Kisah Cinta Si Gadis ABSURD

Kisah Cinta Si Gadis ABSURD
Gua Undur Diri


__ADS_3

Setelah puas bertemu dan berbicara banyak dengan Heni, Lolly pun mengajak Langit dan Laskar untuk berbicara di luar rumah Laskar.


"Lo Mau ngomong apa sih, Sok penting banget" Cibir Laskar.


"Heh diam lah, Kau biawak arab. Cukup dengerin apa yang gua omongin" Seru Lolly.


"Udah jangan ribut terus, Ayo Lolly lo mau cerita apa?" Tanya Langit, Dengan nada yang lembut membuat Lolly tersenyum manis pada Langit.


Berbeda dengan Laskar yang menatap malas Langit, Dengan bibir yang mencebik.


"Gua mau jujur sama kalian" Ucap Lolly, Dengan menatap Langit dan Laskar secara bergantian.


"Tentang apa?" Tanya Laskar.


"Perasaan gua" Jawab Lolly, Yang langsung membuat Langit dan Laskar kaget.


"Gua Sebenarnya..." Ucap Lolly, Yang menggantungkan ucapannya.


"Apa?, Kenapa gak di terusin" Ucap Laskar dengan sewotnya. Karna kesal pada Lolly, Yang telah membuatnya semakin penasaran.


"Sabar-sabar. Orang yang sabar katanya hidungnya suka besar" Ucap Langit, Dengan santainya.


"Ngeledek gua, Lo?" Seru Laskar, Menatap Langit tajam.


"Gak"


"Udah Laskar, Bibir lo sumpal dulu sana pake kaleng baygon" Jawab Lolly.


"Lo juga Lolly, Sama aja yah Lolly si Lollipop!"


"Udah diem!, Ayo Lolly lo mau cerita apa?" Ucap Langit.


"Gua undur dari tim kita" Ucap Lolly, Yang membuat Lask6dan Langit bingung.


"Emang selama ini kita punya tim?" Tanya Langit.


"Iya kita ini satu tim"


"Tim apaan, Orang gua gak merasa kita ini satu tim kok" Seru Laskar.


"Tim GAY!" Ucap Loly.


"GAY?!" Seru Laskar dan Langit bersamaan.


Lolly hanya menganggukkan kepalanya pada mereka berdua.


"Gank Anak Yatim" Jawab Lollly, Yang langsung membuat Laskar dan Langit terbengong.


"Ck, Dasar lo monyet. Gitu aja pake di masukin gank" Ucap Laskar yang berdecak kesal oada Lolly.


"Ya, Gapapa orang gua yang bikin. Wle" Jawab Lolly, Dengan menjulurkan lidahnya.


"Tunggu dulu, Maksud lo. Lo keluar dari Gank Anak Yatim karena lo udah nemuin ayah lo?" Tanya Langit.


"Iya Langit" Jawab Lolly.


"Alah paling dia, Gali kuburan bapak dia" Seru Laskar.

__ADS_1


"Yeh, Nggak juga"


"Udah, Lo Laskar diem dulu!, Kita harus dengerin penjelasan dari Lolly!" Ucap Langit, Dengan menatap tajam Laskar.


"Iya, Iya" Ucap Laskar yang mengalah.


"Ayo Lolly, Lo ceritain!"


Lolly pun menganggukan kepalanya, Dan menceritakan semuanya pada Langit dan Laskar, Tentang pertemuan yang tidak di sengajanya dengan Damian.


"Oh jadi gitu, Seneng gak lo ketemu bapak lo" Ucap Laakar.


"Biasa aja" Jawab Lolly, Dengan mengedikkan bahunya acuh.


"Kenapa?"


"Gak tahu, Pokoknya gua merasa biasa aja, ⁸Gak ada yang perlu di spesialin. Karna sekarang gua udah tahu bapak gua siapa" Jawab Lolly yang langsung di angguki oleh Laskar, Tapi berbeda dengan Langit.


Langit masih penasaran dengan ayah Lolly, Entah kenapa Langit rasanya berbeda saat Lolly membicarakan tentang Damian.


"Nama ayah lo siapa" Ucap Langit, Yang langsung membuat Lolly terdiam dengan menatap Langit bingung.


"Gua lupa" Jawab Lolly, Yang mencoba menutupi semuanya tentang Damian.


"Ck, Masa nama bapak lo. Lo kagak tahu sih" Seru Laskar.


"Biarin, Orang gua lupa. Lagian kenapa coba lo tanyain nama ayah gua" Kilah Lolly, Dengan menatap Langit bingung.


"Gapapa" Jawab Langit.


***


"Hahaha, Sebegitu mudahnya bagiku untuk melakukan pembalasan pada mu Damian. Lihatlah kak, Kau pasti melihatku disini kan?, Aku bahagia. Karna sebentar lagi aku akan membalaskan dendam mu pada Damian yang sudah membunuh mu dan membuat keluarga mu hancur" Ucap orang tersebut, Dengan menatap tajam foto Damian, Dengan tangan mengepal erat dan gigi bergelamatuk menahan amarahnya.


"Maafkan aku kak, Aku belum bisa menemukan anak mu yang satu lagi. Tapi aku berjanji aku akan menjaga si sulung mu dan melatih dia, Agar nanti yang membalas membunuh Damian adalah anakmu sendiri" Batin Orang tersebut, Dengan tersenyum smirk.


***


Langit, Lolly Dan Laskar. Kini sedang bercerita dengan sesekali bersenda gurau. Meskipun awalnya Langit, Penasaran dengan siapa sosok ayah dari Lolly, Tapi dia tidak memperdulikan itu sekarang.


"Kalian tahu gak, Orang apa yang suka berak sembarangan?" Tanya Lolly.


"Orang utan" Jawab Langit.


"Bukan"


"Orang-orang. Udah pasti itumah elo" Seru Laskar


"Yeh, Bukan!"


"Terus apa?" Tanya Langit dan Laksar serempak.


"Orang gua gak tahu" Jawab Lolly, Yang langsung membuat Langit dan Laskar kesal.


"Kalau aja lo bukan cewek, Udah gua geprek lo" Ucap Laskar, Dengan Mengepalkan tanganya di depan wajah Lolly.


"Santai bro santai, Mau gua asah tuh leher lo pakek golok ki Joko Bodoh!" Ucap Lolly pada Laskar dengan berkacak pinggang.

__ADS_1


"Bukan ki Joko Bodoh Lolly, Tapi ki Joko Bodo" Seru Langit.


"Hehe, Iya tuh betul Makasih Langit sayang, Eh keceplosan" Ucap Lolly, Dengan menutup mulutnya.


Langit langsung salah tingkah di sebut sayang oleh Lolly, Berbeda dengan Laskar yang jealous dan kesal.


"Lebay lo!" Seru Laskar.


"Syirik aja nih, Kutu kupret" Ucap Langit, Dengan santainya dan tersenyum-senyum.


Laskar langsung cengo menatap Langit, Tidak biasanya Langit akan se salah tingkah begitu.


"Iya nih si Laskar, Efek jomblo kali" Ucap Lolly, Yang langsung membuat Laskar merasa terpojokkan.


"Terserah kalian aja dah, Mending gua diem dengerin bacotan kalian berdua" Jawab Laskar yang mulai frustasi.


Drttt, Drrttt


* Paman is calling *


Suara nyaring dari ponsel Langit pun, Langsung menghentikan pembicaraan mereka.


"Gua angkat dulu telpon" Ucap Langit, Dengan beranjak dari duduknya.


[ Halo ]


[ Langit, Kamu dimana?. Kenapa kamu belum pulang?, ]


[ Lagi di rumah temen paman, Iya sebentar lagi Langit pulang. Emang ada apa? ]


[ Ada sesuatu yang mau paman bicarakan sama kamu ]


[ Baiklah ]


***


Waktu Langit meninggalkan Lolly dan Laskar berdua, Lolly langsung berbicara serius pada Laskar.


"Laskar"


"Apa" Jawab Laskar dengan malasnya.


"Gua suka sama lo" Ucap Lolly, Yang langsung membuat Lakar menegakkan tubuhnya pada Lolly.


"Lo lagi ngigau kan?" Tany Laskar yang masih tidak percaya.


"Gak, Gua beneran" Jawab Lolly, Dengan menatap Laskar serius.


"Lo pasti bohong kan?, Orang lo sukanya sama Langit" Jawab Laskar dengan Terkekeh.


"Gua emang suka sama Langit tuh, Karna dia perhatian sama gua. Trus dia orangnya kalem dan lembut. Tapi gak tahu kenapa hati gua malah milih lo Laskar" Jawab Lolly, Yang bertatapan serius dengan Laskar.


"Lolly Gu-a..." Ucap Laskar terpotong karna Lolly lebih dulu berbicara.


"Gapapa kok, Kalau lo belum suka sama gua. Gua akan sabar nunggu lo, Dan kalo nantinya lo masih gak suka sama gua, Gua gak akan maksa Laskar" Jawab Lolly, Dengan menyentuh tangan Laskar.


Laskar seperti di sihir oleh Lolly, Dia sebenarnya bingung. Kenapa Lolly tiba-tiba bilang suka padanya, Padahal selama ini Laskar mengira jika Lolly mencintai saudaranya. Yaitu Langit.

__ADS_1


__ADS_2