KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Tidak Ada Maaf & Kembali Awal!


__ADS_3

Keluar dari Ruang Kepala Sekolah …


“Aku minta maaf karena tidak bisa menjaga janjiku padamu untuk tidak berkelahi lagi,” ucap Damar pada Amelia yang masih marah.


“Aku tahu Kak Fajar salah, tapi apakah semuanya tidak bisa diselesaikan dengan berbicara baik-baik? Kenapa kamu harus memukulnya?” tanya Amelia marah.


“Lalu kenapa waktu kamu bersedih dan diputuskan oleh bajingan itu, kamu lari padaku? Dan kenapa juga kamu sangat perhatian pada orang yang sudah merenggut mahkotamu itu?” Damar ikut terpancing.


Amelia tidak menjawab, tapi dia juga merasa sedih, dia tahu bahwa Damar melakukan semua ini demi dirinya. Namun, dia tetap tidak suka dengan cara Damar yang memukul Kak Fajar.


“Maafkan aku karena telah meninggikan suara, tapi ingatlah seorang perempuan itu sangat berharga jika berada di tangan laki-laki yang tepat bukan seperti bajingan Fajar itu!”

__ADS_1


Damar meninggalkan Amelia yang berada di lorong ruangan antara ruang guru dan ruang kepala sekolah itu, baru pertama kali ini dia melihat Damar sangat marah padanya.


Mereka berdua sudah berteman selama beberapa bulan terakhir dan menurut Amelia, Damar adalah tempat dimana dia bisa bebas berkeluh kesah dan berbagi cerita.


Tapi begitulah, rasa egois membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Terlebih lagi, meskipun dia membenci Fajar, tapi dalam hatinya dia masih sedikit menyimpan cinta untuknya.


Lagi-lagi hubungan mereka berdua masuk ke dalam ranah kecanggungan yang tidak jelas, keduanya saling menghindari satu sama lain dan tidak ada yang berniat untuk menyapa terlebih dulu.


Dan kerana Damar serta dua temannya yang memukuli Fajar sebelumnya, mereka bertiga di skors dari sekolah selama 1 bulan penuh dan mereka melakukan hal yang luar biasa di luar sekolah.


Di Sebuah Ruko, Pusat Kota Malang.

__ADS_1


“Bro, lo nggak main-main kan? Bisnis yang mau lo jalanin ini butuh uang banyak dan belum tentu berhasil, lo tau resikonya sebesar itu, kan?” tanya Panca pada Damar.


“Kenapa gue harus bercanda kalo semua uang tabungan gue ada disini? Jadi selama sebulan ini, gue mau buat sebuah bisnis yang akan jadi besar suatu saat nanti,” ucap Damar penuh keyakinan.


“Baiklah bro, gue mendukung banget, lo masih ingat kata-kata pengisi pengajian waktu itu, kan?” tanya Gilang yang sudah mengidolakan sosok Emha Ainun Najib selama beberapa minggu terakhir.


“Yang penting bukan apakah kita menang atau kalah, Tuhan tidak mewajibkan manusia untuk menang sehingga kalah pun bukan dosa, yang penting adalah apakah seseorang berjuang atau tak berjuang, gitu bro, jadi gue bakalan bantuin lo sampai berhasil,” ucap Gilang sambil tersenyum.


Dalam bisnis yang akan mereka kembangkan kali ini, membutuhkan uang yang tidak sedikit, namun hal itu bukan masalah karena ketiga anak muda ini, bisa dikatakan dari keluarga berada semuanya.


“Baiklah mari kita buat pemecatan kita selama satu bulan dari sekolah ini membuat hal yang sangat besar, mari kita buat perusahaan dengan nama kita bertiga? Gimana dengan, GDP?” usul Damar semangat.

__ADS_1


“GDP, kayak pelajaran di sekolah aja bro. Tapi, nama bukan masalah sih buat gue, terserah lo mau namain itu apa, yang penting kita langsung membahas Konsep Bisnisnya aja sekarang,” singkat Panca.


Gilang mengangguk setuju, kemudian ketiga orang itu merancang bisnis yang ingin mereka kembangkan, bisnis mereka kali ini adalah bisnis Waralaba dan akan menjadi yang pertama di Indonesia.


__ADS_2