Knight in Shinning Suit

Knight in Shinning Suit
Wanita masa lalu Phillippa


__ADS_3

Joshua menyerahkan semua dokumennya yang sudah ia tanda tangani kepada Sandra dengan terburu-buru.


"Anda mau kemana?"tanya Sandra dengan wajah heran.


" Aku mau ke ruang ujian."


" Tapi Pak, 1 jam lagi ada rapat."


"Aku tahu. Ini hanya sebentar. Aku akan segera kembali." Joshua mengedipkan matanya yamg dibalas oleh Sandra dengan wajah kesal.


" Segeralah kembali! Aku tidak ingin Anda datang terlambat."


"Aku tidak akan terlambat."


Sandra menggeleng-gelengkan kepalanya setelah pintu ruangan tertutup. Ia merasa sikap bosnya akhir-akhir ini terlihat aneh dan tidak tahu apa itu, tapi ia akan segera mengetahuinya. Sandra kembali ke mejanya dan mulai memeriksa dokumen-dokumennya.


Pintu lift terbuka di lantai 2. Joshua berjalan cepat menuju ruang ujian no. 8 hanya untuk melihat gadis pianonya. Beberapa menit yang lalu, Peter mengirimkan pesan kalau gadis itu akan segera dipanggil untuk ujian. Ia bertemu dengannya di koridor dan menyuruhnya masuk, sedangkan Peter akan melihatnya di monitor di ruangan lainnya. Sesaat sebelum masuk ia melihat gadis itu sedang melihat tangannya dan nampak gugup.


Joshua terhenyak ketika gadis itu masuk dan sepertinya ia terkejut melihatnya ada di sini. Seperti yang sudah ia duga, gadis itu dapat memainkan musik gubahan Beethoven dengan sangat baik. Ia optimis gadis itu akan lulus di babak pertama dan nantinya hanya akan ada 20 orang saja yang akan menerima beasiswa.


" Suara yang dihasilkannya sangat bagus,"kata salah seorang juri.


"Pianissimonya juga bagus,"jawab salah seorang juri lagi.


Joshua merasa puas dengan komentar para Juri. Ia menginginkan gadis itu masuk ke sekolahnya. Bakat musiknya tidak boleh disia-siakan. Para juri berdiri semua dan memberikan tepuk tangan yang keras untuknya.


Phillippa merasa senang para juri puas dengan permainan pianonya dan ia melihat ke arah Joshua sekilas sebelum ia keluar ruangan. Angelica langsung menghampirinya.


" Bagaimana?"tanyanya tidak sabaran.

__ADS_1


Para juri puas dengan permaianan pianoku, tapi emtahlah aku lulus atau tidak tulisanya di kertas.


"Aku yakin bisa lulus."


Setelah menunggu 2 jam lagi akhirnya selesai dan pengumuman siapa yang lolos di babak 1 sudah diumumkan di lembaran kertas yang ditempel di dinding. Phillippa langsung mencari namanya dan wajahnya berseri.


"Philly, Selamat! Kamu lolos."


Gadis itu mengangguk senang dan merasa terharu. Tidak jauh dari sana Joshua sedang memperhatikannya. Ia pun tersenyum senang, lalu berbalik pergi. Tanpa sepengetahuan Joshua, Sandra juga memperhatikan sikap bosnya.


"Sepertinya dia menyukai gadis itu. Menarik."


Sandra kemudian berbalik pergi dengan memyunggingkan senyuman.


🎵🎵🎵


**Semoga sukses dalam mengikuti ujian. Aku yakin kamu bisa dan aku akan selalu mendukungmu di mana pun aku berada.


Penggemar setiamu**


Ia meraih kembali buket bunga tulip merahnya dan menciuminya.


Terima kasih gumamnya dalam hati.


Keesokan paginya Phillippa berlatih bermain piano untuk musik selanjutnya yang akan diujikan di babak 2 yang akan diadakan besok lusa. Ia berlatih di toko musik Mr.Smith, sedangkan Angelica pergi ke toko bunga. Phillippa memutuskan untuk ambil cuti beberapa hari sampai ujian masuk sekolah musik selesai.


" Mozart Twinkle Twinkle Little Star," gumam Peter.


Sejak aku kecil,aku sering memainkannya bersama ibuku.

__ADS_1


" Itu bagus. Artinya kamu sudah menguasinya."


Phillippa mulai memainkannya dan selama memainkan musik itu, ia teringat masa lalunya dan ia menjadi sedih. Permainan pianonya terhenti di tengah jalan.


"Ada apa?"


Phillippa menggelengkan kepalanya, lalu melanjutkannya kembali. Bayangan ibunya muncul di depan matanya. Saat itu ia masih berumur 8 tahun. Phillippa kecil baru saja memainkan musik twinkle twinkle little star sebelum tidur setelah memainkannya bersama ibunya. Ia akan pergi ke kamarnya, ketika secara tidak sengaja mendengar pembicaraan ayah dan ibunya.


" Dia masih terlalu kecil untuk mengetahui kebenarannya," kata ayahnya.


"Tidak. Dia sudah bisa mengerti, jika kita memberitahunya. Suatu hari nanti dia akan tahu yang sebenarnya,"kata ibunya sambil menangis.


"Kita akan memberitahunya pada saat yang tepat."


"Kapan?"


"Aku tidak tahu, tapi segera."


"Aku sudah tidak tahan lagi menyimpan rahasia ini darinya."


"Tenanglah! Kamu harus bisa."


Ibunya mengangguk dan menangis dalam pelukan ayahnya. Sampai sekarang ia tidak pernah mengetahui apa yang sudah dirahasiakan orangtuanya kepadanya, karena satu minggu kemudian mereka telah meninggal. Musik twinkle twinkle little star adalah lagu terakhir yang ia mainkan bersama ibunya.


🎵🎵🎵


Setelah selesai berlatih Phillippa memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar sebelum kembali ke apartemennya. Setiap orang yang berpapasan dengannya selalu melihatnya dengan jijik dan dengan rasa penasaran kenapa ia bisa memiliki luka di wajahnya. Jika diingat kembali itu akan membawa gadis itu ke luka masa lalunya.


Tubuh Phillippa bergetar hebat saat melihat wanita yang ia kenal di masa lalunya berada tak jauh darinya. Wanita itu tidak menyadari kehadirannya, karena ia sedang melihat ke arah lain dan sibuk berbicara dengan lawan bicaranya ditelepon. Ia cepat- cepat bersembunyi dibalik pohon. Rasa dendamnya yang ia simpan kepada wanita itu muncul lagi kepermukaan. Wanita yang sudah menghancurkan hidup keluarganya. Nicole Bellamare. [ ]

__ADS_1


__ADS_2