
Aku berpamitan kepada teman-teman yang masih sibuk dengan aktivitas nya masing-masing. Aku berjalan kehalaman tempat parkir motor diantar mas zio.
"Arka aku harap tidak ada yang kamu sembunyikan dari aku" Ucap mas zio dengan raut wajah khawatir. Aku duduk di atas motorku dan terdiam menatap mas zio.
"soal Yusuf lagi?" mas zio mengangguk "you know me mas, ga ada satuhal pun yang aku sembunyikan dari kamu maupun teman-teman. Emang faktanya seperti yang aku ceritakan tadi sore atau kamu tanya Rina saja" ucap ku menyakinkan.
"Enggak perlu arka aku percaya sama kamu" ucap mas zio memegang kedua bahuku dan aku balas dengan senyuman lega.
"Arkaaa kamu pulang kok tidak pamit sama aku?" tiba-tiba muncul Genta dari pintu dengan sempoyongan karena dia baru bangun tidur.
"Kan kamu lagi tidur gen. aku nggak enak mau bangunin kamu"
"Udah kamu langsung pulang hati-hati dijalan, biar aku urus anak ini" bisik mas zio pelan kepadaku dan aku sambut dengan mengacungkan jempol kananku.
"aku anter kamu ya ar?" tawar genta kepadaku
" Gausah udah ayo masuk ada yang harus aku obrolkan" kata mas zio menarik paksa genta masuk ke dalam sambil mengedipkan mata kepadaku.
"nggak kita ngobrol besok aja aku mau antar arka pulang dulu" suara perdebatan kecil antara mas zio dan genta yang mulai melirih karena mereka sudah masuk ke dalam rumah yang biasa kami sebut markas.
Sebenarnya dengan berat hati aku meninggalkan teman-teman ku karena merekalah aku bisa sejenak tertawa bahagia melupakan luka laraku. Aku harus kembali kerumah yang penuh kekosongan. Aku baru ingat sudah sekitar 8 hari tidak bertemu Ayah walaupun hanya untuk sekedar bertegur sapa.
Mungkin sekarang aku sampai rumah Ayah sudah tidur dan esok paginya aku bangun Ayah sudah berangkat ke kantor.
Aku mengenakan jaket dan helm untuk bersiap pulang. Menyusuri jalanan Surabaya yang masih ramai orang berlalu lalang di jalan. Pertokoan sudah mulai tutup menyisakan warung kopi dan beberapa penghuni jalanan yang sibuk mencari penghidupan di kota besar ini.
__ADS_1
Lampu jalanan yang bersinar terang saling bersautan membuat pikiran tenang dan membawanya melayang-layang entah kemana. Sesaat aku terbawa ketenangan dalam surga oleh angin malam namun seketika aku tersentak kembali ke alam realita saat terlintas sosok Mama di pikiran ku. Aku menancap gas kencang agar aku bisa cepat sampai rumah dan lekas tidur menghilangkan sosok Mama yang lagi-lagi menganggu pikiran ku.
***
Jendela kamarku terbuka lebar. Aku melihat sudah pukul 10 lewat. Aku meminum susu yang sudah dingin mungkin sudah disiapkan mbak Lastri sedari pagi. Sebenarnya aku sudah pasang alarm jam 8 tapi aku nggak sadar hanya bangun untuk mematikannya lalu beranjak tidur lagi.
Aku membuka ponsel ku berharap ada kabar baik kalau kelas hari ini kosong. Ternyata benar ada beberapa motif yang salah satunya dari grup kelas mengabarkan kalau hari ini tidak ada kelas. Aku menggeser ke bawah ada motif dari genta, mas zio dan risma. ada satu lagi yang tak ku sangka motif dari Yusuf. aku buru-buru membukanya karena penasaran.
"kamu sudah pulang arka?" pukul 00.30
"hari ini selesai kelas mau kemana?" pukul 07.14
"aku mau ajak ketoko buku siapa tau kamu punya referensi bacaan buat aku." pukul 09.22
Semua chat nya di jam yang berbeda seakan dia menantikan aku membalas chatnya. Aku berfikir keras untuk hal ini, apa maksud Yusuf bersikap seperti ini. Sudah diluar wajar menurutku kalau aku bilang teman-teman takut malah membawa organisasi segala. Kalau aku ikuti permainannya terlalu berbahaya kalau justru aku yang tertarik ke alurnya.
***
Aku sampai di kantin pukul setengah 12. Bosan rasanya tiap hari harus bersentuhan dengan panasnya Surabaya. Aku melihat sekeliling mencari teman-teman ku dan nihil tidak ada satu pun dari mereka yang ada di kantin.
Aku mengecek grup untuk memastikan keberadaan mereka. Aku baru ingat ada beberapa notif yang belum aku balas termasuk pesan dari Yusuf yang sudah aku read dari pagi tapi belum aku balas.
Aku menanyakan posisi mas zio, genta dan Risma ternyata mereka masih ada kelas dan Rina juga masih berada di kos. Aku membalas pesan Yusuf dan memberitahu aku sedang ada di kantin sendirian. lalu dari menghampiri ternyata dia juga berada dilantai tapi bagian dalam.
"Kamu nggak ada kelas arka?" aku menggeleng nggak tau kenapa setiap berbicara sama Yusuf aku jadi sedikit bicara.
__ADS_1
Dia duduk didepan ku sambil meletakkan laptop dimeja. Aku baru ingat Yusuf adalah mahasiswa semester 6 yang harusnya sudah tidak ikut terlibat langsung dalam urusan organisasi karena harus sudah mempersiapkan skripsinya. Tapi kurang tau kalau memang dia berencana Lulus nanti.
"mas Yusuf ada apa kok bersikap seperti itu sama aku?" tanya ku to the point.
"bersikap seperti apa?" tanya dia balik sambil mengambil nafas panjang.
"Aku paham mas hubungan kita hanya sebatas komunikasi politik. Mumpung belum terlanjur dalam aku rasa sikap mas Yusuf sudah tidak wajar." Yusuf terlihat bingung untuk menjawab mungkin ini terlalu tiba-tiba untuknya
"Aku paham ke arah mana pembicaraannya arka. jika kamu mau ikut aku sebentar aku bisa jelaskan." Aku mengangguk mengikut dia ke arah parkiran. Dia mengisyaratkan untuk naik motornya saja. Aku menurut karena penasaran sekaligus was was jika Yusuf melakukan hal yang buruk.
Selama dalam perjalanan Yusuf tidak berbicara apa-apa dan aku juga hanya diam. aku menyempatkan mengabari mas zio untuk stand by HP kalau aku butuh apa-apa. Untuk berjaga-jaga jika Yusuf melakukan hal buruk.
Yusuf berhenti ditoko bunga dan membeli mawar putih beberapa tangkai. Aku berfikir tidak mungkin diberi ke aku ternyata memang benar dia membungkusnya dan memasukkan ke tas.
Kita memasuki perumahan elit yang aku kenal betul tempat ini karena rumah Mama ada di perumahan ini. Tapi jarang sekali aku main mungkin setahun sekali waktu lebaran. Untung saja Yusuf tidak melewati blok rumah Mama. Kita berhenti di sebuah rumah cat putih yang kelihatan sepi sekali. Hanya ada beberapa pekerja yang sibuk dengan aktivitas nya masing-masing.
Yusuf memarkir motor digarasi dan terlihat beberapa koleksi mobil dan motor mewah yang ditata rapi hanya untuk pajangan mungkin. Aku mengikuti langkah Yusuf menuju rumah dan di sambut oleh ibu-ibu paruh baya dengan ramah.
.
.
penasaran dengan kelanjutan kisah arka? tungguin next update episodenya
Update tiap hari pukul 19.00
__ADS_1
Jangan berhenti membaca kawan!