
Theoden yang sedang berada di kantornya terkejut dengan kedatangan tamu yang tidak pernah ia sangka. Wanita itu tersenyum kepadanya dan dengan langkah gemulainya ia mendekati Theoden.
“Halo Theoden! Sudah lama kita tidak bertemu!”sapa wanita itu.
“Amy,”serunya terkejut.
“Bagaimana kabarmu?”
“Aku baik.”
“Aku juga baik, jika kamu ingin tahu.”
“Aku tidak tahu kamu sudah kembali ke Amerika.”
“Aku kembali seminggu yang lalu.”
Theoden menatap Amy dari atas ke bawah.
“Sepertinya hidupmu sudah menjadi lebih baik sekarang.”
“Itu benar.”
“Syukurlah!”
Theode bernapas lega.
5 tahun yang lalu
Saat itu Theoden yang masih berusia 21 tahun dikejutkan dengan permintaan salah satu kliennya untuk menikah dengan putrinya bernama Amy. Saat itu Theoden menolaknya, karena ia sudah memiliki tunangan pilihan ayahnya sendiri, tapi pria itu memkasanya untuk menikah dengannya. Alasannya Amy telah jatuh cinta kepadanya ketika mereka bertemu di suatu acara amal. Theoden tahu kliennya itu berasal dari keluarga terpandang dan berpengaruh dalam dunia bisnis.Kliennya itu meminta Theoden untuk membatalkan pertunangannya dengan Kiana.
“Aku akan melakukan apa pun supaya putriku bahagia. Ia belum pernah jatuh cinta kepada pria mana pun kecuali kamu, Theoden.”
“Tapi…”
“Aku akan bicara dengan ayahmu tentang hal ini. Bukankah kamu juga tidak mengenal tunanganmu itu. Kalian dijodohkan waktu kalian kecil dan aku yakin kamu tidak mencintai calon istrimu itu, bukan?”
“Dari mana Anda tahu?”
“Aku sudah menyelidiki tentangmua ketika Amy mengatakan ia jatuh cinta kepadamu dan ingin menikah denganmu. Aku ingin tahu pria seperti apa yang ingin dinikahi oleh putriku.”
“Aku juga tidak mencintai putri Anda.”
“Cinta akan datang setelah kalian menikah. Jika kamu menikah dengan putriku, aku akan berinvestasi diperusahaan keluargamu, jika menolak aku akan membatalkannya.”
Setelah pembicaraan itu Theoden memberitahu ayahnya. Hendrik tidak setuju, jika ia menikah dengan Amy. Theoden memutuskan untuk lebih mengenal Amy dan mengajaknya kencan beberapa kali, tapi ia tidak bisa mencintai Amy selama mereka 3 bulan berkencan, lalu Hendrik menyarankan Theoden untuk menemui Kiana dan untuk lebih mengenalnya juga.
Setelah itu Theoden diberi keputusan oleh ayahnya, apakah ia akan terus melanjutkan pertunangan dengan Kiana atau tidak. Ia pun menuruti ayahnya menemui Kiana , jika Theoden tidak jatuh cinta kepadanya, ia boleh membatalkan pertunangannya.
Theoden berusaha untuk mengenal Kiana yang sudah tumbuh menjadi gadis remaja cantik. Saat itu Kiana masih berusia 15 tahun. Ia terpesona dengan kecantikan Kiana. Ia juga menyukai kebaikan dan kelembutan gadis itu. Theoden akhirnya menyadari bahwa ia sudah jatuh cinta kepada Kiana.
Theoden akhirya pulang dan memutuskan untuk meneruskan pertunangannya dengan Kiana.
Theoden berada di sebuah restoran.Dia duduk sendirian dan terlihat menunggu kedatangan seseorang. Wajahnya yang terlihat sendu terpantul di kaca jendela.
“Maaf aku datang terlambat.”
“Kamu sama sekali tidak datang terlambat. Aku yang datang terlalu cepat.”
“Sebaiknya kita memesan makanan.”
Theoden memanggil pelayan dan mereka berdua langsung memesan makanan.
“Bagaimana keadaanmu, Amy?’’
“Baik. Terima kasih.”
“Maaf sudah membuatmu datang ke sini.”
“Itu tidak masalah asal yang memanggilku adalah kamu.’’
Theoden berusaha menyusun kata-kata untuk menyampaikan maksudnya kepada Amy tanpa harus melukai hatinya .
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, tapi aku tidak tahu harus memulainya dari mana, tapi aku harap yang akan kusampaikan ini dapat membuatmu mengerti tentang apa yang aku rasakan sekarang.”
Amy hanya diam dan terlihat sedikit gugup. Jantungnya berdebar-debar tidak karuan. Theoden masih menatapnya tajam dan langsung menusuk ke hati.
“Apa ini masalah pernikahan kita?’’suaranya sedikit tercekat ditenggorokan.
“Benar.”
Pembicaraan mereka terhenti ketika pelayan membawakan makanan untuk mereka.
“Terima kasih,’’kata Theoden pada pelayan itu. Ia menuangkan campagne ke dalam gelasnya , lalu meminumnya.
“ Aku tidak bisa menikah denganmu.”
Mata Amy membulat dan bibirnya bergetar.
“Kenapa?”
“Maaf. Aku tidak mencintaimu.”
“Tapi aku mencintaimu. “
“Aku yakin suatu saat kamu akan bertemu dengan pria yang benar-benar mencintaimu. Walaupun kita menikah aku tidak dapat menjadi suami yang sebenarnya. Pasti kamu tahu maksudku kan?’’
“Pasti ini karena Kiana.”
“Benar.”
Amy tertunduk sedih dan menghapus air matanya yang sudah mengalir.Tiba-tiba ia berdiri.
’’Aku tidak peduli kau mencintaiku atau tidak. Aku ingin menikah denganmu, karena aku tidak bisa hidup tanpamu.”
“Aku mohon jangan seperti ini. Mengertilah dengan perasaanku.’’
Theoden memegang tangan Amy.’’Duduklah!’’
Amy menepis tangan Theoden dan matanya berkilat marah.’’Lalu bagaimana dengan perasaanku? Apa kamu juga memikirkannya?’’
“Tentu saja aku memikirkannya. Kalau kamu hidup denganku pasti kamu tidak akan bahagia, oleh sebab itu aku tidak bisa menikah denganmu. Aku akan menikah dengan Kiana saat dia berusia 21 tahun.”
“Ini baik buatmu, tapi buatku tidak baik. Ini semua gara-gara Kiana kalau dia tidak hadir dalam hidupmu pasti sekarang kita sudah hidup bahagia.”
“Jangan membawa –bawa Kiana dalam masalah ini. Kamu mengerti.”
__ADS_1
Amy masih menatap Theoden dengan penuh kemarahan dan juga benci.’’Jika kamu tetap tidak mau menikah denganku, aku akan menghancurkan hidup Kiana.Aku akan membuat hidupnya menderita.Aku akan melakukan apa saja agar aku dapat menikah denganmu,’’ancam Amy.
Theoden langsung berdiri dan dia menatap Amy dengan tatapan dingin dan membunuh. Amy merasa ketakutan.Dia mendekatkan wajahnya pada Amy.
“Jika coba-coba kamu lakukan itu. Aku tidak akan pernah memaafkanmu.”Mata Theoden memancarkan sinar kemarahan.
“Kalau begitu kita menikah dan aku tidak akan menyentuh Kiana sedikit pun.”
“Aku tidak menyangka kamu akan menjadi wanita jahat seperti ini sudah tidak ada gunanya kita bicara lagi,’’katanya dengan nada penuh kemarahan.Akhirnya Theoden meninggalkan restoran tanpa berkata apa-apa lagi pada Amy. Amy terduduk lemas dikursi dan menangis.
🥀🥀🥀
Pulang dari makan siang Theoden datang ke kantor dengan wajah suram dan sepanjang hari itu. Carrie dibuat kalang kabut dengan perbuahan sikapnya yang mendadak dan dia memberinya begitu banyak pekerjaan padanya.
Dia hanya mendesah pasrah menerima perintah yang diberikan Theoden.Bahkan Carrie tidak sempat untuk makan siang .Sinar matahari sore sudah menerobos masuk ke jendela kantornya dan terdengar suara burung gagak. Konsentarasi bekerjanya di buyarkan oleh suara dering telepon.
“ Selamat sore!’’
“Theoden, Amy mencoba bunuh diri dan sekarang dia ada di rumah sakit,’’kata ayah Amy dengan nada sedih dan suaranya serak menahan tangisannya. Theoden membelalakan matanya dan langsung berdiri.
“Apaaaaa? Sekarang bagaimana keadaanya?’’
“Dokter masih memeriksanya.”
“Aku akan segera pergi ke sana.”
Theoden dengan cepat menyambar jasnya dan memakainya sambil berjalan keluar.’’Carrie, aku akan pergi ke rumah sakit. Amy mencoba bunuh diri.”
Mulut Carrie ternganga mendengar berita yang disampaikan Theoden. ‘’Mungkin aku tidak akan kembali ke kantor lagi.”
“Saya mengerti.”
Theoden segera melesat pergi dan ia mengemudi dengan kecepatan tinggi. Theoden sudah berada di rumah sakit dalam beberapa menit. Dia berlari-lari sepanjang lorong rumah sakit dan akhirnya dia menemukan keluarga Amy sedang duduk sedih menunggu kabar dari dokter.
Mereka menyadari kedatangan Theoden dan mereka langsung menyerangnya dengan banyak pertanyaaan.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Tadi siang dia terlihat begitu ceria, karena akan makan siang denganmu, tapi setelah dia pulang dia menjadi sedih bahkan menangis. Apa kalian bertengkar?’’kata ayahnya Amy.
Theoden memandangi orang tua Amy dengan rasa bersalah.’’Maafkan aku. Ini semua salahku.”
“Apa maksudmu?’’kata ayahnya Amy.
“Tadi aku mengatakan pada Amy kalau aku tidak bisa menikah dengannya.”
“Apaaa?’’
“Kenapa kamu lakukan itu?’’teriak ayahnya dan menatap Theoden dengan marah.
“Maaf. Aku pikir kalau kami menikah adalah suatu kesalahan, karena sejak awal aku memang tidak mencintainya.Maaf.”
Theoden memandang mereka dengan tatapan penuh permohonan maaf. Ibu Amy yang mendengar penjelasan Theoden duduk lemas dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
“Kamu,’’teriak ayahnya Amy sambil mencengkeram kerah kemeja Theoden.
Tiba-tiba pintu ruang operasi terbuka. Ayahnya Amy langsung melepaskan cengkeramannya dikerah kemeja Theoden dan cepat-cepat mendekati dokter.
“Bagaimana dengan keadaan anak saya?’’
“Anak Anda sekarang baik-baik saja. Kami dapat menyelamatkan nyawanya.” Mereka terlihat lega begitu pun juga Theoden.Mereka segera melihat Amy danTheoden memutuskan untuk kembali ke rumah.
“Aku sudah tahu semuanya. Keluarga Amy sudah menceritakan semuanya padaku. Mereka benar-benar sangat marah pada kita. Kamu harus pergi kerumah mereka dan meminta maaf.”
“Aku akan menemui mereka dan meminta maaf. Seharusnya aku tidak memebrikan harapan kepadanya.”
“Keputusanmu sudah benar, jika kamu tidak mencintai Amy.”
“Selamat malam!”
“Malam!”
Hendrik kembali ke kamarnya.
🥀🥀🥀
Sejak saat itu Theoden tidak pernah mengunjungi Amy sekali pun di rumah sakit sampai dia mendengar kabar kalau Amy telah pulang dari rumah sakit. Beberapa hari setelah Amy pulang ke rumah, Theoden dan pergi kerumah Amy untuk meminta maaf.
Kedatangan mereka disambut dengan tatapan marah. Theoden berkali-kali meminta maaf .
“Aku ingin bertemu dengan Amy,’’kata Theoden.
Ayah Amy mengantarkan Theoden ke kamar Amy, lalu meninggalkan Theoden di sana.’’Amy ini aku, boleh aku masuk? Aku ingin bicara denganmu.”
Tidak ada jawaban dari Amy,lalu Theoden memegang gagang pintu dan pintu kamar terbuka. Theoden masuk ke kamar Amy dengan langkah pelan-pelan. Dia menemukan Amy sedang berbaring dan tatapannya menerawang jauh ke luar jendela kamarnya. Angin sepoi-sepoi berhembus. Wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya menjadi sedikit kurus. Amy menatap Theoden dengan marah dan benci.
“Bagaimana kabarmu?’’
Amy hanya diam.
“Sepertinya sekarang kamu baik-baik saja. Amy, maaf. Aku menyesal kamu sampai melakukan ini, tapi...’’
“Pergi dari sini! Aku tidak ingin melihatmu lagi. Pergi....pergi,’’teriaknya sambil melemparkan bantal pada Theoden.
“Baik. Aku akan pergi.”
Theoden akhirnya pergi dari kamar dan kembali ke ruang tamu untuk berpamitan pulang.
🥀🥀🥀
Malam hari Theoden menatap kamar Kiana yang menghadap ke halaman depan mansion dengan wajah penuh kerinduan.Dia ingin sekali melihat wajahnya, karena sudah beberapa hari tidak bertemu dengan pujaan hatinya. Dia ingin sekali segera berlari menemuinya dan memeluknya.
“Kiana, apa kamu tahu aku sangat merindukanmu?Aku takut kehilangan dirimu, aku takut kamu menghilang dari pandanganku untuk selamanya,”gumam Theoden.
Jendela kamar Kiana terbuka dan Theoden langsung bersembunyi. Kiana mengeluarkan setengah badannya dari jendela untuk menghirup udara segar malam hari. Masumi tersenyum melihatnya.’’Kiana, cintaku.”
Setelah puas memandangi wajah Kiana, Theoden masuk ke mobilnya dan pergi.
Theoden sendirian di kamarnya yang gelap.Dia berjalan ke balkon dan matanya menatap langit.Tiba-tiba ada bintang jatuh dan dia mengucapkan keinginannya dengan sepenuh hati, yaitu bisa bersama dengan Kiana selamanya.
“Jiwa kita akan bersatu selamanya, karena kamu adalah belahan jiwaku. Kamu adalah diriku yang satunya lagi dan aku adalah dirimu yang satunya lagi. “
Siang harinya di hari Minggu Kiana pergi ke supermarket dan tanpa disadari Kiana sebuah mobil sedan hitam mengikutinya dari belakang.
“Kiana, masuklah!’’
“Theoden,’’teriaknya terkejut.
__ADS_1
Theoden membukakan pintu mobil untuknya.’’Masuklah!’’
Kiana akhirnya masuk dan dia merasa gugup tidak menyangka akan bertemu dengannya.’’Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu.”
“Aku juga.”
“Aku bermaksud untuk pergi makan siang di luar. Apa kamu sudah makan siang?’’
“Belum.”
“Kalau begitu kita pergi makan siang sama-sama.”
“Eh...tapi ….’’
Theoden terus melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang dan akhirnya berhenti disebuah restoran.Selama makan siang Theoden hanya menatap Kiana. Ketika Kiana memergokinya sedang menatapnya, Theoden langsung mengalihkan tatapannya pada makanan di depannya.
“Senang bisa bertemu denganmu lagi. Sudah berapa lama ya kita tidak bertemu? Ah mungkin sudah satu bulan.”
“Itu benar. Apa kamu merindukanku ya?’’tanyanya bercanda.
“Eh...’’
Theoden sedikit bengong, lalu tersenyum.’’Kalau Iya kenapa?’’
“Tidak apa-apa kalau kamu merindukanku.”
Theoden menatap Kiana yang membuat jantung gadis itu berdebar tak karuan.
“Sepertinya makananmu sudah habis. Aku akan mengantarkanmu pulang.”
“Baik.”
Theoden mengenggam tangan Kiana.
Setelah tiba ditempat parkir, Theoden membukakan pintu mobil untuk Kiana.
“Bisakah kamu melepaskan tanganku.”
“Ah maaf.”
Kiana masuk ke dalam mobil. Keduanya tidak ada yang bicara sampai tiba di mansion Waldgrave.
“Sudah sampai.”
Theoden turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Kiana.
“Terima kasih atas makan siangnya dan sudah mengantarku.”
Theodeng mengangguk.”Cepatlah masuk!”
Kiana berjalan masuk, lalu dia berhenti dan berlari lagi ke arah Theoden.’’Apa ada yang kamu lupakan?’’tanya Theoden.
CUUUPP!
Kiana mencium bibir Theoden. Ia tertegun selama beberapa detik, lalu berjalan menuju mobilnya. Ia tersenyum senang dan masih merasakan jantungnya berdetak dengan kencang . Kehangatan dan kelembutan bibir Kiana masih terasa di bibirnya. Itu ciuma pertama yang ia dapatkan dari gadis itu. Perlahan-lahan Theoden menyentuh bibirnya dan memejamkan matanya sambil mengingat ciuman yang diberikan oleh Kiana. Sekali lagi dia memandang kamar Kiana.
🥀🥀🥀
Theoden sedang bicara dengan serius dengan beberapa staffnya di kantornya dan tiba-tiba saja Theoden merasa merinding dan para staff merasa heran .
“Anda baik-baik saja?’’
“Iya saya baik-baik saja. Sekarang teruskan pekerjaan kalian.”
“Baik.”
Theoden duduk disalah satu kursi dan dia mengusap tengkuk lehernya. Dia merasa bulu kuduknya berdiri. “Kenapa tiba-tiba aku merasa merinding begini ya? Aneh?’’
Dikejauhan tanpa disadari oleh Theoden ada seorang wanita bertopi dan memakai kacamata hitam yang sedang mengawasinya . Theoden beranjak dari tempat duduknya dan pergi menjauh, lalu wanita itu mengikutinya diam-diam kemana pun dia pergi.
“Theo, aku sangat merindukanmu. Senang bisa melihatmu lagi walaupun dari kejauhan.”
Kiana dikagetkan oleh Hpnya yang bergetar.
“Halo!’’bisiknya
“Kiana, kamu ada di mana? Seharusnya kamu sudah pulang sekolah,’’kata Phillippa, ibunya.
“Aku ada di kantor Theoden.”
“Sedang apa kamu di sana?’’
“Aku sedang mengawasi seseorang?’’
“ Hah?’’
“Ibu, sudah dulu ya.”
“Kiana, tunggu dulu.”
Kiana menutup teleponnya.Matanya mencari-cari Theoden dan ia terlihat cemas tidak dapat menemukannya di mana pun.’’Theo, kamu ada dimana?’’gumamnya.Akhirnya dia menemukannya sedang berbicara dengan Carrie. Kiana kembali tersenyum.
🥀🥀🥀
Kiana menyadari kalau saat ini Theoden sedang diperhatikan oleh banyak wanita. Wajahnya menjadi cemberut ada perasaan cemburu dalam dirinya.
“Kiana, sekarang bukan saatnya untuk cemburu. Aku harus mengatakan semua perasaanku padanya.”
Theoden kembali merasakan buluk kuduknya kembali berdiri dan melihat ke belakang dan Kiana langsung bersembunyi. Theoden merasa ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari tadi.
“Ada apa Tuan Theoden?’’
“Tidak ada apa-apa, Carrie. Sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasiku.”
“Benarkah?’’
Carrie langsung mencari orang yang terlihat mencurigakan, tapi ia tidak melihat ada orang yang mencurigakan. Kiana menunggu kesempatan Theoden sedang sendiri dan ketika Carrie pergi, Kiana segera menghampiri Theoden, tapi kemudian seorang wanita yang tidak dikenal Kiana datang mendekati theoden.
Kiana kembali menjauh. Theoden terkejut dengan kedatangan Amy dan menyuruh duduk di sampingnya.
“Siapa wanita itu? Berani sekali duduk berdekatan dengan Theoden. Huh, menyebalkan.”
Kiana merasa cemburu melihat kemesraan mereka berdua dan hatinya pilu melihat semua itu. Kiana mulai berpikir apa Theoden mencintai wanita itu. Ia masih memperhatikan Theoden dari kejauhan dan matanya tidak terlepas sedikit pun darinya.”Apa yang sedang mereka bicarakan? Sepertinya serius sekali,”gumam Kiana.
Mereka beranjak pergi itu memasuki mobilnya. Kiana hanya menatap kepergian Theoden dengan wanita itu dengan wajah sedih. Ia terus menatap mobil Theoden sampai hilang dari hadapannya.
__ADS_1
Theoden yang sedang mengemudi melihat seorang wanita sedang memperhatikannya dan dia terkejut.’’Kiana,’’desisnya. [ ]