Knight in Shinning Suit

Knight in Shinning Suit
Kebun binatang


__ADS_3

Hari minggunya Joshua datang ke Castalia mansion untuk menjemput Raina untuk jalan-jalan ke kebun binatang. Kedatangannya disambut oleh Miya yang sedang mengendong bayinya." Raina sudah menunggumu sejak dari tadi,"kata Miya.


"Jadi di mana dia?"


Raina menuruni tangga dengan cepat bersama dengan Fabian."Jangan lari nanti jatuh"'seru Fabian.


"Nah itu dia,"kata Miya.


Raina langsung menghambur ke pelukan Joshua. "Aku kira paman Jo lupa lagi."


"Tentu saja tidak akan lupa lagi. Apa kamu sudah siap?"


Raina mengangguk. Joshua menuntun Raina keluar.


"Kami pergi dulu,"kata Joshua kepada Fabian dan Miya.


"Bersenang-senanglah dan jangan pulang terlalu malam,"kata Fabian.


Sebuah mobil SUV hitam telah terpakir di depan dan kali ini Joshua yang mengemudi. Raina duduk di depan, sedangkan Jelena, pelayannya duduk di belakang. Sepanjang perjalanan Raina terus berbicara dan bernyanyi. Jelena juga ikut bernyanyi bersama Raina.


Mobil yang mereka tumpangi sudah mulai masuk ke pusat kota. Jalanan terlihat sangat ramai. Suara bising klakson mobil terdengar dimana-dimana. Raina begitu bersemangat melihat kesibukan di kota melalui jendela kaca mobil. Tidak lama jalanan kembali seperti biasa tidak seramai tadi. Raina kembali membetulkan posisi duduknya.


"Sebentar lagi kita sampai,''kata Joshua tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalanan.Mobil kemudian berbelok ke sebuah tempat parkir yang cukup luas. Setelah mobil terpakir Raina keluar dan terlihat senang. Gadis kecil itu mengenggam tangannya dengan tersenyum, sedangkan Jelena membawa bekal makanan. Pintu tiket menuju kebun binatang terlihat sangat ramai. Mereka harus sedikit mengantri untuk membeli tiket masuk.


Joshua teringat dengan Sandra, sekretarisnya untuk mentraktirnya jalan-jalan. Ia kemudian meneleponnya untuk bertemu dengannya di kebun binatang. Lagipula ia butuh bantuannya untuk menjaga Raina.


Di dalam kebun binatang, Raina sangat senang . Gadis kecil itu berlari kesana kemari untuk melihat berbagai macam binatang. Joshua harus mengejar-ngejar Raina agar ia tidak lepas dari pandangannya. Ia berharap Sandra segera datang. Pria itu tersenyum saat melihat Sandra sedang berjalan menuju ke arahnya.

__ADS_1


"Akhirnya kamu datang juga."


"Kenapa Anda menyuruhku datang ke sini?"


"Bukannya kamu ingin aku mentraktirmu jalan-jalan? Sekarang kita jalan-jalan di kebun binatang bersama keponakanku, Raina."


"HAH."


"Jangan memasang wajah terkejut begitu."


"Aku tidak menyangka Anda mengajakku kencan di kebun binatang."


"Siapa yang mengajakmu kencan. Aku mengajakmu ke sini untuk membantuku menjaga Raina."


Sandra memasang wajah cemberut dan Joshua tertawa geli melihatnya.


Joshua masih tersenyum geli.


"Anda harus memberikan tambahan gaji padaku,"kata Sandra sambil mengibaskan rambutnya yang panjang dengan menuntun Raina menuju kandang binatang yag lain.


Joshua tersenyum dan mengikuti mereka dari belakang. Mereka berhenti di kandang penguin. Jari Raina sedang menunjuk-nujuk penguin yang sedang menceburkan diri ke air dengan kegembiraan yang terpancar dari matanya.


"Putri kalian sangat cantik,''ujar seorang ibu yang melewati mereka. Sandra dan Joshua menjadi salah tingkah, lalu Sandra memasang ekspresi terkejut, sedangkan Jelena tersenyum geli di belakang mereka.


"Terima kasih,''ucap Joshua.Ibu itu kemudian pergi. Sandra masih memasang wajah terkejutnya.


"Bagus. Sekarang kita disangka orangtua Raina,"sindir Sandra.

__ADS_1


Joshua tertawa terkekeh. "Kamu sudah pantas menjadi seorang ibu."


Raina telah berlari menuju kandang binatang berikutnya.Joshua dan Sandra segera mengejarnya lagi.


"Jangan jauh-jauh! Aku tidak ingin kamu tersesat disini, jika kamu tersesat akan sulit mencarimu,''kata Joshua dengan nada penuh peringatan kepada Raina.


Menjelang makan siang ,mereka duduk di bangku kosong menikmati camilan berupa sandwich kalkun buatan Jelana. Setelah bagiannya habis, Joshua meminta izin untuk pergi ke toilet yang jaraknya tidak begitu jauh dari mereka duduk. Sandra memandangi kepergian bosnya. Ia menghembuskan napas dan tidak mengira mengasuh anak bisa membutuhkan tenaga ekstra. Sandra kembali melahap sandwichnya.


Setelah keluar dari toilet tubuh Joshua menegang seketika. Ia melihat Phillippa di dekat kandang kelinci sendirian. Ia tidak mengerti kemana pun ia pergi selalu bertemu dengannya. Matanya terus mengikuti gerak tubuh gadis itu.


šŸŽµšŸŽµšŸŽµ


Phillippa menatap tiket masuk kebun binatang yang diberikan Angelica tadi pagi untuk menggantikan dirinya pergi ke sana menemani saudara sepupunya dan anaknya, karena ia harus masuk kerja di hari minggu. Phillippa bertemu dengan sepupu Angelica di gerbang pintu masuk. Hari itu cuaca cerah dan banyak pengunjung yang datang. Antrian masuk sampai mengular panjang. Setelah mengantri cukup lama, mereka akhirnya dapat masuk. Di dalam pun tidak ada bedanya banyak pengunjung yang memadati area kebun binatang. Mereka harus berdesak-desakan dengan pengunjung lain hanya untuk melihat satu macam binatang.


Tanpa Phillippa sadari, ia telah terpisah dengan sepupu Angelica. Ia berusaha mencarinya diantara padatnya pengunjung, tapi usahanya sia-sia. Gadis itu memutuskan untuk pergi ke kandang kelinci, karena di sana pengunjungnya tidak begitu banyak. Suara getar ponselnya mengejutkannya. Ia melihat pesan dari sepupu Angelica, bahwa mereka berada di kandang beruang. Phillippa pergi menuju ke sana, tapi di tengah jalan ia melihat pria yang sudah memperkosa ibunya dan menyebabkan ibunya bunuh diri. Kenapa ia harus bertemu dengan pria itu lagi? Pikirnya. Sekuat tenaga Phillippa menahan marah dan dirinya untuk tidak menerjang ke arah pria itu . Ia hanya menatap pria itu dengan sorot mata penuh kebencian.


Bayangan masa lalu kembali melintasi ingatannya satu persatu dan kedua matanya telah memerah menahan air mata yang akan tumpah. Roland tersenyum kepada seorang anak laki-laki yang berada di sampingnya. Phillippa berpikir, jika anak laki-laki yang berada disampingnya adalah anaknya dan disebelahnya adalah istrinya. Keluarga bahagia batinnya.


Phillippa pun pergi menjauh, kalau ia tetap berada di sana kemungkinan ia tidak akan bisa menahan dirinya lagi untuk membunuh pria itu. Phillippa pergi dengan menahan rasa sedihnya. Gadis itu terus berlari dan berlari tanpa tentu arah yang terpenting ia jauh dari pria itu. Awan telah menghitam dan tiba-tiba hujan deras turun, para pengunjung kebun binatang berlarian mencari tempat teduh dan dalam sekejap pakaiannya telah basah kuyup. Saat Phillippa menyadari, ia sudah tidak tahu lagi dimana ia berada. Ia tersesat di kebun binatang dan tidak dapat menemukan sepupunya bahkan ia tidak tahu di mana kandang beruang . Tubuhnya mulai gemetar dan kedinginan. Phillippa melihat sebuah pohon besar dan ia berteduh di sana meskipun itu sia-sia untuk melindungi tubuhnya dari terpaan air hujan deras.


šŸŽµšŸŽµšŸŽµ


Joshua dan yang lainnya berteduh di salah satu cafƩ yang ada di dalam kebun binatang. Beberapa menit kemudian hujan deras telah reda digantikan oleh hujaan gerimis. Beberapa pengunjung sudah mulai membubarkan diri.


"Sebaiknya kita pulang saja,"kata Joshua.


Dalam perjalanan menuju tempat parkir Joshua melihat Phillippa dari kejauhan menuju kearahnya dengan pakaian basah kuyup dan tubuhnya mengigil kedinginan. Ia segera menghampirinya dengan cepat dan mendapatkan tatapan bingung dari Sandra dan Jelena. Phillippa sangat terkejut melihat pria bermata turquoise itu datang mendekatinya.

__ADS_1


Tetasan air hujan jatuh dari rambut Phillippa dan tubuhnya menjadi terasa berat dan menjadi lunglai hendak terjatuh, tapi Joshua dengan cepat meraih tubuhnya dan merapatkan tubuh gadis itu ditubuhnya. Tatapan keduanya bertemu. Joshua kembali memandangnya lekat-lekat dan selama beberapa waktu tatapan mereka kembali tidak teralihkan sebelum akhirnya Phillippa jatuh pingsan, karena kelelahan dalam pelukan Joshua. [ ]


__ADS_2