Knight in Shinning Suit

Knight in Shinning Suit
(S2): Kepergian Hera


__ADS_3

Kediaman Waldgrave


Hera keluar dari kamarnya setelah membereskan barang-barangnya. Hari ini ia berniat untuk pulang kerumahnya. Ia langsung mencari Thomas untuk berbicara dengannya sekaligus berpamitan kepadanya. Hera menemukannya berada di taman, bermain dengan Kana. Mereka berdua terlihat sangat gembira. Kana menyadari kehadiran tantenya.’’Tante Hera,’’teriaknya, lalu berlari ke arahnya dan memeluknya. Hera melayangkan senyuman pada Thomas.


“Apa aku sudah menganggu kegembiraan kalian tadi?’’


“Tentu saja tidak,’’jawab Thomas.


“Kana senang tante Hera ada di sini.’’


Hera mengalihkan pandangannya ke arah Thomas.


“Aku ingin bicara dengan Anda sebentar. Bolehkah aku meminta waktu Anda sebentar?’’


“Tentu. Apa yang ingin Anda bicarakan denganku?’’


“Aku ingin bicara empat mata dengan Anda.”


“Baiklah. Ayo ikut saya!’’


“Tante dan kakek mau bicara ,bisakah Kana menunggu di sini,’’kata Hera. Kana menganggukan kepalanya.


Hera mengikuti Thomas memasuki ruangan kerjanya.’’Jadi apa yang ingin Anda bicarakan denganku?’’


“ Aku memutuskan untuk pulang ke rumah hari ini.”


“Kenapa tidak tinggal lebih lama lagi. Pasti Kana akan sedih, jika kamu pergi.”


“Aku tahu itu,tapi aku sudah banyak meninggalkan pekerjaanku di sana.”


Thomas menghembuskan napas panjang.


“Jika itu keinginanmu, aku tidak bisa menahanmu tetap di sini.”


“Terima kasih.”


Mereka kemudian kembali ke kolam ikan di mana Kana sedang menungguya, lalu dengan berat hati Hera berpamitan dengan Kana.


“Jadi tante mau pulang sekarang?”


“Iya Kana.”


Tangisan Kana pun pecah.


“Kana jangan menangis.Kita masih bisa bertemu.”


“Aku akan sangat merindukan tante,”katanya disela isak tangisnya.


“Tante juga.”


Hera kemudian memeluk Kana dengan sangat erat, meskipun pada akhirnya Kana tidak akan pernah menjadi anak angkatnya. Diciumnya kening Kana dengan sayang.


“Jaga dirimu baik-baik.”


Kana mengangguk.”Tante juga.”


“Pasti. Sampai jumpa!”


“Sampai Jumpa!”


Kana menangisi kepergiannya dan Thomas berusaha untuk menenangkannya.


🥀🥀🥀


Billy dan Lucy sangat terkejut dan hampir saja tertembak membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Lucy masih dalam keterkejutannya saat peluru yang ditujukan kepadanya akhirnya menembus tubuh orang lain. Air matanya segera berlompatan dan membasahi wajahnya. Ia begitu shock melihat darah yang mengalir dari orang yang sudah menyelamatkan hidupnya. Kakinya gemetaran dan merasa lemas, Lucy hampir limbung dan terjatuh kalau saja Billy tidak segera menahannya.


“Megumi,’’teriak Lucy.


“Panggilan ambulance,’’teriak Billy. Wanita yang telah menembak Megumi masih terduduk di lantai bebatauan di depan halaman rumah sambil menangis. Kemudian orang-orang mengamankan wanita itu. Billy memandang tidak percaya kepada wanita itu.


“Kenapa kamu lakukan ini?’’


“Aku tidak ingin Anda menikahi wanita lain, karena aku sangat mencintai Anda sejak dari dulu,’’kata wanita itu dengan terisak-isak.

__ADS_1


“Aku tidak percaya Anda akan berbuat seperti ini Noriko. Bawa dia pergi dari sini!’’perintahnya kepada para pelayannya.


Tidak lama kemudian ambulance datang dan membawa Megumi pergi. Lucy yang masih shock dibawa masuk ke dalam rumah. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Megumi akan melindunginya. Tiga jam kemudian Lucy tiba di rumah sakit. Ia begitu terlihat cemas dan masuk ke ruang perawatan.’’Bagaimana keadaanya?’’


“Hanya terserempet peluru. Dia akan baik-baik saja,’’jawab Billy.


“Ini semua salahku, kalau saja dia tidak...’’


“Sudahlah Lucy ini bukan salahmu, jadi jangan terus salahkan dirimu. Sebaiknya kamu pulang saja dan istirahat, kejadian ini benar-benar di luar perkiraan kita dan yang patut disalahkan atas kejadian ini adalah Noriko.”


“Apa kamu tahu siapa dia?”


“Dia adalah salah satu pasienku. Aku tidak menyangka, dia akan jatuh cinta kepadaku dan nekat menembakmu. Sekarang pulanglah!”


‘Tapi...’’


“Aku tahu kamu mencemaskannya, tapi tidak ada gunanya jika kamu terus berada di sini. Aku janji akan segera memberitahumu , jika ada perkembangan.”


“Baiklah. Mungkin kamu benar. Aku pergi.”


Baru saja Lucy akan membukakan pintu, terdengar erangan lembut dari Megumi, Lucy langsung mendekatinya begitu pun juga Billy. Perlahan-lahan Megumi membuka matanya.


“Lucy.”


Lucy menangis ketika akhirnya Megumi tersadar.’’Jangan menangis,Lucy. Aku baik-baik saja.”


“Nyonya sebaiknya Anda jangan banyak bicara dulu.”


Megumi mengangguk,lalu memandang cemas kepada Lucy.


“Aku baik-baik saja, jika kamu ingin tahu.”


“Syukurlah! Kalau sampai terjadi apa-apa kepadamu, Akira dan Rinji akan sedih.”


“Apa kita sebaiknya menghubungi Akira?”tanya Lucy.


“Sepertinya salah satu perawat sudah menghubungi Akira.Tadi ketika aku sadar sebelum di operasi, aku memberitahu nomor telepon Akira.”


“Baiklah.”


“Lupakan saja! Awalnya Saya merasa kesal pada Anda, tapi setelah mendengar penjelasan Anda, saya mengerti, mungkin Lucy bukan jodohku’’.


“Terima kasih.”


Tiba-tiba pintu terbuka, dan mereka bertiga terkejut dengan kedatangan orang yang tidak terduga, terutama Lucy . Ia berdiri mematung melihat orang yang ada dihadapannya. Waktu seperti terhenti pada saat itu juga. Jantungnya berdebar dengan kencang antara percaya dan tidak apa yang dilihatnya.Mulutnya perlahan terbuka dengan gemetar.’’Akira.”


“Lucy.”


Keduanya kembali terdiam. Billy yang sejak dari tadi melihatnya mulai mengerti siapa pria yang membuka pintu itu , ada perasaan sedikit tidak suka. Hatinya harus mengakui kalau ia cemburu.


“Benarkah itukah kamu, Lucy,’’katanya dengan mata berkaca-kaca.


“Benar. Ini aku,’’jawabnya dengan air mata yang mulai berjatuhan.Tanpa menunggu lagi Akira langsung memeluknya dengan erat melepaskan segala kerinduannya pada Lucy yang sudah 5 tahun terpisah. Bagi Akira selama 5 tahun ini hidup tanpa Lucy terasa sangat hampa. Ia membenamkan kepalanya di leher Lucy dan menangis, membiarkan mereka saling melepas rindu walaupun Billy sedih melihat Lucy kembali kepelukan suaminya.


Megumi pun ikut menitikkan air mata.’’Dokter , bisa tolong tinggalkan kami sebentar.”


“Baiklah. Permisi!’’


Setelah pintu kembali tertutup Megumi memanggil keduanya untuk mendekat.


“Akhirnya kalian bertemu kembali. Aku senang melihat kalian bersama lagi.”


“Bagaimana keadaan ibu sekarang? Tadi aku sangat cemas mendapat kabar ibu masuk rumah sakit.”


“Aku baik-baik saja.”


“Syukurlah! Tapia apa yang terjadi?”


Lucy kemudian menceritakan kejadian pada saat pesta pernikahannya. Akira terkejut.


“Kamu akan menikahi dokter itu?”


“Iya. Itu karena aku tidak tahu kamu masih hidup.”

__ADS_1


“Apa kamu mencintainya?”


“Tentu saja tidak.”


“Aku senang semuanya berakhir dengan baik.”


Pintu kemudian terbuka lagi dan Rinji berlari masuk. Lucy terus memperhatikan anak yang baru masuk. Jantungnya berdebar dengan kencang.Ia bertanya-tanya dalam hatinya. “Apakah anak itu adalah anaknya?’’


Lucy tidak melepaskan pandangannya pada anak itu. Sejak kecelakaan anaknya masih bayi. Mata Lucy berkaca-kaca. Akira mengenggam tangan Lucy dengan erat, lalu mengangguk. Lucy pun mengerti, kalau anak itu adalah anaknya. Lucy berusaha memeluknya, tapi Akira mencegahnya.’’Jangan sekarang!’’


Lucy akhirnya menuruti perintah suaminya.


“Nenek baik-baik saja?” tanya Rinji.


“Nenek baik-baik saja.”


’’Ada yang ingin nenek katakan padamu.”


“Apa?’’


“Lihatlah ke belakang!”


Rinji menuruti perintah neneknya.’’Kamu tahu siapa wanita yang berdiri di samping ayahmu?’’


Rinji menggelengkan kepalanya.


“ Dia ibumu.” Rinji terkejut.


“Ibuku?”


Lalu ia melihat ke belakang lagi, lalu menghambur ke pelukan Lucy. Diciuminya anak itu.


“Aku senang ibu masih hidup.”


“Ibu juga senang bisa bertemu dengan Rinji lagi.”


Billy melihat semua itu dari balik jendela. Ia merasa senang melihat Lucy bisa kembali berkumpul dengan keluarganya, meskipun hatinya sedih harus kehilangan Lucy untuk selamanya. Billy menghapus air matanya yang sempat menetes.”Semoga kamu bahagia, Lucy,”gumamnya.


“Aku yakin kamu akan dapatkan wanita yang akan benar-benar mencintaimu,”kata Mary.


“Semoga saja.” Billy tersenyum lemah.


“Aku tahu ini akan sulit untukmu, tapi aku yakin kamu akan menemukan kebahagiaanmu sendiri.”


“Terima kasih.”


“Kejadian tadi siang membuatku terkejut dengan tindakan gila pasienmu itu.”


“Noriko sudah di penjara.”


“Baguslah! Wanita gila itu hampir membunuh kalian berdua.”


“Aku akan pulang ke rumah. Orangtuaku pasti cemas menungguku. Oh ya di mana suamimu?”


“Dia ada di lobby rumah sakit.”


“Ayo kita pulang!”


Mary mengangguk. Sebelum pergi Billy melihat sekali lagi ke kamar di belakangnya.”Selamat tinggal, Lucy!”gumamnya dalam hati.


🥀🥀🥀


Di kediaman keluarga MacAllister


Theoden berada di kamarnya sambil memegang rekaman CCTV yang memperlihatkan di mana Lucinda yang menyebabkan kebakaran gudang dan dia sengaja melakukan itu. Tadinya Theoden berencana akan memberitahu ayahnya pada saat makan malam kemarin,tapi karena kesehatan ayahnya kurang baik, Theoden memutuskan untuk menundanya.


Theoden terkejut dengan suara ketukan di pintu. Ia merapikan dirinya.


“Masuk!”


“Makan malam telah siap.”


“Aku akan segera turun. Terima kasih.”

__ADS_1


Theoden menghembuskan napas panjang sudah saatnya ia membongkar kejahatan Lucinda. [ ]


__ADS_2