Klandestin

Klandestin
Bab 1 pendahuluan


__ADS_3

Terlahir di dunia dalam keluarga harmonis adalah impian setiap jiwa yang ada dimuka bumi ini. Termasuk aku, jiwa yang setiap detik menuntut sebuah kebahagiaan. Dewasa ini yang aku ketahui jika birokrasi tidak bekerja dengan benar bahkan melakukan kecurangan rakyat bisa menyampaikan tuntutan nya. Tuntutan tersebut bisa disampaikan melalui demonstrasi kepada pihak birokrasi. Barangkali bisakah aku menyampaikan tuntutan ini kepada Tuhan sang pencipta takdir? Bukan karena takdir Tuhan tidak bekerja sesuai keinginanku hanya saja aku ingin tahu alasan Tuhan menuliskan kisah yang penuh kepiluan, kepedihan dan kegelapan hati pada lembaran takdirku ini. Rasa rasanya kehangatan rumah yang dipertontonkan didalam drama televisi tidak pernah aku rasakan didalam tempat yang aku sebut rumah. Definisi rumah yang bisa aku jelaskan hanya tempatku berteduh dari hujan panas dan dingin tidak lebih.


20 tahun sudah aku hidup sebagai Arkadewi yang jika aku googling di internet berasal dari bahasa sansekerta yang berarti bidadari penerang keluarga. Biasanya orang orang memanggilku arka yang terdengar seperti nama laki-laki. Tapi aku ini berperawakan seperti wanita pada umumnya yang feminim, lemah lembut dan entah mengapa kesan pertama orang yang bertemu aku akan menganggap aku ini wanita yang bahagia. Padahal sangatlah berbeda dengan yang aku alami saat dirumah yang bergelimang masalah. Aku berkata bahwa diriku bisa digambarkan dengan warna hitam, suram dan gelap. Bahagia ku hanyalah topeng untuk menutupi luka-luka ku. Keadaan lah yang memaksaku menjadi arka yang seperti ini. Seperti ini bagaimana? ya seperti inilah hidup yang harus arka jalani dituntut untuk menjadi sosok yang kuat padahal sangatlah rapuh dan butuh banyak sekali kekuatan untuk menutup rapat rapat luka yang semakin hari semakin memburuk. Yang arka takutkan adalah terjadinya infeksi pada luka luka yang arka punya ini. Arka bahkan tidak bisa memprediksi apa yang terjadi jika luka luka ini mengalami infeksi. Yang pasti setiap terbangun dari tidur arka hanya bisa ucapkan syukur dan doa semoga akan ada terang setelah petang yang arka alami ini.


***


Saat terjadi rembulan katanya aku dilahirkan di rumah sakit khusus ibu dan anak di daerah Surabaya. Jika mendengar cerita itu aku berharap diberi nama rembulan saja atau bulan juga sangat indah kedengarannya. Tapi kembali lagi aku tidak bisa memesan takdir pada Tuhan karena yang kita ketahui bersama bahwa takdir manusia dikandungan sampai mati itu sudah digariskan oleh Tuhan. Memang benar adanya bahwa ada takdir yang bisa diubah seperti bodoh menjadi pintar dan miskin menjadi kaya. Dan ada juga takdir yang tidak bisa diubah seperti jenis kelamin dan kematian.

__ADS_1


Ya beginilah aku terlahir sebagai Arkadewi sang bidadari keluarga. Entah mengapa aku tidak terlalu suka dengan nama itu yang diberikan langsung oleh ayahku. Salah satu alasan mengapa aku benar tidak menyukai nama itu karena filosofi atau doa yang terkandung di dalamnya sangat tidak sesuai dengan realita yang ada. Bidadari penerang keluarga apanya? Kehadiran ku di keluarga ini malah membawa sumber masalah. Mama ku tidak mengharapkan kehadiran ku di dunia ini bahkan semenjak aku dalam kandungan Mama sudah berusaha menghalalkan segala cara agar aku mati dan tidak terlahir ke dunia ini. Mama ku adalah seorang wanita karir yang begitu berdedikasi pada perusahaan keluarga. Karirnya sangat gemilang sampai sebelum kehadiranmu. Mama beranggapan memiliki anak akan menghambat karirnya yang bisa dikatakan sedang berada dipuncak karir karena Mama dipercaya memegang perusahaan oleh Kakek ku. Sedangkan kakak laki-laki Mama atau lebih tepatnya saingan Mama dalam memperebutkan posisi dalam perusahaan selalu berusaha menyingkirkan Mama. Entahlah menurut cerita ayah sudah tidak terlihat lagi ikatan darah antara mereka berdua jika sudah menyangkut urusan bisnis karena sama-sama berambisi menduduki posisi di perusahaan. Saat gemilangnya karir Mama sebagai pimpinan perusahaan aku tak sengaja hari dan merusak segalanya.


Kejayaan Mama seketika runtuh karena Kakek menarik titahnya mewariskan jabatan pimpinan perusahaan kepada Mama karena Mama sedang mengandung ku dan menggantikannya kepada kakak laki-laki Mama Om Suryo. Maksud dari Kakek ku adalah untuk menjaga kesehatan bayi dan ibunya. Tapi yang di artikan Mama berbeda dengan maksud kakekku. Disitulah depresi, rasa kecewa dan keinginan untuk membunuhku timbul. Mama sudah berusaha meminum racun, pijat dan hal-hal mengerikan yang Mama lakukan kepadaku saat berada dalam kandungan membuatku meneteskan air mata jika mendengar cerita itu. Anehnya selalu gagal dan aku tetap saja terlahir sehat dan tumbuh menjadi wanita 20 tahun sampai sekarang ini.


Dampak ketidakmungkinan kehadiranmu di dunia ini oleh Mama adalah kebenciannya terhadapku yang terbawa sampai umurky sedewasa ini. Aku tumbuh dan di kasih i hanya oleh seorang Ayah yang luar biasa. Aku tidak pernah mendapat kan ASI bahkan juga kasih sayang dari seorang ibu. Aku juga tidak punya saudara kandung karena setelah melahirkan ku Mama bertekad untuk tidak akan memiliki anak lagi sampai Mama dan Ayah berpisah rumah. Sebenarnya Mama inging sekali cerai tapi Ayah tidak menginginkan hal itu. Jadi selama semenjak aku dilahirkan sampai sekarang Mama dan Ayah tidak tinggal satu rumah dan juga tidak bercerai. Aku juga tidak paham hukumnya seperti itu dalam agama dan negara seperti apa entah masih berstatus suami istri atau tidak.


Sekarang Mama ku fokus dengan perusahaan majalah remaja yang ia bangun dari nol setelah melahirkan ku. Banyak orang kagum atas pencapaian karir mamaku. Aku sendiri juga kagum terhadap beliau jika melihat dari sisi keuletan dan kerja kerasnya dalam membangun bisnis dan kurasa munurun kepadaku. Aku bertekad akan melampaui kesuksesan Mama ku kelas, tapi apa boleh buat di umurku yang sekarang aku tidak menunjukkan sesuatu yang berarti. Aku seperti mahasiswa pada umumnya tidak ada yang istimewa. aku hanya kuliah, main dan organisasi. Aku tidak memiliki sampingan apa- apa yang aku anggap adalah tolok ukur keberhasilan seseorang yaitu memiliki usaha. Aku mungkin mewarisi keuletan dan kerja keras Mama dalam hal organisasi politik di kampus. Aku sendiri tidak menyukai bisnis aku lebih tertarik dalam dunia politik.

__ADS_1


.


.


.


.

__ADS_1


Ikuti terus kelanjutan kisah Arka yaaa.


Jangan berhenti membaca kawan!


__ADS_2