Klandestin

Klandestin
Bab 5 Sosok baru


__ADS_3

"Den ibuk tidak mau makan" Yusuf mengangguk dan berjalan terus masuk tanpa menoleh ke arah ku yang dari tadi mengekor padanya. Dia membuka pintu kamar dan terlihat wanita cantik nan pucat berbaring lemas di ranjang. Mungkin usianya sama dengan Mama ku.


"Miih bangun Yusuf disini, kenapa mami tidak mau makan?" wanita itu membuka matanya dan kurasakan tatapan kosong seperti tidak ada harapan lagi untuk hidup. Wanita itu masih terdiam tidak menghiraukan Yusuf yang cemas duduk di sampingnya.


"miih Yusuf ajak teman kesini. Dia cantik seperti mami waktu masih muda" aku sedikit tersipu saat Yusuf berkata pada maminya kalau aku ini cantik.


Aku sempat berniat mencium tangan wanita itu tapi aku urungkan. Wanita itu melihat ku dan tersenyum tipis tak ku sangka tangan nya bergerak seakan memanggilku. Yusuf bangkit dan mengisyaratkan ku untuk duduk di sebelah mami. Aku menggenggam tangan wanita itu yang sangat dingin dan pucat.


"mami ini Arka teman nya mas Yusuf. Mami mau makan? biar Arka yang Suapin" aku tak menyangka wanita itu mengangguk dan dengan sigap Yusuf menyiapkan makanan untuk mami nya.


Aku menghitung 9 suapan yang berhasil dimakan wanita itu. Aku sebenarnya sedikit salah tingkah bingung harus bersikap bagaimana dalam kondisi seperti ini. Setelah makan Yusuf meminumkan obat dan tak lama kemudian wanita itu tertidur pulas. Mungkin obat yang di minum nya mengandung zat yang membuat rasa kantuk datang lebih cepat. Yusuf bangkit keluar kamar menuju ruang makan dan aku hanya mengekor padanya karena sedari tadi dia sama sekali tidak mengajak ku berbicara.


"Sekarang kamu paham? kenapa aku bersikap berusaha mendekatimu? kamu mirip sekali dengan mami ku waktu muda" dia menunjuk ke arah dinding sebelah kananku.


Aku tersentak memang mirip sekali denganku. Rambut hitam belah tengahnya, kulit ala orang Asia, alis tebal dan tinggi kurus. Aku sempat berfikir jangan-jangan aku anak dari mami nya Yusuf tapi mustahil juga.


"Mami seperti itu semenjak tau papi berselingkuh dengan sekretarisnya dikantor. Mami papi belum cerai tapi papi sama sekali tidak peduli dengan keadaan mami yang sekarang. Aku sangat membenci papi ku sendiri." Lanjut Yusuf bercerita sambil berkaca-kaca. Aku jadi teringat masalah keluarga ku sendiri yang sangat rumit. Aku merasa sendirian memikul semua itu tapi sekarang aku merasa memiliki teman yang kurang lebih senasib denganku.


"I'm so sorry mas" Jawabku menyesal

__ADS_1


"Sebenarnya aku melihatmu sejak kamu semester 2 tapi aku baru ada kesempatan sekarang ini saat kamu begitu menonjol di organisasi mu jadi aku memanfaatkan itu untuk mengenalmu. Sekarang kamu sudah tau semuanya kalau mau pergi dariku silahkan" Pergi darinya maksudnya apasih Yusuf ini. Aku tidak paham dia ini berbicara seakan memang aku selama ini ada di hidupnya.


"Aku mohon rahasiakan ini dari teman-teman. Aku nggak mau dapat empati dari siapapun termasuk kamu dan kamu bisa melupakan kalau kita pernah saling mengenal." Aku bangkit dan sekali lagi meminta maaf. Aku pergi dari rumah itu dan memesan ojek online untuk kembali ke kampus.


Pikiran ku resah sekali semenjak keluar dari rumah Yusuf ada rasa penyesalan yang begitu dalam saat meninggalkan dia dalam kondisi seperti itu. Mungkin yang Yusuf pikirkan adalah keberadaan ku bisa mengembalikan kondisi mami nya yang bisa di bilang sekarat. Tapi ego ku berkata lain akan ada hal mengerikan yang terjadi jika aku masih berada di dekat Yusuf.


Aku kebingungan dan memaki diriku sendiri kenapa aku menimbulkan masalah baru yang akan mempersulit hidupku. Aku merasa semakin banyak menimbun masalah-masalah baru dalam hidupku yang aku sendiri belum tau cara penyelesaian nya seperti apa.


***


Aku tidak hentinya memikirkan hal tentang Yusuf terlalu rumit bagiku. Aku tidak tau harus seperti apa dan harus bertanya pada siapa. Aku juga tidak mungkin bercerita pada mas Zio maupun Genta sekalipun hubunganku dengan mereka sudah sangat dekat.


Ini bukan persoalan cinta ku pada Yusuf, aku tidak memiliki rasa itu untuk saat ini. Ini persoalan hatiku yang tergerak melihat wanita tak berdaya dan membutuhkan bantuan ku untuk kelanjutan hidupnya.


Aku dirumah sedari pagi sampai sore membuat mbak Lastri kebingungan karena tidak biasanya aku berada dirumah selama itu. Aku sedang tidak moos melakukan kegiatan apa-apa. Aku hanya berdiam diri di ruang tengah melihat televisi yang sengaja tidak aku nyalakan. Pikiranku berkelana kemana-mana Yusuf, maminya dan apa yang harus aku lakukan sekarang.


Sejak dulu aku tidak pernah merasakan kehangatan keluarga aku hanya hidup sebatang kara dan termindset bahwa bahagia kita yang menciptakan bukan lingkungan.


Mbak Lastri membangunkan dari lamunan ku dan berkata ada Genta datang ke rumahku. Aku mengisyaratkan untuk mengurus Genta masuk.

__ADS_1


"Astaga Arka kamu kenapa sih? sakit?" Genta datang dengan kepanikannya seperti biasa. Mengecek suhu badanku di dahi seakan dia ini dokter.


Ya begitulah Genta dan fakta menarik tentang dia yaitu dia hanya bersikap seperti itu kepadaku jadi tidak lah salah jika teman-teman yang lain berfikir kalau Genta menyukai ku. Aku sendiri menganggap Genta adalah teman baikku yang paling pengertian contohnya sekarang ini. aku tidak memintanya datang tapi dia datang sendiri kepadaku. Aku mengakui bahwa aku tidak bisa hidup tanpa dirinya dia salah satu orang yang selama ini menguatkan aku untuk menutupi luka masa lalu ku.


"Aku tidak apa-apa Gen. Udahlah kamu nggak usah khawatir begitu kan aku udah gede " Aku bahkan merasa beruntung memiliki seorang Genta yang selalu stay everytime for me. Dia selalu mengerti apa yang aku mau tanpa aku bicarakan.


"Kamu belum makan kan pasti? aku pesen in gofood ya nggak boleh nolak aku juga belum makan dari pagi" Aku sebenarnya mau menolak tapi Genta dengan sigap menutup mulutku dan tidak menerima penolakan.


"Eh nggak jadi deh aku masam sendiri aja deh buat kita Mbak Lastri ada bahan masakan apa nggak?" teriak Genta sambil berjalan ke arah dapur.


Aku mendengar percakapan kecil antara Genta dan mbak Lastri. Aku merasa tidak boleh seperti ini terus karena tidak ada guna nya untuk esok biarlah esok sekarang Genta datang menghiburku aku harus menghargainya. Aku bangkit dan menyusul Genta ke dapur.


.


.


Penasaran dengan kelanjutan kisah Arka? Tungguin next update episodenya tiap hari pukul 07.00 malam


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan

__ADS_1


bisa berupa like, vote dan tambahkan cerita arka ke favoritmu. hehe


__ADS_2