
Kisah Hantu Lestari, ditulis karena terinspirasi dari sebuah kisah cinta tragis Adipati Anom dan Roro Oyi.
🌹 Roro Oyi adalah seorang gadis belia yang sangat cantik. Dia adalah putri Ki Mangun Jaya dari daerah Kalimas, Surabaya.
🌹 Suatu hari Roro Oyi ditemukan oleh dua abdi dalem Mataram bernama Noyotruno dan Yudakarti. Keduanya diperintahkan oleh Amangkurat I yang baru saja mendapat impen tentang seorang perempuan cantik untuk bisa ia jadikan isteri setelah Ratu Malang istrinya meninggal.
🌹Roro Oyi di bawa ke keraton Plered dan dihadapkan kepada Amangkurat I oleh dua abdi dalemnya. Saat itu, Amangkurat I langsung jatuh hati pada Roro Oyi.
🌹 Menunggu Roro Oyi cukup umur untuk dinikahi, maka gadis cantik itu diputuskan oleh Amangkurat I untuk dititipkan pada salah satu mantri Keraton, bernama Ngabei Wirorejo.
🌹 Hingga waktu berlalu, Roro Oyi menjadi gadis yang semakin cantik, Adipati Anom putra Amangkurat I melihatnya tanpa sengaja saat mampir ke rumah Ngabei Wirorejo sepulangnya ia dari Cirebon.
🌹 Hari itu juga, Adipati Anom jatuh hati pada Roro Oyi.
🌹 Sayangnya Adipati Anom harus menelan kekecewaan dan sakit hati, manakala Ngabei Wirorejo menyampaikan bahwa sejatinya Roro Oyi adalah gadis pingitan Amangkurat I, yang tak lain adalah Ayahanda Adipati Anom sendiri.
🌹 Kecewa dan marah, membuat Adipati Anom yang kasmaran kemudian jatuh sakit.
🌹 Pangeran Purbaya, yang merupakan Paman Amangkurat I merasa iba pada nasib Adipati Anom (di kisah lain disebutkan adalah pangeran Pekik, kakek dari pihak Ibu). Ia yang menganggap Adipati Anom seperti anaknya sendiri juga, akhirnya memutuskan membantu Adipati Anom demi kesembuhannya.
🌹 Pangeran Purbaya melarikan Roro Oyi dari rumah Ngabei Wirorejo dengan sejumlah hadiah untuk Ngabei Wirorejo.
🌹 Roro Oyi yang masih polos dan tak tahu apa-apa kemudian dipertemukan dengan Adipati Anom yang tampan rupawan. Keduanya pun saling mencintai.
__ADS_1
🌹 Sejak akhirnya bisa bersama Roro Oyi, Adipati Anom sembuh dari sakitnya. Ia sangat bahagia, meskipun hidup jauh dari keraton.
🌹 Kabar Roro Oyi dilarikan oleh Pangeran Purbaya untuk kemudian diberikan pada Adipati Anom membuat Amangkurat I murka.
🌹 Amangkurat I membantai seluruh orang yang terlibat dalam pelarian Roro Oyi tersebut. Tak terkecuali Pangeran Purbaya yang merupakan pamannya sendiri dan juga Mantri keraton Ngabei Wirorejo.
🌹 Amangkurat I semula sempat berpura-pura akan mengampuni Ngabei Wirorejo dan keluarganya, dan hanya akan mengungsikannya ke Ponorogo. Namun kenyataannya, Ngabei Wirorejo dan keluarganya, dibanyai habis di tengah jalan.
🌹 Adipati Anom kemudian di tengah kekalutan karena pembantaian yang terjadi itu ditangkap dan diminta oleh Amangkurat I untuk memilih antara kekuasaan atau cinta.
🌹 Adipati Anom yang terlanjur marah pada Ayahnya atas semua yang ia lakukan, akhirnya memilih membunuh Roro Oyi meskipun ia hatinya hancur berkeping-keping.
🌹 Beberapa Babad Tanah Jawa dan tutur menyebutkan, kelak peristiwa ini juga memicu dendam pada Adipati Anom.
🌹 Trunojoyo melakukan pemberontakan pada Amangkurat I, hingga Amangkurat I terguling dari singgasananya.
🌹 Amangkurat I melarikan diri dari Mataram, untuk meminta perlindungan pada VOC.
🌹 Dalam pelariannya, Amangkurat I akhirnya meninggal di Banyumas. Namun kemudian dikebumikan di Desa Pesarean, Kabupaten Tegal.
(Tak ada sumber pasti kenapa Amangkurat I tidak dikebumikan di Banyumas, dan justeru dibawa ke Tegal)
🌹Adipati Anom sendiri menggantikan kedudukan Ayahnya menjadi Amangkurat II setelah berhasil meredam pemberontakan Trunojoyo.
__ADS_1
🌹 Roro Oyi dimakamkan di Banyusurup, dengan gelar Ratu Kanjeng Amangkurat.
(Kisah ini terjadi di tahun 1668-1670M)
Pada dasarnya, semua kisah sejarah selalu membawa hikmah. Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar, dan nyatanya kehidupan ini tak pernah menyajikan benar dan salah mutlak milik satu pihak.
Babad tanah Jawa mulai ditulis oleh juru tulis (carik) Panembahan Adilangu II yang hidup di masa pemerintahan Pangeran Puger, (Pakubuwono I), karena kisah Mataram terus berkelanjutan, maka diteruskan oleh Tumenggung Tirtawiguna (Carik Braja) yang diterbitkan pada masa kekuasaan Pakubuwono III.
Susunan Balai Pustaka 1939, Bahasa Jawa "Sahoyi, tiyang estri andadosakin gendra".
Wl. Olthof 1941, kisah cinta Adipati Anom Dan Roro Oyi yang jelita.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sebelum kalian menyukai kisah cinta Romeo En Juliet
atau bahkan cinta Eun Sang dan Kim Tan
Pastinya kisah cinta Adipati Anom dan Roro Oyi yang nyata terjadi di Negeri kita jauh lebih mengharu pilu bukan?
hehee...
(Merekomendasikan CHANNEL YOUTUBE JAGAD MANDALA, jika kalian yang ingin mengenal kisah Nusantara lebih dalam lagi)
__ADS_1