Knight in Shinning Suit

Knight in Shinning Suit
(S2): Jatuh cinta


__ADS_3

“Tunggu!’’teriak Theoden.


Kiana langsung menghentikan langkahnya.


“Ada apa ?’’


“Apa besok kita bisa bertemu kembali?’’tanyanya malu-malu dan rona merah diwajahnya langsung muncul.


“Tentu saja,’’jawab Kiana senang.


“Baiklah. Sampai jumpa besok di taman.”


Kiana menganggukkan kepalanya . Theoden kemudian masuk ke rumah dan langsung pergi ke kamarnya. Theoden menghembuskan nafas panjang berkali-kali dan berusaha menenangkan diri dari debaran jantungnya.


“Ada apa denganku hari ini ya? Kenapa jantungku berdetak dengan kencang seperti ini ketika berada bersama dengan gadis itu.”


Tiba-tiba terdengar suara ketukan dipintu.


“Masuk!’’


Ibunya Laurie masuk.


“Halo William!’’


“Halo!’’


“Kamu baru pulang?’’


“Iya.”


“Lain kalau mau pergi keluar jangan lama-lama. Kamu kan baru saja sembuh, jadi jangan terlalu lama beraktivitas di luar. Bagaimana kalau kamu jatuh sakit lagi?’’


“Maaf sudah membuat Anda khawatir. Lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi.”


“Bagus. Oh ya siapa wanita yang bersamamu tadi?’’


“Oh itu wanita yang telah bertabrakan dengan saya di jalan. Dia mengantarkanku pulang.”


“Oh.”


Ibunya sedikit memandang curiga kepada Masumi.


“Ya sudah.” Ibunya Laurie keluar kamar dan Theoden langsung mengelus dadanya, lalu berbaring di tempat tidurnya.


Setiap kali ia memejamkan matanya bayangan Kiana selalu hadir di benaknya, senyumannya yang hangat membuat hatinya merasakan kehangatan.


“Kenapa aku jadi memikirkan dia? Padahal aku baru bertemu dengannya 2 jam yang lalu dan aku belum mengenal siapa dirinya.”


“Aaaarggghhhh....’’


Theoden langsung bangun dan menangkupkan wajahnya dalam kedua telapak tangannya, lalu bangun dan meminum segelas air. Ia pergi ke balkon dan angin kencang langsung berhembus menggerakkan rambutnya.


“Kiana, siapakah kamu sebenarnya? Pertemuan kita yang singkat sudah membuatku mencuri perhatianku.”


Theoden melamun dan tiba –tiba dirinya menyadari sesuatu yang megejutkan.


“Apakah aku telah jatuh cinta padanya pada pandangan pertama? Apakah itu mengkin?’’


Sekali lagi Theoden menyentuh dadanya dan merasakan jantungnya sekarang berdetak lagi dengan kencang setiap kali mengingatnya.


🥀🥀🥀


Theoden dan orang tua Laurie sedang makan malam bersama. Laurie masih berada di luar kota bersama dengan teman-temannya dan baru besok lusa pulang kerumah.


“Apa kamu sudah ingat masa lalumu?’’tanya ibu Laurie tiba-tiba.


“Belum.”


“Tidak perlu kamu paksakan untuk mengingatnya . Pelan-pelan saja.”


“Baik.”


Setelah makan malam Theoden kembali ke kamarnya dan dia duduk di sofa. Saat ini dia sedang merenungi dirinya dan sampai saat ini juga dia masih belum mepercayai kalau dia telah jatuh cinta pada Kiana. Sekarang pikiran dan hatinya selalu di penuhi oleh Kiana.


Theoden sudah mulai merindukannya. Dia sudah tidak sabar menunggu besok pagi untuk bertemu dengannya. Sebuah senyuman tersungging di wajahnya, tapi hatinya tiba-tiba merasa bersalah pada Laurie. Ia merasa bersalah karena akhirnya dia malah jatuh cinta pada wanita lain padahal dia sudah berjanji kepadanya akan belajar untuk mencintainya.


“Kalau dia pulang nanti aku akan mengatakan perasaanku yang sebenarnya kepada Laurie. Aku tidak ingin membohongi perasaanku lagi.”


Theoden naik ketempat tidurnya, lalu tertidur lelap dengan wajah senang.


🥀🥀🥀


Keesokan paginya Kiana sudah berada di taman menunggu suaminya. Tangannya sudah menjadi dingin dan dia merasa gugup.


“Pagi Kiana!’’


Kiana terlonjak kaget dan berdiri.


“Pa..pagi!’’sapanya gugup.


“Kamu cantik sekali hari ini.”


“Terima kasih,’’kata Kiana malu-malu.


Theoden mengajaknya berjalan mengelilingi setiap sudut kota Amsterdam dan mereka berdua sangat senang. Bagi Kiana sekarang musim semi di Amsterdam terlihat begitu indah, karena ia dapat menikmatinya bersama dengan suaminya. Theoden pun terlihat senang. Mereka kemudian membeli hot dog dan memakannya di taman, lalu mereka berjalan kembali dan tiba-tiba tangan Theoden mengenggam tangan Kiana. Kiana sedikit terkejut, tapi hatinya senang. Hari sudah menjelang sore dan mereka pun harus segera berpisah kembali.


“Kiana, terima kasih untuk hari ini.”


“Aku juga.Aku senang kita bisa menikmati hari ini bersama-sama.”


Theoden melepaskan tangan Kiana dengan enggan.


“Sampai jumpa lagi! Aku harap kita akan bertemu denganmu lagi.”


“Aku juga.”


Kiana menetap kepergian suaminya dengan tatapan sedih dan tiba-tiba saja dia berlari menyusul Theoden.


“Ada apa ?’’tanya Theoden.


Kiana sedikit menjijitkan kaki, lalu...


Cuuuuppp! Maya akhirnya mencium Theoden di bibirnya yang membuat pria itu berdiri terpaku ditempatnya dan terkejut.


“Sampai jumpa!’’


Theoden yang tersadar dari keterkejutannya, menahan tangan Kiana dan menariknya dalam dekapannya . Masumi sedikit melonggarkan pelukannya dan kini wajah mereka berdua sangat dekat. Theoden sedikit menundukkan kepalanya dan mengecup lembut bibir Kiana. Mereka berdua akhirnya berciuman di jalanan yang sedang ramai di lalu oleh orang-orang dan tidak mempedulikan tatapan orang-orang .


Kiana dan Theoden masih terdiam ditempat setelah mereka selesai berciuman. Wajah mereka merah padam, lalu mereka berpamitan sekali lagi.


“Aku pulang dulu,’’kata Kiana.


“Hati-hati di jalan!’’


Kiana menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Theoden berjalan menuju rumah dengan hati riang. Disepanjang jalan ia bersenandung riang. Kiana pun hatinya berbunga-bunga. Tangannya menyentuh bibirnya dan masih merasakan kehangatan ciuman suaminya. Di sepanjang jalan Kiana tersenyum-senyum dan sesekali tertawa di tahan.


Theoden telah masuk ke dalam rumah dan dia terkejut melihat Laurie ada di dalam menyambut kedatangannya.


“Laurie, kenapa kamu bisa ada di sini? Bukannya akan kembali besok.”


“Rencananya begitu, tapi karena aku merindukanmu, aku jadi pulang cepat.”


Laurie langsung memeluk Theoden. Dia masih belum siap mengatakan perasaannya pada Laurie yang sudah begitu baik kepadanya, tapi Theoden tidak ingin membohonginya.


“Kamu jalan-jalan kemana?’’


“Hanya keliling kota ini saja.”


“Apa menyenangkan?’’


“Iya.”


“Kamu pergi sendirian?’’


“Tidak. Aku pergi dengan seseorang?’’


“Siapa?’’


“Kamu tidak mengenalnya.”


“Apa dia wanita?’’tanyanya curiga.


Theoden mengambil nafas panjang. Mau tidak mau sekarang dia harus mengatakannya pada Laurie.


“Iya.”


Laurie langsung melepaskan pelukannya dan menjauhi Theoden.


“Siapa wanita itu? Apa dia temanmu?’’


“Namanya Kiana. Dia temanku. Aku baru mengenalnya kemarin. Dia sangat baik, jika kamu sudah berkenalan dengannya pasti kamu akan suka padanya.”


Mata Laurie terlihat gelap menahan kecemburannya, ketika Theoden menceritakannya dengan mata yang berbinar-binar. Ia tahu Theoden telah jatuh cinta kepada Kiana. Itu dapat dilihat dari sinar matanya dan juga ekspresi wajahnya.


“Sudah cukup!’’teriaknya tiba-tiba.


“Laurie.”


“Kamu suka kepadanya kan?’’


Theoden menganggukan kepalanya.


“Iya. Aku suka kepadanya. Maafkan aku.”


Mata Laurie mulai berkaca-kaca.’’Tapi kamu sudah berjanji padaku untuk mencintaiku.”


“Maaf Laurie. Aku memang berjanji untuk belajar mencintaimu, tapi perasaanku padanya datang secara tiba-tiba, tanpa aku sadari aku telah jatuh cinta kepadanya ketika pertama kali melihatnya kemarin. Sekali lagi maaf aku tidak bisa mencintaimu.”


Laurie menangis dan berlari ke kamarnya. Theoden merasa bersalah telah membuatnya sedih. Orang tua Laurie menyaksikan pembicaraan mereka. Theoden pun pergi ke kamarnya dan menghempaskan dirinya di sofa sambil menikamati semilir angin sore yang masuk ke kamarnya.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang?’’


Theoden mengosok-gosokkan wajahnya dengan kedua tangannya. Ia menjadi merasa tidak enak hati pada keluarga Laurie dan ia memutuskan untuk pergi dari rumah mereka. Theoden membereskan semua pakaiannya, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Laurie masuk dan heran melihat Theoden membereskan barang-barangnya.


“Apa yang kamu lakukan?’’


“Aku sebaiknya pergi dari rumah ini. Sekarang aku sudah sembuh. Aku tidak ingin merepotkan kalian lagi. Kalian sudah sangat baik kepadaku dan aku benar-benar sangat berterima kasih kepada kalian. Aku pasti akan membayar hutang budi kalian.”


“Tidak. Kiana sama sekali tidak menyuruhku pergi dari rumah ini.”


“Lalu kenapa kamu harus pergi?’’


“Aku sudah mengatakan alasannya tadi.”


“Tapi kamu akan tinggal di mana?’’


“Entalah mungkin aku akan menyewa sebuah flat murah dan mencari pekerjaan untuk sementara ini aku akan tinggal di motel.”


“Apa kamu akan pergi ke sisinya?’’


“Untuk saat ini tidak, karena dia masih belum tahu perasaanku sebenarnya.’’


Theoden telah selesai membereskan pakaiannya dan ketika akan beranjak pergi, Laurie menahannya.


“Aku mohon jangan pergi. Tetaplah tinggal di sini.”


“Maafkan aku Laurie. Aku akan tetap pergi, jadi lepaskan tanganku.”


“Tidak. Jika kamu berjanji tidak akan pergi, aku akan melepaskan tanganmu.”


“ Aku mohon jangan seperti ini. Aku tidak bisa memberikan kebahagiaan kepadamu. Carilah pria lain yang mencintaimu pasti kamu akan menemukannya, karena aku sudah menemukan orang yang aku cintai.”


Theoden menyingkirkan tangan Laurie dari tangannya. Tangisan keras Laurie pecah dan suara tangisan mengema ke seluruh ruangan rumah. Orang tuanya yang kaget mencari asal suara tangisan anaknya . Theoden melangkah pergi dan Laurie berusaha mengejarnya.


“ Aku mohon jangan pergi.”


Laurie dan Theoden beradu argumen di tengah tangga . Tiba-tiba kaki Theoden terpeleset dan jatuh. Tubuhnya berguling-guling di tangga dan akhirnya ia tidak sadarkan diri. Laurie berteriak keras dan orang tuanya pun sangat terkejut. Mereka kemudian memanggil ambulance dan membawanya ke rumah sakit. Laurie menangis tersedu- sedu di rumah sakit.


“Ibu ini salahku.”


“Sudah jangan menangis lagi!”


Setengah jam kemudian dokter keluar.


‘Bagaimaana keadaanya?’’tanya Laurie cemas.


“Syukurlah tidak terluka parah hanya ada memar dan luka gores di tubuhnya dan CT scannya bagus tidak ada masalah di kepalanya.”


Laurie dan orang tuanya bernafas lega.


“Boleh aku menemuinya?’’tanya Laurie.


“Tentu saja.”


Laurie segera pergi ke kamar dan melihat Theoden terbaring lemah seperti beberapa waktu yang lalu dengan kejadian yang sama terjatuh dari tangga, karena dirinya. Laurie menangis.


“Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk mencelakakanmu atau menyakitimu. Aku tidak sengaja. Maafkan aku.” Laurie membelai kepala Theoden dan menatapnya sedih.


"Apa kamu begitu mencintai wanita yang bernama Kiana itu? Padahal kamu baru bertemu dengannya kemarin. Kalau itu membuat bahagia, aku akan rela melepaskanmu.”


🥀🥀🥀


Keesokan siangnya seperti biasa Kiana menunggunya di taman dudah 2 jam menunggu, Theoden masih belum kelihatan batang hidungnya. Kiana menjadi cemas takut terjadi sesuatu kepadanya. Akhirnya ia menelepon ke kediaman Theoden selama tinggal di Belanda. Kiana sangat terkejut, ketika salah satu pelayan mengatakan Theoden jatuh dari tangga dan dibawa ke rumah sakit.


Ia langsung pergi ke sana untuk menemuinya. Di perjalanan ke rumah sakit, Kiana terlihat gelisah dan berdoa. Setiba di rumah sakit Ia langsung segera mencari keberadaan Theoden.


Di ruang gawat darurat terlihat Laurie dan orang tuanya sedang duduk. Laurie melihat seorang wanita masuk ke kamar Theoden, kemudian ia mengikutinya. Laurie terkejut wanita itu menangis sambil memeluk Theoden.


“Theoden, sadarlah! Ini aku, Kiana. Aku sudah ada di sini. Theo, sadarlah!’’

__ADS_1


Kiana menguncang-guncang tubuh suaminya.


“Hentikan! “


Kiana terkejut melihat Laurie.


“Siapa Anda?’’tanya Kiana.


“Seharusnya saya yang bertanya siapa Anda.”


“Saya Kiana.”


Laurie terdiam.


“Ternyata Anda yang bernama Kiana. William sudah menceritakan tentang dirimu padaku. Dia bilang dia mencintaimu.”


Kiana terkejut dengan perkataan Laurie .


“Eh...’’


Lalu Laurie menceritakan semua kejadiannya pada Kiana dan juga tentang perasaan Laurie kepada Theoden.


“Kiana, tadi kamu menyebut nama William dengan nama Theoden. Kenapa?’’


“Karena William adalah Theoden. Dia adalah Theoden MacAllister, suamiku.”


“Apaaa?”teriak Laurie terkejut dan langsung mentup mulutnnya.


“Theoden pergi ke Belanda untuk urusan bisnis, tapi dia menghilang di sini dan menurut berita dia dirampok dan jatuh dari tangga, Kami berusaha mencarinya kemana-kemana, tapi takdir mempertemukan aku lagi dengannya dan aku merasa sangat senang bisa menemukannya kembali.”


“Jadi begitu ceritanya. Sepertinya William, ah maksudku Theoden dihatinya ada kamu seorang, meskipun dia hilang ingatannya, tapi namamu tetap berada dalam hatinya dan tidak membuka hatinya untuk wanita lain. Sepertinya kalian sudah ditakdirkan untuk selalu bersama. Aku iri padamu.”


Kemudian mereka dikejutkan oleh Theoden yang telah sadar. Kiana langsung mendekatinya dan Laurie memanggil dokter.


“Theoden.”


Perlahan-lahan mata Theoden terbuka dan ia tersenyum pada Kiana.


“Kiana, sayangku! Kenapa kamu ada di sini?”


“Kamu sudah mengingat semuanya. Kamu sudah ingat padaku dan ingat pada dirimu sendiri?’’tanya Kiana senang.


“Kiana, apa maksudmu? Tentu saja aku ingat padamu mana mungkin aku melupakan wanita yang aku cintai di dunia ini.”


“Theoden.”


Kiana menangis dan langsung memeluknya, lalu dokter datang dan memeriksanya. Kiana dan Laurie menunggu di luar. Hendrik dan Rupert datang setelah Kiana menghubunginya, ketika dalam perjalanannya ke rumah sakit. Kiana meperkenalkan Hendrik dan Rupert kepada Laurie dan orang tuanya. Beberapa menit kemudian dokter keluar dan mengatakan Theoden tidak mengalami masalah apa pun dan mereka senang mendengarnya. Kiana pun meberitahukan kehamilannya pada Theoden.


“Benarkah itu?”tanyanya dengan wajah bahagia.


Kiana mengangguk. Theoden langsung memeluk istrinya dan menciumi wajahnya.


“Aku akan menjadi seorang ayah. Terima kasih.”


Theoden mengelus perut Kiana, lalu menciumnya. Hendrik yang melihat itu sangat bahagia. Ia dan Rupert sudah mempersiapkan kejutan untuk mereka berdua.


🥀🥀🥀


Satu minggu kemudian Kiana dan Theoden tidak mengerti kenapa ayahnya tiba-tiba ingin mengajak mereka pergi ke Paris. Hendrik bahkan sudah membeli tiket pesawat.


“Sebenarnya kita mau pergi kemana?’’tanya Kiana sambil membereskan pakaiannya.


“Nanti juga akan tahu setelah sampai tempat tujuan.”


“Baiklah. Aku tidak akan memaksamu untuk mengatakannya.”


Setelah semuanya siap mereka pergi dan beberapa menit kemudian mereka telah berada di bandara. Beberapa jam kemudian mereka telah tiba di Paris dan mereka berdua naik mobil jemputan yang sudah disediakan ayahnya. Mobil berhenti disuatu tempat. Mereka keluar dari mobil. Kiana melihat ke sekeliling.


“ Ini kan Disneyland.”


“Benar. Ini Disneyland.’’


Kiana terlihat senang dan Theoden nampak kebingungan kenapa ayahnya membawanya ke sini.


“Ayo sudah waktunya,’’kata Hendrik.


“Apa maksud ayah?”tanya Theoden.


“Sebentar lagi kalian akan tahu,”kata Hendrik misterius.


Hendrik membawanya Kiana dan Theoden ke komplek yang bertemakan Cinderella. Penata rias sudah menunggu kedatangan mereka berdua. Kiana dan Theoden segera didandani dan mereka masih merasa kebingungan apa yang telah mereka sekarang telah lakukan kepadanya.


“Ada apa ini?’’tanya Kiana


“Kiana, diamlah mereka sedang mendandanimu,”kata Hendrik sambil tersenyum. Pakaian Kiana dan Theoden diganti.


Setelah selesai berdandan, kereta kuda yang berbentuk labu telah menunggunya dan mereka masuk ke kereta itu. Di wajah mereka masih terlihat raut kebingungan. Kereta itu berjalan dan beberpa menit kemudian berhenti. Tiba-tiba saja orangtua dan Kana datang menjemput. Kiana terpekik kaget melihat Ayah, Ibu , dan adiknya ada di sini.


“Apa yang kamu lakukan di sini?’’


“Ini adalah hari perayaan pernikahan kalian yang ke-1 tahun,”kata Phillippa.


“Apaaaaa?Seru Kiana dan Theoden bersamaan.


“Apa kalian tidak ingat dengan hari pernikahan kalian sendiri?”tanya Joshua.


Kiana dan Theoden masih terkejut. Mereka telah melupakannya, karena berbagai msalah yang terjadi akhir-akhir ini.


“Apa ini rencana kalian?’’


“Benar. Ini rencana kami. Apa kalian suka?’’tanya Hendrik.


“Iya kami suka,”kata Kiana.


“Terima kasih, “kata Theoden.


" Para tamu sedang menunggu kalian,"kata Hendrik.


Kedatangan mereka disambut oleh para tamu yang sudah menunggu sejak daari tadi. Kiana terpana melihat kue pengantinya yang menjulang tinggi.


Kiana dan Theoden memotong kue bersama.Hari ini adalah hari terindah dalam hidup mereka Mereka saling tersenyum bahagia dan menatap pasangannya dengan tatapan penuh cinta.


“Kiana,terima kasih sudah mau mencintaiku selama ini dan sudah memberikan cintamu hanya untukku. Terima kasih, sayang.”


“Theo, aku juga berterima kasih sudah mencintaiku dan menjadikan aku sebagai wanita yang paling berbahagia di dunia ini.”


‘Theoden, aku mencintaimu.”


“Iya sayang, aku juga mencintaimu. “


Theoden mengecup lembut bibir istrinya, lalu mengajaknya berdansa. Cinderella telah bertemu dengan pangerannya dan hidup penuh kebahagiaan sedang menunggu mereka di depan mata.


♥️Happily ever after♥️


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2