setengah jam perjalanan mereka pun sudah sampai di rumah mereka yang dulu.


"Rumahnya masih sama seperti dulu, Tapi Keadaannya sudah berbeda dengan yang dulu" Lirih Heni dengan menatap nanar bangunan megah itu.


"Ibu" Ucap Langit dengan merangkul Heni.


"Sudahlah, Biarpun anggota keluarga kita berkurang. Tapi anak ibu masih lengkap" Jawab Laskar yang sama merangkul Heni yang berada di tengah-tengah si kembar.


"Terimakasih Alang, Alas" Lirih Heni dengan berderai air mata.


"Sudahlah ibu jangan sedih lagi, Kita buat lembaran hidup baru. Menciptakan kebahagiaan kembali dalam keluarga kita" Ucap Langit.


"Ayo masuk bu, Laskar udah gak sabar" Seru Laskar yang membuat Langit dan Heni terkekeh.


"Dasar bocil" Ledek Langit pada Laskar.


"Lo diam!, Lo gak di ajak" Ancam Laskar dengan mengacungkan jari telunjuknya pada Langit.


Sedangkan Langit hanya menarik sudut bibirnya melihat tingkah Laskar yang kekanak-kanakan.

__ADS_1


__ADS_2