Knight in Shinning Suit

Knight in Shinning Suit
(S2): Ciuman Strawberry 2


__ADS_3

Sementara itu di rumah sakit Carrie mencemaskan Kiana. Ia merasa heran kenapa bosnya tidak menunggui istrinya dan sepertinya tidak mencemaskan keadaannya. Ia semakin cemas, ketika dokter memberitahunya, jika detak jantungnya kian melemah dan lama kelamaan jantungnya akan berhenti.’’Nyonya Kiana, bertahanlah! Anda harus segera kembali.”


Carrie menguncang-guncang tubuh Kiana. Keesokan paginya keadaan tubuh Kiana semakin memburuk dan akhirnya jatuh koma.


’’Nyonya Kiana, bangunlah! Jangan pergi sekarang!”


Carrie segera menelepon Theoden dan memberitahunya tentang kondisi Kiana.


Kiana yang masih berada dalam tubuh Theoden terbangun, karena mendengar panggilan Carrie.


Tubuh Theoden nafasnya tersengal-sengal.


“Ada apa?”


“Aku mendengar suara Carrie memanggilku.”


Mereka pun dikejutkan dengan deringan suara ponsel Theoden.


“Iya ada apa Carrie?”


“Anda harus segera ke ruma sakit, karena Kiana koma.”


“Apaaa? Aku akan segera ke sana.”


Theoden bergegas pergi ke kamar mandi .’’Kiana, sekarang tutup matamu. Aku akan mandi.”


“Apaaaaaa....’’teriak Kiana.


“Kamu bisa membuatku tuli dengan teriakan kerasmu tadi. Pokoknya sekarang aku mau mandi jadi selama aku mandi tutup matamu. Mengerti!’’.


“Baiklah, kali ini aku mengalah, tapi mandinya jangan lama-lama."


Beberapa menit kemudian Theoden terlihat segera setelah keluar dari kamar mandi .’’Apa sekarang aku boleh membuka mataku?’’


“Jangan dulu! Aku belum berpakaian.”


Setelah penampilan Theoden rapi dengan setelan jasnya, dia pergi keluar kamar.’’Sekarang kamu boleh membuka matamu.”


“ Kita mau kemana?’’


“Kita akan makan. Perutku sudah lapar.”


“Aku juga.”


Di meja makan sudah terhidang makanan yang sangat lezat.’’Aku ingin makan sandwich itu.”


“Aku tidak mau, sekarang aku ingin makan roti panggang. Sekarang kamu ada dalam tubuhku, jadi kamu harus terima apa yang akan aku makan.”


“Tidak mau. Aku mau makan sandwich.”


Theoden baru saja akan memasukkan rotinya kedalam mulut tangan kirinya langsung mengambilnya dan membuangnya.’’Apa yang kamu lakukan?’’


“Sudah aku bilang aku ingin makan sandwich.”


“Tapi jangan seenaknya tiba-tiba mengambil alih tubuhku.”


“Habis mau bagaimana lagi kamu tidak mau mendengarkanku.”


Akhirnya dia pun mengalah lagi.’’Baiklah, kita akan makan sandwich, apa kamu puas?’’


Jiwa Kiana tersenyum penuh kemenangan.’’Sandwich ini benar-benar sangat enak. Kamu juga harus menghabiskan susunya.” Dengan enggan Theoden meminumnya. Di dalam mobil suara dering hpnya terdengar.


“Anda di mana?’’


“Dalam perjalalan ke rumah sakit.’’


“Baiklah.”


Theoden memutuskan sambungan teleponnya.


🥀🥀🥀


Theoden telah tiba di rumah sakit dan melihat Carrie yang sedang menunggui tubuh Kiana.


“Bagiamana keadaannya?’’


“Belum ada perubahan sama sekali.”


Theoden menjauh dari Carrie.”Bagaimana ini? Aku tidak tahu bagaimana harus mengeluarkanmu dari tubuhku.”


“Aku juga tidak tahu,”kata Kiana dengan nada suara sedih.”Aku tidak mau mati dulu.”


Kiana menangis tersedu-sedu.


“Hei, tenanglah! Semuanya pasti akan baik-baik saja.”


“Bagaimana aku bisa tenang melihat tubuhku di sana dalam keadaan koma.”


Keduanya kembali terdiam.


“Sebaiknya kita pergi ke kantorku dulu.”


“Baiklah.”


Theoden dan Carrie telah berada dikantornya dan mulai memeriksa beberapa dokumen.’’Membosankan.’’


“Apa kamu bilang ?’’


‘Dari tadi aku melihatmu membaca banyak dokumen , apa tidak bosan kalau aku merasa bosan.”


“Ini sudah pekerjaanku. Jadi kamu jangan protes dan mengangguku sedang bekerja.”


“Baik.” Diruang kantor terasa sangat sepi yang terdengar hanya suara jam dinding. Dua jam telah berlalu.’’Theo, aku haus, ingin minum.”


Theoden segera menekan tombol telepon.’’Carrie, bawakan aku minum.”


“Aku ingin minum jus jeruk dan juga es krim.”


“Carrie, bawakan aku jus jeruk dan juga es krim.”


“Eh.”


“Cepat bawakan!’’


“Baik.”


Di luar ruangan Carrie menetap heran teleponnya. “Ingin minum jus jeruk dan es krim, tidak biasanya’’.


Beberapa menit kemudian Carrie membawakan pesanan Theoden.’’Terima kasih.”


“Theo, sekarang istirahatlah dulu, aku ingin makan es krim.”


Kiana langsung mengambil alih tubuh suaminya dan matanya berbinar-binar melihat es krim dalam gelas besar yang begitu menggodanya untuk segera di makan.Dengan lahap ia memakan es krimnya.’’Hmmm....lezat sekali.”


Setelah es krim dan jus jeruknya habis, tiba-tiba....


Kruyuuuuukkkk!


“Sepertinya aku lapar.”


“Baiklah. Kita pergi makan!’’


Theoden akhirnya pergi restoran terdekat dan memesan banyak makanan.’’ Apa tidak salah kamu memesan makanan sebanyak ini. Aku tidak ingin tubuhku bertambah gemuk ketika nanti kamu keluar tubuhku.”

__ADS_1


“Tubuhmu tidak akan bertambah gemuk.”


“Kalau kamu yang berada di dalam tubuhku makan seperti ini terus, bisa-bisa tubuhku akan menjadi gemuk.”


“Apa kamu akan membiarkan jiwaku kelaparan?’’


“Tentu saja tidak.”


Theoden mulai melahap makanan yang ada di meja sampai habis sampai perutnya kenyang.’’Kiana, nafsu makanmu banyak sekali.”


“Itu bagus dengan begitu kamu juga tidak akan lapar, karena sering telat makan. Apa kamu sudah menemukan bagaimana caranya aku bisa kembali ke tubuhku?’’


“Sayangnya belum.”


Mereka dikagetkan oleh suara dering telepon.’’ Anda ada dimana sekarang?’’Tanya Carrie cemas.


“Aku ada di restoran dekat kantor. Ada apa?’’


“ Nyonya Kiana meninggal.”


Theoden langsung berdiri.’’Apaaa?’’


“Sebaiknya Anda segera pergi ke rumah sakit.”


“Aku akan segera pergi kesana.”


“Bagaimana ini? Aku tidak ingin mati,’’kata Kiana cemas dan panik.’’Kalau begini jadinya aku harus segera masuk kembali ke dalam tubuhku.”


“Kamu tidak usaha panik, itu akan membuatku panik juga.”


Theoden memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tidak sampai setengah jam sudah tiba di rumah sakit. Di depannya tubuh Kiana terlihat sangat pucat. Di dalam kamar itu hanya terdengar suara isak tangis ibuya Kiana. Theoden meneleponya kemarin tentang keadaan Kiana. Theoden keluar ruangan dan pergi kesebuah taman yang berada dalam rumah sakit.


“ Kita harus melakukan sesuatu. Besok mereka akan menguburku tubuhku dan aku akan kehilangan tubuhku untuk selamanya. Bagaimana ini?’’


“Kamu mau kemana?’’


“Pulang!’’


“Hah? Tapi...?’’


“Aku butuh suasana tenang untuk memikirkan dan mencari jalan keluar dari masalah ini.”


Kiana mendesah pasrah dan akhirnya menuruti kemauan suaminya untuk pulang. Hari sudah semakin gelap


“Kamu masuk ke dalam tubuhku setelah menciumku dengan mengulum buah strawberry bukan?’’


“Benar."


“Bagaimana kalau kita berciuman lagi? Mungkin saja kamu dapat kembali ke dalam tubuhmu.”


“Benar, siapa tahu aku dapat kembali ke tubuhku.”


“Apa kamu punya buah strawberry?’’


“Ada banyak di dapur.”


“Jadi kapan kamu akan menciumku?’’


“Besok, sebelum acara penguburanmu dimulai, kenapa tidak sekarang saja?’’


“Apa kamu tidak lihat? Sekarang sudah malam dan selain itu di luar sedang hujan badai.”


“Baiklah.”


🥀🥀🥀


Keesokan paginya Theoden segera pergi ketempat ke rumah duka sambil membawa beberapa buah strawberry. Masumi dengan santai mengemudikan mobilnya. Tanpa Theoden sadari di belakang ada sebuah mobil sedan hitam mengikutinya.Pertama kali yang menyadari itu adalah Kiana.


’’Sepertinya kita sedang diikuti?’’


Theoden akhirnya melajukan mobilnya dengan kencang. Mobil yamg mengikuti Theoden sudah menyadari kalau sedang diikuti dan mobil itu terus menambah kecepatannya .


“Kita masih diikuti,’’kata Kiana cemas. Theoden kembali menacap gas dan selama beberapa menit terjadi kajer mengejar di jalan raya yang saat itu jalanan masih tidak begitu ramai.


“Siapa mereka?’’


“Aku tidak tahu.”


“Apa mungkin kam mempunyai musuh?’’.


“Mungkin saja.”


Theoden tetap melajukan kendarannya dengan cepat dan tiba-tiba mobilnya tidak mau bergerak.’’Ada apa? Kenapa berhenti?’’


“Sepertinya mobilku kehabisan bahan bakar.”


“Apaa?’’kata Kiana setengah berteriak.


Theoden dengan terpaksa memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan mobil yang mengikuti mereka akhirnya berhenti tepat di belakang. Dua orang pria berpakaian hitam dan memakai kaca mata hitam keluar dari mobil dan mendekati Theoden.’’Apa yang kalian inginkan dariku?’’


“Anda harus ikut kami sekarang juga untuk menemui seseorang.”


“Apa aku bisa menemuinya sebentar lagi? Ada hal penting yang harus aku lakukan.”


“Tidak bisa. Anda harus ikut kami sekarang juga.”


Theoden terlihat gelisah.”Apa yang harus kita lakukan?’’


Tanpa ragu-ragu lagi Theoden memukul kedua orang itu dan terjadi perkelahian, Theoden berhasil menjatuhkan kedua pria itu, tanpa ia sadari pria yang satunya lagi tersadar, lalu membungkam Theoden dari belakang dan akhirnya ia tidak sadarkan diri begitu juga dengan Kiana.


Di tempat lain kesadaran Theoden mulai kembali, kepalanya terasa sangat pusing.’’Akhirnya Anda sadar juga,’’kata seoarang pria yang rambutnya sudah beruban.


’’Aku di mana?’’


theoden melihat ke sekeliling dan dia menyadari kalau dia berada di sebuah gudang, lalu ia juga menyadari kalau kedua tangannya terikat. Theoden menatap tajam dan dingin pada pria yang ada dihadapannya sekarang.’’Siapa kamu?’’


“Apa Anda tidak ingat siapa aku?’’


“Aku sungguh tidak ingat.”


Pria itu mendekatkan wajahnya pada Theoden.’’Aku adalah Scott Glimer pemilik perusahaan majalah angels. Apa sekarang kamu ingat?’’


“Apa yang Anda inginkan dariku?’’


“Aku ingin membalas dendam padamu. Akibat perbuatanmu perusahaanku bangkrut.”


Pria itu langsung meninju wajah Theoden dan seketika keluar cairan merah dari sudut mulutnya.


“Saat ini Anda sendirian di sini dan tidak akan ada yang akan menolong.”


Pria itu dan anak buahnya meninggalkan Theoden sendirian di dalam gudang. Setelah mereka pergi Theoden berusaha melepaskan ikatan yang ada di tangannya dan dia melihat sebuah pecahan botol tidak jauh darinya dan dengan susah payah akhirnya Masumi dapat melepasakan ikatannya , kemudian berlari menuju pintu keluar. Pintu itu tidak bisa dibuka.’’Sial!’’


Theoden terlihat sangat kesal dan marah. Dia melihat jam tangannya sudah menunjukan jam 10. Satu jam lagi Maya akan segera dikuburkn.’’Aku harus segera keluar dari sini.”


Theoden kemudian mondar-mandir di dalam gudang itu untuk mencari jalan keluar.’’Theo, ini dimana?’’


“Syukurlah! Kamu baik-baik saja.”


“Apa yang terjadi dengan kita?’’


“Aku telah diculik oleh segerombolan penjahat dan kita terkurung di sini.”


“Apa? Lalu bagaiamana dengan tubuhku yang sebentar lagi akan dikuburkan. Sekarang jam berapa?’’

__ADS_1


“Jam sepuluh lewat sepuluh menit."


“50 menit lagi. Pokoknya kita harus cepat keluar dari sini.”


“Aku tahu, tapi aku tidak menemukan jalan keluar yang lain.”


“Minta bantuan saja.”


“Itu tidak bisa karena Hpku dibawa oleh mereka."


“Lalu bagaimana sekarang?’’


Kiana mulai menangis.


“Kamu jangan menangis. Kita pasti akan menemukan jalan keluarnya.”


Theoden memasang telinganya baik-baik.’’Kamu dengar itu ?’’


“Dengar apa?"


“Sssssttt...’’


Theoden berjalan mendekati pintu keluar dan menempelkan telinganya dipintu.’’Kamu denngar itu ?’’


“Sepertinya ada perkelahian di luar.”


“Itu juga yang aku pikirkan.” Tiba-tiba saja pintu terbuka dan cahaya matahari masuk menyilaukan mata Masumi.’’Maaf , aku datang terlambat.”


“Martin.”


“Anda baik-baik saja.”


“Bukankah pria itu sahabatmu yang kita temui di hotel?”bisik Kiana.


“Benar.”


“Kamu baik-baik saja?”tanya Martin.


“Aku baik-baik saja, tapi bagaimana kamu bisa tahu aku ada di sini?’’


“Tanpa sengaja saya melihat kamu dibius oleh seseorang, kebetulan waktu itu aku sedang menuju pemakaman istrimu.”


“Dari mana kamu tahu istriku meninggal?”


“Dari koran.”


“Theo, kita sudah tidak ada waktu lagi.”


“ Aku segera pergi.”


“Tentu saja. Ayo!”


“ Apa kita akan datang tepat waktu?’’bisik Kiana.


“Semoga saja kita datang tepat waktu.”


🥀🥀🥀


Di tempat Kiana akan segera dikuburkan. Carrie terlihat cemas, karena Theoden belum juga datang.


Theoden mengemudikan mobil Martin dengan kecepatan penuh terus melajukan mobilnya disepanjang jalanan .’’Theo, cepat!’’


“ Ini sudah sangat cepat. Apa kamu tahu tadi beberapa kali kamera pengawas kecepatan memfoto mobil ini. Sepertinya Martin akan mendapatkan banyak surat tilang.”


Lima belas menit telah berlalu. Peti Maya bersiap untuk di masukkan liang kubur.


“Lima belas menit lagi,’’kata Kiana panik.


“Aku tahu.”


Theoden terus melajukan mobilnya dengan cepat dan di depan jalan terjadi hambatan.’’Sepertinya ada perbaikan jalan. Kita berhenti di sini saja. Kita sudah dekat.”


“10 menit lagi.”


Theoden terus berlari dan pada sampai akhirnya di ada di depan tempat pemakaman. Dengan nafas yang masih tersengal-sengal masuk ke dalam. Sementara di dalam Kiana sudah mulai akan di masukan ke liang kubur.


“Theo cepat, sudah tidak ada waktu lagi.”


Wajah Theoden menegang.


“Tungguuu!’’teriak Theoden.Semua orang menoleh kepadanya.


“Anda dari mana saja?’’tanya Carrie.


“Tadi aku mengalami sedikit halangan.”


Theoden membuka peti mati dan membuat orang terkejut, lalu mendekati wajah Kiana. Theoden memasukkan strawberry ke dalam mulutnya, lalu mencium Kiana. Semua orang sangat terkejut melihat sikap Theoden.


Komohon kembalilah seperti semula


Perlahan-lahan Kiana membukakan matanya.’’Theo.”


“Selamat datang kembali . Ternyata cara ini berhasil juga.”


“Aku hidup kembali,’’kata Kiana senang.


Theoden mengulurkan tangannya dan orang-orang yang berada disekitar mereka sangat terkejut apa yang telah terjadi bahkan Phillippa sampai pingsan, kemudian Di tempat pemakaman pun menjadi riuh. Mereka sama sekali tidak mengerti kenapa Kiana dapat hidup kembali.


Keesokan paginya berita tentang Kiana yang hidup kembali setelah dicium oleh suaminya menjadi berita besar.


Beberapa hari kemudian


Saat sore hari kantor Theoden terlihat sepi, Kiana sedang duduk di sofa sambil makan buah strawberry, lalu Theoden masuk dan duduk di sampingnya dan mengambil beberapa buah Strawberry.


“Hei itu punyaku.”


Theoden langsung memasukkan strawberry ke dalam mulutnya. Kiana beranjak dari kursinya.’’Kamu mau kemana?’’


“Mau pulang.”


Kiana berjalan dengan terburu-buru dan kakinya terpeleset. Tubuhnya kehlangan keseimbangan. Theoden langsung menangkap tubuh Kiana . Mereka berdua terjatuh dan...


Cuuupp!


Yah, jadi satu lagi.


“Tidaaaaaak,”teriak Kiana.


Kiana terbangun dari tidurnya. Nafasnya tersengal-sengal. Theoden yang mendengar teriakan Kiana langsung keluar dari kamar mandi dan berlari ke arahnya. Ia memandang cemas istrinya yang baru terbangun.


“Ada apa?”


“Apa kita tidak berada dalam satu tubuh?”


“Kamu ini bicara apa? Apa kamu sedang bermimpi?”


Kiana mencubit pipinya dan terasa sakit. Ia merasa lega itu hanya mimpi, lalu ia menceritakan mimpinya kepada Theoden.


“Hahaha. Mana ada yang seperti itu.”


“Itu kan hanya mimpi,”kata Kiana dengan wajah cemberut.


“Sekarang kamu tidur kembali. Ini masih malam.”

__ADS_1


Theoden naik kembali ke tempat tidur. Kiana menghembuskan napas lega. Itu ternyata hanya mimpi. [ ]


__ADS_2