
Lolly pulang dengan terpaksa berjalan kaki, Karna saat ini ia tidak memiliki uang, Kecuali yang sisa tadi dua ribu rupiah.
Di jalan, Lolly terus saja menggerutu dengan mulut yang terus mengoceh tanpa henti. Karna bagi Lolly hari ini cukup melelahkan, Apalagi tadi ia ketemu orang-orang random, Yang berada di luar nalar.
"Ya tuhan, Capek banget hari ini. Mau ngeluh tapi malu, Saya benar-benar malu pada mu ya tuhan. Bisakah engkau kirimkan orang yang mau saya tumpangi kendaraannya, Untuk pulang?, Biarpun itu kereta gantung pun gak papa ya tuhan, Asal jangan keranda aja" Pinta Lolly, Dengan menengadahkan kepalanya ke Langit.
Sampai dari kejauhan Lolly, Melihat cahaya samar-samar yang menghampirinya dengan begitu cepat.
Ngeng,,,, Srett
Lolly keserempet motor di bagian lengannya, Sampai tubuh Lolly pun ikut memutar.
Brugh
Lolly pun langsung terjatuh, Karna merasa pusing. Dan tangan kirinya yang merasakan kebas.
"Sorry, Sorry Gua gak sengaja. Tadi gua lagi buru-buru, Mau nganterin pesanan emak gua" Ucap seseorang yang membuat Lolly mendongakkan kepalanya.
"Hm, Jadi lo yang nyerempet gua?" Lirih Lolly, Dengan kepala yang masih terasa sempoyongan.
"Iya, Maaf yah gak sengaja"
"Ck, Gak sengaja-Gak sengaja. Bapak kau di perkosa kucing" Seru Lolly, Yang mulai hilang rasa pusingnya, Lalu Lolly bangkit untuk berdiri.
"Tapi kan, Bapak gua udah meninggal" Ucap Seseorang tersebut.
"Yah, Gak jadi di perkosa kucing deh. Tapi gak papa, Sekarang lo boleh masuk ke kelompok gua"
"Maksud lo?"
"Yah, Lo masuk ke kelompok GAY!"
"APA!, Gak yah. Gua masih normal"
"Emang lo normal kok, Makanya sekarang lo GAY"
"GAY, Apaan sih. Gua gak ngerti?"
"Ck, Gank Anak Yatim!"
"Hahaha, Bisa aja lo"
"Anterin gua pulang!"
"Tapi gua lagi buru-buru, Ini mau nganterin pesanan emak gua dulu"
"Yaudah gua ikut"
"Eh?"
"Kenapa gak mau, Lo tega banget yah jadi orang, Udah nyerempet gua, Trus lo mau biarin anak yatim ini terlantar, Nanti dosa loh. Lo akan masuk neraka jahanam"
"Astaghfirullah kamu berdosa banget!"
"Makanya, Gua ikut"
"Iya, Iya Ayo. Eh tapi, Nama lo siapa"
__ADS_1
"Gua Lolly, Biasa di panggil Selena Gemez"
"Ha?"
"Lo budeg?"
"Gak"
"Yaudah, Ayok jalan!".
"Eh, Lo gak mau tahu nama gua gitu?"
"Ck, Nama lo siapa?"
"Gua Laskar"
"Laskar pelangi?"
"Serah lo"
Laskar pun terpaksa harus membawa Lolly ke rumahnya, Karna ia harus tangung jawab telah menyerempet Lolly, Meskipun tidak terluka parah.
Setelah sampai di rumah Laskar, Lolly pun ikut turun. Mengintili Laskar sampai masuk ke dalam rumah, Emang dasar Lolly minim akhlak.
"Bu, Ibu. Laskar udah pulang bu, Ini pesanan ibu" Seru Laskar, Dengan suara yang sedikit meninggi agar ibunya mendengar.
Heni yang sedang di dapur cuci piring pun, Langsung mendengar suara Laskar pulang. Heni berlari kecil untuk menemui Laskar, Lebih tepatnya melihat pesanannya.
"Las...?" Ucapan ibu laskar seketika terhenti, Karna melihat bahwa Laskar membawa perempuan ke rumahnya.
"Laskar, Kamu bawa siapa ini, Kok cantik banget sih" Goda sang ibu, Yang mengira bahwa Lolly adalah pacarnya Laskar.
"Ini Lolly bu, Tadi Laskar gak sengaja nyerempet dia waktu di jalan" Jelas Laskar, Yang membuat sang ibu terkejut.
"Apa, Kenapa kamu gak hati-hati sih Laskar, Gimana kalo sampai anak orang lecet" Gerutu sang ibu, Dengan menjewer telinga Laskar.
"Shhss, Aduh ibu sakit bu, Tadi Laskar kan udah minta maaf sama dia. Lagian ibu sih, Nelpon Laskar terus. Jadi Laskar ngebut deh"
"Haduh, Maafin ibu"
"Hmm"
"Hei nak, Nama kamu siapa, Kamu gak papa kan, Gak ada yang luka dan lecet kan?" Rentetan pertanyaan dari ibunya Laskar membuat Lolly, Kembali pusing.
"Hehe, Saya Lolly tante. Gak papa, Cuman tangan aja kok yang kena"
"Huft, Syukurlah. Sini liat, Biar ibu obati tangan kamu"
"Eh, Eh gak usah tante. Ini cuman memar dikit aja kok"
"Yaudah, kalo gak mau di obati. Biar ibu jampe aja" Ucap ibunya Laskar, Yang langsung membuat Lolly Cengo. Tidak mampu menjawab.
Ibunya Laskar pun, Berdoa dengan pelan seperti berbisik. Dan mulut yang terus komat-kamit.
"Waduh apaan nih, Jangan-jangan gua mau di Ruqyah lagi. Emang yah, Hidup itu serba tiba-tiba, Sampe gua yang hanya memar pun tiba-tiba di ruqyah aja. Mudah-mudahan nih setan dalam diri gua kuat pertahanannya dan gak keluar" Batin Lolly yang meringis, Melihat ibunya Laskar masih komat-kamit.
"Huh,,, Huh. Nah bakal langsung sembuh nih" Ucap ibunya Laskar dengan tersenyum senang, Sedangkan Laskar yang dari tadi memperhatikan sang ibu pun hanya nyengir geli.
__ADS_1
"Haaa,, Aing Maung,, Rawrrrr"
"Ehh" Ibu Laskar langsung terlonjak kaget, Melihat Lolly yang tiba-tiba mengaum. Dengan mata yang melotot.
"Laskar ini teman kamu kenapa Laskar?" Pekik Heni yang malah panik duluan.
"Ih, Ibu sih. Malah pake jampe-jampe segala, Tuh liat kan, Bukannya sembuh. Gak taunya malah kesurupan kan, Dia bu jadinya" Gerutu Laskar dengan mencoba tenang.
"Haaa,, Au, Au, Au.. Gok.. Gokk.. Aing macan Rawrr"
"Lolly, Sadar Lolly" Ucap Laskar dengan menggoyang-goyangkan ke dua bahu Lolly.
Lolly bukannya sadar tapi malah menjadi, Dan membuat ibunya Laskar menjerit takut. Sedangkan Laskar makin pusing harus berbuat apa, Terpaksa dia berlari ke rumah Pak ustadz untuk menyadarkan Lolly.
Akhirnya, Laskar pun datang bersama pak ustadz, Untuk menyembuhkan Lolly dari jin yang ada di tubuhnya.
"Tuh, Pak Ustadz liat pak Ustadz" Tunjuk Laskar yang melihat Lolly, Sedang kayang dengan mulut yang terus mengoceh.
"Haaa,,, Aing Buaya Rawrrr"
Laskar yang melihat Lolly kesurupan pun, Bingung mau ngakak atau kasihan. Karna mendengar ocehan Lolly yang begitu absurd membuat Laskar mati-matian menahan tawanya.
"Haaaa,,, Aing Macan.. Auuuuu"
Pak ustadz pun langsung mengambil tindakan, Dengan membacakan ayat-ayat Alquran, Agar Lolly cepat sadar.
Dan Lolly pun langsung pingsan tak sadarkan diri, Laskar pun langsung berdecak kagum dengan kehebatan pak ustadz yang hebat bisa membuat Lolly terlepas dari jin jahat.
Berbeda dengan sang ibu, Yang malah meringkuk di belakang badan Laskar dengan terus membaca do'a.
"Astaghfirullah haladzim...
allhauma bariklana.."
"Ibu ngapain baca do'a itu?"
"Yah ibu takut Laskar, Takut setannya pindah ke tubuh ibu"
"Ya percuma kalo ibu baca doa itu, Yang ada malah bikin setannya ngakak denger doa ibu!"
"Emang itu doa apa?"
"Doa makan ibu, Ibu mau di makan sama setannya?"
"Ih amit-amit jangan dong"
Pak ustadz yang dari tadi diam menyimak anak dan ibu itu pun, Tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.
"Maaf nak Laskar, Ini temannya yah?"
"Iya pak ustadz, Itu teman baru saya. Tadi saya nemu dia di pinggir jalan pak ustadz, Dan saya gak sengaja nyerempet dia tadi"
"Oh begitu, Tapi kenapa dia bisa kesurupan?"
"Tadi ibu saya, Yang bacain jampi-jampi buat dia agar sembuh tanganya, Eh bukannya sembuh malah bikin dia langsung kerasukan pak ustadz"
"Emang bu Heni baca jampi-jampi apa?"
__ADS_1
"Tadi saya bacain dia Lengser Wengi pak ustadz" Jawab ibunya Laskar dengan wajah tanpa dosanya.
Sedangkan Laskar dan Pak Ustadz langsung tercengang dengan mulut menganga, Mendengar ucapan bu Heni, Yang dengan entengnya membacakan lengser wengi untuk Lolly.